"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Suketi Punya Dua Suami


__ADS_3

"Yakk!!! Kalian semua berhenti mengerubungi ayah angkatku, berhentilah bersikap murahan dan menjijikkan!! Kalian semua menyebalkan, kampungan, seperti tidak pernah pernah melihat orang tampan saja!!"


Sontak saja semua orang yang ada di kantin itu menoleh pada sumber suara. Dengan kompak mereka memekik kencang...


"Aster Xiao!!"


"Minggir!!"


Aster dengan angkuhnya melewati mereka semua dan berjalan menghampiri Nathan yang terlihat menghela napas. Aster duduk di samping Nathan dan langsung memeluk lengan pria tersebut.


"Kenapa kalian masih di sini? Bubar!!!" Aster mengusir mereka sambil melotot.


Mereka pun menyoraki Aster sambil berjalan keluar meninggalkan kantin. Namun Aster tak mau peduli apalagi ambil pusing. Toh bukan urusannya juga.


Aster memutar lehernya dan menatap Nathan dengan senyum tanpa dosa. "Kau sangat mengerikan, Nona Xiao. Lihatlah, mereka semua kabur karena ulahmu,"


Aster mendecih tidak senang. "Memangnya Paman pikir aku peduli. Itu bukan urusanku, lagipula mereka tidak seharusnya berada di sekitar pria yang telah beristri!!"


Pria yang duduk berhadapan dengan Nathan sontak mengangkat kepalanya. "Tuan, Anda sudah menikah?"


"Benar, Pak Dosen. Tapi sayangnya istrinya masih di rahasiakan. Paman Nathan tidak ingin jika kehidupan pribadi istrinya sampai di soroti banyak orang." Tuturnya.


"Ahh, rupanya begitu. Saya mengerti."


Aster tersenyum tiga jari ketika Nathan menatapnya dengan tatapan penuh tanya. Nathan tidak tau apa alasan Aster menyembunyikan status pernikahan mereka dari semua orang. Tapi apapun itu, Nathan yakin jika itu demi kebaikan mereka berdua.


"Sepertinya saya harus kembali sekarang, Tuan saya permisi dulu." Pria itu membungkuk pada Nathan dan pergi begitu saja.


Selepas kepergian mantan karyawannya yang sekarang telah banting stir menjadi seorang dosen, hanya menyisakan Aster dan Nathan di sana juga beberapa mahasiswa yang sedang menyantap makan siangnya.


"Paman, tumben kau datang kemari? Dan kenapa tidak bilang dulu padaku?"


"Hn, hanya lewat saja. Kau sudah makan siang? Paman akan memesankannya untukmu."


Aster menggeleng. "Aku tidak mau makan di sini, bagaimana kalau kita makan di luar saja? Aku ingin privasi."


"Hn, baiklah."


.


.


.


Usai makan siang. Mereka memutuskan untuk jalan-jalan. Aster menolak kembali ke kampusnya. Dia ingin menghabiskan lebih banyak waktunya bersama Nathan. Dan Nathan tidak menolaknya.


Dan di sini mereka sekarang. Aster merentangkan kedua tangannya, menikmati semilir angin musim semi menerpa wajah cantiknya.

__ADS_1


Hamparan bunga Canola berwarna kuning ikut menghiasi indahnya musim semi di Pulau Jeju ini. Di pulau Jeju, musim semi datang lebih awal dibanding dengan wilayah Korea lainnya.


Itulah alasan kenapa Aster memutuskan untuk mendatangi pulau yang terkenal dengan sejuta keindahannya.


Aster berjalan menyusuri hamparan bunga Canola sambil mengurai senyum lebar. Senyum tak pudar sedikit pun dari wajah cantiknya.


Musim semi adalah musim yang paling Aster nanti. Karena di saat musim semi tiba, dia bisa melihat banyak bunga-bunga bermekaran di sepanjang waktu. "Paman, kemari lah dan kita foto bersama. Aku ingin mengambil foto bersama Paman."


Nathan menggeleng. "Tidak, kau saja." Aster mendecih dan menatap sebal suami tampannya itu. Aster menghampiri Nathan lalu menariknya untuk berfoto bersama. Dia tidak peduli meskipun Nathan menolaknya, dan Aster akan tetap memaksanya.


"Huwa~Paman, lihat hasilnya. Bagus bukan?" Aster menunjukkan hasil jepretannya pada Nathan.


Nathan mendebgus lalu mengacak gemas rambut Aster. "Dasar pemaksa, untungnya Paman sangat menyayangimu." Ucapnya lalu mengecup singkat bibir Aster.


Seolah tak terima ciuman itu berakhir begitu cepat. Aster mengalungkan kedua tangannya pada leher Nathan dan balas menciumnya. Aster mel*mat bibir Nathan atas dan bawah bergantian. Tak suka di dominasi, Nathan segera mengambil alih ciuman tersebut.


Nathan selalu bisa merasakan lembut dan manisnya bibir Aster yang sudah sejak lama menjadi candu untuknya. Terlebih ketika Aster mel*mat kecil bibir atasnya dan membuat Nathan bisa merasakan rasa lembut dan manis yang terasa candu.


Nathan sebagai yang lebih tua, biasa membimbing Aster untuk menciumnya lebih dulu bahkan setelah beberapa kali mereka melakukannya, ia masih memegang tengkuk Aster dengan jemarinya dan memperdalam ciuman mereka.


Seperti sihir, bibir Aster selalu kehilangan kelembutan yang tadi ia rasakan. Ibu jari Nathan memyentuh bibirnya, "Basah..." katanya dan Aster merasakan pipinya menghangat.


Ia menatap lekat wajah Nathan yang hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya. Saking dekatnya, hingga membuat Aster dapat merasakan hangatnya hembusan napas Nathan yang menerpa wajah cantiknya.


Nathan tersenyum. "Bibirmu terasa manis, dan aku selalu menyukainya." Bisik~nya dan kembali ciuman mesra bibir Aster. Berciuman dengan Nathan, membuat Aster bisa merasakan kelembutan dan kehangatan di saat bersamaan. Dan Aster menyukainya.


"Baiklah."


-


Sudah satu bulan lebih dan Ella masih belum mendapatkan kabar apapun mengenai Maya. Ella tidak tau kemana Maya pergi. Dia sudah mencari dia kemana-mana dan Ella masih belum juga mendapatkan hasilnya.


Ella menggunakan semua uang sisa tabungannya untuk mencari keberadaan Maya, namun semua usahanya berakhir sia-sia. Maya tetap tidak bisa dia temukan.


Ponsel milik Ella tiba-tiba saja berdering. Ia segera mengambil ponselnya dan berharap yang menghubunginya adalah Maya, namun dugaannya salah. Ternyata yang menghubunginya adalah seorang penagih hutang. Alih-alih menerimanya, Ella malah menolak panggilan tersebut.


"Ella, keluar kau!! Kami tau kau ada di dalam. Keluar sekarang juga dan bayar semua hutangmu atau rumah ini kami bakar?!"


Ella terlonjak kaget. Beberapa penagih hutang datang kerumahnya untuk menagih hutang padanya.


Ella bingung harus bagaimana sekarang, jika dia tidak keluar, bisa-bisa rumahnya di bakar. Tapi jika dia keluar, bisa-bisa malah dirinya yang menjadi korban kebringasan mereka.


Wanita itu telah memantapkan hatinya dan akhirnya memilih untuk keluar. "Aaahhhh!!" Ella menjerit histeris ketika salah satu dari mereka menarik kasar rambutnya sambil menodongkan senjata padanya.


"Sekarang bayar semua hutang-hutangmu jika kau tidak ingin kami habisi di sini!!"


"Tapi bukankah masih belum jatuh tempo? Aku masih memiliki satu bulan lagi?"

__ADS_1


"Kau mencoba bermain-main dengan kami ya?! Bayar Sekarang atau kami akan menghabisi kalian?!" Bentaknya marah.


"Tapi aku belum punya uang kalau sekarang!!"


"Aaarrrkkhhh!!! Alasan~"


"Aaahhh."


Tubuh Ella tersungkur setelah mendapatkan dorongan keras dari pria yang memegangnya itu. "Kau sudah banyak membuang waktu kami, kau selalu menunda dan menunda, dan kali ini kami tidak ingin bersabar lagi!!"


"Lalu apa yang kalian inginkan?" Teriak Ella bertanya.


"Menghabisi-mu!!"


"A-apa?!"


Salah satu dari kedua pria itu melepaskan senjata dari balik pakaiannya dan tanpa banyak berkata-kata dia menembak kepala dan dada Ella hingga wanita itu tersungkur dilantai. Sadar dia telah tewas. Kedua orang itu pun pergi.


-


"Halo cantik...!!"


"KYAAAAA!!! SETAN!!"


Baru saja Aster menginjakkan kaki di kamarnya. Tiba-tiba si Miss K muncul dan nyaris membuatnya jantungan. Aster yang kaget refleks menumpuk kepala Suketi dengan botol air mineral di tangannya.


"Yakk! Kau sudah bosan hidup ya?!" Amuk Aster pada Suketi, kemudian dia teringat sesuatu dan terkekeh. "Oh iya, kau sudah mati ya. Bagaimana aku bisa lupa, kekeke." Wanita itu terkekeh.


Suketi memanyunkan bibirnya. "Dasar menyebalkan, apa cantik sengaja ingin membunuh Suketi dan membuat Suketi dua kali mengalami kematian?!"


"Salahmu sendiri, siapa suruh kau suka muncul tiba-tiba dan mengejutkan orang hidup?! Jujur saja aku merasa heran sekaligus aneh. Kau tidak bisa dipegang, tapi kenapa saat di timpuk kena?"


"Itu karena kalian melakukannya secara tidak sengaja. Kalian refleks melakukannya, makanya tidak meleset. Tapi kalau sengaja maka tidak bisa."


Aster mengangguk paham. "Aku mengerti. Lalu kemana saja kau selama hampir dua bulan ini? Kenapa kau menghilang dan tidak pernah menampakkan batang hidungmu sama sekali?" Tanya Aster penasaran.


Alih-alih menjawab. Suketi malah terkekeh. Hantu narsis itu kemudian memberikan alasannya tidak datang selama hampir dua bulan ini.


"Aku pergi ke Eropa dan America untuk berbulan madu. Dua bulan yang lalu Yayang Poci sama Mr.Gendrues menikahiku. Yayang Poci mengajak ke America, sedangkan Mr.Gendruwo mengajakku ke Eropa." Tuturnya.


Aster tercengang mendengar cerita Suketi."Jadi hantu juga pergi berbulan madu?" Aster menggeleng tak percaya. "Astaga, sangat sulit di percaya. Aku saja yang manusia kalah. Kau menikahi dua hantu sekaligus dan pergi ke dua benua untuk berbulan madu?" Dan Aster hanya bisa menggelengkan kepala.


"Hihihi....!! Mungkin karena Suketi cantik. Cantik, Suketi harus pergi sekarang. Pasti Yayang Poci sudah menunggu untuk malam Jum'at. Hihihi!!"


Aster geli sendiri. Ada saja yang tidak pantas. Bagaimana bisa ada hantu modelan seperti Suketi. Dan jika semua hantu seperti Suketi, pasti orang-orang di dunia ini tidak akan takut dan justru bersahabat dengan mereka.


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2