
Tala kembali ke dalam kamar dengan perasaan kesal karena ibunya menyita waktu Eve padahal tadi di dalam bayangan ketika sampai di mansion dengan Orion yang tidur dirinya akan memberikan hukuman yang tentunya menyenangkan bagi Tala sendiri.
Bukannya Tala tidak senang melihat kedekatan antara kedua orang tuanya dengan istri dan anaknya hanya saja jika Eve sudah bersama ibunya maka Eve akan mengabaikannya dan tidak menganggap kehadirannya sedari mereka menikah sebelum berpisah.
Menyugarkan rambutnya setelah selesai membersihkan diri helaan nafas berat Tala keluarkan. Tala mengingat selama kurang lebih satu bulan ini dirinya sama sekali tidak menanyakan mengenai perusahaan kepada sekretarisnya yang mungkin sangat sibuk karena ketidakhadirannya.
Tapi, kan sekarang sekretaris Diego sudah dibantu oleh istrinya Wendy yang sudah mengundurkan diri menjadi sekretaris Gulzar setelah memutuskan menikah dengan sekretaris Diego.
Tala mengaktifkan datanya dan mengirimkan pesan kepada sekretarisnya apakah dia merasa kerepotan atau tidak. Sudah jelas pasti kerepotan karena asisten Kaivan juga sedang mengambil cuti dikarenakan Yasmine baru saja melahirkan itu yang Tala dengar dari ayahnya tadi.
Tala merenung bagaimana ke depannya mengenai nasib rumah tangganya dengan Eve jika Eve memilih tinggal jauh dari padatnya perkotaan dan mengenai tanggungjawabnya sebagai pemimpin perusahaan apakah dirinya harus merekrut seseorang yang dia percayai untuk menjadi pemimpin.
Menjadi seorang pewaris dan latar belakang nama keluarga yang besar dan disegani terkadang membuat Tala merasa tidak bebas bergerak melakukan apa yang dia mau.
Beban tanggungjawab yang dipikulnya sangat begitu besar jika ada pertemuan seperti perjamuan yang diadakan oleh para rekan bisnis biasanya Tala akan menyuruh asisten dan sekretarisnya atau dirinya hanya muncul dan menjadi batu tidak mau berbicara banyak.
Dia sangat beruntung karena memiliki sekretaris yang cekatan dan mampu dalam bersosialisasi dengan baik. “Sepertinya aku harus segera dilantik menjadi seorang presiden direktur.” Balas pesan dari sekretaris Diego yang merupakan sebuah bentuk kekesalan akan dirinya.
“Jika kamu mau maka akan aku berikan, aku akan menjadi orang di belakang layar.” Ujar Tala yang langsung menelpon sekretaris Diego setelah mendapatkan pesan balasan dari sekretaris Diego.
“Huh, sungguh bukan Nabastala jika ada akhlaknya.” Dengus sekretaris Diego.
“Lagian aku sudah memberikan mu waktu berbulan madu dengan cukup lama dan memfasilitasi acara bulan madunya dengan uang pribadi tentunya tanpa memotong gaji.” Ungkit Tala membuat sekretaris Diego memutar bola matanya malas.
Memang benar apa yang dikatakan oleh Tala bahwa sekretaris Diego diberi libur oleh Tala selama tiga bulan untuk menikmati awal-awal pernikahannya. “Sudahlah bicara dengan mu memang sangat banyak mengeluarkan energi yang sangat berharga.”
__ADS_1
“Bukankah seharusnya kamu harus berterimakasih dengan ku karena membuat mu dan Wendy bisa bekerja di tempat yang sama lagian aku mengirimkan asisten baru yang merangkap sekretaris untuk membantu mu selagi Kaivan menemani Yasmine begadang merawat bayi mereka.”
“Ya ya kamu memang benar Tuan muda Nabastala Anda memang tidak pernah salah.” Lebih baik mengalah daripada harus berdebat dengan Tala karena pria itu sangat pandai berkata-kata dan setiap pertanyaan serta keluh kesah selalu saja ada jawabannya yang bisa membuat orang terdiam dibuatnya.
“Berapa lama lagi kamu bisa menaklukkan Eve eh bukan Nona Lizzy?” Tanya sekretaris Diego. Tala tau dari nada suara-nya sekretaris Diego sedang mengejeknya.
“Dia sudah berhasil aku taklukkan dan bahkan produk baru mau launching jangan sampai kalah saing.” Balas Tala dengan ejekan yang tidak kalah sarkasnya.
“Aku baru menikah kurang lebih lima bulan dan kami masih ingin menikmati masa-masa berdua.” Kilah sekretaris Diego agar harga dirinya sebagai laki-laki tidak jatuh oleh Tala walaupun di dalam hatinya sangatlah dongkol.
“Yah terserah dengan apa yang kamu katakan tapi ingat jangan sampai aku udah punya cucu lalu memanggil kamu dengan sebutan kakek.” Tala memberikan senyum mengejeknya apalagi setelah mendengar umpatan dari sekretaris Diego.
“Jika aku dipanggil kakek maka kamu juga akan dipanggil kakek bodoh.”
Setelah itu sambungan terputus hal itu mampu membuat suasana hati Tala kembali ceria setelah sempat merasa kesal karena Eve tidak kunjung kembali ke kamar setelah hampir tiga jam lamanya.
...***...
Sore harinya Eve baru masuk ke dalam kamar seorang diri karena Orion sedang bersama dengan granny dan grandpa-nya bermain-main di taman.
Eve melihat bahwa suaminya Tala sedang tertidur dalam posisi telentang tanpa menggunakan atasan yang menutupi tubuh atasnya.
Eve menyesuaikan suhu ruangan agar Tala tidak merasa kedinginan, “sudah berapa lama dia tertidur kenapa dia langsung memakai celana tidur padahal baru sore hari.” Ucap Eve lalu berjalan ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sebenarnya Eve juga merasa mengantuk dan ingin tidur karena merasa hari ini sangat lelah, Eve keluar dari dalam kamar mandi dan sama seperti Tala sudah mengganti pakaian dengan piyama tidur dengan celana pendek dan baju tidur tanpa lengan.
__ADS_1
Namun Eve memilih untuk duduk di sofa sembari membaca buku untuk mengisi waktu luangnya sendiri mumpung Orion tidak ada dan mumpung tidak ada pengganggu yaitu suaminya sendiri.
Eve memang selalu bilang bahwa suaminya sekarang seperti pengganggu baginya mengikuti ke mana pun dia pergi kecuali kamar mandi namun tak jarang sikap manja dari suaminya yang melebihi Orion itu membuat kepala Eve pusing dengan berakhir Eve akan mengancam bahwa dirinya tidak akan mau meminum obatnya.
Mata Eve semakin memberat sehingga membuat Eve akhirnya jatuh tertidur dengan buku di atas kedua pahanya dan kepala yang disandarkan di sofa.
“Anak ayah sudah wangi.” Ucap Tala sembari mencium perut Orion sehingga membuat Orion tertawa geli dibuatnya karena ayahnya yang merasa gemas.
Suara Tala dan suara tawa Orion membuat Eve mengerjapkan kedua matanya tampak Eve melihat bahwa Orion sedang berbaring di sampingnya.
Eve mengernyitkan dahinya saat melihat bahwa dirinya tiba-tiba sudah berpindah dari sofa ke tempat tidur. Eve berpikir apakah kebiasaan tidurnya selama di awal mereka menikah dulu terulang kembali.
“Bunda sudah bangun apa suara kami membangunkan bunda tapi ayah dan Orion memang sengaja sih.” Ujar Tala sembari menggeser tubuhnya mendekat ke arah Eve yang sudah bangkit dan kini sedang bersandar di kepala ranjang.
Tangan Tala menyisir rapi rambut Eve dan mencium kening Eve semua yang dilakukan oleh Tala mendapatkan perhatian dari Orion.
Orion juga tidak mau kalah dengan ayahnya sedikit merangkak lalu duduk di pangkuan Eve kemudian mencium kening, kelopak mata, pipi dan bibir Eve sekilas lalu bersandar nyaman di dada Eve.
Tala yang melihatnya tersenyum sepertinya dirinya kalah telak dengan sang anak. Orion mengoceh ke arah Tala seolah mengatakan kepada Tala bahwa jangan mencium bunda-nya.
“Tidak sayang bunda adalah milik ayah selamanya yang di prioritaskan oleh bunda adalah ayah.” Membuat Orion memeluk Eve dengan erat. Siapa yang mengajari anaknya seperti ini, ini adalah pertama kalinya Tala melihat tingkah anaknya seperti ini. Apa mungkin ini ajaran dari kedua orangtuanya.
Eve mengelus kepala Orion dengan sayang dan tersenyum ke arah Orion yang sedang menatap dirinya, “kamu mengobrol apa saja tadi bersama dengan granny dan grandpa mu sayang kenapa bisa begini?” Tanya Tala.
“Apa yang kalian bicarakan dan Orion dengarkan tadi bunda?” Tanya Tala dan Eve hanya mengedikkan bahunya karena dirinya masih merasa sangat malas untuk berbicara. Hal itu membuat Tala menghela nafasnya lalu merebahkan tubuhnya di samping Eve yang sedang memangku Orion.
__ADS_1
Kaki jenjang Tala diletakkan dia tas kaki Eve dan tangan sebelahnya memeluk paha Eve. “Sepertinya ayah harus membatasi kamu diasuh oleh granny dan grandpa baru sehari sudah seperti ini.” Keluh Tala kepada putranya itu.
*Bersambung*