"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Jangan Memancingku


__ADS_3

Brakkk...


Aleta yang sedang bercinta dengan seorang hidung belang di sebuah hotel berbintang terkejut bukan main karena kemunculan Nathan dan seorang pria lainnya yang dia ketahui bernama Leon.


Pria hidung belang itu tampak marah melihat kedatangan mereka berdua. Dia mengeluarkan sebuah senjata api yang tersimpan dibawah bantalnya lalu mengarahkan pada Nathan dan Leon.


Dorr...


"Aaahhhh..." Aleta menjerit histeris melihat pria yang bersamanya itu meregang nyawa setelah kepalanya tertembus peluru yang Leon lepaskan. Leon bertindak lebih cepat dari pada pria tersebut.


"Nathan, apa-apaan kau ini?! Kenapa tiba-tiba kau datang dan membunuh teman one night ku?!" Bentak Aleta marah.


"Karena tindakannya membahayakan ku!!" Jawabnya dingin.


"Lalu untuk apa kau datang kemari? Bukankah kita sudah tidak ada urusan apapun lagi?!" Tanya Aleta lagi.


"Aku datang untuk menghabisimu, karena keberadaanmu bisa mengusik ketengan keluargaku!!" Jawab Nathan dingin.


Sontak mata Aleta membelalak. "Apa kau sudah gila?! Kau ingin menghabisiku hanya karena kau tidak mau jika aku sampai ketenangan keluargamu terusik? Kau memang iblis, Nathan Xiao. Kau benar-benar Iblis!!"


"Bagus jika kau sudah tau. Untuk itu...Ucapkan selamat tinggal pada dunia ini. Leon," seru Nathan yang kemudian dibalas anggukan oleh pria itu.


Nathan melenggang pergi, dan urusan Aleta dia serahkan pada Leon. Dia akan menyingkirkan semua yang berani menghalangi jalanya dan mengusik ketenangan keluarganya.


Dan karena kekejamannya itu, tidak salah jika Nathan mendapatkan julukan Iblis tak berhati.


-


Deru suara mobil yang memasuki halaman menyita perhatian sepasang ibu dan anak yang sedang asik bermain di taman belakang. Bocah cantik berusia lima tahun itu terlihat berlari meninggalkan sang ibu dan menghampiri sang ayah yang baru saja tiba di rumah.


"Laurent, jangan lari-lari. Kau nanti bisa terjatuh!!" Seru Aster memperingatkan. Namun sayangnya tidak diindahkan oleh gadis kecilnya itu.


"Daddy!!"


Tubuh Nathan terhuyung kebelakang karena terjangan putri kecilnya. Pria itu kemudian membawa Laurent dalam gendongannya. Lalu pandangan Nathan bergulir pada Aster yang sedang tersenyum lebar padanya.

__ADS_1


"Daddy, sekarang turunkan Laurent. Laurent mau bermain lagi. Pasti Daddy dan Mami butuh waktu untuk berbincang berdua." Ucap gadis kecil itu sambil menatap kedua orang tuanya bergantian.


Nathan menuruti permintaan putri kecilnya. Ia menurunkan Laurent dan membiarkan gadis kecil itu kembali bermain. "Lihatlah Putri kecilmu, Paman. Bukankah semakin hari dia semakin manja saja?" Ucap Aster yang kemudian di balas anggukan oleh suaminya.


Nathan menghampiri Aster lalu berlutut di depan wanita itu berdiri. Jari-jari besarnya mengusap perut membuncit sang istri sambil mengurai senyum lebar dibibir tipisnya.


"Hai, Nak. Bagaimana kabarmu hari ini? Jangan nakal dan selalu jaga Mami-mu ya." Ucap Nathan sambil terus mengusap Perut rata Aster, lalu menciumnya.


"Iya, Daddy." Jawab Aster dengan suara yang dibuat mirip anak kecil. Nathan mengangkat wajahnya dan mendapati wanita itu tengah terkekeh geli.


Nathan mengangkat wanitanya bridal style lalu membawanya menuju kamarnya yang berada di lantai dua. "Kau harus istirahat, Sayang. Kau jangan terlalu lelah, pikirkan janinmu juga." Ucap Nathan menasehati.


Aster mengalungkan kedua tangannya pada leher suaminya dan menatap mata kirinya."Baiklah, suamiku tercinta." Ucapnya lalu mengecup singkat bibir Nathan.


Nathan membaringkan tubuh Aster dengan perlahan, seolah-olah wanita itu adalah barang ringkih yang mudah hancur ketika tidak diperlakukan dengan hati-hati dan penuh kelembutan.


"Tidurlah, aku akan menemani Laurent bermain." Nathan mengecup singkat bibir Aster dan hendak beranjak dari atas tubuh wanitanya.


Tapi sepertinya Aster tidak bisa membiarkan Nathan pergi begitu saja. Wanita itu menarik dasi yang mengalung pada leher Nathan lalu mengalungkan tangannya. Bibir mereka berdua kemudian bertemu.


Awalnya memang hanya sebatas menyentuh atau menempel, tapi lama kelamaan Nathan pun mel*mat kecil bibir lelaki yang memiliki tinggi badan tak lebih dari dirinya itu.


Nathan begitu menikmati aktifitas bibirnya dengan bibir Aster, dengan sedikit gemas pria itu pun menggigit kecil bibir bawah sang wanita.


"Emphhh.. O..Oppa!!" mendengar namanya di sebut, membuat Nathan semakin gencar mel*mat dan menginvestasi bibir wanitanya.


Nathan terus mel*mat dan memagut bibir Aster, atas dan bawah bergantian. Jari-jari lentik wanita itu melepas semua kain yang melekat di tubuh atas suaminya, pria itu bertel*njang dada.


"Jangan memancingku seperti ini, Nyonya Xiao!! Atau kau akan menanggung akibatnya." Nathan menggeram saat jari-jari Aster bergelayar di atas punggungnya.


Wanita itu menyeringai. "Memangnya apa yang bisa Paman lakukan, hm?" Ucap Aster sambil menyeringai nakal. Dia tau jika Nathan tidak mungkin bisa melakukan apapun padanya mengingat jika kandungannya yang masih teramat sangat muda.


Nathan mengambil kemejanya lalu memakainya kembali. "Tidurlah, aku keluar dulu." Pria itu mengecup singkat bibir Aster lalu meninggalnya begitu saja.


.

__ADS_1


.


.


Nathan tersenyum melihat putri kecilnya yang sedang bermain bersama Gavin dan Rio. Semenjak kedatangan gadis kecil itu, mereka berdua lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah. Jarang kelayapan tidak jelas lagi seperti dulu.


"Sepertinya kau sangat bersenang-senang, Sayang." Seru Nathan seraya menghampiri ketiganya.


Laurent menoleh. Senyum di bibirnya mengembang lebar melihat kedatangan sang ayah. Gadis kecil itu meninggalkan kedua Paman tampannya dan berlari menghampiri Nathan.


"Daddy, aku main bersama Laurent. Laurent bosan main bersama mereka terus." Ucapnya.


"Memangnya Princess ingin bermain apa?" Tanya Nathan.


"Dokter dan pasien. Laurent jadi dokternya, dan Daddy yang jadi pasiennya. Bagaimana? Daddy mau kan? Tapi kita bermainnya di kamar tamu saja, mau kan?" Laurent menatap Nathan penuh harap.


Pria itu mengangguk. "Baiklah, Nak."


.


.


.


Dan disinilah mereka sekarang. Nathan dan Laurent bermain di kamar tamu. Gadis kecil itu meminta sang ayah untuk berbaring, ceritanya Nathan adalah korban kecelakaan yang terluka parah, dan Laurent sebagai dokter yang merawatnya.


"Daddy berbaring dulu ya. Boleh tidak jika Laurent membuka penutup mata kanan Daddy lalu menggantinya dengan perban ini? Biar terlihat seperti di film-film. Orang yang sakit di balut perban." Tuturnya.


"Terserah Laurent saja." Jawabnya.


Laurent membuka benda hitam bertali yang menutup mata kanan sang ayah lalu melekatkan sebuah kasa dan mengingatnya dengan perban panjang.


Meskipun apa yang dilakukan putrinya terkesan nyeneh. Tapi Nathan tidak menolak ataupun melarang Laurent melakukan apa yang dia inginkan. Selama itu tidak aneh-aneh dan membahayakan, dia akan mengijinkannya.


Laurent berlagak seperti seorang dokter. Dia bicara seperti orang dewasa. Gadis itu juga melarang Nathan untuk melakukan ini dan itu. Dan pria itu pun hanya mengangguk mengiyakan apa yang putrinya itu perintahkan.

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2