"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Sengit Dan Tak Seimbang


__ADS_3


Kepoin Yuk New Novel Author di akun ke 2 JESSICA_226


-


Nathan menatap datar puluhan pria bersenjata yang berdiri berhadapan dengannya. Wajah tampannya tak menunjukkan ekspresi apapun, datar. Sedangkan Bastian menatap Nathan dengan senyum penuh kemenangan.


"Kali ini kau tidak akan lolos, Nathan Xiao. Kau akan mati ditangan anak buah ku?!"


"Kalian sudah gila. Masalah apa yang kalian miliki dengannya sampai-sampai kalian ingin menghabisinya!!" seru Aster menyampakain keterkejutannya.


"Mundurlah, dan bersembunyilah ditempat yang aman!" Pinta Nathan sambil mendorong Aster mundur dengan lengannya.


"Tapi Paman?!"


"APA KAU TULI?? CEPAT PERGI DAN BERSEMBUNYI!!" bentak Nathan dengan nada meninggi.


Aster menggeleng. Air mata sudah menggenang dipelupuk matanya."Aku tidak mau, aku tidak akan pergi kemana-mana!! Aku tidak bisa meninggalkan Paman sendiri!!" tutur Aster yang mulai berlinang air mata.


Aster benar-benar tidak ingin meninggalkan Nathan sendirian, ia takut jika hal buruk sampai menimpa sang suami.


"Keputusan yang tepat Nona, tetaplah disitu dan saksikan kematian suamimu itu!!"


"Jika urusan kalian denganku, jangan coba-coba untuk menyentuh dia!! Atau kalian semua akan~"


"Tunggu apa lagi? Serang!!"


Belum sempat Nathan menyelesaikan kalimatnya. Bastian memberi perintah pada anak buahnya untuk menyerangnya barsamaan. Sedikitnya 15 orang berlari membabi buta kearah Nathan dan menyerangnya bersamaan.


Sementara Kevin telah menyiapkan kuda-kudanya untuk menghadapi serangan dan ia berhasil menghindari beberapa pukulan yang mengarah padanya. Tidak sulit bagi Nathan untuk menumbangkan sebagian dari mereka.


Door... Door.. Door...


Beberapa tembakan Nathan lepaskan pada orang-orang yang berlari kearahnya. Sedikitnya 10 orang berhasil Nathan tumbangkan. Sesekali pandangannya tertuju pada Aster yang tampak berlinangan air mata.


Aster ingin sekali membantu Nathan. Tapi dia tidak ingin mengambil resiko dan membahayakan janin di dalam perutnya. Rencananya Aster akan memberi tau Nathan tentang kehamilannya saat mereka tiba di restoran tempat mereka berencana makan siang.


Hari ini adalah ulang tahun Nathan. Dan hasil kehamilannya lah kado utama yang rencananya akan Aster berikan padanya. Tapi dia tidak yakin masih sempat atau tidak, ia dan Nathan sedang terpojok.


"Ya Tuhan, lindungi suamiku."


Bastian mengeram marah. Bagaimana bisa Nathan lolos dari serangan anak buahnya. Padahal dia hanya sendiri. Setengah dari anak buahnya sudah berhasil Nathan tumbangkan. Tapi semua tak berjalan lancar, karena bagaimana pun juga ia kalah jumlah.


Ada beberapa pukulan yang lolos namun juga mengenai tubuhnya, namun tak sampai fatal sampai akhirnya terdengar suara tembakan dari arah belakang yang segera dihindari oleh Nathan, amunisi yang dilepaskan oleh Bastian hanya menyempret tulang pipi kirinya saja.


Nathan berbalik sambil menatap nyalang beberapa orang yang berdiri dibelakangnya sambil memegang senjata. Bastian menyeringai lebar.

__ADS_1


"Hahahah!! Ternyata kau tidak sehebat yang aku fikirkan, Nathan Xiao. Hei Nona cantik, lihatlah suami tercintamu ini mulai panik!!"


Nathan tidak menghiraukan ucapan itu. Tatapan khawatir jelas dia tunjukkan pada Aster yang sedang berdiri tak jauh dari tempatnya berada. Ia takut jika salah satu dari mereka akan merubah haluan dan menyerang Aster.


Wanita itu berdiri dengan air mata yang terus mengalir dari pelupuk matanya, tak henti mengucap doa agar Tuhan melindungi suaminya. Jika tadi hanya sekitar 30 orang, kini jumlahnya lebih banyak lagi.


Orang-orang itu berbondong-bondong mendekati Nathan dengan senjata lengkap, ada yang membawa tongkat besi, senjata api dan pisau lipat.


"Boss, bagaimana jika kita ubah rencana saja? Lihatlah, bajingan ini mencemaskan gadisnya. Bagaimana jika kita seret gadis cantik itu kesini!!" usul salah satu dari gerombolan penjahat itu.


Melihat nyawa sang istri berada dalam bahaya tak lantas membuat Nathan diam begitu saja. Dengan cepat Nathan menerjang orang itu hingga membuat tubuhnya terhempas, senjata ditangannya terlepas dan hal itu segera dimanfaatkan oleh Nathan untuk menyerangnya..


Nathan mengambil senjata itu lalu mengarahkan pada kepala pria yang sudah terkapar dan melepaskan satu tembakan tepat dikepalanya, orang itu meregang nyawa seketika.


Dan tindakan Nathan tentu saja mengundang amukan rekan-rekannya yang lain. Nathan dengan dua senjata di tangannya segera melepaskan tembakan pada orang-orang itu. Peluru dalam senjatanya berhasil menumbangkan sedikitnya 10-15 orang.


Dan apa yang Nathan lakukan tentu saja mengundang kemarahan rekan-rekannya yang lain. Tembakan kembali mereke lepaskan namun tak satu pun ada yang mengenai Nathan.


Nathan menghindari setiap serangan padanya, tembakan membabi buta menghujani Nathan, namun dia berhasil menghindari semua serangan itu.


Segera Nathan menyambar tubuh Aster dan membawanya bersembunyi dibalik batu besar yang ada disisi jalan. Nathan memeluk tubuh Aster yang gemetar ketakutan.


"Tetaplah disini, jangan keluar sampai Leon dan yang lain datang. Aku harus membereskan mereka!!" ujar Nathan sambil mengunci manik hazel Aster.


Aster menggeleng. "Aku tidak mau!!" Nathan menggenggam tangan Aster, tangan yang lain Nathan pakai untuk menyeka air mata wanitanya itu.


"Yang diincar mereka adalah aku, dan aku tidak ingin sampai membahayakanmu Sayang, aku mohon dengarkan aku! Tetaplah disini!!" Natha. mencium pucuk kepala Aster lalu keluar dari persembunyiannya dan menghampiri orang-orang itu.


Pria itu kembali melepaskan tembakannya sambil melindungi tubuhnya dari terjangan lawan-lawannya. Nathan tidak tau sampai kapan ia mampu bertahan sementara tenaganya sudah mulai terkuras. Ia hanya bisa berharap agar Leon segera datang dan membantu dirinya.


Aster sudah menahan nafasnya sejak beberapa saat yang lalu. Air matanya semakin deras melihat Nathan dihajar oleh orang-orang itu. Beberapa luka lebam tampak menghiasi wajah tampannya ada luka bekas sayatan pada lengan kirinya.


Melihat Nathan berdarah-darah membuat Arter ketakutan setangah mati. Ia teringat dengan insiden mengerikan yang menimpa kedua orang tuanya. Kecelakaan yang merenggut nyawa mereka berdua.


Aster mulai terisak tanpa suara, kedua tangannya membekap mulutnya melihat Nathan dipukuli dan ditembak didepan matanya.


Nathan mulai tak berdaya, Aster menggelengkan kepalanya saat beberapa orang memegangi Nathan yang sudah tak berdaya ditambah dengan luka tembak pada bahu kirinya serta tusukan pada perutnya.


"PAMAN!!" Aster menjerit histeris.


Aster sudah tidak tahan lagi. Ia tidak bisa berdiam diri dan membiarkan sang suami kehilangan nyawanya dengan sia-sia. Wanita itu keluar dari persembunyiannya dan berlari menghampiri Nathan, samar-samar Nathan melihat kedatangan wanira itu.


Nathan menggeleng. "Dasar bodoh, apa yang kau lakukan? Siapa yang memintamu untuk kemari!!" teriak Nathan dengan nada meninggi.


Aster menghentikan langkahnya saat hujan tiba-tiba saja turun dengan derasnya. Alam ikut menangis menumpahkan kesedihannya, ikut merasakan hatinya yang bagaikan teriris ribuan pisau tajam.


Aster menggeleng, jelas hujan itu tidak akan membantunya sama sekali. Itu hanya akan menambah penderitaan Nathan, jangankan untuk membalas, untuk bergerak pun Nathan tidak mampu. Lebatnya hujan hanya akan menambah penderitaan Nathan.

__ADS_1


"Hentikan! Aku mohon, jangan melukainya lebih dari ini!!" mohon Aster lalu menjatuhkan tubuhnya didepan orang-orang itu berlutut memohon agar orang-orang itu tidak memukul apalagi menyakiti Nathan lebih lagi.


Sekujur tubuhnya penuh luka termasuk lengan, perut dan mata kanannya yang kembali mengeluarkan darah. Derasnya air hujan membuat luka-luka ditubuh Nathan seperti ditaburi garam.


"Bagaimana jika kita buat hal ini menjadi lebih menarik? Sebelum aku mengirimu ke neraka, Nathan Xiao. Aku ingin kau menyaksikan kematian istri tercintamu ini." Seru Bastian sembari mengarahkan pistolnya pada Aster.


Nathan membelalakkan mata kirinya. Menghiraukan rasa sakit pada tubuhnya. Nathan menghampiri Aster dan langsung memeluknya. Nathan membalik tubuh Aster dan...


Doorrr...


Mata Aster membelalak mendengar suara tembakan yang baru saja di lepaskan. Dengan gemetar Aster mengangkat kedua tangannya yang terasa hangat dan semakin basa. Cairan merah segar terlihat memenuhi kedua tangannya.


"PAMAN!!" Jerit Aster melihat Nathan tumbang dalam pelukannya. Tembakan itu menembus punggung Nathan. "Paman, aku mohon buka matamu. Kau harus bertahan, tetap buka matamu, aku mohon." Pinta Aster dengan air mata semakin deras.


Bastian tertawa puas melihat Nathan tumbang di tangannya. "Hahaha..!! Mampus kau Nathan Xiao, kau memang pantas mati!!"


Tangan Aster terkepal kuat. Tanpa sengaja mata hazelnya melihat pistol milik Nathan yang tergeletak tak jauh dari tempatnya berada. Aster menyambar pistol itu Dengan gemetar Aster menggenggam pistol itu, telunjuknya yang gemetar tetap ia posisikan dipicu.


Bukan hanya telunjuknya saja, namun sekujur tubuh wanita gemetar, rasa dingin dan ketakutan bercampur menjadi satu. Air matanya yang tak henti-hentinya mengalir disamarkan oleh air hujan, membuat pandangannya sedikit buram karna air mata dan air hujan yang menjadi satu.


"Kau!!! MATILAH!!"


DORR.. DORR.. DORR...


"BOSS!!!"


Tiga tembakan yang Aster lepaskan menembus jantung dan kepala Bastian. Membuat pria itu tumbang seketika. Beberapa anak buahnya berteriak histeris melihat tubuh Boss mereka tumbang dan meregang nyawa.


Disaat Aster kehilangan arah dan frustasi. Tiba-tiba terdengar deru suara mobil yang bergerak kearah mereka. Sontak wanita itu menoleh dan mendapati Leon datang bersama anak buah Nathan. Tidak hanya Leon. Ada Cris, Zhoumi, Gavin dan Rio serta Dio.


"BAJINGAN, APA YANG SUDAH KALIAN LAKUKAN PADA ADIKKU!!" teriak Zhoumi yang mulai kehilangan kendali.


Tanpa babibu, Zhoumi berlari menghampiri orang-orang itu dan memukul mereka secara membabi buta. Tidak hanya Zhoumi, namun Gavin, Rio dan anak buah Nathan. Sementara Cris dan Leon menghampiri Aster yang tengah menangis sambil memeluk Nathan yang sudah kehilangan kesadarannya.


"Aster, kita harus segera membawanya kerumah sakit. Dia bisa meninggal kehabisan darah!!" tukas Cris yang segera dibalas anggukan oleh Aster. Bersama Cris dan Leon, Aster segera melarikan Natnan kerumah sakit.


Sementara Zhaoumi dan yang lain menyelesaikan pertarungan. Dan tidak sampai 15 menit, orang-orang itu berhasil dilumpuhkan.


Dan Aster tidak mungkin bisa memaafkan dirinya sendiri jika hal buruk sampai menimpa Nathan. Karena bagaimana pun Nathan terluka parah demi melindungi dirinya.


-


Cuplikan bab selanjutnya 🤗🤗🤗


"Kau hanya pembawa sial. Sebaiknya kau pergi jauh dari hidup kak Nathan, jika bukan karena dirimu, kakak Sepupu tidak akan terluka separah ini!!"


"Mami, apakah kau akan membawaku bertemu dengan Daddy?"

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2