
Mohon tinggalkan like koment setelah membaca 🙏🙏🙏 Jumlah View puluhan ribu, tapi yang like koment dikit 😭😭 Bantu Author biar makin semangat ya 🙏🙏
-
"Kenapa semua orang hari ini begitu menyebalkan!" lirih Aster ditengah-tengah isakannya. Wanita itu mengangkat wajahnya dan berteriak keras... "SUKETI!! SEBAIKNYA BAWA SAJA AKU BERSAMAMU!!" Sepertinya Aster benar-benar frustasi.
Membuat mata Gavin dan Rio membelalak saking kagetnya. Keduanya menggelengkan kepala dan berseru keras. "NUNNA JANGAN!!!"
"Cantik, kau memanggilku?!"
"HUAAA~KYYYAAA....SETAN!!!"
Rio dan Gavin terjengkang dan jatuh dari duduknya karena kemunculan Suketi yang begitu tiba-tiba. "Hihihi. Berondong-berondong tampan Suketi terkejut ya." Tawa mengerikan Suketi yang begitu khas langsung menggema.
Dan sementara itu... Nathan yang juga melihat kemunculan hantu asal Indo itu hanya mampu terpaku. Antara terkejut, ngeri dan juga takjub. Pasalnya ini pertama kalinya dia melihat wujud hantu secara langsung. Dan parahnya lagi hantu itu berasal dari negara lain.
"Suketi!!! Huaa..." Aster beranjak dan menghampiri Suketi. Ketika hendak memeluknya, ia malah menembus melewati tubuh si Miss K. "Kenapa kau tidak bisa aku peluk? Padahal saat ini aku sedang membutuhkan sandaran."
"Hihihi!! Itu karena kita beda alam cantik. Makanya kau tidak bisa menyentuhku."
Aster mendengus dan mempoutkan bibirnya kesal."Dasar hantu menyebalkan!! Giliran di butuhkan saja malah tidak bisa di pegang." Wanita itu menggerutu.
"Suketi, bawa aku kealamu saja ya. Huhuhu, aku sudah tidak sanggup lagi. Semua orang sudah tidak menyayangiku, bahkan Paman Nathan sekarang sedang ngambek dan tidak lagi mau peduli padaku."
"Dia membentak ku dan mengabaikan ku hanya karena masalah sepele. Siapa tau jika ikut denganmu aku bisa bertemu dengan ayah dan ibu."
"Aster, jangan bicara sembarang!!" Geram Nathan dengan nada rendah. "Aku hanya memintamu untuk jujur, tapi kau malah mengajak ribut. Dan sekarang kau malah memanggil hantu lalu ingin ikut pergi kealamnya, apa ini masuk akal?!"
"Tu kan, Paman semakin menyebalkan saja."
"Lalu sekarang mau mu apa? Bukankah kau bilang jika aku sudah tidak peduli lagi padamu? Sekarang katakan apa mau mu sebenarnya?"
Lalu pandangan Nathan bergulir pada semua orang yang ada di dalam ruangan inapnya. Termasuk hantu Suketi. Dan anehnya hantu narsis itu malah merinding sendiri melihat tatapan Nathan yang terlewat tajam.
__ADS_1
Kini di dalam ruangan hanya menyusahkan Nathan dan Aster. Wanita itu tak mengangkat wajahnya sedikit pun, Nathan terlihat begitu mengerikan di matanya, bahkan tatapan Nathan lebih menyeramkan dari pada Suketi.
"Bicaralah!!" Pinta Nathan dingin.
Alih-alih bicara. Aster malah menjatuhkan tubuhnya di lantai ruang inap Nathan yang dingin dan keras. Wanita itu menekuk kedua lututnya dan mulai terisak.
Nathan mendesah berat. Pria itu mencabut selang inpus-nya kemudian turun dan menghampiri Aster.
"Paman jahat, aku pikir Paman benar-benar mencintaiku. Tapi hanya karena aku tidak mau mengatakan yang sebenarnya tentang insiden kecil itu, Paman malah membentak ku dan sekarang Paman seolah ingin aku menjauh dari hidup Paman."
"Aku sudah sebatang kara, aku tidak memiliki siapa pun lagi, ayah dan ibu sudah meninggal. Dan sekarang Paman mau meninggalkanku juga. Sebaiknya aku ikut Suketi saja. Mungkin di alam lain aku bisa bertemu dengan ayah dan ibu." Tutur Aster.
Diam-diam, wanita itu meneteskan obat tetes mata pada matanya agar tangisnya terlihat lebih dramatis. Dan lucunya lagi, Aster melakukannya di depan Nathan secara terang-terangan.
Nathan mendengus geli. Dia tau betul tabiat Aster. Dan Nathan tidak lagi merasa terkejut ataupun heran pada wanitanya ini.
"Bangunlah," Nathan membantu Aster berdiri. Wanita itu masih tetap menangis tersedu-sedu.
"Paman, jahat. Paman tidak menyayangiku lagi. Aku tidak mau hidup lagi."
"Kau tau, orang mati karena bunuh diri itu sangat berat hukuman di dalam kuburnya. Tidak hanya di siksa, tapi dikuliti dan dipanggang hidup-hidup seperti kambing guling. Tubuhnya di tusuk dengan besi panjang dan panas. Kau mau?"
Aster menggeleng. "Siapa juga yang mau mati!! Aku hanya menakut-nakuti Paman. Lagipula jika aku sampai mati, lalu siapa yang akan merecoki hidup Paman? Dan Paman pasti akan sangat kesepian tanpa diriku." Tuturnya.
Nathan tersenyum. "Bukankah kau tau sendiri jika Paman tidak bisa benar-benar marah padamu? Dan berhentilah berpikir yang tidak-tidak. Paman hanya emosi sesaat, dan Paman juga tidak akan semarah itu jika kau mau berkata jujur." Tutur Nathan lalu membawa Aster ke dalam pelukannya.
Aster mendorong tubuh Nathan dan kemudian memukul dadanya. "Paman menyebalkan, Paman sangat jahat padaku. Sudahlah, aku mau marah dulu." Aster hendak beranjak dari hadapan Nathan. Tapi tarikan pada lengannya menghentikan langkahnya.
Sebelah tangan Nathan menarik dan menekan tengkuk Aster, hingga bibir mereka menyatu sempurna. Aster mengangkat kedua tangannya dan kemudian mengalungkan pada leher Nathan.
Tanpa permisi Aster memasukkan lidahnya ke dalam mulut Nathan.
Lidahnya bergerak mencari lidah Nathan, dan setelah menemukannya, kemudian Aster membelitkan lidahnya pada lidah pria bermarga Xiao tersebut.
__ADS_1
Semakin lama, ciuman mereka semakin dalam dan menuntut. Sadar Aster membalas ciumannya, Nathan merubah posisi mereka dengan membaringkan Aster di atas ranjang inapnya.
Tak ada penolakan. Aster menerima perlakuan Nathan dengan sangat baik. Dan tubuh Aster kini sepenuhnya di kuasai oleh Nathan.
.
.
.
Dan sementara itu. Darah segar langsung mengucur dari hidung Gavin dan Rio setelah mereka melihat live kiss Aster dan Nathan yang sangat panas dan mampu membangkitkan adik mereka yang kini tengah mengeras di bawah sana.
"Uhhh, kenapa mereka harus ciuman sepanas itu?"
"Aku jadi ingin melakukannya juga."
"Sama."
Tiba-tiba Suketi nongol dan muncul diantara mereka berdua. "Suketi juga ingin berciuman seperti mereka berdua bersama Oppa Pocing." Dan kedatanganya yang tiba-tiba mengejutkan mereka berdua.
"Yakk!! Setan genit, bisa tidak saat muncul tidak usah mengejutkan orang?! Hampir saja jantungku meloncat keluar karena ulah kalian berdua!!" omel Gavin setengah marah.
"Hihihi!!" Dan Miss K hanya tertawa menyikapi omelan Gavin.
Suketi ikut mengintip ke dalam, dan hantu narsis itu tiba-tiba menarik bibirnya ke bawah dan mulai terisak.
"Aku ingin ciuman juga seperti mereka berdua. Tapi Oppa-ku tercinta tidak ada di sini. Bagaimana kalau aku ciumannya dengan salah satu dari kalian berdua saja?" Usul Suketi sambil menatap kedua pemuda itu bergantian.
Keduanya pun saling bertukar pandang. Dan dengan kompak mereka menjawab. "Kami tidak Sudi!!" Suketi memanyunkan bibirnya. Dia sedih karena di tolak mentah-mentah oleh mereka berdua.
"Kalian berdua jahat. Suketi mau pundung dulu. Bye...Pocing Oppa, Suketi mau di cium juga!!!!"
"Dasar hantu sinting!!"
__ADS_1
-
Bersambung.