Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 179. Pulang bersama


__ADS_3

Axel pulang cepat hari ini sesuai dengan apa yang dikatakannya kepada Geya. Tadi dia sudah mengirim pesan kepada Geya bahwa dia sudah dalam perjalanan pulang namun Geya tidak membalasnya. Jangankan membalas melihat pesannya saja belum dilihat.


Ada rasa khawatir di dalam diri Axel mengenai perkataan Geya pagi tadi yang ingin mengurus surat perceraian mereka. Namun saat Axel menanyakan kepada mamanya apakah Geya ada keluar dari rumah namun mamanya bilang tidak ada. Jangankan keluar rumah keluar kamar saja Geya tidak hari ini.


Axel merasa lega karena Geya tidak keluar rumah dan melakukan niatnya. Bukan berarti biasanya Geya tidak meminta izin kepadanya untuk pergi keluar rumah Geya selalu meminta izin tentang itu. Tapi, karena situasi dan kondisi mereka saat ini membuat Axel berpikir bahwa Geya masih kerasa kepala ingin perceraian hingga ia tidak perlu meminta izin darinya sebagai suami.


"Kamu sudah pulang." Sapa mama Axel yang sedang duduk di ruang keluarga sembari membaca majalah ketika mendengar suara ketukan sepatu pantofel milik Axel.


Axel mencium tangan mamanya dan memeluknya. "Apa kalian akan pergi?" Tanya mama Axel dan Axel mengangguk dengan semangat.


"Baguslah kalian perlu refreshing dan menikmati waktu berdua. Apa kalian akan menginap?" Tanya mama Axel lagi.


"Tidak. Jika kami pergi lama siapa yang akan menjaga mama."


"Mama bukan anak kecil Axel. Mama bisa pergi ke rumah Dhara menemani Lizzy yang mengurus anak-anaknya."


"Mama yakin Geya tidak pergi keluar pun hari ini?"


"Tidak, bukankah dia selalu izin kepadamu. Percayakan dia. Tadi juga mama sempat melihatnya ke kamar untuk memberikan cemilan sehat untuknya."


"Kalau begitu Axel pamit pergi ke kamar." Mama Axel menganggukkan kepalanya dan tersenyum hangat.


'Semoga kalian menikmati waktu berdua. Anak muda terkadang memang susah untuk ditebak.'


Melihat Axel dan Geya mama Axel teringat kembali akan pernikahannya dulu. Dulu dia juga seperti itu tapi sayang semuanya kandas begitu saja. Kenangan hanya untuk diingat bukan karena kita terjebak hanya saja untuk dijadikan pengalaman saja.


Axel membukakan pintu kamar dan melihat Geya yang masih belum siap.


Axel berjalan mendekat melihat punggung Geya yang sama sekali tidak terusik dengan keberadaannya.


Axel memeluk Geya dari belakang. "Kenapa belum siap hmmm? Aku kan sudah bilang bahwa kita akan jalan-jalan hari ini."

__ADS_1


Geya memandang tangan yang melingkar di kedua pundaknya itu.


"Kenapa diam. Apa masih marah? Apa masih kesal? Maafkan aku jika aku melakukan kesalahan."


Geya meneteskan air matanya sehingga tetesan air mata itu jatuh di atas tangan Axel.


Axel berdiri di depan Geya dan menatap mata Geya yang menangis. Tanpa banyak kata Axel langsung memeluk Geya dan menenangkan istrinya itu.


"Menangislah. Jangan lagi menahan tangis atau menangis diam-diam." Ujar Axel membuat Geya sadar.


"Kamu tau semalam aku berusaha kuat untuk tidak memelukmu yang menangis dalam diam. Itu sungguh menyiksaku karena aku merasa sebagai suami tak berdaya karena telah membuat istrinya tertekan dan mengeluarkan air mata kesedihan."


Geya hendak melepaskan pelukannya namun Axel tidak membiarkannya. "Aku tidak akan pernah berubah selamanya aku akan tetap mencintai kamu. Cinta pertama dan terakhirku. Apa pun kekurangan dan kelebihan mu aku sudah menerimanya dengan lapang dada. Jika kita tidak mempunyai anak selamanya tidak apa kita bisa mengadopsi anak di panti asuhan. Kita juga mempunyai keponakan yang banyak. Aku rasa mereka juga tidak keberatan jika kamu menganggap mereka sebagai anak kita malah mereka akan senang."


Axel melepaskan pelukannya dan menghapus jejak air mata Geya. "Aku memerlukan mu jangan tinggalkan aku. Percayalah bahwa aku setia dan tidak akan meninggalkanmu apa pun keadaanmu. Bukankah aku sudah bersumpah saat acara pengucapan janji suci pernikahan kita. Suka dan duka aku akan berada di sisimu."


"Tidak peduli apa pun yang terjadi apa pun masalahnya mari kita hadapi bersama dan meningkatkan komunikasi di antara kita agar tidak terjadi kesalahpahaman."


......***......


Acara makan-makan sembari kumpul bersama berakhir kini waktunya para ibu muda pulang begitu juga dengan Ayanna dan Gulzar.


Ayanna paling terakhir pulangnya karena dia harus membantu Eve untuk membersihkan kekacauan mereka padahal tadi Eve sudah menikah karena para pelayan ada yang membantunya.


Para ibu muda yang sedang hamil dan menjaga batita harus cepat pulang karena sudah merasa lelah dan para suami mereka akan pulang ke kantor.


Sedangkan Gulzar ada yang harus dibicarakan lagi kepada Tala sebentar terkait pekerjaan memangnya apa lagi.


Orion dan Galaksi mereka tertidur karena lelah. Orion belum tidur siang hari ini hingga malamnya jam 7 dia sudah tidur begitu selesai dimandikan dan semua teman-teman bermainnya pulang.


"Ada apa kak?" Tanya Eve memanggil Ayanna. Eve memang memanggil Ayanna dengan sebutan kakak karena Ayanna lebih tua darinya.

__ADS_1


"Ban mobil aku bocor." Jawab Ayanna menatap ke arah Eve sekilas. Ayanna merasa heran tadi dia pergi ban mobilnya baik-baik saja dan baru kemarin Kevin mengganti bannya.


Eve melihat ke arah depan pintu mansion di mana Gulzar berjalan ke arah mereka bukan mereka sih sebenarnya ke mobilnya yang berada di depan mobil Ayanna.


"Kalau begitu ikutlah kak Zee pulang bersama apartemen kalian kan satu arah." Ujar Eve memberi saran.


Ayanna menatap ke arah di mana arah pandang Eve yang memandang Gulzar tersenyum.


"Kakak bisakah kamu membantu kak Ayanna dengan mengantarnya pulang. Ban mobil miliknya kempes karena bocor."


Gulzar menatap ke arah ban mobil Ayanna. "Tidak usah Lizzy aku bisa minta jemput Kevin lagipula Kevin perlu membawa orang untuk memperbaiki mobilnya. Ini adalah mobil Kevin."


"Kevin baru aku kasih tugas untuk diselesaikan tadi ini terkait antara bisnis aku dengan Gulzar." Ucap Tala yang sudah berada di antara mereka.


"Aku bisa naik taksi terimakasih."


"Kamu yakin mau naik taksi. Bagaimana nanti jika ada orang yang sembarangan memotretmu atau kamu berada dalam bahaya karena fans mu melihat mu. Fansmu kan banyak dan kamu tidak ada pengawal." Ujar Eve untuk memengaruhi Ayanna agar ikut saja bersama dengan Gulzar.


"Tapi...bersama dia akan jauh lebih berbahaya."


Gulzar menatap nyalang ke arah Ayanna yang mengatakan bahwa dia lebih berbahaya. "Tapi kamu tau kak Zee. Jika kak Zee berani macam-macam katakan padaku dan kamu tidak perlu khawatir akan hal itu." Ucap Eve membuat Gulzar semakin memasang wajah datarnya.


Gulzar, "..."


'Kenapa sedari aku aku disebutkan padahal aku hanya diam saja."


"Sudah masuklah ini sudah malam akan sangat berbahaya bagi wanita lajang pergi sendiri tanpa ada seorang laki-laki yang menemani."


Eve mengatakan itu membuat Ayanna mau pulang bersama dengan Gulzar. Yasmin memang tidak tanggung-tanggung memberikan ide yang ekstrim.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2