Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 108. Kenapa...!?


__ADS_3

Sinar matahari memasuki celah-celah gorden kamar Eve membuat Eve mengerjapkan kedua matanya.


Eve membuka kedua matanya dan menatap ke depan nyawanya masih belum terkumpul semua.


Pandangan Eve beralih ke arah anaknya Orion yang tidak ada di tempatnya yang biasa.


Mata Eve menyipit saat melihat bahwa Orion sedang tidur di atas dada seorang pria.


Pria!?


Eve berusaha mengumpulkan ingatannya. Eve baru ingat bahwa semalam ada Tala di dalam kamar sudah pasti itu adalah Tala.


Eve bernafas lega, Eve berpikir itu adalah orang asing. Tapi, tunggu...tidak Eve tidak boleh merasa lega seharusnya Eve marah bukan karena Tala tidur di tempat tidurnya tapi kan mereka sepasang suami istri. Masih...


Eve melirik ke arah jam yang berada di depan tempat tidur tepatnya di dinding. Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi.


Eve yang melihat hal itu membulatkan matanya kenapa dia bisa bangun kesiangan seperti ini.


Ini belum pernah terjadi semenjak Eve melahirkan Orion.


Orion anaknya sangat nyenyak tidur di atas dada ayahnya itu.


Semalam Orion tidak terbangun sama sekali biasanya Orion akan terbangun untuk menyusu kepadanya dan Eve pasti akan terbangun.


Namun malam ini Orion sama sekali tidak bangun atau Orion tidak meminta susu kepadanya atau karena dirinya yang nyenyak tidur tidak menyadarinya.


Ingin sekali Eve membangunkan Tala agar jangan tidur di dalam satu ranjang dengannya.


Namun, saat ini ada Orion di atas dadanya yang menempel.


Orion sejak kemarin selalu menempel di dadanya Tala seolah senang mendengar suara detak jantung Tala.


Eve bangkit dari posisi tidurnya lalu menyisir rambutnya dan menggulungnya lalu menjepitnya.


Dia harus membuat sarapan untuk Orion hal rutin yang dilakukan Eve setiap pagi.


Tapi, bagaimana nanti jika Orion sudah bangun pasti anaknya itu akan mencarinya...Eve merasa bimbang seolah kehadiran Tala tidak berarti bagi Orion padahal Orion sangat menempel dengan Tala.


Sebelum Eve keluar Eve menyiapkan pakaian untuk Orion dan juga Tala.


Eve terlihat seperti ibu-ibu pada umumnya yang menyiapkan pakaian buat suaminya dan anaknya. Pagi ini Eve terlihat sangat sibuk.


Bahkan Eve belum mandi hanya mencuci wajah dan menggosok giginya karena tidak akan sempat mengingat waktu sarapan sebentar lagi akan habis.


Eve kembali ke kamar setelah selesai memasakkan sarapan buat Orion dan juga Tala.


'Bukankah seharusnya aku tidak melakukan itu...tapi aku kan masih seorang istri?'

__ADS_1


Batin Eve terus bergejolak secara alami semua dilakukannya setelah selesai baru mengingat hubungan antara dirinya dan Tala masih dipertanyakan.


Tapi Eve tidak bisa tidak melaksanakan kewajibannya di dalam diri Eve terus meronta bahwa apa yang dilakukannya adalah hal yang wajar.


Tapi, bagaimana nanti jika Tala meminta hak batin darinya...akankah dia memberikannya. Tentu saja karena dirinya adalah seorang istri, tidak kalian masih jauh dari itu lagipula apa yang dilakukan oleh Tala sungguh keterlaluan.


Cici sama sekali tidak terlihat mungkin Cici sedang pergi ke pasar. Biasanya untuk membuat makanan selalu Eve yang melakukannya sedangkan Cici hanya membantu Eve membersihkan rumah dan menjaga Orion serta Jean sebentar jika Eve sedang sibuk dengan pekerjaannya.


Saat Eve kembali Eve melihat bahwa ada suara dari kamar mandi dan kedua manusia yang sedang tidur di kasur sudah tidak ada lagi.


"Orion tidak boleh sayang nanti baju ayah basah..." Ujar Tala namun Orion dengan suara tertawanya yang merasa senang karena berhasil mengerjai ayahnya itu.


Tala berusaha menghindar dan sama sekali tidak marah dengan apa yang dilakukan oleh Orion.


"Jika kamu seperti ini nanti siapa yang akan membersihkan lantai apalagi bunda sepertinya mempunyai hobi baru yaitu mengomel..."


Keduanya tertawa karena membicarakan Eve sementara Eve yang mendengarnya hidung Eve kembang kempis.


Memang benar lantai kamar mandi sudah banyak air dan itu berbahaya. Tala meringis saat melihatnya.


'Niat hati ingin membantu Eve ku tapi malah begini dan menambah pekerjaan Eve ku.'


Eve ku?


Tala terlalu percaya diri bahwa dirinya akan diterima dengan mudah.


"Apa yang sedang kalian lakukan...?" Tanya Eve dengan datar membuat aksi kedua laki-laki itu terhenti.


Tala memasang wajah memelas-nya melihat Eve sudah melihat apa yang terjadi.


Mengambil nafas dalam untuk menambah stok kesabaran lalu membuangnya secara perlahan.


"Kalian berdua cepatlah segera mandi...buka baju mu juga mandi bersama Orion setelah kalian selesai aku akan membereskan kekacauan kalian. Orion sebentar lagi harus segera sarapan. Cepetan!?" Eve memasang wajah galaknya ke arah Tala sembari tangannya yang berkacak pinggang.


Tala menelan saliva-nya melihat Eve yang seperti itu terlihat sangat menggoda padahal Eve sedang berusaha menahan emosinya melihat apa yang dilakukan oleh ayah dan anak itu.


Eve menutup pintu agar Tala dan Orion segera menyelesaikan mandinya.


"Bunda mu sepertinya sedang sensitif tapi terlihat menggoda..." Ujar Tala kepada Orion.


Mengingat perkataan Eve dengan segera Tala membersihkan dirinya dan juga Orion.


Sementara Eve menunggu di dalam kamar dengan mata memandang ke arah luar dari balik jendela kamar.


Tala dan Orion keluar keduanya hanya memakai handuk yang melekat di tubuhnya.


Eve segera menolehkan kepalanya dan berjalan mengambil Orion untuk segera dipakaikan pakaian.

__ADS_1


Padahal Tala keluar berusaha untuk terlihat menggoda agar Eve tergoda dengannya.


Namun, ekspektasi memang beda dengan kenyataan.


Eve bahkan tidak melihat sama sekali mata Eve hanya fokus dengan anak mereka.


Seolah penampilannya seperti ini sudah biasa dilihat oleh Eve.


Tunggu...!


Apa Eve sering melihat para pria yang memamerkan otot-otot mereka terutama otot perut enam kotak?


Dulu jika dia menggunakan selembar handuk saat keluar atau saat Tala memang sengaja tidak mengenakan baju saat tidur Eve akan tersipu malu lalu setelah itu memalingkan wajahnya dan menunduk untuk menyembunyikan rona merah di pipinya.


Namun, kali ini Eve hanya berwajah datar. Karena penasaran apakah Eve malu atau tidak Tala melihat wajah Eve yang sedang memasukkan pakaian ke tubuh Orion setelah memberikan lotion buat kulit Orion serta minyak telon.


"Apa yang sedang kamu lakukan...?" Tanya Eve dengan datar.


Muka Eve memang terlihat merah namun Tala tidak tau apakah itu merah karena malu atau merah karena marah.


Tala hanya memberikan senyuman canggungnya ke arah Eve lalu cepat-cepat memakaikan pakaiannya yang sudah disiapkan oleh Eve tadi.


Walaupun Eve masih belum bisa bersahabat dengannya namun Eve tidak lupa dengan kewajibannya sebagai seorang istri salah satunya menyiapkan pakaian untuknya hal yang dirindukan Tala salah satunya ketika Eve tidak ada.


Di dalam diri Eve ingin sekali mengabaikan Tala sebagai suaminya namun di satu sisi di dalam diri Eve mengatakan bahwa dia tidak boleh bersikap kurang ajar atau tidak sopan kepada suaminya.


Rasa ketidaksopanan yang ingin Eve lakukan terhadap Tala kalah akan rasa yang kuat dalam diri Eve yaitu wajib melayani Tala suaminya sebaik-baiknya.


Eve menghela nafas kasar membuat Tala menoleh ke arah Eve setelah selesai memakai pakaiannya.


Tala memang masih sama saja memakai pakaian di dalam kamar bukan di kamar mandi.


"Apa ada masalah...?" Tanya Tala dengan khawatir.


Eve saat ini dalam suasana hati yang tidak mau bicara banyak apalagi itu adalah Tala.


Eve, "..."


'Masalahnya adalah kamu sendiri kenapa harus hadir..."


Dewi jahat Eve meronta ingin mengatakan itu kepada Tala namun Eve menahannya alhasil Eve tidak menjawab demi tidak menyakiti perasaan.


Eve tidak ingin membalas apa yang dilakukan orang kepadanya yang tidak baik dengan tidak baik. Jika Eve melakukannya berarti Eve sama saja dengan mereka.


Eve akan menunjukkan pada semua orang bahwa dia mempunyai harga diri yang tinggi levelnya berbeda dengan orang lain maka dari itu Eve tidak ingin meladeni mereka dan mudah memaafkan mereka yang telah berbuat buruk padanya.


Eve is another level...so, you must step back!

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2