
Tower Bridge, adalah salah satu tempat yang paling ingin Aster datangi selama ia berada di London. Namun hal itu belum pernah dia lakukan sekalipun. Bagaimana mungkin dia mendatangi tempat seromantis itu sementara hatinya sedang di selimuti duka
Tower Bridge sendiri adalah jembatan penghubung yang membelah sungai Thames dengan desain megah dan unik, sehingga jembatan ini merupakan salah satu Landmark kota London.
Tower Bridge memang sangat cocok sekali di datangi bagi mereka yang berpasangan. Karena saat malam hari, adalah waktu yang paling tepat untuk menikmati pemandangan Sungai Thames dengan gemerlap lampu jembatan, megahnya.
"Paman, bagaimana kau bisa tau kalau aku ingin sekali datang ke tempat ini?" Aster menatap Nathan penasaran.
"Karena hati kita sudah menjadi satu. Itulah kenapa aku selalu tau apa yang kau inginkan, meskipun kau jarang mengetahui apa yang aku inginkan."
"Paman memang yang paling mengerti diriku, dan aku semakin mencintai Paman."
"Paman juga semakin mencintaimu." Nathan mengecup singkat bibir Aster.
"Aku haus. Paman, bisakah kau membelikan minum untukku?"
"Baiklah, tunggu di sini dan jangan pergi kemana-mana. Paman akan segera kembali." Aster mengangguk.
Tak lama setelah kepergian Nathan. Tiga orang pria tiba-tiba menghampiri Aster dan langsung membekapnya dari belakang. Aster yang terkejut tidak bisa berkutik. Wanita itu mencoba meronta ketika mereka bertiga menariknya ke dalam sebuah Van hitam.
Aster di masukkan kedalam mobil tersebut secara paksa. "YAKK!! KALIAN SUDAH BOSAN HIDUP YA?!" amuk Aster penuh emosi. Membuat ketiganya ketakutan.
"Nona, jangan salahkan kami apalagi memarahi kami. Jika bukan karena terpaksa kami juga tidak akan menculik mu!! Boss mengancam akan memotong burung kami jika kami tidak bisa membawamu padanya."
"Memangnya siapa Boss kalian dan kenapa dia sampai ingin menculik ku?" Tanya Aster penasaran.
"Boss bilang, jika Nona bertanya. Kami harus mengatakan pada Nona jika Boss adalah orang yang sangat tampan dan rendah hati. Dia juga tidak sombong dan rajin menabung. Yang jelas Boss sangat suka pada Nona."
Aster mendengus berat. "Dasar penculik bodoh!! Menculik ku sama saja dengan bunuh diri. Kalian sedang dalam masalah besar."
"Aku memiliki suami yang kejam seperti iblis. Jika dia sampai tau aku di culik, dia tidak akan tinggal diam dan akan mengejar kalian sampai ke neraka. Dia hobi memutilasi tubuh manusia, dan jika dia sedang marah. Kepala dan tubuh kalian bisa terpisah dalam hitungan detik saja."
Glukk!!!
Susah payah kelima pria itu menelan salivanya. Mendengar cerita Aster membuat mereka merinding sendiri. "Nona, kau jangan menakut-nakuti kami." Ucap pria yang duduk di balik kemudi.
"Siapa yang membohongi kalian. Aku memiliki buktinya jika kalian tidak percaya." Aster mengutak-atik ponselnya lalu menunjukkan video ketika Nathan melakukan kekerasan pada orang-orang yang mencari masalah dengannya.
Lagi-lagi pria-pria itu menelan salivanya. Mereka merinding sendiri melihat bagaimana kejam dan sadisnya Nathan ketika menghabisi semua orang yang berani membuat masalah dengannya.
"Bagaimana? Apa kalian masih tidak percaya?!"
"Percaya, kami percaya."
__ADS_1
"Lalu apa lagi yang kalian tunggu? Cepat lepaskan aku dan kembalikan aku ketempat kalian menculikku tadi."
"Ba-baik Nona, kami akan mengantarkan mu dan mengembalikan mu ke sana."
-
Sementara itu...
Nathan yang menyadari Aster menghilang langsung panik. Nathan berlari mengelilingi Tower Bridge dan meneriakkan nama Aster seperti orang gila. Tapi orang yang dia cari tak juga menampakkan batang hidungnya.
Nathan benar-benar frustasi dengan menghilangnya Aster. Mata kirinya terus memindai di segala penjuru arah. Namun lagi-lagi sosok yang dia cari tak juga menunjukkan batang hidungnya.
"ASTER!!"
"ASTER, KAU DI MANA?!"
Untuk yang kesekian kalian Nathan berteriak. Namun tetap tidak ada jawaban dari Aster. Nathan tidak tau kemana menghilangnya istrinya itu.
"AARRKKHHHH!!"
Nathan mengeram sambil mengacak rambutnya frustasi. Dia benar-benar frustasi. Dan Nathan bersumpah akan menghabisi siapa pun yang berani menculik Aster.
"Paman!!"
Seakan mendapatkan angin segar di tengah Gurun pasir yang tandus. Nathan seperti mendapatkan kehidupannya kembali setelah mendengar suara Aster yang berkaur di dalam telinganya.
"Aku diculik." Jawabnya jujur.
"Apa, diculik?" Aster mengangguk. "Siapa yang melakukannya dan bagaimana kau bisa melarikan diri?" Tanya Nathan lagi.
"Panjang ceritanya, apakah Paman melihat lima pria bodoh di sana?" Nathan mengangguk. "Merekalah yang sudah menculik ku."
"Apa!! Kurang ajar, tunggu di sini. Aku akan memberikan pelajaran pada mereka!!" Nathan hendak menghampiri kelima pria itu yang tampak sangat ketakutan, namun segera dihentikan oleh Aster. "Jangan menghalangiku, mereka harus mendapatkan pelajaran karena sudah berani menculik mu!!"
Aster mendesah berat. "Paman, jangan gegabah dan dengarkan aku dulu!! Mereka tidaklah seberbahaya yang kau pikirkan, dan lagi pula mereka berlima itu sangat bodoh. Buktinya mereka dengan mudahnya mau melepaskan ku."
"Tapi tetap saja, aku harus tau siapa yang sudah menyuruh mereka untuk menculik mu. Jadi jangan halangi aku!!" Ucapnya.
Nathan menyentak tangan Aster dari lengannya. Dengan emosi yang sudah hampir meledak, Nathan berjalan menghampiri kelima penculik itu yang tampak sangat ketakutan.
"Aaahhhh!!" Dan kelimanya langsung berteriak histeris ketika ujung pistol ditangan Nathan mengarah pada mereka berlima. Seketika kelimanya langsung berlutut di depan Nathan.
"Tu-Tuan, tolong jangan bunuh kami. Sungguh, kami tidak bermaksud untuk menculik istri Anda. Kami diancam, jika kami tidak mau, maka Boss akan memotong burung kami."
__ADS_1
"Katakan, siapa Boss kalian dan kenapa dia ingin menculik istriku?!"
"Bernard Man, Boss adalah pengemar berat film anak-anak Bernard Bear, makanya Boss mengganti namanya menjadi Bernard Man."
"Aku tidak peduli dengan nama konyolnya. Katakan kenapa Boss kalian ingin menculik istriku?!"
"Karena Boss menaruh hati pada Nona itu. Kata Boss dia mirip Princess Elsa di Frozen, makanya dia ingin kami menculik dan membawa Nona cantik itu padanya."
"Konyol!!"
"Tuan, kami sudah berkata jujur pada Tuan. Jadi tolong lepaskan kami ya. Kami masih ingin hidup. Kami tidak ingin mati apalagi sampai tubuh kami dimutilasi."
Nathan memicingkan matanya lalu pandangannya bergulir pada Aster yang terlihat mengangkat jarinya membentuk huruf V. "Jangan menatapku seperti itu, Paman. Aku mengatakan yang sebenarnya. Dan mereka sangat ketakutan lalu melepaskan ku." Nathan mendengus berat.
Kemudian Nathan teringat sesuatu. "Baiklah, aku akan mengampuni kalian tapi dengan satu syarat. Kalian harus menuruti semua perintahku, jika kalian berani menolak apalagi berkhianat. Maka dengan tanganku sendiri aku akan menghabisi kalian!!"
"Kami berjanji!!" Ketiganya menjawab dengan sangat kompak.
"Kami akan melakukan apapun yang Tuan minta, tapi jangan bunuh kami. Ya." Pintanya memohon.
"Ikut aku."
"Baik, Tuan!!"
-
"Kkkyyyaaaa!!! Setan!!"
Zhoumi melemparkan formula ditangannya pada wajah Suketi. Pria itu terkejut setengah mati karena kemunculan si Miss K yang begitu tiba-tiba.
"Huhuhu....!! Suketi sial lagi." Suketi menangis meratapi nasibnya yang selalu sial itu."Tampan, kenapa kau sangat jahat. Kenapa kau malah menyiram wajah Suketi dengan air kotoran kambing?!"
"Salahmu sendiri muncul tiba-tiba dan membuat jantungan orang lain. Enak saja, itu bukan air kotoran kambing, tapi formula terbaru hasil temuan ku. Dan kau...Huhuhu, sebenarnya kau itu mahluk jadi-jadian dari mana sih? Kenapa mukamu serem?"
"Jahat. Masa iya Suketi yang secantik ini dibilang menyeramkan. "Hihihi, bagaimana kalau kita kenalan dulu. Aku Suketi cantik. Miss Univers Hantu dari Indo. Miss K."
"Terserah, mau Miss K atau Miss M. Yang penting sekarang aku pergi dan jangan muncul-muncul lagi. Kau membuatku terkencang di celana."
Suketi tertawa terbahak-bahak."Ya ampyun. Tampan-tampan kok ngompol!! Hihihi. Suketi jadi Ilfil, pergi ah!!"
"Ya sudah minggat sana dan jangan kembali lagi!! Huhuhu, menyeramkan!!"
Zhoumi jatuh lemas setelah kepergian si Suketi. Dia tidak tau mimpi buruk apa yang sudah dia alami semalam. Sampai-sampai harus didatangi mahluk seperti Suketi.
__ADS_1
-
Bersambung.