"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Ekstra Bab (Bag 33)


__ADS_3

Keluar dari dunia gelap yang pernah membesarkan namanya tentu bukanlah sebuah perkara muda bagi seorang Nathan Xiao. Nathan yang mendambakan sebuah kehidupan normal tanpa bayang-bayang masalah yang selalu mengintai di setiap langkahnya.


Nathan menghentikan langkahnya di depan sebuah gedung tua yang memiliki dua lantai. Gedung itu tampak usang dan tak terawat sama sekali. Bukan tanpa alasan Nathan mendatangi gedung itu di tengah malam begini, dia baru saja mendapatkan sebuah teror dari orang tak di kenal.


Dan saat menyelidikinya, nomor asing itu dikirim dari gedung ini. Dari luar, Nathan mendengar suara gelak tawa dari dalam sana. Dan semakin dalam dia melangkah, aroma menyengat alkohol dan asap rokok yang memenuhi udara membuat dadanya sedikit sesak.


Dari jarak lima meter. Nathan melihat sedikitnya sepuluh orang berkumpul di satu titik. Di tangan mereka memegang sebuah senjata api dan tajam. "Hahaha. Aku ingin melihat bagaimana ekspresi pecundang itu saat menerima pesan yang kau kirimkan padanya!!"


"Benar sekali. Pasti dia terkejut dan ketakutan, namanya saja yang besar, tapi nyatanya dia hanya seorang pecundang!!!"


"Siapa yang kalian sebut sebagai pecundang?!" Sahut seseorang dari arah pintu. Sontak kesepuluh pria itu menoleh, dan berapa terkejutnya mereka ketika melihat siapa yang berjalan memasuki ruangan itu dengan sorot mata tajam penuh intimidasi.


"Kau...Siapa kau?! Mau apa kau datang kemari? Cari mati ya?"


"Bukankah kalian sendiri yang mengirim pesan teror padaku, lalu kenapa masih bertanya siapa aku?!" Ucap Nathan dengan seringai meremehkan.


"Ka..Kau... Adalah Nathan Xiao?!"


"Menurutmu?! Bukankah dalam pesan singkat itu kalian mengatakan ingin menghabisi ku, aku sudah di sini. Maka ayo lakukan kalau begitu!!" Pinta Nathan menantang.


"Kalian, kenapa hanya diam saja?! Berdiri dan habisi si cacat itu!!!"


Mereka menggeleng. "Maaf, Bos. Jika dia orangnya, kami tidak berani. Kami tidak ingin mati konyol di tangannya. Dia bukan manusia, tapi Iblis. Dulu, dalam geng lama kami, teman-teman dia bantai hanya dalam hitungan menit saja. Kami mundur, dan tidak ingin mati konyol juga!!"


"Brengsek kalian semua!!! Kalian hanya pengecut, kalian pikir meskipun hanya sendiri aku tidak bisa menghabisi manusia ini!!! Kau.. Majulah, Nak. Aku akan menghabisi mu!!!"

__ADS_1


"Terlalu banyak omong kosong!!!"


Dorr...


Tubuh itu ambruk setelah satu timah panas Nathan lepaskan. Dada bagian kanannya berlubang. Nathan menembak nya tanpa ragu. Pria itu mendecih, dia pikir sarang harimau, ternyata sarang semut. Karena urusannya di tempat ini sudah selesai, Lucas pun memutuskan untuk pergi.


Aster akan sangat mencemaskan nya karena pulang sangat-sangat terlambat. Dan Nathan harus segera pulang sebelum diserbu berbagai pertanyaan oleh Aster.


Nathan tiba di rumah tepat pada pukul 23.30 malam. Pria itu turun dari mobil mewahnya dan melenggang masuk ke dalam. Semua lampu di kediamannya telah di padamkan, tidak mengherankan, mengingat ini sudah hampir tengah malam.


Setibanya di kamar. Nathan melihat tempat tidurnya kosong, tak terlihat sosok Aster berbaring di sana. Nathan tidak tau kemana istrinya itu pergi, sampai dia mendengar suara gemercik air dari arah kamar mandi.


Hingga Nathan bisa menyimpulkan jika Aster sedang berada di dalam sana. Selang beberapa menit, pintu kamar mandi terbuka,sosok yang Nathan cari terlihat keluar dari dalam sana. Dan Aster terkejut melihat keberadaan Nathan di kamar mereka.


"Paman, kau darimana saja kenapa jam segini baru pulang?! Paman, apa kau tau bagaimana cemas dan khawatirnya aku. Ponselmu tidak bisa dihubungi dan kau... Juga tidak memberitahuku jika akan pulang sampai selarut ini!!!"


"Maaf, Aster. Ponsel Paman habis daya, kebetulan pekerjaan hari ini lumayan menumpuk makanya Paman pulang sampai selarut ini." Ujar Nathan menjelaskan.


Nathan terpaksa berbohong pada Aster, dia tidak mungkin memberitahu Aster yang sebenarnya jika dia pergi untuk menemui orang-orang yang telah mengirimkan teror padanya. Karena bisa-bisa Aster mencemaskan nya.


Aster berhambur ke dalam pelukan Nathan dan mendekap suaminya itu dengan sangat erat. "Apa, Paman tau bagaimana takut dan cemasnya aku saat ponsel Paman tidak bisa dihubungi. Aku benar-benar takut hal buruk terjadi pada, Paman. Aku takut, Paman. Sangat-sangat takut." Lirih Aster dengan suara bergetar.


Nathan menutup mata kirinya. Pria itu mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan Aster. "Maaf, Sayang. Paman sungguh-sungguh minta maaf." Ucap Nathan penuh sesal.


Kemudian Aster melepaskan pelukannya. Sepasang Biner nya mengunci manik kiri suaminya. "Jangan lakukan itu lagi, jangan membuatku cemas dan ketakutan." Nathan mengangguk. Sekali lagi dia membawa Aster ke dalam pelukannya, dan mendekap tubuh itu dengan erat.

__ADS_1


"Baiklah, aku berjanji."


Kemudian Lucas melepaskan pelukannya. Sebuah kecupan mendarat mulus pada bibir Ranum Aster yang menggoda. Bukan ciuman panas yang memabukkan, hanya ciuman singkat yang kurang dari 30 detik.


"Aku mandi dulu, setelah ini temani aku makan malam. Kebetulan aku belum makan malam." Ucap Nathan yang kemudian di balas anggukan oleh Aster.


"Baiklah."


Sembari menunggu Nathan selesai mandi. Aster menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya itu. Sebuah piyama Aster letakkan di atas tempat tidur. Malam ini udara lebih dingin dari sebelumnya, itulah kenapa dia memilih pakaian lengan panjang untuk Nathan.


.


Dan di sini mereka sekarang. Aster dan Nathan duduk berhadapan di meja makan. Aster tidak ikut makan malam dan hanya menemani Nathan saja. Dia masih kenyang, dan kebetulan ia tadi juga sudah makan malam bersama anak-anak.


"Daddy, Mami, kalian belum tidur?" Tegur Laurent. Gadis kecil itu bangun karena merasa haus.


"Daddy mu baru saja pulang, kenapa bangun?" Tanya Aster sembari menghampiri sang putri.


"Aku haus, apa malam ini Daddy lembur lagi?" Tanya Laurent memastikan. Nathan mengangguk. "Sebaiknya Daddy jangan bekerja terlalu keras. Aku tidak ingin jika Daddy sampai sakit karena kecapean."


Nathan tersenyum tipis. "Pasti, Nak. Daddy akan mengingat kata-katamu itu. Sebaiknya sekarang Laurent tidur lagi, sebentar lagi Daddy dan Mami juga akan segera tidur." Ucap Nathan yang kemudian di balas anggukan oleh Laurent.


"Baiklah, Dad. Aku masuk dulu ya. Good night."


Laurent meninggalkan Nathan dan Aster berdua di meja makan. Laurent menang masih mengantuk, dan ingin cepat tidur lagi.

__ADS_1


Tak berselang lama setelah kepergian Laurent. Aster dan Nathan juga pergi ke kamar mereka untuk istirahat. Nathan sangat lelah, begitu pula dengan Aster yang matanya tidak bisa lagi di ajak kompromi.


Bersambung.


__ADS_2