"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Ekstra Bab (Bag 37)


__ADS_3


Masih baru dan masih anget, jangan lupa mampir kasih like koment nya juga ya 🙏🙏🙏🤧🤧🤧


Plakk...


Laurent menahan tangan anak perempuan itu yang hendak menamparnya lalu menghempasnya, hingga tangan itu terayun kebelakang. Laurent mendekati anak perempuan itu dengan mimik muka datar.


Tanpa mengatakan apapun, Laurent menc*ngkram rah@ng anak perempuan itu dengan keras.


"Kau pikir kau ratu di sini, jadi bisa menindak ku dengan sesuka hatimu. Jika kau berpikir aku seperti anak-anak yang lain, yang mudah untuk kau tindas, maka kau salah besar!! Aku bukanlah gadis lemah seperti yang kau pikirkan!!"


Tanpa rasa takut sedikit pun. Laurent memberikan perlawanan pada anak perempuan itu. Dan menunjukkan jika dirinya bukanlah gadis lemah seperti yang dia pikirkan.


Laurent muak dengan ketidakadilan yang ada di asrama ini. Yang tak berdaya maka akan di diperlakukan dengan buruk dan semena-mena. Dan dia tidak bisa membiarkan hal tersebut berlangsung dan berlarut-larut.


"Ada apa ini? Laurent, apa-apaan kau ini? Kenapa kau malah berbuat k@sar pada temanmu?!"


"Sebaiknya Ibu tanyakan saja pada anak ini, kenapa saya sampai berbuat tidak sopan padanya. Saya sungguh tidak menyangka, jika pemb*llyan di tempat ini begitu buruk. Apa yang lemah selalu saja kalah dari yang kuat. Dan Anda, sebagai kepala Asrama. Bagaimana bisa diam saja melihat ketidakadilan ini berlangsung!!"


"Anak kecil, tau apa kau?! Jangan mentang-mentang orang tuamu sekarang adalah donatur terbesar di Asrama ini. Maka kau bisa berbuat sesuka hatimu di sini. Aku adalah kepala Asrama, dan terserah bagaimana aku akan bertindak!!"


Laurent menyeringai sinis. "Anda dalam masalah besar, Kepala Asrama. Seharusnya Anda lihat dengan siapa sebenarnya berhadapan. Anda pikir saya akan diam saja? Dunia akan diam saja, jika Laurent Xiao P.U.T.R.I dari Nathan Xiao, seorang Raja mafia yang paling di takuti hanya diam saja melihat ketidakadilan terjadi di depan matanya!!!"


"A..apa kau bilang. Si..siapa ayahmu?!"


"Saya yakin Anda tidak tuli, jadi saya tidak perlu mengulanginya lagi. Dan kau.. Megan Kim, mulai sekarang kau bukan lagi penghuni kamar ini apalagi penguasa."


"Mulai hari ini, semua anak orang kaya akan dipindahkan ke ruangan Anggrek, dan untuk kalian yang berasal dari keluarga menengah ke bawah. Silahkan nikmati fasilitas di ruangan ini. Mulai hari ini ruangan ini milik kalian."

__ADS_1


"LAURENT XIAO!!!"


"Sudah jelas kan?!" Laurent menubruk Megan dan pergi begitu saja.


Gadis itu menyeringai di tengah langkahnya. Mereka telah mencari masalah dengan orang yang salah.


Lagipula Laurent tidak akan tinggal diam dan membiarkan ketidakadilan berlarut-larut. Mereka yang menganggap diri mereka paling berkuasa harus segera disingkirkan daripada merugikan orang lain.


"Malam cantik!!!"


"Yakkk!!! Setan alas, kenapa kau selalu muncul dimana-mana, eo?!" Amuk Aster pada sosok hantu wanita bertubuh pendek itu.


Suketi mempoutkan bibirnya. "Aster, kau sangat jahat. Bagaimana bisa kau menyebutku sebagai setan alas, jelas-jelas Suketi adalah hantu paling cantik dan paling bahenol yang pernah ada. Sebutan setan alas itu sudah merusak citraku sebagai hantu paling cantik!!!"


Aster memutar jengah matanya. Dengan emosi yang membuncah, Aster meninggalkan Suketi begitu saja. Dia tak kau ambil pusing dengan hantu satu ini.


"Masa bodoh!! Dasar hantu gila, kenapa dia selalu muncul dimana-mana. Menyebalkan sekali."


"Ada apa? Kenapa kau terlihat kesal?"


"Aku memang sangat kesal, hantu gila itu membuatku kesal setengah mati. Dia selalu nongol dengan sesuka hati dan membuatku nyaris jantungan!!"


Nathan mendesah berat. "Jangan dipikirkan lagi. Sebaiknya kita keluar, cuaca malam ini sangat mendukung. Bukankah kau ingin menikmati London saat malam hari."


"Betul juga. Paman, bisakah kita berangkat sekarang?"


"### Tentu,"


Aster dan Nathan sedang menikmati megah dan indahnya Sungai Thames, London. Saat malam hari Sungai Thames memang terlihat lebih hidup. Keduanya sedang duduk di sebuah roda raksasa atau yang biasa di sebut London Eye(Mata London).

__ADS_1


London Eye sendiri merupakan sebuah roda pengamatan terbesar di dunia, dengan ketinggian 135 meter atau 433 kaki. Objek wisata London Eye ini berada berputar di atas Sungai Thames London dan dan sudah beroperasi pada akhir 1999.


Tempat ini menjadi salah satu tempat wisata terbaik di London, karena dengan menggunakan London Eye pengunjung bisa melihat seluruh panorama kota London. Terutama panorama kota ketika malam hari.


"Lihatlah. Baby Rey, sepertinya sangat menikmatinya. Dia begitu antusias dan kegirangan." Ucap Aster melihat Reaksi putranya yang saat ini berada di pangkuan Nathan.


"Kau menikmatinya, Nak?" Ucap Nathan yang kemudian di balas anggukan oleh Rey. Bayi berusia 2 tahun itu terlihat begitu menikmati pemandangan kota London. Bahkan dia tidak menunjukkan ketakutan sedikit pun ketika London Eye berada di puncaknya.


Wajah Aster berubah sendu. Disaat seperti ini ia teringat pada Laurent, seandainya saja sang putri saat ini ada bersama mereka. Pasti rasanya akan sangat lengkap. Sungguh, Aster sangat menyesali keputusan Laurent untuk hidup dan tinggal jauh darinya dan Nathan.


Gadis kecilnya itu ingin hidup mandiri dengan tinggal terpisah dari mereka berdua. Berbeda dengan Aster yang sejak awal memang tidak setuju dengan keputusan putrinya, Nathan justru mendukungnya agar Laurent bisa hidup dengan lebih mandiri.


"Kenapa kau terlihat sedih? Apa kau teringat pada putri kita?"


Aster mengangguk. "Seandainya saja saat ini Laurent ada bersama kita. Pasti akan lebih indah, di malam yang indah ini hatiku justru terasa kelabu." Aster mulai berkaca-kaca.


Nathan masih dengan menggendong Baby Rey pindah dan duduk di samping Aster. Sebelah tangannya menarik Aster ke dalam pelukannya. "Tahun depan kita akan ke sini lagi bersamanya. Dia pasti tidak suka jika tau kau selalu bersedih seperti ini."


"Aku hanya sedang merindukan putriku, ini pertama kalinya Laurent jauh dariku. Dan rasanya di sini sangat sesak." Aster menekan dadanya yang terasa sesak.


"Aku memahami betul bagaimana perasaanmu. Tapi itu adalah keputusannya. Dan sebagai orang tua kita hanya bisa mendukungnya. Kau seharusnya bangga karena putrimu bisa mandiri dan memiliki pemikiran lebih dewasa dari anak seusianya."


"Ya, harusnya memang seperti itu. Jangan menangis lagi. Jangan sampai Rey berpikir jika aku berbuat jahat padamu."


Aster mengangguk. "Aku mengerti, Paman. Hahaha, kenapa aku jadi sangat cengeng sekarang?" Aster terkekeh sendiri. Dia memang sering menangis akhir-akhir ini.


Bersambung.


__ADS_1


Visual Laurent. Cantik enggak? Kasih komen ya😚😚


__ADS_2