"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Ekstra Part (Bab 6)


__ADS_3


Halo pembaca setia Novel Author Lusica, sempat Hiatus, novelnya lanjut again. Jangan lupa mampir dan baca ya. Tinggalkan like komen nya juga 🤗🤗🤗.


Raja siang telah terlelap di gantikan dengan cahaya bulan yang tak kalah mempesona untuk menemani malam gelap.


Denting jam terus berbunyi pukul 10 malam rupa nya, sebagian orang mungkin sudah terlelap dalam mimpi Indah masing-masing.


Lain dengan pria ber Eyepatch yang masih setia membuka irish nya walau kantuk sedikit mulai menjalar.


'CEKLEK'


Akhir nya suara yang ia nantikan berasal dari pintu berwarna coklat itu terbuka menampilkan sosok wanita cantik dengan balutan gaun tidur selutut polos yang begitu menawan


"Kenapa kau lama sekali, hm?" Nathan menarik lengan Aster hingga wanita itu jatuh ke pangkuannya. Jari-jari besarnya membelai helaian panjang rambut Aster yang terurai, lembut. "Bukankah malam ini lumayan dingin?"


"Lalu," Aster menyeringai nakal.


"Bagaimana jika kita bercocok tanam?" Nathan mengangkat dagu Aster lalu mengecup singkat bibir tipisnya. "Aku sungguh-sungguh menginginkanmu, Sayang."


Aster mengalungkan kedua lengannya pada leher Nathan dan mengunci manik kirinya. "Aku juga, bagaimana kalau malam ini kita bercinta sampai pagi?" Usul Aster dengan seringai yang sama.


"Kau sendiri yang mengusulkannya, Sayang. Jadi jangan berharap jika aku akan berhenti meskipun kau memohon." Nathan memulai aksinya dengan mengecupi bibir Aster.


Mereka tidak lagi duduk. Nathan merubah posisi mereka dengan menempatkan Aster di bawah Kungkungan tubuh kekarnya.


Bibir mereka saling memagut dan mel*mat , jari-jari Nathan mulai menanggalkan satu persatu kain yang melekat pada tubuh Aster. Menyusahkan bra dan kain tipis yang menutup bagian Miss-Nya.


Des*han dan erangan liar yang berkali-kali lolos dari mulus Aster, terdengar bagaikan sebuah melody indah yang membuat gairah dalam diri Nathan semakin terbakar.


Selanjutnya bukan hanya bibir saja yang menyatu, tapi tubuh mereka. Nathan akan membuat Aster terus menyerukan namanya hingga pagi menjelang.


.


Aster langsung terlelap setelah pergulatan panjang mereka yang menghabiskan waktu berjam-jam. Aster akui jika suaminya itu memang sangat gila dan memiliki tenaga seperti kuda.


Sementara itu...

__ADS_1


Nathan masih tetap terjaga. Pria itu berdiri di balkon kamar menikmati semilir angin malam. Di bawah sana, tepatnya di taman belakang miliknya. Tiga mahluk berbeda alam dengannya tengah melakukan hal menggelikan.


Dengusan geli keluar dari sela-sela bibirnya. Tingkah mereka benar-benar membuat Nathan merasa geli.


Oeee... Oeee... Oeee...


Perhatian Nathan teralihkan sepenuhnya oleh suara tangis putra kecilnya. Pria itu kembali ke dalam dan mendapati Aster tengah menyusui putranya itu. Sepertinya Rey haus, pikir Nathan.


Nathan mendekati mereka berdua lalu duduk disamping Aster. Kantuk terlihat jelas pada raut wajah wanita disampingnya. "Akan ku buatkan susu formula untuk, Rey. Sebaiknya kau tidur lagi saja." Ucap Nathan yang kemudian dibalas anggukan oleh Aster.


Jika biasanya dia menolak, maka tidak untuk kali ini. Dia benar-benar sudah sangat mengantuk dan ingin tidur lagi.


Rey kembali tertidur pulas setelah meminum susu yang Nathan buatkan untuknya. Setelah menidurkan Rey, Nathan menghampiri Aster kemudian ikut berbaring disampingnya.


Sebelah tangannya memeluk tubuh wanitanya. Dan tidak butuh waktu lama untuk Nathan terlelap dalam tidurnya.


Suara musik India di putar dan memecah dalam hening nya malam, ketika tiga sosok dari alam lain itu sedang menyanyi dan menari layaknya film India.


Siapa lagi mereka jika bukan Suketi, Mr.Poci dan Mr.Wowo. Tak jarang Mr.Poci terjungkal karena kainnya yang terinjak Mr.Wowo ataupun Suketi.


Layaknya sebuah pertunjukkan, tentu saja mereka memiliki penonton yang menyaksikan. Mereka adalah Rio, Gavin, Zhoumi dan Leon. Mereka berempat begitu heboh melihat atraksi para hantu tersebut.


Musik yang diputar berubah. Teriakan keempat pria itu pun semakin heboh ketika Mr.Wowo dan Mr.Poci menyerukan kata 'Tarik Sis..Semongko'


"Suketi tidak Ting..Ting, memang sudah tidak Ting..Ting. Gaga-gara si Poci, dan juga si Wowo."


"Goyang Terus, Sampai Pagi..."


"A..Ayo Di..Di Go..Goyang La..Lagi..!!"


"Hantu edan." Ucap Zhoumi yang nyaris saja terkencing dicelana karena ulah mereka bertiga.


Meskipun awalnya di buat takut oleh wujud mereka. Tapi sekarang kehadiran ketiganya justru memberikan hiburan sendiri pada mereka semua.


"Uhhh.."


Aster meringis karena rasa ngilu pada paha dalamnya. Bagaimana bisa Nathan menghajarnya sampai lemas seperti ini. Sambil berjalan sedikit mengangkang, Aster berjalan ke arah kamar mandi.

__ADS_1


Sekujur tubuhnya terasa lengket semua karena keringat.


Setelah mandi dan berganti pakaian. Aster menghampiri Baby Rey yang masih terlelap, lalu pandangannya bergulir pada Nathan yang juga masih tertidur pulas.


Takut jika Rey bangun dan Nathan tidak menyadarinya. Aster mengangkat tubuh mungil putranya lalu membawanya pada Nathan dan membaringkan disamping sang ayah.


Tak lupa Aster juga membuka pengaman sisi-sisi tempat tidurnya. Supaya Rey tidak terjatuh ketika merangkak saat bangun.


Kemudian wanita itu melenggang pergi untuk membangunkan Laurent, putri sulungnya itu paling sulit dibangunkan, sedangkan dia harus mandi dan sarapan sebelum pergi ke sekolah.


"Princess, bangun. Bukankah hari ini kau harus pergi ke sekolah?" Aster membangunkan Laurent dengan cara mencubit hidung mancungnya dan menekan-nekan pipinya.


"Mami, hentikan, aku masih mengantuk."


"Tidak!! Kau harus bangun, Sayang. Hari ini Laurent harus sekolah bukan? Bangun sekarang atau kau akan terlambat." Laurent mendengus berat. Dengan mata masih berat, gadis kecil itu segera pergi ke kamar mandi.


Aster hanya mendengus dan menggelengkan kepala melihat tingkah putri sulungnya.


Setelah menyiapkan seragam yang akan Laurent pakai. Aster melanjutkan pekerjaannya, dia harus menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anaknya.


.


Semua orang berkumpul di meja makan untuk menyantap sarapannya. Begitu juga Rey yang saat ini sedang disuapi oleh Aster.


Melihat Aster yang belum menyentuh sarapannya sama sekali membuat Nathan mejadi tidak tega. Pria itu bangkit dari kursinya lalu menghampiri sang istri.


"Sebaiknya kau sarapan dulu. Rey biar aku yang menyuapi." Ucap Nathan yang kemudian dibalas anggukan oleh Aster.


Nathan mengambil alih tempat Aster begitu juga dengan mangkuk kecil ditangannya, Nathan menggantikan sang istri menyuapi si bungsu Rey.


Mereka sengaja tidak menyewa jasa baby sister. Nathan dan Aster ingin merawat putra-putrinya tanpa campur tangan orang lain. Dengan begitu ikatan diantara mereka menjadi semakin kuat.


Sudut bibir Aster tertarik ke atas. Membentuk lengkungan indah di wajah cantiknya. Interaksi antara Rey dan sang ayah terjalin begitu baik. Aster sungguh tidak menyangka dan menduga, jika pria dingin seperti Nathan begitu perhatian pada buah hati mereka.


Selanjutnya sarapan mereka lewatkan dengan tenang. Laurent yang biasanya sangat berisik pun tidak bersuara sama sekali. Gadis kecil itu sedang menyantap sarapannya dengan tenang.


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2