Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 180. Skandal untuk Pertama Kali


__ADS_3

Kini Gulzar dan Ayanna sudah berada di dalam mobil. Semenjak mereka keluar dari mansion ayah Davka dan ibu Dhara bahkan sudah lima belas menit lamanya tidak ada yang bersuara sangat hening.


Ayanna yang tadi berpikir bagaimana bisa ban mobil kempes begitu saja padahal ketika dia pergi dia merasakan tidak ada kejanggalan apa pun.


Ayanna melirik ke arah Gulzar yang sedang fokus mengemudi lalu Ayanna menghela nafasnya kembali.


Gulzar sudah berapa kali mendengar helaan nafas dari Ayanna. "Kenapa kau terus mendesah seperti itu. Dengar aku terpaksa mengantar mu pulang." Sepertinya Gulzar mau membuat perang dunia ketiga lagi antara dirinya dan Ayanna.


Ayanna memutar bola matanya malas. "Kamu melihat sendiri dengan mata kepala, telinga, hidung, mulut, pundak lutut dan kaki. Kamu pikir aku mau pulang bersama denganmu."


Ayanna merasa mual melihat tingkat kepercayaan diri dan mulut pedas Gulzar. Lebih baik Gulzar diam saja seperti patung daripada memulai obrolan dengannya yang membuat darahnya mendidih.


"Kalau begitu kamu bisa turun."


"Kamu gila! Kamu mau membunuhku dengan mobil yang terus melaju."


CKITTTTT


Gulzar mengerem mobilnya dengan cepat membuat badan Ayanna maju ke depan. Beruntung dia memakai sabuk pengaman jika tidak habislah wajahnya yang sering melakukan perawatan yang menghabiskan sampai puluhan juta tersebut.


"Jika mau mati jangan ajak aku." Maki Ayanna.


"Tempramentalmu sungguh sangat buruk. Sekarang turun." Ucap Gulzar.


Ayanna menggelengkan kepalanya tidak habis pikir bagaimana bisa Gulzar menurunkannya di sini.


"Aku ini seorang selebritis jika aku turun sama saja aku akan kehabisan tenaga karena dehidrasi akibat fans yang mengenaliku lalu mengejar ku."


Gulzar mengangkat kedua alisnya mendengar nada penuh amarah dan kekesalan yang dilontarkan oleh Ayanna.


Gulzar mendekatkan wajahnya ke arah Ayanna sehingga membuat Ayanna memepetkan badannya ke pojok mobil melihat jaraknya dan Gulzar yang sangat dekat.


Pandangan keduanya bertemu.


'Kenapa aku jadi gugup begini. Dasar pria mesum'


KLIK


Bunyi sesuatu dari arah samping badan Ayanna. "Sudah sampai Nona selebritis." Ejek Gulzar dengan muka datarnya.


Ayanna mendorong tubuh Gulzar menjauh setelah tersadar lalu menatap ke sekeliling ternyata benar apa yang dikatakan pria mesum di sampingnya ini bahwa dia sudah sampai di apartemen yang ditempatinya bersama dengan adiknya Kevin.


"Tunggu apalagi turunlah." Ucap Gulzar dengan lembut membuat Ayanna sedikit linglung dibuatnya dan merasa aneh dengan itu.


'Sepertinya dia kemasukan roh halus perjalanan'


Ayanna membuka pintu mobil Gulzar lalu menutupnya dengan keras sehingga membuat Gulzar mendengus dibuatnya.


Kemudian pintu kembali terbuka menampilkan wajah Ayanna dengan datar. "Terimakasih Tuan dingin." Ucap Ayanna dengan senyuman dipaksakan.

__ADS_1


BLAM


Kali ini pintu mobil Tala ditutup lebih keras lagi. Ayanna membalikkan badannya dan memberikan senyuman sinisnya karena berhasil membuat Gulzar terdiam karenanya.


Gulzar melihat Ayanna yang berjalan lenggak lenggok menuju ke lobi apartemen sampai matanya tidak bisa menjangkau lagi.


'Dia pikir dia siapa berani-beraninya berbuat kurang ajar denganku'


Ayanna terus menggerutu di dalam hatinya atas sikap Gulzar kepadanya.


'Wajar datar muka tembok dan tatapan sedingin es. Dia pikir dia keren seperti itu. Sama sekali tidak.'


Di sudut lain seorang wanita tersenyum dengan cerahnya karena berhasil melakukan misi penyelamatan untuk kehidupan pria perjaka yang tidak lain adalah Yasmin.


"Sayang apa yang membuatmu bahagia? Kenapa kamu senyum-senyum setelah menerima telepon?" Tanya asisten Kaivan.


Yasmin tersenyum manis ke arah asisten Kaivan hal itu membuat asisten Kaivan merinding dibuatnya.


'Apa dia mau meminta yang aneh-aneh ngidamnya?'


"Tidak ada apa-apa. Aku hanya bertanya-tanya kenapa aku mendapatkan suami seperti ini. Kenapa terlihat tampan sekali."


Asisten Kaivan, "..."


'Ada apa dengannya? Melihatnya seperti ini membuatku semakin takut'


Yasmin memainkan ponselnya dan menelpon seseorang. "Sekarang giliran tugasmu. Kita lihat bagaimana besok akan menjadi gempar hahahaha. Aku jamin ini akan berhasil. Yasmin gitu lho."


Asisten Kaivan berusaha untuk menguping lebih lama sembari mengupas buat untuk ibu negara yang sedang hamil itu.


'Aku harus bertanya pada siapa? Kenapa Yasmin terlihat sangat senang sekali'


Asisten Kaivan melihat ke layar ponselnya yang sangat adem ayem tidak ada tanda-tanda kehidupan. Biasanya akan ramai dengan pesan chat dari grup Pria Manula.


Pesan chat Grup Pria Manula


Asisten Kaivan: "Ini aneh istriku sangat bahagia sembari menelpon istri kalian."


Asisten Kaivan: "Apa kalian tau sesuatu?"


"Apa yang sedang kamu lakukan? Suapi aku." Pinta Yasmin dengan manja. Asisten Kaivan meletakkan ponselnya di samping badannya. Saat ini Kafin sudah tidur.


......***......


"Kakak apa ada yang kakak sembunyikan padaku?" Tanya Kevin menatap ke arah Ayanna yang baru saja bangun dari tidurnya.


"Apa? Kenapa pagi-pagi kamu sudah bertanya?" Ucap Ayanna dengan malas lalu menguap.


"Kakak berkencan dengan Tuan Gulzar?" Pertanyaan Kevin membuat Ayanna menyemburkan air minumnya untungnya tidak mengenai wajah Kevin yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya.

__ADS_1


"Apa kamu bilang?"


"Kakak berkencan dengan Tuan Gulzar." Ulang Kevin.


"Dengar aku melihat wajah datarnya sedatar tembok saja sudah malas apalagi kalau aku berkencan dengannya. Mungkin aku tidak waras jika berkencan dengannya."


"Berita kakak berkencan dengan Tuan Gulzar tersebar di mana-mana. Ini adalah pertama kalinya media menciduk kakak." Terang Kevin.


Ayanna menatap ke arah Kevin dengan dalam karena dia bingung. Lalu mengambil ponsel milik Kevin dan melihat beritanya.


Tampak di sana foto antara dirinya dan Gulzar yang dilihat dari depan seperti orang berciuman padahal kenyataannya itu bukan.


"Siapa yang membuat berita sampah seperti ini." Ucap Ayanna dengan geram serta kesal.


Ayanna terus berjalan mondar mandir dengan sebelah tangan di pinggangnya dan satunya lagi memijat pelipisnya melihat berita skandal dirinya.


"Kenapa kakak cemas begitu. Komentar dari netizen semuanya pada positif." Celetuk Kevin.


Ayanna menatap nyalang ke arah adik satu-satunya itu.


Ayanna mendengar suara bel apartemen berbunyi Kevin berjalan mendekati pintu untuk melihat siapa ternyata itu adalah manajer kakaknya.


"Ayanna apa yang ada di berita itu benar?" Tanya manajer Ayanna dengan sangat berbinar.


Ayanna menatap malas dan diam. Manajer Ayanna menatap ke arah Kevin dan Kevin mengedikkan bahunya.


"Apa kamu tau Tuan direktur sangat senang dengan berita kencan mu dengan pengusaha Gulzar Adwitya"


Ayanna mendengus mendengarnya kenapa bisa muncul berita seperti ini dan lagi di foto posisi antara dirinya dan Gulzar sangat intim padahal tidak terjadi apa-apa.


Inilah kenapa seseorang harus melihat dari sudut pandang yang berbeda bukan hanya satu saja salah persepsi kan jadinya dengan kenyataan.


Kepala Ayanna berdenyut memikirkan berita kencannya dengan Gulzar itu.


"Aku tidak punya nomornya lagi. Arrgghhhh kesel kesel kesel." Teriak Ayanna membuat Kevin dan manajer menatap Ayanna yang mengacak-ngacak rambutnya.


"Katakan bahwa berita itu tidak benar. Aku dan si Gulzar itu tidak berkencan. Itu siapa yang memotretnya dia tau saja mengambil keuntungan dengan memanfaatkan media." Ujar Ayanna yang berapi-api.


"Bagaimana bisa Ayanna foto kalian berdua seperti orang berciuman dan kamu diantar oleh Tuan Gulzar sampai ke apartemen semua bukti terlihat jelas. Ayanna tidak apa-apa jika kamu berken---".


"Apa!" Seru Ayanna dengan galak, "kamu bilang tidak apa-apa?" Nafas Ayanna naik turun saking emosinya. "AKUNYA YANG KENAPA-NAPA." Teriak Ayanna dengan penuh kekesalan.


"Kamu tau melihat wajahnya saja sudah membuatku malas dan mual apalagi oh tidakkkkk apa yang aku impikan semalam sehingga buruk sekali kondisi saat ini. Dosa apa yang telah aku lakukan sampai harus..." Ayanna tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Kevin menatap kakaknya yang uring-uringan itu, "kakak jangan berkata seperti itu nanti kalau kakak jatuh cinta dan bucin sama Tuan Gulzar gimana."


"Aku!" Tunjuk Ayanna, "jatuh cinta sama dia dan apa tadi bucin? TIDAK AKAN." Tekan Ayanna.


Kevin hanya menghela nafasnya saja dia sebagai penonton hanya bisa melihat saja nanti. Kevin memikirkan Gulzar tampang ada dia punya di atas rata-rata, kaya dan seorang pengusaha, baik juga walaupun minim ekspresi dan jarang berbicara ya kekurangannya cuman dua itu. Bukankah akan sangat cocok dengan kakaknya yang terkadang suka random dan aneh sendiri.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2