
l"Ayang Poci!!!"
"Ayang Titi!!"
Suketi berlari menghampiri belahan jiwanya yang melompat-lompat ke arahnya sambil sesekali membetulkan poni rambutnya yang hampir menutupi matanya.
"Ayang Poci!!"
"Ayang Titi!!"
Keduanya sama-sama merentangkan tangannya. Suketi berlari dengan slow motion supaya terlihat seperti di film-film yang sering dia lihat. Mr.P berkali-kali menyibakkan poninya yang nyaris menghalangi pandangannya.
"Tunggu dulu!!" Tiba-tiba Mr.P berteriak sambil merentangkan sebelah tangannya ke depan. Membuat si Suketi bertanya-tanya."Aku lepas dulu ikatan ini. Sangat merepotkan!!"
Mr.P melepaskan ikatan di kakinya lalu mengangkat tinggi kain itu. "Ayo kita lanjutkan. Ayang Titi!!!"
"Oh, Ayang Poci!!"
Keduanya sama-sama lari dengan gerakan slow motion. Jarak 10 meter mereka tempuh dengan waktu satu menit. Dan ketika jarak mereka hanya tinggal dua langkah lagi, tiba-tiba Suketi berlari ke arah pohon lalu berputar di sana.
Entah bagaimana caranya. Tiba-tiba musik India terdengar. Suketi bernyanyi sambil menari, berputar di pohon Maple. Mr.P pun tak mau kalah, dia menghampiri belahan jiwanya lalu ikut bernyanyi bersamanya.
Mereka saling kejar-kejaran, saling berpegangan tangan sambil berputar. Persis seperti di video klip India. Di saat romantis-romantisnya. Tiba-tiba sosok lain bertubuh tinggi besar hitam muncul.
"KALIAN!!" suaranya yang keras menggema membuat terkejut keduanya. Musik pun berhenti, Suketi dan Mr.P diam terpaku. Dunia bisa gonjang-ganjing jika Mr.Gondoruwes sampai marah. "Kenapa musiknya malah berhenti? Lanjutttt....!!!"
Gubrakk....
Suketi dan Mr.P jatuh terjengkang. Mereka kita Mr.G akan marah, taunya malah ikut bergabung bersama mereka berdua. Musik pun kembali diputar. Mereka bertiga melanjutkan kegiatannya.
Dan tingkahnya yang konyol membuat Aster yang menyaksikan mereka dari balkon kamarnya merasa geli sendiri. Dan nama baik dunia perhatuan tercoreng sudah oleh tingkah dan kelakuan mereka bertiga.
"Ayang Poci, kenapa kau jadi berponi begini? Dan kenapa kainku kau ganti warna pink?"
"Bagaimana, aku keren bukan? Sebelum menemui Ayang Titi. Aku pergi ke salon untuk Smooting dulu. Aku juga mengganti kainku biar terlihat keren dan imut. Bagaimana, Ayang Titi suka?"
"Sukaaaa!!"
"Jangan peluk-peluk." Mr.G menarik Suketi untuk menghadap padanya. "Bagaimana denganku? Aku mencukur bulu ketek ku dan juga bulu di wajahku. Aku tampan dan mempesona tidak?"
"Tampan, Suketi sukaaaa!!"
"Jangan peluk dia!! Ayang Titi kau milikku!!"
__ADS_1
"Enak saja, milikku!!"
"Milikku!!"
"Milikku!!"
"Milikku!!"
"Milikku!!"
Suketi memegangi wajahnya dengan ekspresi gemoy-nya. "OMG!! Suketi diperebutkan dua suami!!"
-
"Apa yang sedang kau lihat?" Nathan yang baru saja mandi setelah pulang dari kantor menghampiri Aster yang sedang berdiri di balkon kamar mereka dan memeluknya dari belakang.
Aster mengangkat wajahnya. Sebuah ciuman langsung mendarat manis pada bibirnya. Disusul lum*tan lembut namun memabukkan. Namun ciuman itu berlangsung kurang dari satu menit.
"Coba Paman lihat ke sana. Bukankah mereka sangat konyol dan menggelikan? Bagaimana ada hantu segemoy dan semenggemaskan mereka." Aster menunjuk Suketi dan kedua suaminya.
"Jadi kau melihat mereka? Aku pikir kau melihat siapa." Ucap Nathan lalu mengecup leher Aster mulai dari bawah telinga sampai pundaknya. "Sayang, aku menginginkanmu." Bisik Nathan seduktif.
Aster kemudian melepaskan pelukan Nathan lalu merubah posisi mereka. Ia dan Nathan saling berhadapan. Aster mengalungkan kedua tangannya pada leher Nathan. Bibirnya bergerak menuju bibir pria itu.
"Aku juga menginginkan Paman, bagaimana kalau malam ini kita bercocok tanam lagi?"
.
.
.
Suara des*han berkali-kali keluar dari bibir Aster ketika Nathan mencium bibirnya keras. Jari-jari lentiknya meremas rambut keperakan milik Nathan.
Nathan terus memagut bibir Aster dengan semangat dan penuh nafsu. Bibir Nathan mel*mat bibir atas Aster berulang-ulang, sesekali Nathan juga memagut bibir bawahnya.
Tak ingin kalah dari suaminya. Aster berinisiatif. Mengambil alih ciuman tersebut.
Aster mel*mat bibir kemerahan Narhan tanpa menghiraukan tatapan kesal laki-laki itu yang sangat nyata jika dia tidak suka didominas. Aster mengabaikannya dan terus mel*mat bibir Nathan.
Kali ini Aster ingin sedikit mengerjai suami tampannya itu, setelah sebelumnya dia berhasil mengerjai Nathan habis-habisan ketika dikantor.
Aster terus mel*mat bibir Nathan tanpa memberikan kesempatan pada sang suami untuk membalas ciuman tersebut, bahkan mengambil alihnya.
__ADS_1
Aster terus mendominasi Nathan meskipun sepasang mata itu menatapnya tak suka. Sedangkan dewi batin Aster menari kegirangan karena rencananya untuk membuat Nathan kesal berjalan lancar.
Tak cukup sampai disitu, Aster mendorong tubuh Nathan dan merubah posisi mereka. Kini Aster berada tepat diatas tubuh Nathan sambil sesekali menggesekkan sosis beruratnya ke dalam liang Miss miliknya.
Nathan menggeram ketika Aster memasukkan sosis beruratnya ke dalam mulutnya, pria itu sedikit menekan tengkuk Nathan agar wanita itu semakin memperdalam kul*mannya.
Setelah puas, Aster kembali keposisi semula. Tanpa ragu, wanita itu memasukkan sosis berurat milik suaminya ke dalam Miss-nya.
Aster menggerakkan pinggulnya seirama, dengan tempo yang lumayan cepat. Wanita itu menyeringai mendengar erangan yang meluncur dari mulut Nathan. Aster terus mendominasi meskipun Nathan terlihat tidak suka.
Nathan memegang lengan Aster kemudian membanting tubuh polos itu ke atas tempat tidur, Nathan mengambil alih keadaan.
Bukan lagi Aster, melainkan dia-lah yang mendominasi Aster. "Kau tau, jika aku tidak suka didominasi? Kau akan mendapatkan hukumannya, Sayang!" bisik Nathan seduktif.
Aster menyeringai nakal. "Well, kalau begitu dominasi diriku, Paman!" ujar Aster sambil menggerlingkan matanya.
Nathan menggeram, diraupnya kembali bibir peach Aster dengan bibirnya. Jari Nathan kembali meluncur ke dalam Miss milik Aster, menghantarkan sang wanita menuju puncak kenikmatan yang tidak terbantahkan.
"Aku akan membuatmu menyeruhkan namaku sepanjang malam, Sayang." Bisik Nathan dan kembali memagut bibir Aster untuk yang kesekian kalinya.
Aster mengeram sambil mencengkram sprei di bawah tubuhnya ketika junior milik Nathan menghujam Miss-nya lebih dalam tempo yang sangat cepat. Hingga Aster dapat merasakan bila Natha berada di dalam dirinya, sepenuhnya.
Tubuh Aster berguncang, erangan dan des*han memenuhi seluruh ruangan bernuasa putih gold itu. Pinggulnya bergerak tak terkendali, nafas Aster maupun Nathan semakin tidak beraturan.
Dan Aster merasakan tubuhnya seperti terkena sengatan listrik bertegangan tinggi. Suami tampannya ini memang sangat tau bagaimana cara memanjakan dirinya.
"Eeemmmpppp!" Aster menggeram ketika Nathan kembali meraup bibirnya, untuk yang kesekian kalinya.
"Kita keluarkan bersama!" bisik Nathan.
Aster menutup matanya ketika Ia dan Nathan sama-sama telah mencapai puncak dari bercocok tanamnya. Nathan baru saja menumpahkan semua miliknya di dalam rahim Aster.
"Kau puas??" Aster mengangguk.
Diraihnya wajah Nathan lalu mengecup singkat bibirnya. "Terimakasih, Paman. Karena kau selalu tau bagaimana caranya memanjakan dan membahagiakanku." Kedua mata mereka saling menatap dan mengunci.
Nathan menarik tengkuk Aster. Sekali lagi dia mencium bibirnya. Namun kali ini lebih singkat dari ciuman mereka yang sebelumnya
"Sama-sama, Sayang. Tidurlah, masih ada beberapa pekerjaan yang harus Paman selesaikan. Good night my Sweet heart ." Bisiknya.
Aster menutup matanya ketika merasakan bibir Nathan yang basah menyentuh dan menempel pada keningnya, lama.
Nathan tersenyum. Kemudian ia beranjak dan pergi begitu saja. Meninggalkan Aster sendiri dikamar mereka. Nathan sengaja membawa pulang pekerjaannya agar dia bisa istirahat lebih awal.
__ADS_1
-
Bersambung.