"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Lebih Mengerikan


__ADS_3

"Paman Zhoumi, kau kenapa?!"


Setibanya di Villa. Aster dan Nathan dikejutkan dengan Zhoumi yang duduk bersimpuh di lantai dengan banyaknya keringat yang membanjiri tubuhnya. Aster pun segera membantu pria itu berdiri.


"Apa penyusup baru saja datang kemari?"


"Jika penyusup, aku bisa mengatasinya. Tapi yang datang lebih menyeramkan dari Ter*ris dan perakit bom. Dia menyebut dirinya Miss K atau apalah itu, tiba-tiba muncul dan membuat jantungku hampir melompat keluar."


"Apa?! Suketi ada di sini?!" Aster memekik sekencang-kencangnya.


"Kau mengenalnya?"


"Tentu saja, dia adalah hantu gila yang bersahabat dengan Aster." Jawab Nathan menyahuti.


"Kau berteman dengan hantu?!" Aster mengangguk."Kau benar-benar gila, Aster Xiao. Bagaimana bisa kau berteman dengan mahluk menyeramkan seperti dia?!"


"Dia tidak menyeramkan. Menggelikan yang ada."


"Menggelikan dengkulmu?! Jelas-jelas dia sangat menyeramkan. Lihat saja giginya dan bentuk tubuhnya yang mirip kendi. Ya Tuhan, amit-amit tujuh turunan, jangan sampai aku ketemu lagi dengan mahluk menyeramkan seperti dia."


"BWAHAHAHA!!!" Tawa Aster pun pecah. Sedangkan Nathan hanya mendengus geli."Hahaha!! Paman, kau jangan bicara begitu. Lihat saja nanti. Pasti dia akan lebih sering menampakkan wujudnya di depanmu."


Aster terus saja tertawa sampai dia hampir terkencing di celana. Aster tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi dan terkejutnya Zhoumi ketika Suketi tiba-tiba saja muncul di depan matanya.


"Berhenti tertawa dan mencibirku, Aster Xiao. Kau pikir itu menyenangkan!!"


"Oya, siapa mereka berlima? Kenapa kau membawa orang asing kemari!"


"Mereka bukan orang asing. Karena mulai sekarang mereka akan menjadi kelinci percobaan mu!!"


"Wow, kau membawa mereka disaat yang tepat. Tapi yang menjadi masalahnya, bagaimana aku bisa membuktikan formula terbaru dari hasil temuan ku, tanpa luka aku tidak bisa menguji coba obat ini." Tuturnya.


"Gampang!!"


Nathan mengeluarkan pistol yang tersembunyi di balik pakaiannya lalu menembakkan pada paha salah satu dari mereka berlima. Dan apa yang Nathan lakukan tentu saja mengejutkan semua orang termasuk Aster, terlebih-lebih Zhoumi.


"YAKK!! Iblis, apa yang kau lakukan? Apa kau ingin membuatku jantungan, eo?!" Bentaknya emosi.


"Ck, kau terlalu berisik. Bukankah kau membutuhkan luka? Dia sudah terluka, kau bisa langsung mencoba obat terbarumu padanya. Beres kan?!"


Zhoumi menatap adik sepupunya itu dengan tak percaya. Bagaimana Nathan dengan mudahnya melakukan hal itu. Memang tidak salah jika Nathan dijuluki sebagai Iblis berdarah dingin.


Segera Zhoumi menghampiri pria yang tampak kesakitan di lantai karena luka pada pahanya tersebut.


"Jangan panik dan jangan menangis lagi. Aku akan segera mengobatimu. Dan aku berjanji kurang dari satu Minggu lukamu sudah sepenuhnya tertutup dan membaik. Bantu aku mengangkat dia ke atas sofa dan baringkan doa di sana."


"Ba-Baik."


Sudah bosan melihat tehnik yang akan dilakukan oleh Zhoumi ketika menolong orang yang dalam keadaan darurat.

__ADS_1


Nathan pun memutuskan untuk membawa Aster keluar dari sana. Lagipula masih banyak hal lain yang bisa dia lakukan dari pada melihat Zhoumi sedang melakukan prakteknya.


.


.


.


Dan disini mereka sekarang. Nathan menutup rapat dan mengunci pintu kamarnya. Dia tidak ingin jika sampai ada yang nyelonong masuk. Nathan melepas long Vest hitamnya lalu menghampiri Aster yang sedang berbaring terlentang di atas tempat tidur.


Nathan berjalan menghampiri sang wanita sambil melepas satu persatu kancing pada kemeja hitam lengan terbukanya dan membiarkan begitu saja.


Ia tau jika istri kecilnya itu sangat menyukai ketika dirinya memakai kemeja lengan terbuka yang seluruh kancingnya di biarkan terbuka. Hingga terlihat singlet maupun tanktop yang menjadi lapisan dalam kemejanya.


"Eunhhhh..."


Lengkuhan panjang keluar dari sela-sela bibir Aster ketika Nathan tiba-tiba menciumnya dan mel*mat bibirnya dengan keras. Tidak ada kelembutan dalam ciuman tersebut, hingga membuat Aster sangat kwalahan.


Nathan terus mel*mat bibir Aster tanpa ampun. Atas dan bawah bergantian. Ciumannya semakin menuntut, bukannya merasa takut dan terancam. Aster justru menikmatinya. Dia menikmati setiap sentuhan bibir Nathan yang begitu memabukkan.


Jari-jari lentiknya menelusup ke dalam kemejanya. Merambah dada bidangnya yang masih tersembunyi di balik singlet putihnya. Aster menyukainya. Sangat-sangat menyukainya.


"Paman, aku sungguh menginginkanmu." Ucap Aster parau. Kabut nafsu terlihat di kedua matanya.


"Tapi kita tidak bisa melakukannya, Sayang. Tamumu masih belum pergi. Kita harus menahannya beberapa hari lagi." Ucap Nathan dan sekali lagi mencium bibir Aster.


"Huhuhu!! Dasar tamu bulanan tidak pengertian. Jelas-jelas aku sudah dianggarkan selama lebih dari tiga bulan. Giliran waktunya bercocok tanam malah datang."


"Masih banyak hal lain yang bisa kita lakukan untuk membuatmu basah dan merasakan kenikmatan. Aku akan terus memakai pakaian lengan terbuka sepanjang hari, selama beberapa hari ini seperti yang selalu kau inginkan!!"


Mendengar pakaian tanpa lengan membuat Aster berbinar. Itu artinya dia bisa melihat tatto di lengan kanan Nathan sepanjang hari tanpa harus ada kain sialan yang menutupinya.


"Benarkah? Huaaa, Paman kau memang yang terbaik." Aster pun langsung berhambur kedalam pelukan Nathan.


Aster aneh?! Itu adalah fakta. Karena jika tidak aneh dan bar-bar, maka bukan Aster namanya. Disaat kebanyakan perempuan di dunia ini yang menyukai pria berpenampilan rapi, Aster justru malah kebalikannya.


Aster malah lebih suka melihat Nathan yang tidak terlalu rapi dan formal.


Menurutnya Nathan tidak keren dan cool jika memakai setelan jasnya yang rapi dan membuatnya terlihat begitu berwibawa. Aster justru menyukai Nathan yang memakai pakaian lengan terbuka seperti yang dia pakai malam ini.


Menurut Aster itu lebih keren dan lebih menggoda. Itulah kenapa dia lebih menyukai ketika Nathan berpakian lengan terbuka.


"Dasar kau ini," Nathan menyentil kening Aster dan kembali menyergap bibirnya.


Dengan lihat jari-jari Nathan melepas semua kain yang melekat pada tubuh Aster.


Menyisahkan br* berenda dan kain tipis yang menutup bagian Miss-nya. Melihat tubuh Aster yang setengah tel*njang membuat api gairah semakin berkobar di mata kiri Nathan.


"Aaahhhhhh..."

__ADS_1


Aster melengkuh panjang ketika mulut sialan Nathan yang sexy dan berbisa mulai mengenali setiap inci tubuh Aster yang setengah tel*njang.


Beberapa bercak merah tanda kepemilikan Nathan tinggalkan di beberapa tempat. Mulai leher dada sampai perutnya. Jari-jari lentiknya meremas sprei dengan kuat ketika Nathan meng*lum salah satu biji anggurnya.


Jujur saja Aster merasa tidak nyaman dengan lembab dan basah di area Miss-Nya yang masih merah. Tapi dia juga tidak bisa menolak dengan kenikmatan yang Nathan berikan padanya.


"Paman, Aahhhh. Ini sangat nikmat, jangan berhenti, aku mohon," desah Aster ditengah kenikmatannya. Nathan benar-benar memanjakannya.


Bibir dan lidah Nathan terus menyusuri setiap inci tubuh Aster yang terbuka. Jika saja wanita itu tidak kedatangan tamu sialannya, sudah pasti Nathan akan melahapnya bulat-bulat.


Tak adil jika hanya dirinya yang dimanjakan oleh Nathan. Aster pun berinisiatif untuk gantian memanjakan Nathan. Aster merubah posisinya dengan ia berada di atas tubuh Nathan.


Melihat mata kiri Nathan yang memancarkan gairah seperti kobaran api di tengah malam. Membuat seringai tercetak di bibir Aster. Aster meraih sosis berurat Nathan ke dalam genggamannya lalu memasukan ujungnya ke dalam mulutnya.


Nathan mengeram panjang. Nathan menggerakkan sosis beruratnya dalam tempo cepat. Ukurannya yang normal begitu pas di mulut Aster. Itulah kenapa Aster sangat menyukainya. Dia seperti menikmati lollipop dengan bentuk dan warna yang berbeda.


"Aster... Aaahhh..."


Jari-jari lentik Aster mengusap benda hitam bertali yang menutup mata kanan Nathan. Lalu turun menuju dadanya yang masih tersembunyi apik di balik singlet putihnya.


Nathan mengangkat kepalanya dan menatap Aster yang terlihat luar biasa di bawah sana. Nathan terus mengeram kenikmatan. Dan apa yang Aster lalukan membuat Nathan sampai puncaknya.


"Aster, lepaskan." Seru Nathan lalu menumpahkan semua miliknya dilantai dengan bantuan jari-jari Aster pastinya.


Aster menatap nanar milik Nathan yang berakhir di lantai dengan sia-sia. Seharusnya semua tumpah di dalam rahimnya. Tapi mau bagaimana lagi. Keadaan yang benar-benar tidak memungkinkan.


"Kau sangat luar biasa, Sayang." Nathan mengecup singkat bibir Aster lalu pergi begitu saja dari hadapannya. Nathan harus membersihkan tubuhnya yang berkeringat sekarang juga.


Setelah memakai kembali pakaiannya. Aster lalu berbaring di atas tempat tidur. Dia sangat lelah dan ingin segera tidur.


Setidaknya malam ini dia bisa bermimpi indah. Dan Aster harus berterimakasih pada Nathan yang selalu bisa membuatnya berada di atas awan.


.


.


.


Nathan keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang lebih segar. Tubuhnya dalam balutan handuk berbentuk kimono hitam miliknya. Nathan mendengus melihat Aster yang sudah terlelap. Sepertinya wanitanya itu benar-benar kelelahan.


Mata kiri Nathan memicing melihat sesuatu yang berkilauan tampak pada leher Aster. Nathan menghampiri Aster lalu meraih benda itu yang pastinya adalah sebuah kalung.


Mata kiri Nathan membelalak melihat sebuah liontin berbentuk kelopak bunga sakura yang menggantung di leher Aster. Sejak kapan Aster memakai liontin itu? Bagaimana Nathan tidak menyadarinya?


Nathan memang tau jika Aster memakai kalung, tapi dia tidak pernah memperhatikan bentuk liontin yang dia pakai. Dan seingat Nathan, kalung itu sudah ada pada Aster sejak beberapa tahun yang lalu.


Nathan mengambil liontin tersebut. Mata kirinya membelalak melihat beberapa digit angka di bagian belakang liontinnya. Memang terlihat samar, namun Nathan bisa melihatnya dengan jelas.


"I-Ini, adalah kode Incubus!!"

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2