"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Ekstra Bab (Bag 28)


__ADS_3

"Aaaahhh.."


Tubuh Aster berakhir ditempat tidur setelah Nathan mengangkat dan membawa masuk istrinya itu. Tanpa ampun Nathan mel*mat bibir Aster, kedua tangannya mencengkram tangan wanita itu hingga Aster tak bisa berkutik sama sekali.


Sepertinya Nathan hendak memberikan hukuman untuknya. Dan jika hukumannya seperti ini, jadi mana mungkin dia bisa menolaknya. Apalagi Aster sangat menyukai momen bercocok tanam dengan pria tercintanya tersebut.


"Uhhh, Paman...Kau membuatku basah," Rancah Aster ditengah kenikmatan yang mendera sekujur tubuhnya.


"Aku akan memberikan hukuman untukmu, Sayang. Siapa suruh kau berani mengerjai ku dan mengatai ku gila. Ku pastikan besok pagi kau akan kesulitan untuk berjalan, Aster Xiao." Nathan menyeringai lalu membenamkan kembali bibirnya pada bibir Aster san mel*matnya seperti tadi.


Tak ingin kalah dari suaminya. Aster pun mengambil inisiatif untuk mengambil alih ciuman tersebut. Tapi sayangnya hal tersebut tak diijinkan oleh Nathan. Nathan yang memang dasarnya tidak suka didominasi tentu saja tidak akan mengijinkan Aster mendominasi dirinya.


Ciuman itu sepenuhnya dikuasai oleh Nathan, dan Aster hanya bisa mengikuti permainan suaminya. Ciuman yang sudah panas semakin bergairah ketika jari-jari lentik Aster mulai menerobos masuk ke dalam pertahanan Nathan.


Dengan gerakan cepat. Aster memainkan sosis berurat milik suaminya. Bahkan dia tidak menghiraukan des*han dan erangan yang berkali-kali lolos dari bibir Nathan ditengah ciuman panasnya.


Aster menyeringai. Setelah Nathan mengakhiri Ciumannya, Aster mengambil alih sepenuhnya permainan mereka. Tubuh Nathan saat ini terlentang dan sedang dimanjakan oleh istri kecilnya.


Nathan membiarkan Aster terus memainkan sosis berurat nya. Tak hanya menggerakkan dengan jari-jarinya, tapi Aster juga memasukkannya ke dalam mulut, dan menghisapnya seperti lollipop.


"Cukup, Aster!!"


Nathan yang sudah berada dipuncak kenikmatan itu segera mengakhiri permainan Aster. Nathan mengambil alih dan bertukar posisi dengan Aster. Wanita itu kini berada di bawah kungkungan tubuh kekarnya.


"Aku tidak bisa menahannya lagi." Ucap Nathan sambil melepas celana dan pengaman dalamnya. Sedangkan Aster sudah tidak terlapisi sehelai benang pun.


Dan setelah ini mereka akan berbagi cinta, penyatuan yang sempurna bagi sepasang insan manusia yang tak pernah mengenal kata puas dalam membagi cinta dan kehangatan.


-


Aster membuka matanya dan mendapati diluar sudah semakin gelap. Lalu pandangannya bergulir pada jam yang menggantung di dinding kamar, dan waktu telah menunjuk angka 22.00 malam.


Pantas saja dia merasa lapar, ternyata Aster melewatkan makan malamnya selama beberapa jam. "Paman," seru Aster memanggil Nathan, tapi tidak ada sahutan, wanita itu tidak tau kemana suaminya itu pergi.

__ADS_1


Setelah mencuci muka, Aster pergi keluar kamar. Dia lapar dan Aster berencana untuk makan. Dan sesampainya di luar kamar. Ia melihat Nathan yang sedang berbincang dengan Cris dan Zhoumi.


Kemudian wanita itu menghampiri ketiganya."Apa yang kalian obrolkan malam-malam begini?" Tanya Aster penasaran.


Nathan menggeleng. "Tidak ada, kita bertiga hanya ngobrol biasa saja. Kenapa bangun? Apa kau lapar?" Aster mengangguk. "Akan ku buatkan makanan untukmu." Kemudian Nathan bangkit dari duduknya dan pergi ke dapur bersama Aster.


Aster akui, jika kemampuan memasak Nathan jauh lebih baik dari pada dirinya. Saat Aster kelaparan pada malam hari, dengan senang hati Nathan selalu memasakkan sesuatu untuknya.


"Duduk dan tunggu sebentar." Pinta Nathan yang kemudian dibalas anggukan oleh Aster.


Aster terus memperhatikan Nathan yang sedang sibuk dengan masakannya. Wanita itu tersenyum melihat kemahiran dan kelihaian Nathan dalam memasak.


Terkadang Aster merasa iri pada kemampuan Nathan yang satu ini, bagaimana tidak, suaminya itu lebih hebat darinya dalam urusan memasak.


"Sudah siap, makanlah dengan pelan-pelan saja."


"Oppa, kau tidak ikut makan juga?"


Nathan menggeleng. "Aku masih kenyang. Setelah makan pergi tidur. Ini masih hampir tengah malam." Aster tersenyum kemudian mengangguk.


-


Sedangkan Nathan sudah bangun sejak 30 menit yang lalu. Dan mungkin saja saat ini sedang dimeja makan bersama anak-anak dan yang lainnya.


Setelah mandi dan berganti pakaian. Aster langsung bergabung dengan suami, anak-anak serta anggota keluarga yang lainnya untuk sarapan.


"Tumben hari ini, Mami, bangun agak siang?" Tanya Laurent penasaran.


"Mami, sangat lelah. Apalagi kemarin Daddy mu memberikan pekerjaan tambahan untuk Mami," jawab Aster sambil menatap Nathan. Dan pria itu hanya menyeringai tipis menanggapi ucapan Aster.


"Ah, pasti bunga dan coklat kemarin kan?" Aster mengangguk. "Daddy, adalah pria dingin. Tapi sekalinya romantis malah merepotkan semua orang." Keluh Laurent sambil menggelengkan kepala.


"Jangan salahkan, Daddy. Tapi salahkan, Mami mu. Dia yang meminta bunga dan coklat, lalu Daddy hanya mengabulkan permintaannya itu. Memangnya salah?"

__ADS_1


"Tentu saja salah, karena Daddy mengirimnya amat sangat banyak. Sampai-sampai seluruh ruangan tidak muat untuk menampung bunga dan coklat dari, Daddy."


Dan Nathan hanya terkekeh menanggapi ucapan putrinya itu. "Setidaknya Daddy sudah memberikan apa yang Mami mu minta."


"Paman, memangnya berapa banyak uang yang harus kau keluarkan untuk membeli semua bunga dan coklat-coklat itu?" Tanya Gavin penasaran.


"Tidak banyak, hanya 100 won saja."


"Oh, Apa?! 100 juta Won?!" Gavin dan Rio memekik saking terkejutnya. Tidak tanggung-tanggung uang yang Nathan keluarkan untuk membeli semua bunga dan coklat tersebut.


.


"Paman, kau tidak ke kantor hari ini?" Aster menghampiri Nathan yang terlihat masih bermalas-malasan di ruang keluarga.


Pria itu mengangkat wajahnya lalu menggeleng. "Aku mengambil cuti selama beberapa hari. Otakku minta diistirahatkan, lalu kau sendiri bagaimana? Kau tidak pergi ke boutique hari ini?"


"Aku harus pergi ke luar kota untuk membeli bahan rancangan terbaruku. Di kota ini tidak ada, dan adanya hanya di Busan."


"Kau pergi dengan siapa?"


"Sendiri, jika kau tidak keberatan bisakah kau menemaniku? Jujur saja aku sedang malas mengemudi,"


"Bukan masalah. Kalau begitu bersiap-siaplah. Aku akan menunggumu di sini." Ucap Nathan yang kemudian dibalas anggukan oleh Aster.


Nathan sendiri tidak perlu mengganti pakaiannya. Hanya perlu menambahkan jas saja, sudah beres.


Dan tidak sampai 10 menit. Aster kembali dengan pakaian yang berbeda. Wanita itu terlihat lebih dewasa dengan balutan dress hitam berbahan brokat yang mengikuti lekuk tubuhnya. Rambut panjangnya di ikat ekor kuda. Tak lupa sepasang anting yang kian menyempurnakan penampilannya.


"Oppa, ayo. Aku sudah siap." Nathan mengangguk. Kemudian pria itu bangkit dari duduknya dan keduanya berjalan beriringan meninggalkan Mansion mewah kediaman keluarga Xiao.


Mereka hanya pergi berdua saja. Aster tidak membawa putra bungsunya. Rey sudah tidak minum susunya lagi, jadi hal tersebut lebih memudahkan Aster untuk tidak selalu membawa Rey ketika bepergian untuk urusan pekerjaan.


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2