"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Ekstra Part (Bag 1)


__ADS_3

"Oeee..."


Nathan terbangun dari tidurnya setelah mendengar suara tangis bayinya. Ayah dua anak itu menoleh pada Aster yang tidur lelap disampingnya. Melihat wajah lelah sang istri membuat pria itu merasa tidak tega untuk membangunkannya.


Pria itu menyibak selimutnya lalu menghampiri putra kecilnya. Nathan mengangkat tubuh mungil Rey dan menyandarkan bayi berusia satu tahun itu pada pundaknya, sambil menepuk-nepuk punggungnya.


Pelukan hangat dan sentuhan lembut sang ayah membuat Baby Rey kembali terlelap. Setelah memastikan Rey sudah tertidur pulas, Nathan mengembalikan bayi mungil itu ke box nya.


"Paman, ada apa? Apa Rey bangun lagi?" Tegur Aster dengan suara seraknya. Nathan mengangguk. "Lalu kenapa Paman tidak membangunkan ku?'


"Kau terlihat lelah, jadi aku tidak tega." Jawab pria itu."Tidur lagi, ini masih malam." Ucap Nathan yang kemudian dibalas anggukan oleh Aster.


Aster menyembunyikan wajahnya di dada bidang Nathan yang hanya tertutup singlet putihnya. Sedangkan dia menyandarkan dagunya di atas kepala coklat Aster. Dan hanya dalam hitungan detik saja, pasangan suami-istri itu sudah terlelap dalam tidurnya.


-


Bibirnya tak kuasa untuk tak tersenyum ketika makhluk kecil dalam pangkuannya itu berceloteh tak jelas. Ia masih takjub ketika menggendong manusia mungil itu. Terkadang Nathan tidak percaya jika dirinya sekarang adalah seorang ayah dengan dua anak.


Ketakjubannya semakin menjadi ketika dia menyaksikan langsung segumpal daging hidup yang dibungkus darah dan kotoran keluar dari rahim Aster. Sampai-sampai Nathan tidak kuasa menahan rasa harunya ketika dia menyaksikan kelahiran putra keduanya.


"Lihatlah, Rey sangat nyaman berada di pangkuan Papanya." Ucap Aster setibanya dia dari dapur.


"Dia sempat rewel, tapi aku berhasil mengatasinya."


"God Job, Oppa. Kau memang seorang Ayah terbaik."


Lalu netranya melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Jarum-jarumnya menunjukkan untuk jarum pendek di angka sepuluh, dan jarum panjang di angka dua belas.


Jangan tanya sejak kapan wanita cantik itu suka memakai aksesoris berupa jam tangan, padahal Aster paling tidak hobi dengan yang namanya jam tangan, jawabannya berhubungan dengan makhluk mungil di pangkuan suaminya itu. Agar semuanya teratur, katanya.


"Hei jagoan, ini waktumu untuk tidur." Ucap Aster ketika putranya yang masih dalam pangkuan Nathan sedang berceloteh sambil memainkan mainan di tangannya.


Tangannya mengangkat bayi lucu itu ke pangkuannya kemudian berjalan meninggalkan ruang keluarga. Aster membawa putra bungsunya itu ke dalam kamar.

__ADS_1


Selepas kepergian Aster dan Rey. Laurent yang baru saja kembali dari bermain bersama kedua Paman tampannya menghampiri Nathan lalu duduk di pangkuannya.


"Daddy, dimana Mami dan adik? Apa adik sudah waktunya tidur?" Tanya Laurent yang kemudian di balas anggukan oleh Nathan.


"Bagaimana hari ini? Kau bersenang-senang dengan kedua Pamanmu?" Tanya Nathan, Laurent mengangguk.


"Sangat, tapi mereka sangat menyebalkan. Masa setiap ada perempuan yang lewat langsung digoda dan dimintai nomor ponselnya. Itukan menyebalkan," Laurent menggerutu. "Daddy, bagaimana kalau akhir pekan ini kita pergi piknik? Laurent ingin pergi ke bukit angin lagi. Mau ya,"


"Daddy tidak janji. Tapi akan Daddy usahakan ya," Laurent mengangguk. Dia bisa mengerti dan memahami kesibukan ayahnya. Nathan adalah seorang Bos di perusahaan besar, maklum jika dia sangat sibuk.


"Daddy, kalau begitu Laurent mandi dulu ya." Ucap gadis kecil itu.


Laurent mencium pipi Ayahnya dan pergi begitu saja. Sedangkan Nathan menggelengkan kepala melihat tingkah putri kecilnya. Sudut bibir Nathan tertarik ke atas, pria itu mengurai senyum setipis keras.


-


Setelah menidurkan si bungsu. Kini giliran Laurent yang harus dia urus. Meskipun gadis kecilnya kini sudah berusia 10 tahun.


Tapi Aster tidak bisa lepas tanggung jawab apalagi membiarkan Laurent melakukan segala hal sendiri tanpa dia dampingi. Aster membantu Laurent menyisir rambut panjangnya yang basah.


Laurent memperhatikan rambut panjangnya dari cermin. Benar apa yang ibunya katakan. Rambutnya memang sudah sangat panjang dan ujungnya sedikit berantakan.


"Sepertinya kalau akhir pekan ini tidak bisa, Mi. Kalau Daddy tidak ada pekerjaan, kita akan pergi piknik kebukit angin."


"Kau membuat janji dengan Daddy untuk pergi piknik? Kenapa tidak memberitahu Mami?"


"Terlalu ribet. Bukannya setuju, bisa-bisa Mami malah ceramah panjang lebar, yang inilah, itulah, itukan sangat menyebalkan!!"


Aster mendengus berat. Dia memang paling sulit untuk diajak pergi keluar rumah sejak kelahiran Rey.


Bukan maksud Aster ingin menolak ajakan putrinya, hanya saja ini adalah musim dingin dan cuaca cukup ekstrem, itulah kenapa Aster sangat sulit untuk diajak pergi keluar akhir-akhir ini.


"Mami tidak janji kita akan pergi. Akhir-akhir ini cuaca sangat tidak menentu, Kakak boleh menganggap Mami egosi dan apapun itu. Tapi mengerikan, Sayang. Jika semua yang Mami lakukan karena Mami menyayangi kalian."

__ADS_1


"Baiklah, Mi. Kakak mengerti."


"Setelah musim ini berlalu, kita bisa leluasa dan bebas untuk pergi kemana pun. Lagipula Mami juga tidak bisa membawa adikmu keluar atau meninggalkan di rumah terlalu lama."


"Sebaiknya Kakak sekarang tidur siang dulu, Mami nanti akan membangunkanmu untuk makan siang." Aster mencium kening Laurent dan pergi begitu saja.


Aster tau jika keputusannya ini pasti mengecewakan Laurent. Bukan maksud Aster ingin menjari Ibu yang egois. Tapi apa yang dia lakukan juga demi kebaikan keluarga kecilnya.


-


"Paman!"


Aster memekik kencang karena ulah Nathan yang tiba-tiba saja mengangkat tubuhnya dan membawanya ke kamar mereka di lantai dua. Wanita itu memperhatikan sekelilingnya, dan banyak sekali pasang mata yang melihat mereka dengan berbagai ekspresi.


"Paman, apa yang kau lakukan? Cepat turunkan aku, lihatlah semua orang memperhatikan kita." Ucap Aster namun di hiraukan oleh Nathan.


"Aku tidak peduli!!"


Aster tidak tau apa yang akan Nathan lakukan setelah ini. Padahal dia harus menyiapkan makan siang, tapi Nathan malah menahannya dan menculiknya dari ruangan itu.


"Nathan Junior sangat merindukanmu, dan dia ingin memasuki dirimu." Bisik Nathan lalu mengecup singkat bibir Aster, mata kirinya menatap wanita tersebut dengan jahil.


Aster langsung melayangkan protesnya."Jangan aneh-aneh, ini masih siang. Bagaimana kalau ada orang yang datang dan nyelonong masuk ke kamar kita?"


"Aku tidak peduli!! Bukankah Rey juga hasil dari bercocok tanam di siang hari? Siapa tau kita akan mendapatkan Baby Xiao lagi setelah ini." Jawab Rey dengan seringai yang sama.


Sudut bibirnya tertarik ke atas, seringai nakal tercetak jelas di bibir kissablenya. Sedangkan Aster langsung membelalakkan matanya, terkejut mendengar apa yang baru saja Nathan katakan. Dengan lantang Aster berseru.


"Oh, jangan lagi-lagi!!"


-


Bersambung.

__ADS_1


Sesuai request dari pembaca. Author kasih ekstra part-nya untuk novel tercinta kalian ini. Semoga memuaskan dan menghibur ya 🤗🤗😘😘 Jangan lupa like koment nya 🙏🙏🙏


__ADS_2