"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Si Utun


__ADS_3

Mohon untuk selalu tinggalkan like dan komen setelah membaca 🙏🙏 Author tidak butuh vote dan hadiah. Cukup like dan komen saja, karena itu sudah lebih dari cukup buat Author 🙏🙏 Karena dukungan kakak-kakak sekalian adalah penyemangat Author dalam berkarya 🙏🙏


-


Jika di suruh memilih antara menghadapi puluhan penjahat atau Aster yang sedang ngidam. Maka dengan Lantang Nathan akan memilih menghadapi puluhan penjahat.


Baginya menghadapi Aster yang sedang ngidam lebih merepotkan dari pada menghadapi penjahat. Karena itu hanya menguras tenaganya saja, tapi menghadapi Aster yang sedang ngidam, bukan hanya tenaganya yang di kuras, tapi juga otak dan juga kesabarannya.


"PAMAN!!"


Nathan hampir saja terkena serangan jantung dadakan karena ulah Aster, yang tiba-tiba nyelonong masuk ke dalam ruang kerjanya sambil berteriak keras.


Mata kirinya memicing, apa kata Aster tadi? 'Paman?' bukankah baru semalam dia memanggilnya dengan sebutan 'Daddy' lalu kenapa pagi ini panggilannya berubah lagi?


"Apa pagi ini kau salah minum obat lagi? Bukankah semalam kau memanggilku 'Daddy' dan sekarang kau memanggilku 'Paman' lagi?!"


Aster mendengus berat. "Aku sudah terlalu nyaman memanggil Paman Nathan dengan sebutan Paman."


"Lalu bagaimana jika anak kita sudah lahir? Masa iya kau akan memanggilku 'Paman' di depannya?!"


Aster menggeleng. "Tentu saja tidak. Aku akan memanggil Paman dengan sebutan 'Daddy' ketika kita bersama si 'Utun' tapi ketika berdua saja, aku akan memanggil Paman Nathan dengan panggilan 'Paman' seperti biasanya."


Nathan mengangkat alis kirinya. "Utun? Siapa lagi itu?"


"Janin di dalam perutku. Dia masih belum memiliki nama, makanya aku memanggilnya dengan sebutan 'Utun'!!"


"Bukankah lebih bagus Baby Xiao?"


"Itu sudah terlalu biasa. Dan aku ingin yang tidak biasa." Jawabnya.


Untuk yang kesekian kalinya Nathan menghela napas. Semua kata dan kalimat yang keluar dari bibir Aster membuatnya geli sendiri. Bagaimana dia bisa memiliki pemikiran konyol seperti itu?


"Lalu untuk apa kau datang pagi-pagi ke kantor dan membuat keributan?"


Aster menepuk kepalanya sendiri. Hampir saja dia melupakan apa tujuan utamanya mendatangi kantor Nathan. Dia ingin membuat perhitungan dengan suaminya itu.


"Astaga, aku hampir saja lupa. Paman, siapa panda menyebalkan yang kau tempatkan di rumah? Dia bilang kau mempekerjakan dia sebagai bodyquardku?"


Dan Nathan langsung tau siapa orang yang Aster maksud. "Hn, maksudmu Tao? Dia adalah orang ku, dan mulai hari ini dia akan menjadi bodyquard mu. Dia akan menjagamu selama 24 jam penuh!!"


"Untuk apa? Paman, aku tidak perlu di jaga. Aku sudah besar dan aku bisa menjaga diriku sendiri. Jadi tarik dia kembali. Lagipula aku tidak mau memiliki bodyquard menyebalkan seperti panda jelek itu!!"


Nathan menggeleng. "Tidak Aster!! Untuk yang satu ini Paman tidak ingin berdebat denganmu!! Keputusan Paman sudah final dan tidak bisa di ganggu gugat. Suka tidak suka, mau tidak mau, kau tetap harus menerimanya!!!"


"Paman, kenapa kau begitu menyebalkan!!" Aster menghentakkan kakinya kesal. Tanpa berkata-kata, Aster beranjak dari hadapan Nathan dan pergi begitu saja.


Nathan mendesah berat. "Mulai lagi." Dia menutup laptopnya dan bergegas keluar untuk menyusul Aster. Nathan tidak menyalahkan sikap Aster yang sekarang. Dan Nathan selalu mencoba untuk memahaminya.


.

__ADS_1


.


.


"Paman, coba deh ice cream milikku ini."


Aster menyodokan ice cream rasa coklat kesukaannya pada Nathan. Nathan menggeleng dan mendorong tangan Aster menjauh. "Ayolah, Paman. Hanya sedikit saja. Lagipula ice cream ini tidak terlalu manis kok."


"Tidak, Aster!! Kau makan sendiri saja. Paman, tidak suka makanan manis!!"


"Tapi ini sungguh tidak manis!! Ayolah, sedikit saja." Nathan mendesah berat. Berdebat dengan Aster memang tidak ada gunanya sekarang. Nathan mengalah dan mencicipi ice cream tersebut. "Bagaimana? Tidak manis bukan?"


Nathan menatap Aster sinis. "Kau benar-benar ingin membunuhku ya?!" Ucap Nathan dan membuat Aster tertawa terbahak-bahak. Dan hal itu membuat Nathan semakin kesal ada wanitanya tersebut. "ASTER!!"


"Ayolah, Paman. Jangan marah, itu bukan permintaanku, tapi permintaan si Utun."


"Terserah!!"


Aster menangkup wajah Nathan dan kemudian mengecup singkat bibirnya."Paman, jangan marah lagi, oke!! Aku hanya bercanda, kenapa kau harus marah, hm?" Kedua matanya tampak berkaca-kaca.


Nathan tersentak, ia menarik tangan Aster lalu membawa wanita itu ke dalam pelukannya. Mendekap tubuh itu dengan hangat.


"Siapa yang marah? Aku memang kesal karena sifat pemaksamu yang kambuh. Tapi aku tidak marah, dan bagaimana mungkin aku bisa marah jika itu permintaan anak kita?!"


Aster mengangkat wajahnya dari dekapan Nathan."Dan bagaimana jika anak ini ingin supaya Paman berhenti menjadikan panda jelek itu sebagai bodyquard ku?" Aster menatap Nathan penuh harap.


Aster mendesah berat. Beginilah Nathan, jika sudah mengambil keputusan pasti sulit di ganggu gugat. Dan dipaksa pun percuma, karena hanya akan menciptakan perdebatan di antara mereka.


Nathan bangkit dari duduknya. "Sudah hampir sore, ayo pulang." Kemudian mengulurkan tangannya pada Aster. Aster tersenyum, wanita itu menerima uluran tangan Nathan dan keduanya berjalan beriringan meninggalkan taman.


-


"Aaahhhhh....!!! Setan!!!"


Gavin langsung melempar ponselnya begitu sebuah chat masuk dan menampilkan foto-foto narsis si Miss K yang sedang berpose bersama parai idol K.Pop seperti Super Junior, EXO, Shinee sampai Big Bang.


Tentu saja foto itu diambil secara sepihak. Karena tidak mungkin si Miss K menampakkan diri di depan mereka. Bukannya mendapatkan hasil yang bagus. Yang ada mereka malah pingsan duluan melihat wujudnya.


"Hampir saja kau membuat ponselmu hancur." Ucap Rio setelah berhasil menangkap ponsel tersebut. "Chat dari siapa? Kenapa kau sampai histeris begitu?"


Penasaran siapa yang mengirimkan Chat pada Gavin. Rio pun memutuskan untuk membuka pesan tersebut dan...."KYYYAA!! MAKNYA SETAN!!" histeris dan melemparkan ponselnya itu ke udara. Dan kali ini berhasil di tangkal oleh Gavin.


"Yakk!! Kau hampir saja menjadikan ponselku barang rongsokan!!"


"Ya Tuhan, hampir saja jantungku melompat keluar karena ulah si hantu gila itu. Bagaimana bisa dia mengirimkan foto-foto jeleknya padamu?!"


"Mana aku tau?!"


"Jangan-jangan dia naksir padamu?"

__ADS_1


"Sembarangan!! Lagipula apa bagusnya di taksir oleh mahluk mengelukan seperti dia. Bagus kalau cantik. Bahkan pantatku lebih bagus dari pada mukanya!!"


Rio mengambil ponsel itu dari tangan Gavin. Dia penasaran dengan siapa saja si Miss K itu berfoto. Dan sungguh di luar dugaan. Dia bisa berfoto dengan begitu banyak idol dan hal itu membuat mereka menjadi iri.


"Setan saja bisa foto dengan artis. Lha kita kapan?"


Gavin mengangkat bahunya. "Entah, mungkin setelah kambing beranak gorila!!"


-


Ckittt..


Jordan terkejut ketika sebuah mobil mewah tiba-tiba menghadang laju mobilnya. Seorang pria yang wajahnya tidak asing terlihat keluar dari mobil tersebut. Jordan pun segera turun dari mobilnya.


"Paman, apa masalahmu denganku?! Kenapa kau tiba-tiba saja menghadang mobilku?!"


Orang itu tersenyum sinis. "Tidak ada, aku hanya ingin mengembalikan ponsel ini padamu. Apa kau tidak sadar jika kau telah meninggalkan ponselmu di rumahku?!" Ucap orang itu yang pastinya adalah Nathan.


Jordan mengambil ponsel itu dari tangan Nathan. Jordan teringat jika dia memang kehilangan ponselnya beberapa hari yang lalu. Tapi dia tidak ingat di mana dia menghilangkannya.


"Lain kali jangan teledor lagi. Kau bisa kehilangan semua barang berharga yang kau miliki jika kau tidak berhati-hati!!" Kemudian Nathan beranjak dari hadapan Jordan dan pergi begitu saja.


Sudut bibirnya tertarik ke atas. Seringai tajam tercetak dan menghiasi wajah tampannya. Sebuah penyadap telah Nathan pasang pada ponsel milik Jordan. Dan hal itu akan lebih memudahkannya untuk mengetahui apa rencana mereka.


-


"TAO!! KAU MINUM LAGI SUSU IBU HAMILKU?!"


"Aku pikir itu bukan susu ibu hamil. Karena aku melihat ada susu di atas meja dan tidak bertuan, makanya aku langsung meminumnya."


"Tidak bertuan kau bilang?! Jelas-jelas itu adalah susu ibu hamil milikku, bibi Gong membuatkannya untukku dan aku belum sempat meminumnya. Tapi kau malah menghabiskannya?!"


"Bukan sepenuhnya salahku juga, Nona. Siapa suruh kau mengabaikannya, karena jika diabiarkan terlalu lama. Susu itu akan berganti rasa karena terkena angin." Tuturnya.


"Aku tidak mau tau, kau harus menggantinya?!"


Kedatangan Nathan langsung di suguhi oleh sebuah pemandangan yang sangat menggelikan. Di mana Tao dan Aster yang sedang berdebat hebat hanya karena susu.


Nathan tidak lagi merasa heran ataupun terkejut. Karena hal semacam itu memang sudah sering terjadi.


Dan bukan hanya sekali ini, tapi berkali-kali. Karena hampir setiap pagi, siang dan malam, selalu saja ada yang mereka perdebatkan. Dan hal itu terjadi sejak pertama kali Tao menginjakkan kaki di kediamannya.


Malas mendengar perdebatan mereka. Nathan pun memilih pergi ke kamarnya yang berada di lantai dua.


Kepalanya sudah hampir pecah karena pekerjaan, dan sekarang di tambah lagi dengan perdebatan konyol mereka. Maka sempurnalah sudah penderitaannya.


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2