Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 102. Lembah Hunza


__ADS_3

Satu minggu berlalu


Tala beserta keluarga kecil Jackson Harrison tiba di Lembah Hunza saat ini Tala sedang menggendong Lily sementara orang tua gadis kecil yang di gendongnya tersebut asyik berdua.


Ini sudah dua hari Tala dan keluarga kecil Jackson di Lembah Hunza.


Tala tidak mempermasalahkan Jackson dan Daisy setidaknya dirinya ada teman selama menemaninya di dalam perjalanan. Lagipula Tala merasa sangat senang karena Lily sangat menempel dengannya.


Sepertinya yang Jackson katakan kepadanya tidak boleh protes dan harus mengikuti apa yang dikatakan oleh pria beranak satu tersebut.


Dan anehnya kenapa dia nurut sekali dengan sahabatnya yang tengil.


“Di sini sangat indah bukankah begitu sayang.” Ujar Tala ke Lily yang berada di dalam gendongannya itu.


‘Jika aku menemukan mu aku akan mengajak mu ke sini Eve bila perlu jika kamu ingin tinggal di sini maka aku akan menurutinya’


Penampilan Tala saat ini membuat semua orang menatapnya dengan kagum dan Tala sudah terbiasa dengan itu.


Apalagi pesona Tala yang sedang menggendong bayi perempuan tersebut dan menuruti apa keinginan bayi perempuan membuat kaum hawa menjerit melihatnya.


‘Di mana ibunya ayahnya seperti pangeran dalam negeri dongeng’


Pekik perempuan-perempuan di Lembah Hunza.


Tala akui bahwa di sini para perempuannya sangat cantik-cantik namun tidak mampu menggetarkan hatinya menurut Tala tidak ada yang bisa mengalahkan kecantikan Eve dan tidak ada yang bisa mengganti posisi Eve.


“Orion pelan-pelan sayang.”


Langkah kaki Tala terhenti ketika mendengar suara tersebut, ‘Orion.’ Apalagi suara itu terasa tidak asing.


‘Seperti suara Eve…?”


...***...


Eve saat ini sudah berada di rumahnya di Lembah Hunza. Eve baru sampai tiga hari lalu saat ini Eve sedang menemani Orion keluar rumah namun mereka tidak hanya berdua namun Eve juga membawa Jean bersamanya.


Berhubungan anaknya sudah tidak mau di gendong jadi Eve menggendong Jean saja. “Jean lihatlah kakak mu itu.” Ujar Eve ke Jean yang anteng di dalam gendongannya.


“Dia sangat aktif. Jean nanti kamu tidak boleh seperti kakak mu jika sudah bisa berjalan ya sayang.” Semenjak menjadi orang tua Eve benar-benar berubah bahkan Eve yang pendiam menjadi cerewet dan Eve terlihat seperti manusia.


Eve bahagia tinggal di sini dan merasa bebas tidak ada tekanan dari orang-orang di sekitarnya seperti dulu dan tidak ada tuntutan.


“Orion pelan-pelan sayang.” Ujar Eve ke putranya itu yang sudah berjarak 20 meter darinya. Eve dengan cepat berjalan menghampiri Orion.


“Bubububu bububu dadada dadada.” Celoteh Jean mengikuti Eve membuat Eve tertawa mendengarnya.


“Kamu sangat menggemaskan.” Eve tau bahwa Jean ingin berjalan sama seperti Orion namun Jean masih belum bisa.


Eve tidak menyadari bahwa ada seorang pria menggendong anak kecil yang sedang menatap ke arahnya sedari tadi.


Tala bahkan tidak menyadari bahwa Lily sudah berjalan ke depan ke arah Orion. Lily merasa senang karena mempunyai teman dan sudah tidak sabar ingin bermain walaupun Lily tidak mengetahui siapa tapi Lily sangat senang jika bertemu dengan teman seumurannya.


“Lily.” Ucap Tala menyadari saat merasakan bahwa Lily sudah lepas dari genggaman tangannya.


Tala mengejar Lily yang sedang mengejar anak laki-laki yang juga berlari. “Lily tunggu ayah sayang.”


Tala menangkap Lily hal itu membuat Lily tertawa senang lalu Tala mengejar anak laki-laki yang juga berlari, “Orion tunggu.” Ucap Tala lalu segera menangkap Orion.

__ADS_1


“Emmm kena mau lari ke mana kalian.” Ujar Tala merasa senang bahwa dirinya bertemu Orion lagi.


Orion tertawa senang dan memberontak lalu mendorong Lily yang berada di sebelah kiri Tala. Posisi Tala saat ini sedang berjongkok.


Eve bernafas dengan lega akhirnya anaknya tidak bisa lari lagi dan Eve tidak tau siapa yang sedang menangkap anaknya itu. “Terimakasih tu---“


Eve terkejut dan terdiam ketika melihat bahwa pria tersebut adalah Tala mantan suaminya dan ayah kandung dari anaknya.


Namun, siapa gadis kecil yang berada di dalam gendongannya itu. Apakah Tala sudah menikah dan mempunyai anak banyak pertanyaan di dalam benak Eve.


Sepertinya jika dilihat gadis kecil tersebut seumuran dengan Orion, bagus lah jika dia bahagia.


Eve tersenyum menatap ke arah Tala, lalu menggenggam tangan Orion namun Orion tidak mau dan malah memegang erat kaki Tala yang berdiri dengan erat hal itu membuat Eve tertegun.


“Sayang sini sama bunda.” Ujar Eve namun Orion tidak mau dan menggelengkan kepalanya keras.


“No no no no no no ya ya ya ya.” Ucapnya terbata.


Tala mendudukkan dirinya untuk mensejajarkan tinggi badannya dengan Orion lalu menggendongnya.


Eve dan Tala terlihat seperti keluarga kecil dengan tiga anak kembar, Tala memandang Eve dengan dalam.


“Yang mana anak ku?” Tanya Tala ke Eve membuat Eve kaget bahwa Tala sudah tau dirinya hamil dan mempunyai anak.


Tala menatap ke arah gadis kecil yang berada di dalam gendongan Eve sepertinya dia pernah melihatnya Tala teringat bahwa gadis kecil ini waktu dirinya menyelamatkan Orion dan dia berada di dalam gendongan Airen.


Tala menyatukan kepingan-kepingan di dalam pikirannya mengenai getaran yang dirasakannya saat melihat Orion dan Orion yang menempel dengannya serta ucapan Jackson yang mengatakan bahwa dirinya memang mirip dengan Orion lalu keanehan Johannes Abraham yang terlihat gelisah bertemu dengannya.


Mata Tala memandang ke arah Orion dan ke arah Eve, “ekhm sebaiknya kita bicara sambil duduk di sana ada kursi taman.” Ujar Eve.


Tala mengikuti Eve yang berjalan di depannya dengan Jean yang berada di dalam gendongannya.


Keduanya duduk dengan Jean, Orion dan Lily yang sedang bermain di depan mereka. “Apa Orion adalah anak ku?” Tanya Tala yang memulai bersuara.


Eve, “…”


‘Bagaimana dia bisa tau nama Orion?!’


“Orion hilang kemarin waktu Tuan Johannes membawanya ke apartemen mu karena dia mengikuti ku masuk lift.”


‘Kak Joha nggak memberitahu aku bahwa Orion hilang!?’


“Melihat dari reaksi mu sepertinya Tuan Johannes tidak bilang bahwa Orion hilang.” Tala sedari tadi tidak bisa berlama-lama melepaskan pandangannya dari Eve namun mata Tala harus terjaga karena sekarang ada tiga bayi yang harus mereka jaga dan pantau.


“Jadi, selama ini kamu di sini!?” Tanya Tala sejak tadi Eve hanya diam saja karena memikirkan apa yang dikatakan oleh Tala bahwa Orion hilang.


“Eve.” Panggil Tala dengan lembut sembari menyentuh tangan Eve dan sedikit mengelus-nya.


Apa yang dilakukan Tala membuat Eve tersadar dan langsung menggeser tangannya agar tidak bersentuhan dengan Tala.


Tala memandang tangannya dengan miris ketika mendapat penolakan dari Eve, ‘sabar Tala wajar Eve bersikap seperti itu karena kamu terlalu kejam.’ Tala berusaha menguatkan hatinya walaupun saat ini sebenarnya Tala sangat rapuh dan ingin sekali memeluk Eve dan mengajaknya untuk pulang ke mansion hidup bersama dengannya lagi layaknya keluarga.


“Siapa namanya?” Tanya Tala


Eve, “…”


‘Siapa yang dia maksud!?’

__ADS_1


“Apa maksud mu Orion?” Tanya Eve balik Tala menganggukkan kepalanya di dalam pikiran Tala ingin sekali mencium bibir ranum Eve.


“Namanya Sky Orion.”


“Sky!?” Eve menganggukkan kepalanya.


“Walau bagaimana pun harus ada nama ayahnya Orion mempunyai hak untuk itu.” Ujar Eve sembari memandang anaknya dan juga keponakannya.


“Werawan.” Membuat Eve menoleh mendengarnya dan tersenyum.


“Kami tidak punya hak atas nama itu.” Pedih rasanya mendengar ucapan Eve namun Tala harus bisa menahan dan banyak bersabar sepertinya akan sangat sulit untuk membawa Eve kembali ke dalam pelukannya dan membentuk keluarga bahagia.


“Sky Orion Werawan.” Tala melihat reaksi Eve namun wanita itu tampak biasa saja. Tala mencoba mengingat waktu pertama kali mereka bertemu Eve memang nampak terkejut namun sudah tampak biasa hanya beberapa detik saja seolah Tala bukan apa-apa.


“Ayo kita kembali pulang ke mansion Werawan ibu dan ayah sudah lama menanti dan mencari mu serta cucu mereka.” Ajak Tala.


Tala tidak melihat reaksi kaget atau apa pun itu dari Eve. Eve malah terlihat tersenyum saat Orion memandang ke arahnya.


“Siapa gadis kecil cantik itu?” Tanya Eve tanpa menjawab pertanyaan dari Tala yang mengajaknya pulang.


Bohong kalau Eve tidak merindukan kedua mertuanya itu namun Eve tidak ingin membuat semua keadaan menjadi rumit. Biarlah dia menjauh dari orang-orang yang disayanginya daripada mereka berada dalam bahaya jika berada dekat dengannya.


Eve sudah cukup nyaman dengan kehidupannya yang sekarang berdua bersama Orion walaupun Eve tidak tau ke depannya akan reaksi apa jika Orion sudah menanyakan di mana ayahnya kenapa ayahnya tidak hidup bersama dengan bunda-nya.


Eve akan menjelaskannya secara perlahan bahwa ayah dan bunda-nya sudah tidak bisa hidup bersama dalam satu atap lagi.


Jika Orion meminta untuk datang menemui ayah kakek dan neneknya, Eve akan mengizinkannya dan Eve namun jika Orion meminta untuk tinggal dengan ayahnya sepertinya Eve memerlukan waktu. Karena hanya Orion yang dimiliki Eve, kakaknya mempunyai kehidupan keluarga kecilnya sendiri dan Eve tidak mau mengganggunya.


“Dia adalah anak Jackson Harrison namanya Lilyana Harrison.” Jawab Tala dengan jujur. Tala tidak mau menyembunyikan sesuatu atau menyimpan sesuatu lagi. “Kamu belum menjawab pertanyaan ku untuk kembali.” Tagih Tala. Dia tau bahwa ini terlalu tergesa-gesa namun Tala tidak ingin lagi berjauhan dengan Eve apalagi sekarang ada putra mereka Orion.


“Aku sudah tidak punya tempat di sana dan aku sudah menemukan tempat yang nyaman di sini.” Jawaban Eve sangat tegas dan Tala yang mendengarnya merasa sakit di hatinya.


“Bahkan itu demi Orion?” Tanya Tala dan Eve menganggukkan kepalanya.


“Kita bisa merawat Orion bersama tanpa harus kembali. Lagipula ucapan aku tentang menikah sekali seumur hidup itu bukan hanya sekedar ucapan belaka.” Eve ingat dulu saat dirinya dan Tala masih sepasang kekasih jika Eve sudah menikah maka Eve ingin sekali seumur hidup.


Apabila ditinggal mati maka Eve akan tetap setia apabila diceraikan maka Eve tetap menjadi janda.


“Kita belum bercerai sama sekali.” Membuat Eve terkejut mendengarnya, “aku tidak pernah menandatangani surat perceraian itu dan surat itu tidak pernah sampai ke pengadilan.” Pandangan keduanya bertemu dengan pemikirannya masing-masing.


“Kalau begitu aku akan menggugat cerai.” Eve berkata dengan tegas. Tala tidak percaya bahwa begitu sangat tegas.


“Dan aku tidak akan pernah menandatanganinya.” Tala tidak kalah tegas dan akan berusaha untuk membuat Eve tidak jauh darinya. Tala harus melakukan sesuatu agar Eve bisa bersamanya lagi.


“Tidak ada alasan untuk mempertahankan pernikahan ini.” Ujar Eve.


“Kamu bilang tidak ada alasan? Apa Orion bukanlah alasan bagi mu, pastinya Orion ingin bukan ingin tapi membutuhkan orang tua yang lengkap seperti sepupunya dan temannya yang lain. Lagipula kita belum bercerai kita masih sepasang suami istri. Dan aku masih sangat mencintaimu…”


Eve, “…”


“Tapi, aku sudah tidak mencintai mu sekarang fokus ku hanya Orion.”


Tala, “…”


‘Sakit’


 

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2