"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Berbagi Cinta Dan Saling Menghangatkan


__ADS_3

"Marta Xiao was found dead in her room while pregnant. Temporary suspicion of depression and suicide."


Aster sedikit terkejut saat membaca sebuah artikel di mana media asing memberitakan jika Marta ditemukan tewas dalam keadaan hamil. Guna mengkonfirmasi kabar tersebut, Aster pun menghubungi kakek Billy, dan ternyata benar, Marta memang telah meninggal.


"Siapa yang kau hubungi?" Tegur Nathan sekembalinya dia dari menemani Laurent bermain dan mendapati Aster yang baru saja mengakhiri sambungan telfonnya.


"Kakek Billy, media baru saja mengabarkan jika Marta di temukan telah meninggal dalam keadaan hamil. Aku mengkonfirmasi pada kakek dan ternyata memang benar." Tutur Aster memberikan penjelasan.


"Marta meninggal?" Aster mengangguk. Kemudian dia memberikan ponselnya pada Nathan. Supaya suami tampannya itu melihatnya sendiri.


"Dugaan sementara dia mengalami depresi setelah kekasihnya tidak kau bertanggung jawab pada kehamilannya. Dia menelan puluhan butir obat tidur dengan dosis tinggi. Itulah yang menyebabkan dia meninggal setelah mengalami pendarahan. Itulah yang Kakek Billy sampaikan tadi."


Nathan mendesah berat. "Mau bagaimana lagi, itu adalah takdir hidup yang harus Marta jalani. Lagipula siapa yang tau rencana tuhan." Tuturnya yang kemudian mendapatkan anggukan setuju dari Aster.


Tubuh Aster terdorong ke depan karena tarikan Nathan pada lengan kanannya. Kedua tangan wanita itu bertumpuh pada bahu Nathan, sedangkan kedua tangan pria bereyepacth itu memeluk tubuh wanitanya dengan erat.


"Aku merindukanmu, Baby." Ucap Nathan kemudian mengecup singkat bibir Aster. "Aku menginginkanmu," sekali lagi bibir Nathan mengecup bibir Aster.


"Lalu?" Aster menatap Nathan dengan gerlingan nakalnya. "Apa kita akan melakukannya lagi?"


"Menurutmu?"


Nathan kembali mencium bibir Aster, dan kali ini ciuman mereka lebih panjang dari ciuman sebelumnya. Lebih dalam dan lebih menuntut, sebelah tangan Nathan menekan bagian tengkuk Aster, sedangkan lengan Aster melingkari leher Nathan.


Heels yang membalut kaki jenjangnya menguntungkan Aster karena tidak sulit baginya untuk membalas ciuman Nathan. Bibir mereka saling bergulat panas dan penuh dengan nafsu. Pria itu terus ******* bibir Aster atas dan bawah bergantian.


"Mami, Daddy, apa yang sedang kalian lakukan?!"


Kedua mata Aster lantas membelalak. Buru-buru wanita itu mendorong tubuh Nathan hingga ciuman mereka terlepas. Lalu ia menghampiri Laurent yang sedang terpaku di depan pintu.


"Hahaha, mata Mami kelilipan dan Daddy-mu membantu Mami meniupnya." Jawab Aster berdusta.


Baik Aster maupun Nathan sama-sama merutuki apa yang baru saja terjadi. Bagaimana bisa mereka begitu ceroboh dan membiarkan putri kecil mereka melihat apa yang telah mereka lakukan.


"Ahh, begitu. Laurent pikir kalian sedang apa. Mami, Laurent ingin makan malam masakan Mami, bisakah Mami memasakkannya untukku?" Laurent menatap Aster penuh harap.

__ADS_1


"Tentu saja, Sayang." Jawabnya lalu membawa Laurent keluar kamar.


Wanita itu terkekeh di tengah langkahnya. Sedangkan Nathan langsung mengusap kasar wajahnya. Ia sungguh menyesali apa yang baru saja terjadi.


-


"Hantu gila, berhenti menggangu dan mengikuti kami!!"


Teriakan Gavin dan Rio menggema di seluruh penjuru ruangan. Mereka sungguh merasa terganggu dengan ulah Miss K yang terus saja mengganggu dan mengikuti kemana pun mereka pergi. Meskipun tanpa kostum putihnya, tapi tetap saja hal itu tidak mengurangi menyeramkannya si Miss K.


"Sayangku, jangan kabur lagi." Seru Suketi dan kembali mengejar kedua pemuda itu. Suketi ikut menaiki tangga menuju kamar mereka berdua.


Gavin dan Rio mendorong sebuah meja kecil yang ada di samping tangga. Meja itu meluncur turun dan membuat Miss K terbelalak kaget. Belum sempet dia melompat untuk menghindari meja tersebut, meja itu lebih dulu mendorongnya hingga tubuh Miss K terguling ke bawah dengan posisi yang tidak elit.


Tubuh Miss K jungkir balik tak karuan. Dan insiden itu menambah daftar sialnya si Miss K dan menobatkannya sebagai hantu paling sial di dunia.


"Aduh, pinggang Miss K sakit." Ucap Suketi sambil mengusap pinggangnya yang serasa ingin patah. Hantu pendatang itu menceritakan bibirnya. "Huaa.. Berondong-berondong Suketi, kalian sangat jahat!!" Teriaknya.


Tapi tak ada respon dari Gavin dan Rio. Kedua pemuda itu menguci diri di dalam kamar dengan bawang yang merela letakkan dimana-mana. Karena mereka percaya aroma bawang putih bisa mengusir hantu supaya tidak mendekat.


-


"Huaa...Kelihatannya sangat lezat. Kakak Sammy, ayo kita makan sama-sama. Kakak Sammy harus merasakan masakan Mamiku juga." Ucap Laurent dengan begitu antusias. Laurent menarik Sammy untuk duduk di sampingnya.


"Bibi, temani mereka dulu ya. Aku mau memanggil suamiku dulu." Ucap Aster yang kemudian di balas anggukan oleh Bibi Nam.


"Baik, Nyonya."


.


.


.


Nathan mematikan sisa puntug rokoknya melihat kedatangan Aster. Wanita itu terkekeh geli melihat wajah kesal Nathan. Kemudian pemilik mata Hazel itu menghampiri suaminya.

__ADS_1


"Tidak perlu kesal, Oppa. Kita masih memiliki banyak waktu untuk melakukannya. Malam ini aku milikmu."


"Aku ingin memilikimu sebebas dulu, tapi rasanya itu sangat mustahil."


Lagi-lagi Aster terkekeh. "Nanti malam kita lanjutkan di kamar sebelah. Sebaiknya sekarang kau turun dan kita makan malam sama-sama. Semua orang sudah menunggu kita." Tuturnya. Nathan mendesah berat. Dengan malas dia mengangguk.


.


.


.


Usai makan malam Laurent ikut Bibi dan Paman Nam ke rumah mereka yang ada di belakang Villa. Mereka menempati sebuah rumah yang memang telah Nathan siapkan untuk mereka berdua dan keluarga kecilnya.


Baik Nathan maupun Aster tidak khawatir melepas putri kecilnya bermain bersama mereka karena mereka memang selalu bisa dipercaya.


Nathan dan Aster kini berada di kamar mereka. Kesempatan yang mereka miliki tak lantas mereka sia-siakan begitu saja. Mereka memanfaatkan waktu yang mereka miliki itu sebaik-baiknya untuk melakukan sesuatu yang luar biasa.


Aster tidak berhenti mend*sah ketika Nathan mengirimnya menuju jurang kenikmatan yang tiada bandingnya. Kedua tangan Nathan kini berpusat pada bukit kembar Aster yang sudah tidak terlindungi apapun. Bibirnya terus memanjakan sang wanita dengan berbagai kecupan dan sentuhan di titik sensitivenya.


"Ahhh...Oppa, lakukan lebih cepat lagi. Ahhh, lebih dalam lagi."


"Kau menikmatinya, Sayang?" Aster mengangguk.


Bukan sosis berurat Nathan melainkan dua jarinya yang ia keluar-masukan ke dalam Miss-nya. Itu baru jarinya saja, tapi sudah cukup untuk membuat Aster mendesah tidak karuan.


"Aaahh...Jangan di tahan lebih lama lagi, Oppa. Uhhh, ayo masukkan saja. Aku sudah tidak tahan."


"Kenapa kau ini tidak sabaran sekali, hm." Nathan kembali mengecup bibir Aster untuk yang kesekian kalinya. Sedangkan di bawah sana sosis berurat Nathan mendorong masuk ke dalam Miss wanita itu.


"Aaaahh.." ******* panjang keluar dari bibir Aster ketika Nathan mulai memasuki dirinya. Nathan terus menusukan miliknya lebih dalam dan semakin dalam hingga Aster bisa merasakan Nathan berada di dalam dirinya.


Des*han dan erangan yang keluar dari bibir mereka menggema di setiap penjuru ruangan. Membuat malam yang terasa agak dingin ini terasa panas bagi mereka berdua.


Penyatuan mereka malam ini membuktikan betapa besar cinta yang mereka miliki. Dan malam ini akan mereka lewati dengan berbagi cinta dan saling menghangatkan.

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2