"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Rahasia Yang Terungkap


__ADS_3

Nathan berbaring terlentang di atas tempat tidurnya dan melipat kedua tangannya sebagai bantalan kepala.


'Sudah lima belas tahun ya.. ' batin Nathan sambil menatap langit-langit kamarnya.


Setelah kematian kedua orang tuanya, kehidupannya yang awalnya penuh warna seketika berubah drastis menjadi penuh ketegangan, pertumpahan darah, baku hantam dan baku tembak.


Nathan masih ingat betul, saat seorang ketua sebuah organisasi Mafia menjemputnya di depan gerbang pemakaman. Dan di sana juga kehidupannya berubah drastis. Nathan yang saat itu baru saja kehilangan kedua orang tuanya diangkat anak olehnya.


Pelatian fisik dan beladiri liar ketua Mafia itu ajarkan kepada dirinya.


Tidak peduli hujan dan panas dia selalu melakukan latihan fisik yang berat. Setelah dia masuk ke dalam organisasi mafia besar itu, Nathan dituntut untuk selalu berlatih.


Tidak ada kata 'libur', setiap hari meski umurnya masih terbilang muda saat itu, karena pada saat itu Nathan masih berusia 15 tahun.


Porsi latihan selalu di tambah setiap harinya oleh ketua Mafia yang menjadi orang tua angkatnya, tapi saat itu dia hanya diam dan melakukan apa yang pria itu katakan.


Dan ketika umurnya 16 tahun, Nathan mulai di perkenalkan oleh ketua mafia itu kepada 10 pilar kuat anak buah Red Dragon, sebagai ketua kelompok Black Phoenix.


Awalnya Nathan merasa tidak nyaman. Karena 10 pilar kuat yang berada di bawah perintah langsung Kelompok Mafia Red Dragon terlihat tidak suka kepada dirinya sebagai ketua mereka.


Menurut mereka dirinya masih terlalu muda untuk untuk memimpin salah satu dari dua kelompok besar tangan kanan yang berada di bawah perintah langsung organisasi Hitam tersebut.


Tapi tidak lama mereka akhirnya mengakui kalau Nathan memang pantas menjadi ketua mereka, Nathan berhasil menumbangkan mereka kurang dari 15 menit. Dan itu sebuah prestasi bagi pemuda tanggung seperti dirinya.


Setiap hari Nathan nikmati sebagai bagian dari organisasi Hitam tersebut. Meskipun dalam setiap pertemuan dengan beberapa kelompok gengstar lain, nyawanya selalu terancam. Tapi Nathan tidak peduli.


Dia menikmati apa yang ia jalani pada saat itu. Kedua tangannya selalu berlumur darah lawan-lawannya, tak ada penyesalan, yang ada hanyalah sebuah kepuasan.


Nathan terbilang pandai menyembunyikan identitasnya dari kelompok lain. Tak ada yang pernah melihat seperti apa rupanya, karena Nathan selalu memakai masker dan topi untuk menyamarkan wajahnya.


Tujuan Nathan hanya satu. Dia ingin memiliki hidup normal di luar dari semua sisi gelap dalam hidupnya. Dan Nathan memutuskan untuk berhenti ketika dia berusia 20 tahun. Alasannya hanya satu, yakni Aster.


Nathan tidak ingin menempatkan putri angkatnya itu dalam bahaya jika dia masih dalam dunia lamanya. Dari ketua Mafia yang paling disegani dan ditakuti, Nathan banting setir menjadi seorang CEO.


Nathan melanjutkan bisnis milik mendiang ayah angkatnya 'Xiao Murten'. Dia diterima dengan sangat baik oleh tetua keluarga Xiao yang tersisa, yakni Nenek Xiao.


"Nathan, boleh Nenek masuk?" Seru Nenek Xiao yang saat ini berdiri diambang pintu.


"Masuklah," pinta Nathan mempersilahkan.

__ADS_1


Nenek Xiao menatap Nathan dengan pandangan bertanya. "Apa yang sebenarnya kau pikirkan!" Tanya Nenek Xiao tanpa basa-basi.


Nathan menoleh, iris matanya bersirobok dengan mata hitam milik Neneknya. "Nenek, jawab dengan jujur. Sebenarnya apa yang membuat Papa meninggal hari itu?"


Deg...


Meskipun hanya sekilas. Keterkejutan terlihat jelas pada mimik muka Nenek Xiao setelah mendengar pertanyaan Nathan. "Bukankah sudah Nenek bilang dari awal, jika Papamu meninggal karena kecelakaan."


"Aku tau Nenek sedang berbohong!!" Nathan menyela cepat. "Aku bukan lagi remaja labil yang tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Aku tau, jika Nenek tengah menyembunyikan sebuah rahasia besar dariku!!"


"Sebelum Nenek menjawab pertanyaan-mu, jawab dulu pertanyaan Nenek. Apa yang akan kau lakukan setelah kau mengetahui fakta yang sebenarnya? Apa kau akan membalas kematian ayahmu dan melampiaskan dendam-mu pada semua keluarganya?"


"Apa maksud Nenek bertanya seperti itu?"


"Jawab dulu pertanyaan, Nenek." Pinta Nenek Xiao.


"Ya, aku akan menghabisi semua orang yang di dalam tubuhnya mengalir darah bajingan itu!!" Mata kiri Nathan berkilat tajam.


"Termasuk Aster?!"


Sontak Nathan mengangkat wajahnya dan menatap Nenek Xiao dengan pandangan bertanya. Dia membutuhkan penjelasan. "Apa maksud Nenek? Kenapa Nenek mengaitkan masalah ini dengan Aster?" Tanya Nathan meminta penjelasan.


"Orang yang telah menelantarkan dia dan tidak pernah menganggapnya sebagai cucu, karena di dalam tubuhnya juga mengalir darah orang yang paling dia benci di dalam hidupnya."


"Orang yang telah membuat dia kehilangan istrinya. Ayah Aster adalah putra dari orang yang telah membunuh istrinya. Bagaimana? Apa kau akan tetap melakukannya?" Tanya Nenek Xiao sambil mengunci manik kiri milik Nathan.


"Lalu kenapa Nenek baru memberitahuku sekarang? Kenapa tidak dari awal Nenek memberitahuku mengenai masalah ini, KENAPA?!" bentak Nathan diakhir kalimatnya.


"Karena Nenek tidak ingin kau semakin terjerumus ke dalam dunia hitam yang ayahmu ciptakan."


"Jujur saja, Nathan. Sejak awal Nenek tidak setuju saat ayahmu kembali sambil membawa seorang anak laki-laki yang kemudian dia didik sebagai mesin pembunuh."


"Seorang bocah polos yang diselimuti duka datang pertama kali ke rumah ini dan menggetarkan hati Nenek."


"Dia memanggilku dengan sebutan Nenek dan kemudian Nenek memeluknya dengan sangat erat. Dan keratangan anak laki-laki itu mewujudkan impian Nenek untuk memiliki seorang cucu."


Nathan memilih diam dan tidak memberikan respon apapun. Diam bukan berarti tidak mendengar apa yang Nenek Xiao katakan. Dia sedang merenungkan dan mencerna apa yang tengah wanita tua itu sampaikan padanya.


"Namun hanya dalam waktu satu tahun saja, nenek tidak bisa mengenalinya lagi. Karena bocah itu telah berubah menjadi Iblis yang sangat mengerikan. Dan Nenek sangat kehilangan sosok-mu yang hangat dan penyayang."

__ADS_1


"Kemudian Aster datang dalam hidupmu, dan merubah-mu menjadi dirimu yang dulu. Nathan yang hangat dan penuh kasih sayang. Aster adalah sebuah keajaiban dalam keluarga Xiao, dia adalah sebuah pelita yang Tuhan kirimkan pada kita."


Nenek Xiao bangkit dari duduknya. "Nenek harap kau tidak sampai melakukan tindakan yang malah akan membuatmu menyesal dikemudian hari." Nenek Xiao menepuk bahu Nathan dan pergi begitu saja.


-


"Ya, aku akan menghabisi semua orang yang di dalam tubuhnya mengalir darah bajingan itu!!"


Aster menutup matanya rapat-rapat. Kata-kata Nathan terus terngiang di dalam telinganya. Ia baru saja mengetahui sebuah fakta yang sangat mengejutkan sekaligus mengerikan.


Aster telah mendengar semua yang Nathan dan Nenek Xiao bicarakan. Apakah setelah ini Nathan akan membencinya? Dan apakah Nathan akan melakukan seperti apa yang dia katakan pada nenek Xiao?


Gadis itu sudah tidak lagi bisa menahan air matanya. Aster menangis sejadi-jadinya. Gadis itu menangis tersedu-sedu, dia benar-benar takut Nathan akan membencinya kemudian meninggalkannya.


"Mau permen?" Tanya sebuah suara dari samping kanannya.


Sontak saja Aster menoleh dan... "AAAHHHH!! SETAN!!" Menjerit histeris.


"Aku bukan setan, tapi aku pacarnya setan."


"Ka-Kau, bukankah kau yang waktu itu nangkring di pohon? Suketi, itukan namamu?"


"Kau masih mengingatku? Aku datang lagi ke Korea karena ingin meminta tanda tangan dan bertemu dengan WayV."


"Aku ingin foto bersama mereka lalu aku pamerkan di sosial mediaku. Aku ingin bertemu dengan Xiaojun, Lucas, Kun, Winwin, Ten, YangYang dan Henrdy."


Aster meringis ngilu. "Bisa-bisa mereka pingsan duluan jika melihat wujud-mu yang err.. sedikit menyeramkan. Dan aku baru tau jika hantu memiliki sosmed juga."


"Karena aku hantu gaul, hihihi. Ayo kita berfoto. Aku ingin pamer pada teman-temanku kalau aku sudah sampai disini lagi, hihihi."


"Kau membuatku geli. Baru kali ini aku ketemu hantu modelan kayak gini. Astaga, pasti dunia perhantuan sedang gonjang-ganjing sekarang." Aster memijit kepalanya.


"Kemari dan katakan Cheese..." Miss K mengangkat tangannya dan jarinya membentuk huruf V.


"Cantik, kau mirip Jessica Jung, mantan anggota girlband SNSD. Oke, aku pergi dulu. Ada orang-orang jelek yang sudah mengantri ingin kencan denganku. Bye, bye, sampai bertemu lagi, hihihi..."


Aster menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Gadis itu meringis ngilu. Rasanya sangat aneh ada hantu modelan seperti itu. Dan setidaknya kedatangan Miss K membuat Aster melupakan kesedihannya.


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2