"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Ekstra Bab (Bag 47)


__ADS_3

"KYYYAA!!! Setan Alas!"


Leon berteriak sekencang-kencangnya karena kemunculan Suketi yang sangat tiba-tiba. Alhasil sebuah timpukan keras mendarat mulus pada kepala hantu asal Indo itu.


Suketi mempoutkan bibirnya dan mengusap kepalanya yang baru saja ditumpuk oleh Leon. "Ayang ganteng, Kenapa Kau jahat sekali sama Suketi. Huhuhu... kepala Suketi kan jadi sakit,"


"Siapa suruh kau jadi setan dan muncul seenaknya mengejutkan diriku!!"


"Memangnya Ayang Leon pikir Suketi mau jadi setan gentayangan, ini sudah nasib Suketi dan Takdir hidup seperti dari Tuhan. Suka tidak suka mau tidak mau seperti harus menerimanya, lagi pula ada enaknya juga jadi hantu, jadi Suketi bisa melihat Oppa-Oppa tampan mandi setiap hari."


"Dasar hantu edan, kau sudah mati tapi kenapa pikiranmu sangat mesum?!"


"Hidup ini untuk dinikmati, melihat pria telanjang adalah sebuah surga dunia, jadi bagaimana mungkin aku bisa melewatkannya. Bukan Hanya mereka saja, bahkan aku sering mengintipmu ketika mandi, hihihi!!!"


"Astaga, Mimpi Buruk apa yang aku alami dalam hidup ini, Tuhan. Bukannya wanita cantik, tapi kenapa malah makhluk alam lain yang mengintip ke mandi?!"


"Hihihi, tidak perlu marah apalagi kesal, seharusnya kau merasa bangga di intip oleh hantu antar negara seperti diriku yang cantik ini." tutur Suketi mau kalah.


Leon bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja, berbicara dengan Suketi terlalu lama hanya membuat kepalanya semakin bening, belum lagi dapat alkohol yang masuk ke dalam tubuhnya. Lebih baik pulang dan tidur di rumah.


-


Aster saat merasakan hembusan angin malam yang berhembus lirih menerpa kulitnya yang terbuka. Wajahnya mendongak menatap langit malam bertabur bintang, malam ini langit terlihat lebih cerah dari malam-malam sebelumnya.


Sang Penguasa malam berpendar indah di singgasananya, tak ketinggalan jutaan manik-manik langit yang memainkan cahayanya. Wanita itu menarik sudut bibirnya, membentuk lengkungan indah di wajah cantiknya.


Grepp..


Aster sedikit terkejut saat merasakan sepasang tangan kekar memeluknya dari belakang, kemudian ia menyandarkan kepalanya pada dada bidang milik orang yang memeluknya.

__ADS_1


"Aku pikir kau sudah tidur, Oppa." ucap Aster memecah keheningan.


"Bagaimana aku bisa tidur jika istriku saja tiba-tiba menghilang," jawab Nathan Seraya menyandarkan dagunya pada bahu kanan Aster.


"Aku tidak menghilang, Oppa. Hanya ingin menikmati keindahan malam ini."


"Tapi itu tidak akan sempurna jika kau hanya melewatinya hanya sendiri Saja," jawab Nathan menimpali.


Kemudian Aster melepaskan pelukan Nathan dan berbalik badan, posisinya dan Natan kini saling berhadapan. Astri memeluk leher suaminya sambil mengurai senyum tipis. Pasang banner hasilnya tertuju pada bibir kiss able milik Nathan.


Aster mendekatkan wajahnya dan mengecup singkat bibir suaminya."Bibirmu terasa manis, Oppa. Dan aku menyukainya." tukas Aster.


"Benarkah?! Sayangnya aku tidak merasakan ciumanmu, Baby." Nathan menyeringai. Ia menarik tengkuk Astra lalu *****@* bibirnya.


Sebelah tangan Nathan menarik pinggang Aster, dan membunuh jarak diantara mereka. Ciuman yang awalnya lembut berubah menjadi ciuman panas yang menuntut. Nathan terus *****@* dan memagut bibir Aster, atas bawah bergantian.


Posisi mereka tidak lagi berdiri. Nathan menempatkan Aster di atas pangkuannya, dan bibir mereka tetap bergulat panas.


Ciuman Nathan benar-benar membuat Aster kualahan, tapi dia juga tidak bisa menolaknya. Aster begitu menikmati setiap sentuhan bibir Nathan yang semakin lama semakin memabukkan.


Dan ciuman panas mereka baru berakhir saat Nathan merasakan pukulan pada dadanya. Aster tidak sanggup lagi, dia sudah kehabisan nafasnya.


"Host, Host, Host... Apa kau ingin membunuhku dengan ciumanmu, Oppa!" keluh Aster sesaat setelah pagutan bibir mereka berakhir.


"Kenapa, Sayang? Aku pikir kau menikmatinya. Bukankah aku sudah melakukannya setiap hari, tapi kenapa kau tetap saja payah. Lain kali aku akan mengajarimu lagi sampai kau benar-benar fasih," Nathan menyeringai.


Aster memukul dada Nathan. "Dasar mesum!!!" Dan Nathan hanya terkekeh. Kemudian ia mengangkat tubuh Aster bridal style dan membayangkan di atas tempat tidur.


"Ini sudah malam, sebaiknya kita tidur." Aster mengangguk, menyetujui apa yang Nathan katakan. Karena sebenarnya Ia juga sudah sangat mengantuk.

__ADS_1


-


Sinar mentari pagi menelusup masuk melalui celah tirai, menggantikan kegelapan malam yang telah kehabisan waktu menemani para manusia. Malam telah berlalu dan pagi pun menjelang, memaksa para manusia kelelahan untuk bangun dan menjalani hari-hari mereka kembali.


Begitu pula dengan wanita ini. Dia terbangun, bukan karena cahaya matahari yang mulai mengganggu tidurnya. Melainkan karena suara gaduh yang berasal dari dapur rumahnya.


Wanita itu menyibak selimutnya dan segera turun, penasaran apa yang terjadi di dapur Ia pun bergegas pergi ke sana untuk melihatnya. Dan Setibanya di sana, Aster dikejutkan dengan keadaan dapurnya yang seperti kapal pecah.


Aster menghampiri satu-satunya orang yang ada di sana, siapa lagi orang itu jika bukan Leon. "Bodoh, Apa kau ingin membakar dapur ku!!" bentuk Aster sambil membawa kain basah yang kemudian ia takutkan pada kumparan api yang berasal dari kompor.


"Huaa, Nyonya Bos, kau datang di saat yang tepat. Aku sangat panik dan bingung bagaimana caranya harus memadamkan api nya."


"Memangnya apa yang kau lakukan di dapur? Dan kenapa kau membuat dapur menjadi berantakan seperti ini?! Aku membutuhkan penjelasan darimu!!"


Sinar mentari pagi menelusup masuk melalui celah tirai, menggantikan kegelapan malam yang telah kehabisan waktu menemani para manusia. Malam telah berlalu dan pagi pun menjelang, memaksa para manusia kelelahan untuk bangun dan menjalani hari-hari mereka kembali.


Begitu pula dengan wanita ini. Dia terbangun, bukan karena cahaya matahari yang mulai mengganggu tidurnya.


Leon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal."Tadinya aku ingin membuat kopi dan sarapan, tapi tiba-tiba apinya menyambar kain yang aku letakkan disamping kompor. Dan semakin lama artinya malah semakin membesar, padahal sudah aku coba untuk padamkan." jelas Leon.


"Dasar ceroboh, jika dapurnya sampai terbakar, seluruh bangunan rumah ini juga bisa hangus terbakar. Bisa-bisa kita hangus terbakar dan menjadi daging guling. Pokoknya aku tidak mau tahu, kan harus membersihkan semuanya sampai bersih!!!"


Aster beranjak dari hadapan Leon dan pergi begitu saja. Sepanjang langkanya menuju kamar, Aster terus saja komat-kamit tidak jelas. Berbagai sumpah serapah keluar dari mulutnya, dan ditunjukkan kepada siapa lagi jika bukan Leon.


Rasanya aku ingin memanggang Leon hidup-hidup. Sudah mengganggu tidurnya dan nyaris saja membakar dapurnya, jika saja Leon untuk kan orang kepercayaan Nathan, Sudah pasti Aster melemparnya ke jalanan.


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2