"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Dia Hanya Masa Lalu


__ADS_3

Ruangan luas itu begitu hening. Meskipun sebenarnya, kalau dilihat, ada dua orang yang sedang duduk bersebelahan di sana. Sesekali Aster menatap pria disampingnya, wajah tampannya tidak menunjukkan ekspresi apapun, datar.


Tidak ada yang berbicara. Baik Nathan maupun Aster tidak memiliki keinginan untuk mengeluarkan suara, meskipun sesekali terdengar hela nafas dari wanita itu.


Aster terus menatap Nathan dan mencoba menebak apa yang ada dipikirannya. Namun sulit.


Dia benar-benar tidak bisa menebak apa yang dipikirkan oleh pria itu, namun satu hal yang pasti. Kediaman Nathan ada hubungannya dengan kembalinya cinta pertamanya.


Aster mencoba membaca pikiran Nathan, tapi tidak bisa. Dia sungguh-sungguh ingin tau apa yang sedang Nathan pikirkan saat ini.


Wanita itu adalah cinta pertamanya, orang yang pernah Nathan cintai, tidak menutup kemungkinan jika perasaan Nathan padanya akan tumbuh kembali. Apalagi ada yang mengatakan jika cinta pertama itu sangat sulit dilupakan.


Muak dengan keheningan diantara mereka. Aster memutuskan untuk beranjak dan pergi dari sana, namun cengkraman Nathan pada pergelangan tangannya menghentikan langkahnya.


"Kau mau kemana?" Mutiara berbeda warna milik mereka saling bersirobok dan saling menatap satu sama lain.


"Aku pikir Paman butuh waktu untuk sendiri, itulah kenapa aku memutuskan untuk pergi saja."


"Apa yang kau pikirkan?"


"Aku-"


"Jelas aku bisa menebak apa yang sedang kau pikirkan itu, Nona Xiao. Aku diam bukan karena memikirkan dia, dia hanyalah masa laluku dan selamanya akan begitu. Tapi ada hal lain yang sampai sekarang terus mengganggu pikiranku."


"Apa itu?"


"Tiga pemuda yang ingin menikahi-mu. Aku merasa semakin lama sainganku semakin banyak saja."


Gubrakkk...


Aster nyaris terjengkang karena ucapan Nathan. Dia sungguh berpikir jika kediaman Nathan ada hubungannya dengan rencana kembalinya mantan kekasihnya itu. Tapi siapa yang menduga jika ternyata Nathan memikirkan tentang tiga pemuda yang ingin menikahinya.


Aster terkekeh. Wanita itu duduk dipangkuan Nathan dan mengalungkan kedua tangannya pada leher pria itu. "Aku pikir Paman memikirkan wanita itu. Bagaimana pun juga dia adalah cinta pertama Paman dan aku rasa cinta pertama sulit untuk dilupakan,"


Nathan menarik gemas ujung hidung mancung Aster. "Kau terlalu banyak menonton drama, Nona Xiao. Jika aku tidak bisa melupakannya, pasti aku sudah terpuruk sejak lama."


"Dia adalah masa laluku dan selamanya akan tetap begitu. Sedangkan kau adalah masa depanku, satu-satunya wanita yang aku inginkan menjadi ibu dari anak-anakku." Ujar Nathan dan membuat mata Aster sampai berkaca-kaca saking terharunya.


"Paman, hiks~kau membuatku terharu." Aster segera berhambur ke dalam pelukan Nathan.


"Jika Paman sampai berani meninggalkanku dan memilih bersamanya. Aku pasti akan membunuh kalian berdua dan kemudian bunuh diri. Dengan begitu tidak ada lagi yang bisa memiliki Paman selain aku. Aku tidak ingin ada orang lain diantara kita. Apalagi menjadi duri dalam pernikahan kita."


"Kau tenang saja, Sayang. Aku tidak akan membiarkan orang lain merusak kebahagiaan kita. Aku akan menyingkirkan semua orang yang berani mengusik kebahagiaan kita, siapapun tanpa terkecuali."


"Benar, benar, Paman memang harus melakukan itu. Dan aku juga tidak akan tinggal diam. Bersama-sama kita basmi semua yang bisa menjadi duri dalam kebahagiaan kita!!"

__ADS_1


"Nah, ini baru Asterku." Nathan mencium singkat bibir Aster tanpa mel*mat ataupun memagut. Hanya sekedar mengecup saja."Jangan pernah berpikir yang tidak-tidak. Yakin dan percayalah jika aku hanyalah milikmu." Aster mengangguk.


Bodoh jika berpikir Nathan akan meninggalkannya. Seharusnya Aster tau jika Nathan adalah pria yang selalu memegang teguh ucapannya. Lagipula sudah tidak ada alasan bagi Nathan untuk kembali merajut cinta dengan wanita yang meninggalkannya.


Elinda adalah kesalahan kecil dalam hidupnya. Dia hanya masa lalunya dan selamanya akan begitu, tidak ada yang bisa merubahnya, bahkan itu Tuhan sekalipun.


"Paman, sepertinya orang-orang belum kembali, mereka masih di kantin dan di kafe."


"Lantas?!" Nathan memicingkan mata kirinya.


Aster menyeringai sambil mengering nakal."Kita bercocok tanam. Kata orang bercocok tanam saat tengah hari itu sangat bagus untuk kehalusan dan keremajaan kulit. Apalagi kalau lebih dari satu ronde. Pasti lebih luar biasa lagi."


Nathan menjitak gemas kepala coklat Aster."Itu sih menurutmu. Tapi tidak buruk juga untuk dicoba." Ucapnya.


Nathan mengangkat tubuh Aster bridal style dan membawanya ke dalam ruang istirahat. Kenapa Nathan harus menolaknya, toh bercocok tanam sangat menyenangkan.


.


.


.


"Ahh.. Ahh.. Ahh.."


"Shh.. Pa..Paman lebih cepat lagi. Ahh..Ini sangat nikmat ~"


Keadaan ruangan yang sangat berantakan dengan pakaian yang berserakan di lantai, pendingin ruangan yang tidak berfungsi dengan baik pun tidak mereka hiraukan.


Tak puas jika hanya dipompa saja. Aster berinisiatif untuk mengambil alih permainan dengan dia yang berada di atas Nathan. Nathan tidak suka didominasi, namun Aster justru suka mendominasi.


Kret! Kret! Kret!


Suara derit ranjang terdengar begitu jelas, di atas sana sepasang manusia saling berbagi kehangatan dengan sang wanita yang berada di atas tubuh pria yang sedang menikmati apa yang di lakukan oleh wanitanya.


"Ahh! Ahh! Ouhh.. Paman..Jangan berhenti mendesah. Ahhh...teruslah mend*sah seperti tadi~" des*hnya sambil menggerakkan tubuhnya ke atas dan ke bawah tidak terlalu cepat tapi juga tidak lambat.


"Aster, leh.. bih.. ce-cepat.." ucap Nathan pada wanita yang mengusai tubuhnya.


"Baiklah Paman.. Ahh.." desah saat sosis berurat milih pria di bawahnya mengenai G-sp*t'nya.


"Aakhhh!"


"Ahhh!"


D*sah mereka bersamaan klim*ks menghampiri mereka berdua. Mereka sengaja tidak bermain panjang dengan melakukan permainan yang biasa mereka lakukan. Ini adalah kantor dan mereka masih melanjutkannya ketika di rumah nanti.

__ADS_1


"Kau memang terasa sangat luar biasa, Sayang." Bisik Nathan dan segera mengecup singkat bibir Aster.


"Dan Paman lebih luar biasa. Buktinya selalu membuatku ketagihan. Malahan kalau bisa aku ingin bercocok tanam dengan Paman setia detik dan menit."


"Konyol!! Sudah rapikan pakaian dan penampilanmu. Tidak bagus bagi mata jomblo jika sampai melihatmu berantakan."


Aster terkekeh. "Justru Paman yang konyol."


"Aster, ada hal penting yang harus Paman katakan padamu. Dan ini mengenai hubungan kita. Paman sudah mengambil keputusan akan mengumumkan pernikahan kita di depan semua orang."


"Aku ingin semua orang tau jika kau adalah wanitaku, agar tidak ada kesalahpahaman yang nantinya masih menyangkut-pautkan aku dan Elinda."


"Jika menurut Paman itu yang terbaik, maka aku setuju-setuju saja. Aku tidak masalah, toh itu demi kebaikan kita berdua juga." Aster tersenyum lebar.


Nathan menarik lengan Aster dan membawa wanita itu ke dalam pelukannya. Mendekap tubuh Aster dengan erat, memberikan kehangatan dan kenyamanan pada wanita kecilnya ini.


"Aku mencintaimu istri kecilku, sangat-sangat mencintaimu."


"Aku juga mencintai Paman."


-


Malam hari. Adalah malam yang paling ditunggu-tunggu oleh Suketi. Pasalnya hanya saat malam tiba dia bisa bergerak dengan bebas kemanapun dia mau.


Dan malam ini Suketi akan mencari vitamin dengan mendatangi sebuah club malam dimana dia bisa menemukan pria tampan dengan sosis berurat berurat dengan ukuran jumbo


Miss K sudah mengganti kostumnya. Bukan lagi warna putih melainkan warna mencolok dari atas sampai bawah. Siapa tau dia menemukan hantu tampan yang nanti bisa dia ajak bercocok tanam untuk melahirkan tuyul-tuyul yang bisa memberinya banyak uang.


Jedugg.. Jedugg.. Jedugg...


Suara musik yang memekatkan telinga langsung menyambutnya. Suketi dengan semangatnya masuk ke dalam club malam tersebut.


Sreggg...


Brugg...


Lagi-lagi sial menghampiri dirinya saat di bocah botak dan hanya memakai cel*na dal*m tiba-tiba lewat dan menubruknya. Akibatnya tubuh Suketi terjungkal kebelakang dengan sangat tidak elitnya.


"YAKK!! Tuyul sialan, kalian sudah bosan hidup ya?! Heran deh, bagaimana bisa muncul Tuyul di sini. Apa jangan-jangan penduduk kota ini juga menyewa jasa tuyul untuk mendapatkan banyak uang? Ah, masa bodoh itu bukan urusanku. Yang penting sekarang aku HAPPY!!"


Suketi melanjutkan aksinya. Dan saat melewati ruangan remang-remang. Suketi melihat sejumlah pria dan wanita yang sedang asik bercinta.


Suketi membuka lebar-lebar kedua matanya dan bibirnya mengalirkan air liur melihat sesuatu yang begitu menyilaukan matanya. Sebuah pisang raja berukuran jumbo yang sedang berdiri tegak. Tanpa membuang waktu lagi, Suketi pun menghampiri pria pemilik pisang Raja tersebut.


"KKKYYYAA!! PISANG RAJANYA SANGAT JUMBO. INI YANG DINAMAKAN SURGA-NYA DUNIA!!"

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2