"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Hantu Dugem


__ADS_3

"Nona, Tuan datang."


Seorang pelayan segera memberi tau Aster ketika mobil milik Nathan terlihat memasuki halaman mansion mewah nan luas yang memiliki tiga lantai itu.


Aster buru-buru melompat ke atas tempat tidurnya. Tak lupa dia membereskan semua bungkus makanan yang berserakan di lantai. Bukan di kamar Nathan, melainkan di kamar miliknya sendiri.


Aster membungkus sekujur tubuhnya dengan selimut tebal miliknya.


Dia berani bersumpah jika Nathan pasti akan mencarinya lalu menyusulnya kemari, Aster sangat menantikan ketika Nathan meminta maaf padanya.


Satu jam telah berlalu. Namun Nathan belum juga menyusul Aster ke kamarnya, dan hal itu membuat harapan Aster menjadi pupus. Aster menyibak selimutnya dan pergi untuk melihat apakah Nathan sudah tidur atau belum.


Setibanya di kamar Nathan. Aster mendapati ranjang besar yang biasa dia tempati bersama Nathan kosong. Bahkan ranjang itu juga terlihat masih rapi seolah belum tersentuh sama sekali.


"Kemana perginya Paman Nathan?" Gumam Aster penuh kebingungan.


Aster meninggalkan kamar itu dan berjalan keluar. Dan dari lantai dua, Aster melihat Nathan yang sedang berbincang dengan Paman Kim. Aster tidak tau apa yang sedang mereka bicarakan, tapi sepertinya sangat serius.


Aster menuruni tangga dan menghampiri mereka berdua. Tapi Nathan bersikap acuh meskipun dia menyadari kedatangannya.


"Paman, masalah ini sebaiknya kita bahas lagi besok. Sudah malam, segeralah tidur." Pinta Nathan yang kemudian di balas anggukan oleh Paman Kim.


Paman Kim juga meminta supaya Nathan tidak tidur terlalu malam sebelum meninggalkannya begitu saja. "Kenapa bangun?" Tanya Nathan yang saat ini berhadapan dengan Aster.


"Karena mimpi buruk. Aku bermimpi di telan hidup-hidup oleh seekor ular raksasa. Makanya aku langsung bangun." Jawabnya asal.


Nathan merangkul bahu Aster dan mengajak wanita itu untuk kembali ke kamar. "Ayo tidur, ini sudah malam."


Aster menekuk wajahnya. Semua tidak berjalan sesuai harapannya. Ia pikir Nathan akan meminta maaf karena sudah bersikap kasar padanya siang tadi. Tao dugaannya ternyata salah.


Nathan menatap bingung istri cantiknya itu karena sikapnya tiba-tiba saja berubah.


Wajahnya di teluk dan bibirnya manyun ke depan. Nathan benar-benar tidak peka sama sekali, dan hal itu membuat Aster kesal setengah mati.

__ADS_1


"Aster, sebenarnya ada apa denganmu ini? Kenapa tiba-tiba saja kau bersikap aneh? Apa kau sedang ada masalah?"


"Tidak!!"


"Jika tidak, lantas kenapa sikapmu jadi aneh begini?"


Aster kemudian berbalik dan menatap sebal suami tampannya tersebut. "Lupakan, sebaiknya biarkan aku tidur sekarang. Aku ngantuk!!" Nathan mendengus, dia merasa geli sendiri melihat sikap Aster yang seperti bocah.


Nathan mendekati Aster lalu memeluknya dari belakang sambil berbisik pelan di telinganya."Maaf," ucapnya lirih. Nathan mendekatkan wajahnya dan bibirnya mengecupi pundak Aster.


Wanita itu melengkuhkan ******* panjang ketika Nathan semakin gencar menc*mbuinya. Aster merubah posisinya, ia dan Nathan kini saling berhadapan.


Kedua tangan Aster mengalung pada leher Nathan dan bibir mereka kini berpagut panas. Des*han dan lenguhan panjang berkali-kali lolos dari bibir merah muda tipis itu. Aster semakin ter*ngsang ketika jari-jari Nathan meraba paha hingga tulang selakangnya.


Nathan berpindah ke atas tubuh Aster. Jari-jari mereka saling meremas. Ciuman Nathan semakin lama semakin dalam dan menuntut.


Tangan kiri Nathan kini berada di pusat Aster yang sudah lembab dan basah sejak pertama kali ia mencumbunya. "Aaahhh.." Aster menjerit ketika jari tengah Nathan masuk ke dalam lubang buayanya.


Jari itu maju mundur dengan tempo cepat membuat cairan kembali mengalir dari lubang itu. Aster mend*sah kenikmatan. Meskipun Sosis berurat milik Nathan belum bisa memasukinya. Setidaknya pria itu bisa memanjakannya dengan cara yang berbeda.


"Uhhhh..."


Lenguhan panjang keluar dari sela-sela bibir Kissable Nathan ketika Aster meng*lum sosis beruratnya dengan tempo cepat. Nathan tidak berusaha menghentikan Aster, dia justru begitu menikmatinya.


"Ahhhh... Aaahhh... Ahhhh..."


Des*han Nathan semakin tak terkendali ketika Aster semakin dalam memasukkan sosis berurat itu ke dalam mulutnya. Dan setelah lebih dari lima menit berada di dalam mulut Aster. Nathan mulai merasakan geli bagian ujungnya.


Aster mencabut sosis berurat itu dan membawa bibir Nathan dalam ciuman penuh gairah, seketika Nathan menumpahkan cairannya di luar.


Aster menjauhkan tubuhnya dari atas tubuh Nathan sambil menyeringai penuh kemenangan. "Ini yang aku mau. Paman, kau memang yang paling mengerti diriku."


Nathan menarik tengkuk Aster dan sekali lagi mel*mat bibir ranumnya dengan keras. Namun ciuman kali ini lebih singkat dari ciuman mereka yang sebelumnya.

__ADS_1


"Kau tidurlah, ini sudah malam. Paman mandi dulu." Nathan menangkup sisi wajah Aster dan pergi begitu saja. Dan malam ini Aster bisa tidur dengan sangat nyenyak.


-


Hantu dugem????


Rasanya sangat aneh mendengar ada hantu yang suka dugem dan datang ke club malam. Namun tidak aneh jika hantu itu adalah Suketi dan kedua suaminya. Mr.Poci dan Mr.Gondoruwes.


Suketi membawa kedua suaminya berbulan madu di Korea. Setelah sebelumnya mereka berbulan madu kedua benua yang berbeda. Beruntung kedua suaminya bisa akur dan tidak saling pukul.


Suketi, Mr.G dan Mr.P kini tengah berdansa bersama puluhan manusia. Beruntung tak ada yang menyadari keberadaan mereka, karena jika semua orang bisa melihat. Pasti semua akan bubar dan lari ketakutan.


"Goyang lagi. Yuuuyyyyy.. Tubuhku bisa goyang-goyang." Seru Mr.P sembari menggerakkan tubuhnya ke kanan, ke kiri, depan dan belakang. Hebatnya tubuhnya tidak roboh.


Tak ingin kalah dari marunya. Mr.G juga menunjukkan kebolehannya dengan melakukan break dance. Dengan posisi kepala di bawah dan kaki ke atas. Sedangkan Suketi sendiri kelayapan entah kemana. Banyaknya pria-pria tampan tak disia-siakan olehnya.


"Kkkyyyaaaa!!! Setan!!!"


Gavin dan Rio yang baru saja tiba di bar terkejut bukan main ketika melihat dua sosok menyeramkan dan berbeda dunia dari mereka tengah bergoyang heboh di dance floor bersama puluhan manusia lainnya.


"Tampan!!"


"Kkyyyaa!! Dedemit!!"


Gubrakk!!


Kedua pemuda itu berakhir di lantai setelah kursi yang mereka duduki terbalik. Mereka terkejut bukan main karena ulah Suketi yang tiba-tiba muncul di depan mereka.


"Yakk!! Setan gila, bisa tidak kalau muncul tidak usah membuat jantungan?! Bagaimana kalau kami sampai mati berdiri karena ulahmu?!"


Alih-alih meminta maaf pada mereka berdua. Suketi malah tertawa terkikik-kikik membuat Gavin dan Rio merinding sendiri. "Hihihi!! Maaf, sudah kebiasaan. Kemarilah, aku akan mengenalkan kalian pada kedua suamiku."


Keduanya saling pandang dengan kompak mereka menjawab. "KAMI TIDAK SUDI!!"

__ADS_1


-


Bersambung


__ADS_2