"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Ekstra Bab (Bag 14)


__ADS_3

Nathan dan Aster saling bertukar pandang. Mereka sama-sama merasa bingung melihat orang-orang berhamburan keluar dari cafe Dio sambil berteriak dengan wajah ketakutan.


Penasaran apa yang terjadi dalam sana. Nathan pun menghentikan salah seorang untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam sana, dan orang itu mengatakan jika ada sekelompok preman kota yang membuat di sana.


Nathan dan Aster menghentikan langkahnya, mereka melihat sekelompok preman yang sedang berkelahi dengan Dio dan beberapa karyawannya, tapi sayangnya mereka terpojok.


Nathan dan Aster pun tidak tinggal diam, pasangan suami istri itu pun masuk ke dalam dan melibatkan diri dalam perkelahian tersebut. Dan tentu saja Dio sangat terkejut saat melihat kedatangan mereka berdua.


"Sebaiknya urus karyawan mu yang terluka. Di sini serahkan padaku dan Aster." Ucap Nathan yang kemudian di balas anggukan oleh Dio.


Dio membawa para karyawannya yang terluka kembali ke dalam. Sedangkan para preman itu diselesaikan oleh Nathan dan Aster.


Pasangan suami-istri itu menghajar mereka dengan brutal dan tidak memberikan kesempatan pada mereka untuk melawan balik. Sedikitnya sudah ada 5 orang yang terkapar di lantai setelah dadanya tertembus peluru yang Nathan lepaskan.


Nathan dan Aster menahan serangan demi serangan yang mengarah pada mereka. Aster yang geram menghajar mereka dengan sangat brutal, bahkan mereka yang telah sekarat pun semakin tersiksa oleh pukulan dan tendangan Aster.


Dan kurang dari 15 menit mereka menyelesaikan perkelahian tersebut. Satu orang tersisa, dia pun langsung melarikan diri. Dan Nathan menahan Aster ketika hendak mengejarnya.


"Tidak perlu di kejar. Dia tidak akan berani kembali lagi."


"Tapi, Oppa?"


"Sebaiknya kita bantu Dio mengurus cafenya yang berantakan ini. Aster mendesah berat. Wanita itu menatap Nathan dan kemudian mengangguk.


"Baiklah."


Nathan menghubungi Leon dan meminta pria itu untuk datang, mayat-mayat itu perlu dibereskan. Dan tentu saja Leon adalah orang yang tepat untuk masalah ini. Nathan dan Aster menghampiri Dio yang sedang membantu mengobati karyawannya yang terluka.


Tidak sedikit, sekitar 6 orang yang harus mendapatkan perawatan intensif karena insiden yang baru saja terjadi. Nathan ingin tau bagaimana awal ceritanya cafe milik mantan anak buahnya ini bisa di serang oleh para preman.

__ADS_1


"Apa kau terluka?" Tanya Nathan pada Dio.


"Tidak, Tuan. Saya baik-baik saja, terimakasih atas bantuan kalian berdua. Jika Tuan dan Nyonya tidak datang tepat waktu, entah bagaimana nasib kami dan cafe ini." Ujar Dio.


"Apa yang terjadi. Dan bagaimana mereka bisa membuat ulah di sini?" Tanya Aster penasaran.


"Mereka marah karena kami tidak memberi uang keamanan sesuai jumlah yang mereka minta. Karena menurut saya itu terlalu banyak dan tidak masuk akal. Kemudian mereka marah dan menghancurkan tempat ini."


"Apa kau tau dimana markas mereka? Jika tidak ditumpas sampai akar-akarnya. Mereka akan kembali dan berulah lagi, bisa lebih banyak korban yang berjatuhan."


"Dua blok dari sini, dan mereka adalah momok paling menakutkan bagi para pengusaha kecil-kecilan di daerah ini." Tutur Dio.


"Aster, sebaiknya kau tetap di sini. Bantu Dio mengobati yang terluka, aku dan Leon akan pergi ke sana untuk membasmi hama meresahkan itu."


Aster mengangguk. "Hati-hati, Oppa." Nathan membalas ucapan Aster dengan anggukan kecil. Kemudian dia beranjak dari hadapan Aster dan pergi begitu saja.


Brak...


Beberapa diantaranya bangkit dan menghampiri orang-orang yang telah mengganggu kesenangan mereka. Hingga perkelahian pun tak bisa dihindarkan lagi. Mereka menyerang Nathan, Leon dan anak buahnya secara bersamaan.


Meskipun mereka kalah jumlah, tentu saja hal tersebut bukanlah masalah, karena yang mereka hadapi adalah para pecundang yang tidak memiliki kemampuan.


"Brengsek, berani sekali kalian mengganggu kesenangan kami. Kalian sudah bosan hidup ya?! Apa yang kalian tunggu, segera habisi para pengacau ini!!"


Nathan dan Leon menghindari setiap serangan yang mengarah pada tubuhnya. Mereka menangis setiap pukulan yang lawan lepaskan dengan membabi buta.


Sejauh ini masih belum ada perlawanan yang berarti, mereka hanya menangkis dan bertahan.


Bagi Nathan dan Leon, mereka tak lebih dari kumpulan serangga yang tidak berguna. Karena serangan mereka tidak berbahaya sama sekali pada beberapa titik vitalnya.

__ADS_1


Dan setelah cukup lama bertahan. Akhirnya Nathan dan Leon memberikan serangan balasan, mereka memukul lawan dengan brutal dan tanpa ampun. Dan kurang dari 10 menit, sedikitnya 7 orang berhasil mereka selesaikan.


"Siapa kalian? Dan kenapa kalian mengacau di tempat ini?" Tanya seorang pria yang terlihat bangkit dari duduknya.


"Berani sekali kau mengusik orang ku dan membuat dia dalam bahaya." Ucap Nathan dingin dan tajam.


"Siapa orang mu? Dan kenapa kau harus begitu peduli padanya? Oh, jangan-jangan kau adalah orang yang telah menghajar anak buah ku dan membunuh mereka beberapa saat yang lalu!!"


"Ya, memang aku yang melakukannya. Karena anak buah mu memang pantas mati!!"


"Brengsek, apa yang kalian tunggu. Cepat habisi orang ini!!"


"Maaf, Bos. Kami tidak berani. Kami tidak mau cari perkara lagi dengan mereka. Kami kapok, dan asal Bos tau saja. Pria itu adalah Nathan Xiao, Bos mafia yang dulu hampir memotong harta Karun berharga Anda!!"


"A-apa?!" Sontak saja kedua mata pria itu membelalak.


Sekali lagi dia menatap pria didepannya dan menatapnya dengan seksama. Lagi-lagi matanya membelalak. Benar apa yang anak buahnya katakan. Dia adalah Iblis yang nyaris membuatnya kehilangan aster paling berharganya.


Pria itu pun langsung berlutut dan mencium kaki Nathan. Meminta ampun supaya Nathan tidak menghabisinya.


Dan Nathan memaafkannya dengan satu syarat, dia harus memberikan ganti rugi pada Dio dengan jumlah yang setimpal. Dan pria itu pun menyetujuinya. Karena jika tidak, bisa-bisa Nathan akan membunuhnya.


"Jangan coba-coba membuat keributan di area itu lagi. Atau kau akan berhadapan langsung denganku!! Sebaiknya jaga-jaga baik-baik aset berharga mu itu. Karena saat bertemu lagi, aku akan memotongnya jika kau masih berani berulah!!"


"Ampun, Tuan. Saya tidak berani lagi. Saya tidak akan mengulanginya lagi!!"


"Aku pegang kata-katamu!! Leon, ayo kita pergi dari sini." Nathan membawa semua anak buahnya pergi dari tempat ini.


Setelah mendapatkan peringatan keras dari Nathan, mereka tidak akan berani berulah lagi. Karena berani mencari masalah dengan Nathan, sama saja dengan memberikan nyawanya secara suka rela.

__ADS_1


Karena Nathan adalah tipe pria yang tidak mengenal kata ampun. Tidak salah jika dia mendapatkan julukan sebagai reinkarnasi dari Dewa pembunuh. Karena dia suka sekali menghilangkan nyawa orang yang berani mencari masalah dengannya.


Bersambung.


__ADS_2