
Jangan lupa baca new novel Author yang baru netes ini ya. Like koment di tunggu di setiap babnya 🙏🙏🙏
Suara isakan yang berasal dari kamar mandi sampai ke telinga Nathan yang sedang berbaring di sofa, yang berada di sudut kamar super megah tersebut.
Pria itu kemudian beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi. Sesampainya di depan pintu itu, Nathan mendengar suara tangis Aster yang terdengar begitu pilu. Tanpa bertanya pun, tentu Nathan tau apa alasan Aster menangis.
Cklekk...
Nathan mencoba membuka pintu yang ternyata tidak di kunci. Kemudian ia menghampiri Aster yang tampak meringkuk sambil meremas dadanya. Tanpa mengatakan apapun, kemudian Nathan menarik Aster ke dalam pelukannya.
"Apa yang kau tangisi, hm? Memang beginilah keadaanku sekarang, kau tangisi pun semua tidak akan kembali seperti sedia kala. Aku telah menerimanya, Aster. Aku baik-baik saja meskipun saat ini fisikku tak lagi sempurna."
Kemudian Aster mengangkat wajahnya yang penuh air mata. "Tapi itu membuatku hancur. Aku tau, ini pasti tak mudah bagimu. Selama ini kau menjalani hidupmu hanya dengan satu mata saja yang berfungsi, dan pasti itu rasanya sangat tidak nyaman." Ujar Aster sambil mengunci langsung manik kiri Nathan yang juga menatap padanya.
Nathan menatap wanitanya ini dengan sendu. Jari-jarinya dengan lembut menyeka air mata di wajah Istrinya. "Sungguh, aku baik-baik saja. Memang, awalnya ini tidak mudah. Tapi sekarang aku sudah terbiasa. Bukankah dengan eyepacht ini justru membuatku terlihat semakin keren, hm?"
"Jangan bercanda, meskipun sebenarnya iya. Tapi tetap saja aku sedih melihatmu seperti ini. Aku ingin kau keadaan kembali seperti dulu. Tapi bukan berarti aku tidak menerimamu dengan keadaan yang sekarang, bagaimana pun keadaanmu, aku akan tetap menerimanya dan mencintaimu apa adanya."
"Aku tau," kemudian Nathan membawa Aster ke dalam pelukannya.
Dia terharu dengan ketulusan Aster padanya. Sungguh betapa Nathan sangat beruntung memiliki wanita ini disisinya. Jika orang itu bukanlah Aster, akankah dia juga menerima kekurangannya seperti yang telah Aster lalukan selama ini? Entahlah, Nathan tak ingin memikirkannya.
"Kau bilang tadi mau mandi kan, sebaiknya segera mandi. Aku keluar dulu, jangan menangis lagi. Kau terlihat jelek, dan aku lebih suka kau saat tersenyum dari pada menangis."
Aster berhambur ke dalam pelukan Nathan dan mendekap tubuh itu dengan erat. "Paman, apapun yang terjadi, aku akan selalu berada di sisimu. Bagaimana pun keadaanmu, aku akan tetap menerimamu apa adanya. Karena yang aku cintai bukan fisikmu, tapi karena kau adalah Nathan Xiao!!"
"Aku tau, untuk itu jangan pernah berubah dan tetaplah mencintaiku seperti ini. Baik saat ini, 10 tahun lagi atau bahkan 100 tahun lagi. Jika aku masih hidup, aku akan tetap mencintaimu, Aster Xiao!!"
__ADS_1
Dan selanjutnya bibir Aster sudah berada dalam pagutan bibir Nathan. Nathan mel*mat dan memagut bibir Aster dengan penuh kelembutan, bibir atas dan bawah bergantian. Tapi ciuman itu tak lebih dari satu menit. Nathan mengakhirinya sebelum Aster kehabisan napasnya.
"Jangan terlalu lama berendam. Aku tidak ingin jika kau sampai terkena flu. Aku keluar dulu." Nathan menepuk kepala Aster dan pergi begitu saja.
Di dalam kamar mandi hanya menyisakan Aster sendiri. Wanita merasa lebih baik. Bahkan dia tidak menangis seperti tadi, wanita itu melepas semua kain yang melekat di tubuhnya lalu masuk ke dalam bathtub yang telah terisi air hangat.
Senandung lembut bagai hembusan angin mengiringi keheningan di salah satu kamar mewah, di sebuah bangunan megah yang berdiri di atas tanah kota London.
Pintu balkon terbuka, menunjukkan sosok perempuan berparas menawan. Ia mengenakan gaun tidur transparan berwarna merah terang dengan tali pundak tipis yang terlihat hampir putus.
Tubuh sintalnya tampak begitu indah di bawah terpaan sinar rembulan, surai coklatnya yang panjang berkibar karena terpaan angin, yang mencumbu sekujur tubuhnya yang memesona.
"Kau belum tidur, apa yang sedang kau lakukan di sana?"
Suara berat bernada rendah menarik atensi si jelita. Ia menoleh hanya untuk mendapati seorang pria yang berdiri di belakangnya, memeluk pinggang rampingnya dan memberikan kecupan lembut di pipinya.
Diusapnya sepasang lengan kekar yang bertengger di pinggangnya. "Hanya menatap keindahan langit kota London di malam hari. Lihatlah bintang-bintang di atas sana. Mereka seolah tersenyum melihat kita yang seperti ini."
Pria yang kini mengecupi kulit mulus di bahu istrinya itu berbicara santai. "Kau menikmatinya? Indah dan terlihat hangat bukan? Sehangat dekapanku padamu!!"
Wanita itu kemudian terkekeh lirih, wanita bersurai panjang itu menjulurkan tangan mulusnya, mencubit gemas perut kencang prianya dengan jemari lentik dengan hiasan nail berwarna cerah.
"Kenapa mencubit ku? Apakah ada yang salah dengan ucapan ku?"
"Aku tidak tau sejak kapan pria dingin sepertimu jadi jago menggombal, Paman."
Nathan kemudian mengangkat dagu Aster lalu mengecup singkat bibirnya. "Memangnya kenapa, apa pria dingin tidak boleh menggombal juga?" Ucap Nathan dan sekali lagi mengecup bibir Aster.
"Tentu saja boleh, bahkan tidak ada undang-undang yang melarang pria dingin untuk menggombal. Hanya saja terlalu aneh mendengarnya."
__ADS_1
"Kau terlalu banyak bicara, Sayang." Nathan merubah posisi Aster, sekali lagi dia mengecup bibir ranum itu dengan lebih dalam dan panjang dari ciuman mereka sebelumnya.
Kedua tangan Aster memeluk leher Nathan. Sepasang biner Hazel nya tertutup rapat merasakan sapuan lembut bibir dan lidah Nathan yang kini mulai mengobrak-abrik dalam mulutnya. Dan ciuman mereka baru berakhir ketika Nathan merasakan pukulan pada dadanya.
"Sudah tidak kuat, eh?"
"Kau ingin membunuhku ya?"
"Kenapa kau berpakaian seperti ini, Nyonya Xiao? Apa kau ingin menggodaku, eh?" Nathan menyeringai.
"Tidak, aku hanya menyemai Lingerie ini." Aster tersipu.
Nathan terkekeh. "Kenapa tidak mau mengakuinya, Sayang? Lihatlah, bahkan wajahmu memerah." Ucap Nathan dengan seringai yang sama.
"Jangan sembarangan, lagipula tidak ada yang bisa kita lakukan malam ini. Aku sedang ada tamu bulanan."
"Oh sial kau, Aster. Jika kau memang sedang kedatangan tamu lalu kenapa memakai pakaian seperti ini?! Sial, kau menyiksaku, Sayang!!!"
Kini Aster yang terkekeh mendengar ucapan Nathan. Aster menyeringai. Wanita itu mengalungkan kedua tangannya pada leher Nathan. "Bagaimana rasanya di goda, Paman? Tidak enak bukan. Tapi kenapa kau selalu melakukannya padaku, hm?"
"Oh, jadi kau ingin balas dendam, eh? Kau sangat nakal, Aster. Tunggu saja, setelah kau sembuh, aku pasti akan melahap habis dirimu!!"
"Siapa takut, aku malah menantikannya!!" Aster menggerlingkan matanya. Membuat Nathan semakin kesal pada istrinya ini.
"Oh sial kau, Nyonya Xiao. Tunggu saja pembalasanku nanti!! Sial, aku bisa mati jika seperti ini terus!!" Desis Nathan sambil meninggalkan balkon.
Di sana Aster malah terkekeh. Entah kenapa dia begitu menikmati Nathan yang tersiksa karena dirinya. Dimatanya Nathan begitu menggemaskan. Dan sejujurnya Aster merasa kasihan pada suaminya itu. Tapi mau bagaimana lagi, dia sedang ada tamu saat ini.
Bersambung.
__ADS_1