"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Suketi Sial Lagi


__ADS_3

Mencari masalah dengan Nathan sama saja dengan bunuh diri. Nathan bukanlah tipe pria yang mudah memaafkan apalagi mengampuni mereka yang berani membuat masalah dengannya.


Tittle iblis sepertinya memang tepat untuk menjuluki pria bermarga Xiao tersebut. Mengingat betapa sadis dan kejamnya dia selama ini.


"Untuk apa kau datang kemari?"


Tatapan tak bersahabat Nathan berikan pada seorang pemuda yang saat ini tengah duduk berhadapan dengannya. Tatapannya dingin dan tajam, sorot matanya berbahaya dan penuh intimidasi.


"Aku~"


"Tidak usah bertele-tele!!" Nathan menyela cepat.


"Tuan Xiao, saya ingin meminta maaf pada Anda. Saya mengakui jika saya telah bersalah pada Anda, tidak seharusnya saya membuat masalah dengan Anda. Untuk itu sama ingin meminta maaf pada Anda."


"Aku tau bukan itu tujuan utamamu menemuiku!!" Nathan menatap Jordan dengan tatapan menusuk.


"Tolong kembalilah berinvestasi di perusahaan papa. Tanpa bantuan Anda, perusahaan itu bisa mengalami kebangkrutan."


"Dengan satu syarat. Jika kau mau mengikuti syarat dariku, maka aku akan mempertimbangkannya lagi," Nathan menyeringai.


Jordan mengangkat wajahnya. "Syarat? Apapun syaratnya akan saya lakukan asalkan Anda mau menanam investasi lagi di perusahaan kami."


Nathan memicingkan matanya dan menatap Jordan dengan seringai yang sama."Benarkah? Kau akan melakukan apapun juga?"


Jordan mengangguk. "Apapun, Tuan. Apapun yang Anda perintahkan pasti akan saya lakukan." Tuturnya meyakinkan.


Seringai Nathan semakin lebar. Pria itu mencondongkan tubuhnya dalam posisi duduknya. Salah satu tangannya mencengkram rahang Jordan dengan kuat hingga membuat pemuda itu meringis kesakitan.


"Berlutut dan cium kakiku. Selain itu aku ingin menjadikanmu b*dak di rumah ini secara Sule rela selama satu bulan, bagaimana apa kau menyetujui persyaratannya?"


Gyuttt...


Jordan mengepalkan tangannya. Jika dia menolak, maka sama artinya dengan bunuh diri. Karena ayahnya bisa membunuh dan menggantungnya hidup-hidup. Tapi dia menerimanya, maka sama saja dengan menjatuhkan harga dirinya yang selama ini ia junjung tinggi.


"Aku akan memberimu sedikit waktu untuk berpikir. 20 detik, hanya itu waktu yang kau miliki. Dan aku harap kau bisa mengambil keputusan yang tepat dan bijak!!" Lagi-lagi Nathan menyeringai.


Dengan gemetar. Jordan kemudian bangkit dari duduknya lalu menjatuhkan tubuhnya di lantai, perlahan tapi pasti Jordan membungkukkan tubuhnya untuk mencium kaki Nathan. Sementara kedua tangannya terkepal kuat.


Di lantai dua...

__ADS_1


Terlihat tiga orang tengah duduk nyaman pada sebuah kursi panjang sambil menikmati popcorn dan minuman bersoda. Siapa lagi mereka jika bukan Aster, Gavin dan Rio. Ketiganya begitu menikmati pertunjukkan yang Nathan berikan.


Tidak ingin melewatkan momen selangkah itu. Aster segera merekamnya, dan video itu bisa dia gunakan sebagai senjata jika suatu saat Jordan mempersulit dirinya. Dan Aster akan menggunakan video itu untuk mengancamnya.


"Perfect."


"Nunna, bagaimana hasilnya?" Gavin dan Rio yang penasaran segera melihat rekaman video yang baru saja Aster ambil.


Tanpa mereka bertiga sadari. Tiba-tiba saja muncul sosok Miss_K alias Suketi yang kini hadir di tengah-tengah mereka bertiga. Suketi muncul dengan suaranya yang khas.


"Hihihi...Hihihi... Hihihi..!"


"Kkkyyyaa!!! Maknya setan muncul!!"


Rio dan Gavin langsung histeris dan melemparkan minuman soda di tangannya. Dan parahnya lagi soda itu malah menimpuk wajah Suketi hingga membuat hantu narsis itu basah dan gelagapan.


Sedangkan Gavin mendorong tubuh Suketi dengan sekuat tenaga hingga tubuh hantu narsis itu terjun bebas ke bawah setelah melewati pagar pembatas.


Bruggg...!!!


Kedua mata Jordan membelalak sempurna ketika sesosok mahluk dunia lain tiba-tiba saja menimpa dirinya dengan posisi Suketi di atas pangkuan Jordan.


"Hihihi!!"


"Huaaa!!" Jordan melemparkan tubuh Suketi dan membuat hantu narsis itu berakhir di lantai. Dia lagi-lagi mengalami kesialan yang berulang.


Kemudian Jordan lari tunggang langgang sambil memegangi bagian depan celananya yang basah. Jordan takut sampai terkencing-kencing.


Nyali Suketi langsung ciut ketika melihat tatapan tajam Nathan yang dimatanya begitu mengerikan. Nathan yang manusia, justru lebih mengerikan dari Suketi yang notbainnya adalah seorang hantu.


Lalu pandangan Nathan bergulir pada tiga orang yang berada di lantai dua. Aster, Gavin dan Rio segera lari dan masuk ke dalam kamar masing-masing. Mereka tidak ingin mendapatkan masalah dari Nathan.


Tanpa sepatah kata pun. Nathan bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja. Menyisahkan Suketi seorang diri. Dan jika biasanya manusia takut pada hantu, lha ini malah hantu takut pada manusia. Sungguh konyol tapi nyata.


.


.


.

__ADS_1


CKLEKK...


Aster langsung kelabakan setelah mendengar suara decitan pintu di buka. Sosok Nathan terlihat memasuki kamar dengan sorot mata tajam dan berbahaya. Aster tidak tau bagaimana nasibnya setelah ini, mungkin saja Nathan akan mengomelinya habis-habisan.


"Kenapa kau terlihat ketakutan saat melihatku, seperti melihat hantu?"


"Karena Paman lebih menyeramkan dan mengerikan dari hantu!!" Aster menjawab cepat.


Nathan mengambil novel yang sedang Aster baca lalu meletakkannya di atas meja. Nathan mengangkat tubuh Aster lalu memangkunya. Kedua tangan Aster bergelayut manja pada leher Nathan.


"Jawaban macam apa itu?"


"Aku hanya berkata yang sebenarnya. Aku jujur jika Paman memang lebih menyeramkan dari pada hantu!!" Jawabnya.


Nathan mendengus geli. Diraihnya tengkuk Aster, sebuah ciuman kemudian mendarat mulus pada bibir ranum tipisnya. "Kenapa kau suka sekali asal bicara, Nona Xiao?"


"Aku tidak asal bicara, karena memang begitulah faktanya."


"Hn, terserah kau saja."


Nathan meraih tengkuk Aster dan kembali mencium bibirnya. Namun ciuman kali ini lebih lama dan lebih dalam dari ciuman mereka sebelumnya. Sebelah tangan Nathan memeluk pinggang rampingnya, hingga terbunuh jarak diantara mereka.


******* yang keluar dari bibir Aster Nathan manfaatkan untuk mendapatkan akses lebih. Kini lidahnya telah berhasil masuk ke dalam mulut Aster.


Lidah panjang Nathan mulai menyapu dinding-dinding rongga mulutnya. Mengabsen satu persatu deretan gigi putihnya yang rapi. Sesekali lidah mereka saling membelit, dan mereka juga tak segan untuk bertukar Saliva.


Namun ciuman panas mereka harus berakhir ketika Nathan merasakan pukulan pelan pada dadanya. Wajah Aster memerah karena nyaris kehabisan napas. "Kau semakin mahir dan berani saja, Sayang."


"Itu karena aku banyak belajar dari, Paman. Bukankah Paman adalah ahlinya dalam hal ciuman." Aster mengerlingkan matanya.


"Dasar gadis nakal." Nathan menarik gemas ujung hidung Aster, sebelum akhirnya kembali membawa bibir gadis itu ke dalam ciuman. Tapi sayangnya ciuman kali ini lebih singkat dari ciuman mereka yang sebelumnya.


"Aku lapar. Bagaimana kalau kita makan di luar?" Usul Nathan memberi tawaran.


"Kedengarannya tidak terlalu buruk. Kalau begitu aku ganti pakaian dulu." Nathan mengangguk.


Rencananya Nathan akan mengajak Aster untuk makan malam di luar. Karena memang sudah lama mereka berdua tidak makan malam di luar, melakukan dinner bersama Aster di waktu senggang sepertinya tidak terlalu buruk!!


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2