"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Kepulangan Nenek Gaul


__ADS_3

"NENEK BUYUT!!"


Rio dan Gavin beteriak sekencang-kencangnya melihat kedatangan Nenek buyut kesayangan mereka. Bukan bahagia nenek buyutnya datang. Mereka berteriak karena penampilan si nenek yang semakin nyentrik dan kekinian.


"Uhuk.. Uhuk...!!" Marta buru-buru mengambil air putih karena dia baru saja tersedak makanan di dalam mulutnya. Marta kena mental melihat penampilan si nenek yang lebih nyentrik dari dirinya.


Kakek Billy dan Nathan hanya bisa mendengus dan memijit pelipisnya yang terasa pening. Sedangkan Kakek Hendry tersenyum miris melihat penampilan kakak perempuannya. Dan Marta justru memandang sinis pada Nenek Xiao.


"Kalian berdua, kenapa kalian diam saja? Apa kalian tidak ingin memeluk saudari perempuan kalian yang cantik dan cetar ini?" Nenek Xiao menatap Kakek Billy dan Kakek Hendry bergantian.


Keduanya lantas berdiri dan menghampiri si nenek. Mereka bertiga berpelukan dan saling melepaskan rindu.


"Nathan, kenapa dengan mata kananmu? Kenapa harus di tutup lagi?" Kaget Nenek Xiao melihat benda hitam bertali menutup mata kanan Nathan. "Apakah mata kananmu mengalami cidera lagi?"


Nathan menggeleng. "Beberapa bulan lalu aku baru saja menjali operasi pengangkatan bola mata. Mata kananku mengalami kerusakan parah akibat insiden yang terjadi di London." Terangnya.


"Astaga, cucuku yang malang. Lalu kenapa kau tidak pernah memberitahu Nenek hah?!"


"Aku tidak ingin mengganggu kesenangan Nenek, aku tau Nenek sangat bersenang-senang di sana. Dan aku juga tidak ingin membuat Nenek cemas."


"Dasar kau ini!!" Nenek Xiao memeluk lengan Nathan saking kesalnya. "Lalu di mana Cucu menantu kesayanganku?! Kenapa Nenek tidak melihatnya?"


"Dia ada di kamar dan sedang kurang enak badan."


"Nenek akan melihatnya nanti. Sekarang mau makan dulu. Nenek lapar sangat lapar, kalian semua juga pasti sudah lapar. Ayo kita sarapan saja sekarang."


Tiba-tiba nenek Xiao berdiri dari duduknya saat dia teringat akan sesuatu. Nenek gaul itu segera berlari keluar dan mendapati sang pujaan hati yang masih berdiri di luar, karena dia tertinggal.


"Sayangku, kenapa aku ditinggal sendirian di sini?!"


"Maaf, maaf, aku lupa cintaku. Ayo masuk, aku akan memperkenalkanmu dengan keluarga besar ku." Pria itu mengangguk dengan semangat.


Melihat rumah yang begitu besar dan megah membuat pria itu begitu terpukau. Jika dia berhasil menikahi nenek berusia 70 tahun ini, pasti dia bisa kaya mendadak, begitulah yang dia pikirkan.


"Nenek, siapa dia?" Tanya Nathan melihat pria yang datang bersama Nenek Xiao.


"Nathan, ini adalah kekasih Nenek. Dan dia calon kakek mu."

__ADS_1


Pria itu menelan salivanya melihat sorot tajam Nathan. Meskipun hanya melalui mata kirinya, tapi itu lebih dari cukup untuk membuatnya ketakutan setengah mati. Tatapannya mengisyaratkan jika Nathan memintanya untuk pergi.


"Sayangku, kenapa kau berkeringat? Nathan, kenapa kau menakuti calon Kakek mu?"


"Suruh dia keluar sekarang juga dari rumah ini atau dia akan ku lempar keluar dalam keadaan tubuh yang tidak utuh lagi!!"


"Kenapa? Dia adalah lelaki yang sangat baik. Buktinya dia mau mengajak nenek makan di restoran Jepang. Dan dia juga tidak menolak saat Nenek membelikan barang-barang mahal dan berkelas. Itu artinya dia tidak munafik."


"Nenek, kau sadar tidak jika sebenarnya kau sedang di manfaatkan oleh dia!! Aku tidak melarang Nenek untuk mencari pasangan hidup lagi. Tapi cari yang seusia Nenek dan bisa menerima nenek apa adanya, bukan ada apanya!!"


"Nathan, kenapa kau sangat jahat sama Nenek?!"


"Aku setuju dengan Nathan, Mey. Memang tidak seharusnya kau berkencan dengan pria yang puluhan tahun lebih muda darimu. Dia lebih pantas menjadi anakmu, bukan suamimu!!" Kakek Billy ikut bersuara. Dia sependapat dengan Nathan.


Nenek Xiao pun hanya bisa mengangguk pasrah."Baiklah. Sayangku, meskipun tidak ingin. Aku ingin kita putus. Pergilah, sebelum Iblis dalam diri cucuku menelanmu." Nenek Xiao membuang muka, dia mulai dramanya.


"Baiklah, Sayang. Aku akan pergi. Oh Julliet-ku."


"Romeo-ku."


"Julliet-ku!!"


"Begitu pula diriku. Tapi aku harus pergi. Bye.."


"Romeo, Cintaku!!"


Nathan memijit pelipisnya sekali lagi. Drama pagi ini membuatnya kehilangan nafsu makan. Pria itu beranjak dari meja makan dan pergi ke kamarnya. Di sana dia bisa mendapatkan sarapan yang lebih mengenyangkan dari makanan.


.


.


.


Suara pintu yang berdecit terbuka menarik perhatian Aster yang sedang sibuk menghabiskan sarapannya. Wanita itu terpaksa harus sarapan di dalam kamarnya karena tidak bisa berjalan.


Bukan karena mengalami sebuah insiden ataupun kecelakaan. Tapi karena ulah suami tampannya yang menghukum dirinya dengan cara gila namun juga menyenangkan.

__ADS_1


Sosok Nathan yang sedang diliputi emosi terlihat memasuki kamar. Hal itu terlihat jelas dari sorot mata dan ekspresi wajahnya. Membuat Aster bingung dan bertanya-tanya.


"Paman, ada apa? Sepertinya kau sangat kesal." Ucapnya penasaran.


"Hn, aku kehilangan nafsu makan-ku karena ulah Nenek."


Sontak Aster mengangkat kembali kepalanya."Nenek Buyut sudah kembali?" Nathan mengangguk. "Lalu di mana dia sekarang?"


"Dibawah bersama yang lainnya."


Nathan mengambil piring dipangkuan Aster lalu meletakkan diatas meja. Baru saja Aster hendak melayangkan protesnya karena Nathan mengambil piring itu sebelum dia menghabiskan sarapannya, tapi bibirnya lebih dulu dibungkam oleh bibir Nathan.


Nathan terus mencium bibir wanitanya dengan lembut, tapi semakin lama ciuman itu semakin menuntut sampai Aster mendorong kecil tubuh Nathan karena dia pikir perlu untuk bernapas.


Selain itu Aster juga tidak ingin mereka masuk ke dalam tahap yang lebih intim dari sekedar berciuman. Bukan karena tidak mau, tapi karena dia sudah tidak mampu. Semalam Nathan bermain gila dan membuatnya benar-benar tidak bisa berjalan pagi ini.


"Kenapa, Sayang? Tidak biasanya kau menolak ku?" Ucap Nathan dengan diiringi seringai terkutuknya yang mampu membuat jantung Aster kembali berpacu cepat.


"Aku tidak menolak. Tapi aku trauma, Paman bermain gila semalam dan membuatku tidak bisa berjalan pagi ini." Wanita itu menggerutu sambil menceritakan bibirnya.


Nathan terkekeh lalu tertawa terbahak. Tidak disangka ternyata istri cantiknya ini masih kesal padanya karena apa yang dia lakukan semalam. "Memangnya apa yang lucu?"


"Kau Sayang, dan kau tenang saja. Aku tidak akan melakukan apapun padamu hari ini, Oke." Nathan kembali mengecup bibir Aster. Dan kali ini tanpa pagutan ataupun lum*tan seperti tadi.


Nathan menarik turun benda hitam bertali yang menutup mata kanannya. Dua kelopak mata, atas dan bawah menyatu dengan sebuah jahitan.


Akhir-akhir ini Nathan kembali merasakan denyutan nyeri pada mata kanannya. Mungkin karena dia keras kepala dan susah diatur, Nathan tidak meminum obatnya dengan teratur seperti yang Zhoumi anjurkan. Itulah salah satu penyebabnya.


"Ada apa, Paman? Apa sakit lagi?" Aster menatap Nathan dengan cemas. "Aku ambilkan obat dulu." Kemudian Aster beranjak dari hadapan Nathan dan pergi mengambil obat untuknya.


Perhatian Nathan sedikit teralihkan oleh dering pada ponselnya. Nathan meraih benda tipis itu dari atas nakas dan mendapati sebuah pesan yang masuk.


"Persiapkan dirimu, aku telah kembali sebagai malaikat maut mu!!"


Nathan menggepalkan tangannya dan mencengkram benda tipis itu dengan kuat. Sorot matanya berubah tajam dan berbahaya. Orang itu baru saja membangunkan seekor singa jantan yang sedang tidur.


Dan bukan Nathan namanya jika sampai gentar menghadapi ancaman semacam itu."Sebastian Zhong, bukan aku, tapi kau yang akan mati!!"

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2