"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Laurent Ketakutan


__ADS_3

Matahari bersinar cerah dengan langit biru dan awan putih yang menghiasinya. Menciptakan kombinasi yang sangat indah untuk dipandang mata.


Burung-burung berkicau riang dari atas dahan pohon yang rindang. Bak nyanyian pelengkap dari hari yang indah ini.


Sebuah mobil sedan berwarna hitam terlihat berhenti di depan sebuah mansion mewah. Dua pemuda dan seorang gadis kecil terlihat keluar dari mobil tersebut.


Mengabaikan kedua Paman tampannya. Gadis kecil itu 'Laurent' berlari memasuki mansion mewah tersebut. Ia berlari menghampiri sang ibu yang sedang sibuk di dapur memasak ramen pedas untuk dirinya sendiri.


"Mami!! Aku pulang." Suara pekikan senang itu terdengar, membuat si wanita yang dipanggil itu menoleh seketika. Senyum lebar di bibirnya menyambut kedatangan sang putri tercintanya.


"Princess, kau sudah pulang?" Ucap Aster membungkuk, mensejajarkan posisinya dengan Laurent. "Bagaimana hari ini? Kau dan kedua Paman tampanmu bersenang-senang bukan?"


Laurent mengangguk. "Sangat, apalagi Paman Rio dan Paman Gavin membelikan banyak ice cream kesukaanku dan juga gelembung sabun. Pokoknya hari ini kami bersenang-senang." Tuturnya panjang lebar.


Aster mencubit gemas pipi gembul Laurent. Gadis kecil itu mendekati sang ibu dan kemudian menyentuh perut ratanya, yang dimana bersemayam calon adiknya.


"Adik, kau harus tumbuh dan sehat di dalam sana, oke. Kakak akan selalu menunggumu dengan sabar. Kakak sangat menyayangimu." Laurent mencium perut rata Aster lalu memeluk sang ibu. "Laurent sayang sama adik kecil di dalam sini." Ucapnya.


Aster tersenyum. Wanita itu mensejajarkan posisinya dan Aster lalu memeluk sang putri dengan sangat erat. "Terimakasih karena sudah menerima adik kecil ini, Sayang. Mami sangat bangga memiliki putri sebaik dan sepeduli dirimu." Ujarnya. Aster mencium kening Laurent lalu kembali memeluknya dengan erat.


"Oya, Mi. Dimana, Daddy?"


"Daddy ada di kamar, Laurent bisa pergi menemuinya." Ucap Aster yang kemudian di balas anggukan oleh gadis kecilnya.


"Oke, Mi," gadis kecil itu meninggalkan sang ibu dan pergi menghampiri ayahnya yang sedang istirahat di kamar.


.


.


.

__ADS_1


Cklekk...


Laurent membuka pintu kamar ayahnya dengan sangat pelan karena ingin mengejutkan Nathan yang saat ini sedang berdiri di ambang jendela sambil berbicara dengan seseorang melalui panggilan telfon.


Laurent terkikik tanpa suara. Dia berani bertaruh jika sang ayah nanti pasti akan terkejut saat mendapati dirinya tengah berbaring di atas tempat tidur.


Gadis kecil itu terus memperhatikan Nathan yang sedang berbincang serius dengan seseorang. Laurent tidak tau siapa yang tengah di hubungi oleh sang ayah, tapi terlihat sangat serius.


"BANGSAT!! AKU PASTI AKAN MEMBUNUHMU, BAJINGAN!!"


Laurent terkesiap setelah mendengar nada tinggi ayahnya. Kalimat yang keluar dari bibir Nathan membuat gadis kecil itu menegang. Tubuhnya seketika gemetar karena ketakutan, bagaimana tidak takut dan terkejut, pasalnya ini pertama kalinya Laurent melihat dan mendengar ayahnya bicara dengan nada setinggi itu.


Nathan memutuskan sambungan telfonnya. Saat dia berbalik, Nathan terkesiap melihat Laurent yang sedang menangis ketakutan di atas tempat tidurnya. "Sayang," Segera dia menghampiri sang putri lalu membawa putri kecilnya itu ke dalam pelukannya.


"Hiks, kenapa Daddy berteriak, Laurent sangat takut." Ucap gadis kecil itu terisak.


Nathan mengeratkan pelukannya pada tubuh Laurent sambil berkali-kali meminta maaf padanya. Sungguh, betapa Nathan menyesali apa yang baru saja terjadi. Dia tidak bermaksud untuk membuat putrinya ini ketakutan, tapi Nathan memang tidak tau jika Laurent ada di kamar.


Aster yang baru saja tiba di kamarnya terkejut melihat putri kecilnya yang sedang menangis sesegukan di pelukan sang ayah. "Oppa, ada apa, kenapa Laurent menangis?" Tanya Aster kemudian duduk di samping Nathan.


"Aku tidak sengaja membuatnya terkejut dan ketakutan,"


Aster mendesah berat. Dia tidak tau bagaimana awal mulanya, tapi dia yakin jika yang Nathan lakukan bukanlah karena faktor kesengajaan. Wanita itu memilih meninggalkan mereka berdua agar ikatan diantara Nathan dan Laurent semakin erat.


Saat Laurent sudah mulai tenang. Nathan melepaskan pelukannya dan menatap putri kecilnya itu dengan senyum mengembang. Jari-jari besar Nathan menghapus jejak air mata di wajah putri kecilnya.


"Daddy, harus bagaimana biar Laurent tidak takut dan menangis lagi?" Tanya Nathan pada gadis kecilnya itu.


Laurent menggeleng. Lalu gadis kecil itu menatap perban yang menutup tulang pipi sang ayah. "Daddy, ini kenapa? Kenapa pipi Daddy sampai diperban?" Tanya Laurent penasaran.


"Sedikit luka, nak. Tapi wajah Daddy tidak apa-apa, 3-4 hari juga pasti membaik." Jawabnya.

__ADS_1


Laurent memeluk Nathan dengan erat. Meletakkan dagunya pada bahu kanan sang ayah. Kedua tangannya mengalung pada leher Nathan. "Laurent, gerah dan ingin mandi. Daddy, mandikan Laurent." Pinta gadis kecil itu.


Nathan melonggarkan pelukan putrinya lalu mengangguk sambil mengurai senyum lebar."Baiklah, ayo kita mandi." Nathan mengendong Laurent ke kamar mandi. Tak lupa dia melepas kemejanya dan menyisahkan singlat putih yang melekat pas di tubuhnya.


.


.


.


Aster memperhatikan Nathan yang sedang memandikan putri kecil mereka dari kejauhan. Sudut bibirnya tertarik ke atas melihat bagaimana interaksi antara mereka berdua yang semakin lama semakin terjalin erat.


Laurent terlihat lebih ceria dan lebih bahagia setelah bertemu dengan sang ayah. Dan tak jarang dia bersikap manja pada Nathan, menyaksikan hal itu tentu saja membuat Aster merasa terharu, tak jarang dia sampai menitihkan air mata karena terlalu bahagia. Keluarga kecilnya akhirnya bisa bersatu.


Menyeka air matanya. Aster menghampiri suami serta putri kecilnya sambil membawa sebuah handuk ditangannya.


"Sudah cukup mandinya, Sayang. Kau sudah terlalu lama berendam." Ucap Aster dan langsung menyita perhatian Nathan dan Laurent.


Laurent tersenyum misterius dan.. "Aah, Laurent apa yang kau lakukan, Princess? Lihatlah,Mami basah semua." Seru Aster karena air yang gadis kecil itu cipratkan padanya.


"Hahaha..." Alih-alih menghentikan aksi jahilnya, Laurent malah melanjutkan mencipratkan air pada Aster, parahnya lagi Nathan malah ikut-ikutan juga, sehingga Aster basah kuyup karena ulah suami dan putrinya.


"Omo!! Kalian mengeroyok Mami?! Mami, juga bisa." Aster balas mencipratkan air pada Nathan dan Laurent, dan sekarang mereka saling membalas.


Suara gelak tawa menggema di dalam kamar mandi tersebut. Bahkan Nathan yang biasanya paling sulit untuk tersenyum bisa tertawa selepas itu. Tak jarang mereka menggelitik putri kecil mereka yang sedang tertawa terbahak-bahak.


Kebahagiaan terlihat di wajah Laurent. Bagaimana tidak, setelah sekian tahun hanya hidup bersama ibunya saja, kini dia bisa hidup dan bersatu bersama kedua orang tuanya.


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2