Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 96. Niat Hati Seseorang Tidak Ada yang Tau!?


__ADS_3

Gulzar memandang kedua orangtuanya dan juga adiknya Harsha tidak ada ekspresi yang ditunjukkan oleh Gulzar pada kedua orangtuanya.


Sebelum penangkapan ketiganya beberapa bulan yang lalu di mansion Adwitya tepatnya di kamar kedua orangtua Harsha dan Gulzar. Ketiganya berkumpul.


“Eve kabur ayah.” Ujar Harsha merasa senang ketika mendengar berita tersebut begitu juga dengan bibi Bora dan paman Tibra.


“Rencana kita berhasil ayah.” Dengan gembira bibi Bora mengatakannya.


“Apa kamu yakin bukti pesan yang dikirimkan tidak diketahui oleh orang lain?” Paman Tibra berucap.


“Ponsel Eve tidak bisa ditemukan oleh siapa pun besar kemungkinan saat Eve kabur dia sudah menggantinya di hari meninggalnya Adya.”


“Sekarang aku bisa dengan bebas mendekati Tala tidak lagi secara diam-diam, akhirnya setelah sekian lama.” Bibi Bora yang mendengarnya merasa sangat senang.


Ketika keluarga Werawan meminta salah satu perempuan dari keluarga Adwitya untuk menjadi istri kedua Tala agar menghasilkan keturunan bibi Bora dan paman Tibra merasa sangat senang.


Karena sebentar lagi mereka akan berbesan dengan keluarga terkaya nomor 1 di negara K tersebut apalagi perusahaan keluarga Adwitya berada di dalam kehancuran.


Namun bukan Harsha yang mereka minta melainkan Eve hal itu membuat bibi Bora dan paman Tibra sangat kaget apalagi mereka tau bahwa anak perempuannya sudah lama menaruh hati ke Nabastala.


Akan tetapi jika dipikirkan ada baiknya jika itu adalah Eve bibi Bora dan paman Tibra sedikit tidak rela jika anak perempuan yang sangat mereka sayangi itu menjadi istri kedua sedangkan mereka tau bahwa Tala begitu sangat mencintai istri pertamanya Adya.


Harsha yang mengetahui itu semakin marah dan benci dengan Eve kenapa harus Eve bukan dirinya setelah hampir 10 tahun lamanya Harsha memendam perasaannya ke Tala namun yang mendapatkan Tala selalu Eve.


Kenapa Eve selalu merebut apa yang menjadi keinginannya padahal Eve hanya anak pungut.


Bibi Bora menjelaskan bahwa Eve akan menjadi istri kedua dan mereka akan bekerjasama untuk menghancurkan rumah tangga Tala, Adya, dan Eve bersamaan.


Harsha yang mendapat dukungan dari kedua orangtuanya merasa sangat senang. Bibi Bora, paman Tibra dan Harsha bertemu dengan seseorang cracker untuk menjalankan rencana ketiganya dan membayar mahal untuk itu.


Apalagi mahar pernikahan Eve sebelum keluarga Werawan menikahkan Eve dengan Tala maka keluarga Werawan harus memberikan uang ke mereka sebanyak 10 miliar dollar terlebih dahulu.


Sudah ditolong namun tidak tau diuntung.


Tala yang mendengar pembicaraan kakek Werawan dan ayah Davka kala itu tanpa sengaja merasa marah karena berani-beraninya keluarga Adwitya memeras keluarganya.


Padahal keadaan perusahaan Adwitya sedang tidak baik-baik saja bahkan di dalam ambang kehancuran.


Apa yang membuat kakek Werawan dan ayah Davka memilih perempuan dari keluarga Adwitya yang menurut Tala sangat menjijikkan.


Seistimewa apa sih perempuan yang akan dijodohkannya untuk menjadi istri kedua itu.


Uang 10 miliaran dollar dikasih oleh ayah Davka ke paman Tibra. Dan uang itu mereka gunakan untuk membayar cracker (peretas ilegal) selama menjalani misi mereka dan orang-orang suruhan yang mau bekerja sama menjalankan rencana mereka seperti pelayan di mansion Werawan yang membuat Eve keguguran dan setelah itu harus bunuh diri kalau tidak mereka akan memasukkan pelayan itu ke penjara dan membuat keluarga pelayan itu menderita.


Ketiganya bermain plating victim dengan penuh siasat dan licik. Awalnya di iming-imingi dengan uang yang sangat banyak namun tidak mereka dapatkan. Atau mau dengar kisah perawat yang membuat Adya meninggal di tengah pengejaran pengawal Tala yang ditembak mati oleh pembunuh bayaran.


Dari semua masalah yang terjadi di dalam rumah tangga Tala, Adya dan Eve ada campur tangan bibi Bora, paman Tibra dan Harsha.


Cinta membutakan segalanya. Uang membuat semua orang menggila karenanya. Dunia penuh dengan tipu muslihat.


Atas segala yang diperbuat oleh bibi Bora, paman Tibra dan Harsha tentu saja tidak diterima oleh Tala begitu saja setelah mengetahuinya beberapa bulan yang lalu.


Namun, saat memikirkan bagaimana sepupunya Geya yang sangat jatuh hati dengan Gulzar Adwitya membuat Tala menekan keinginannya untuk menyiksa kedua orang tua Gulzar dan sahabat sepupunya itu.


Pasti sepupunya Geya tidak menyangka bahwa sahabat satu-satunya melakukan kejahatan yang sangat kejam. Geya sangat tau bagaimana perasaan Harsha ke Tala namun selama bersamanya Geya memperhatikan Harsha tidak pernah bersikap agresif malah terlihat sangat tenang.


Ibarat kata jangan pernah mempercayai air yang tenang tidak ada riak kelihatannya namun kenyataannya itu jauh lebih berbahaya dengan air yang memiliki arus deras. Karena kita tidak pernah tau apa isi di bawah air yang tenang itu.


Apalagi dalam hal ini Gulzar sama sekali tidak ada sangkut pautnya dan Tala tau bahwa Gulzar juga menaruh hati ke Eve walaupun hubungan keduanya sebagai sepupu tapi mereka hanya sepupu angkat tidak ada ikatan darah.


Setelah beberapa bulan mendekam di penjara baru pertama kali Gulzar menginjak kakinya untuk menemui kedua orangtuanya dan juga adiknya itu.


“Gulzar tolong keluarkan ibu, ayah, dan adikmu. Nabastala itu sangat kejam.” Ujar bibi Bora. Gulzar merasa miris melihat ketiganya yang sama sekali tidak bersalah dengan apa yang dilakukannya.

__ADS_1


Gulzar, “…”


“Ibu sangat tidak nyaman tinggal di sini sangat bau dan sempit punggung ibu sangat sakit karena kasurnya sangat keras. Apa kamu tidak lihat wajah adikmu yang terlihat tidak terawat, ayah mu juga sering batuk-batuk.” Bibi Bora merayu anaknya itu.


“Kita harus berkumpul bersama lagi sayang, dan kita akan membuat perhitungan dengan keluarga Werawan…huhu…huhuhu.” Drama.


“Kalian pantas mendapatkannya, …” Datar. Bukanlah Gulzar yang berbicara melainkan Tala yang berdiri di belakang Gulzar membuat ketiganya terkejut menatap ke arah Tala. Gulzar hanya diam saja, jujur Gulzar merasa tidak berdaya melihat kedua orangtua serta adiknya seperti ini namun mau bagaimana lagi kesalahan mereka sangat fatal apalagi mereka membunuh tiga nyawa dan satunya masih di dalam kandungan.


Hukum tetap berjalan walaupun dirinya punya uang dan kekuasaan untuk itu namun akan tetap kalah untuk mengeluarkan kedua orangtuanya. Lagipula keadilan harus ditegakkan, memasukkan mereka ke dalam penjara adalah hal yang paling ringan atas apa yang dilakukan mereka.


Daripada berada di masukkan ke dalam markas Tala maka Gulzar tidak akan pernah lagi melihat ketiganya.


Bukan berarti dia adalah anak durhaka karena memasukkan kedua orangtuanya ke dalam penjara namun ini adalah salah satu bukti baktinya ke orangtuanya dan mengajarkan ke adiknya untuk tidak berbuat jahat sampai melanggar peri kemanusiaan.


Salah tetap salah tidak ada pembenaran untuk itu dan harus diperbaiki segera mungkin.


Harsha, “…”


Bibi Bora, “…”


Paman Tibra, “…”


“Setelah apa yang kalian lakukan bukannya menyadari tapi kalian malah mengatur strategi kembali.” Ujar Tala dengan dingin.


“Kalian akan dipenjarakan seumur hidup dan kalian tidak akan pernah bisa lari dari sini. Tidak ada siapa pun yang akan membebaskan kalian bahkan Gulzar.” Dengan tegas Tala berbicara menatap keduanya.


Paman Tibra tersenyum sinis mendengar perkataan Tala, “kamu tidak berhak sama sekali putra kebanggaan ku Gulzar akan membebaskan---“


“Kalian harus menyadari kesalahan kalian dan kalian akan hidup di dalam sini selamanya. Maafkan aku tapi ini yang terbaik.” Ujar Gulzar memandang kosong ke depan kedua telapak tangannya terkepal erat.


Harsha, “…”


Bibi Bora, “…”


Paman Tibra, “…”


Tala tersenyum sinis ke arah ketiganya, “lihat bahkan kalian juga bukan menghancurkan rumah tangga ku tapi kalian menghancurkan keluarga kalian sendiri terutama putra yang kalian banggakan.”


“Tidak ada yang boleh datang ke sini kecuali saya, asisten dan sekretaris saya dan juga Tuan Gulzar. Jika ada orang yang tidak disebutkan tadi kalian cepat telepon darurat, kalian sudah paham kan.” Ucap Tala di depan ketiga orang tersangka itu ke kepala polisi.


Di depan Geya terlihat sangat gelisah menunggu sepupunya Tala, tadi tiba-tiba saja dirinya ditarik oleh sepupunya untuk segera mengikutinya.


Dan tempatnya adalah penjara Tala menyuruhnya untuk menunggu di depan dan tidak mengajaknya untuk masuk ke dalam.


Karena merasa bosan Geya keluar dari dalam mobil dan Geya tidak menyadari bahwa mobil di belakang mobil Tala adalah mobil Gulzar.


Saat Geya keluar, Geya melihat Gulzar yang keluar dari kantor polisi membuat Geya terpaku dengan berpura-pura Geya memainkan ponsel yang ada di tangannya karena merasa salah tingkah.


‘Kenapa aku bersikap seperti ini jantung tolong jangan seperti ini ingat kalian bukan lagi sepasang tunangan’


Geya hanya menggulir layar ponsel-nya sembari menggigit bibir dalamnya, Gulzar juga melihat keberadaan Geya namun sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Geya bahwa mereka tidak boleh bertemu lagi.


“Geya.” Panggil seorang laki-laki yang berada di belakang Gulzar. Gulzar tadi hendak membukakan pintu mobilnya mau masuk namun sempat terhenti tatkala ada seorang pria yang memanggil nama Geya.


“Axel!”


“Aku kira itu tadi bukan kamu ternyata benar kamu.” Ujar laki-laki bernama Axel dengan mata yang berbinar memandang ke arah Geya.


Geya tersenyum canggung apalagi ada Gulzar di dekat mereka. Entah kenapa Geya merasa bahwa dirinya telah selingkuh dari pria dingin yang sedang memandangnya tajam karena tadi Geya sempat meliriknya.


“Ka-kamu kenapa ada di sini?” Tanya Geya di awal yang sedikit terbata-bata.


“Aku tadi menemui teman aku dia bekerja di kantor polisi ini.” Jawab Axel, “kamu semakin cantik dan terlihat dewasa.” Puji Axel. Geya tau bahwa Axel menaruh hati padanya sedari dulu Axel adalah teman di kala SMA nya namun keduanya putus kontak karena Axel melanjutkan studinya ke luar negeri.

__ADS_1


“Aku berusaha mencari mu apa aku boleh minta nomor mu soalnya hp aku hilang waktu aku mau berangkat kuliah.” Ujar Axel langsung.


Mata Geya terlihat sangat tidak fokus karena sedari tadi Geya melirik ke arah samping kanannya masih ada Gulzar yang memandang intens ke arahnya.


“Boleh, boleh ini nomor ku.” Ujar Geya sembari memberikan kode QR ke Axel. Geya harus bisa move on dari Gulzar mungkin dengan hadirnya Axel yang tiba-tiba bisa membuatnya melupakan Gulzar dan menerima cinta Axel.


Geya tau bahwa di mata Axel masih ada cinta karena Axel masih melihatnya dengan terkagum-kagum dan sama seperti dulu.


“Sudah lama sekali kita tidak bertemu.” Ujar Axel.


“Emmm mungkin 8 tahun eh tidak kurang dari 10 tahun benar kan.” Ujar Geya dengan berpura-pura semangat. Geya berharap di dalam hatinya bahwa Gulzar akan cemburu dan datang ke sini.


‘Kamu mikir apa Geya mana mungkin es balok itu akan cemburu dia tidak mempunyai rasa untuk mu hanya ada kak Eve di dalam hatinya.’


Gulzar membuka pintu mobil dan menutup pintu dengan keras lalu mengendarai mobilnya dengan cepat.


Geya tanpa sadar melihat mobil Gulzar yang sudah hilang dari pandangannya, “ada apa dengan pengendara itu kenapa terlihat ugal-ugal padahal masih di kantor polisi.” Ucap Axel membuat Geya tersadar.


“Kamu di sini ngapain dan kenapa tidak masuk?” Tanya Axel ke Geya


“Aku ke sini bersama dengan kak Tala tiba-tiba dia menyeret ku ke sini saat aku hendak ke ruangan kerja ku.” Jawab Geya dengan jujur.


Dari jauh Tala yang baru keluar melihat bahwa sepupunya Geya sedang berbicara dengan seorang pria. Dari siluet-nya itu bukanlah Gulzar hal itu membuat Tala mengernyitkan dahinya.


‘Siapa yang sedang berbicara dengan Geya, mereka tampak akrab.’


Axel membelakangi Tala jadi Tala tidak mengenali siapa Axel lagipula sudah hampir 10 tahun mungkin mereka tidak bertemu.


“Geya kamu sedang berbicara dengan---“


“Hai kak Tala lama tidak bertemu.” Ujar Axel dengan akrab membuat Tala terdiam.


Tala, “…”


‘Dia siapa’


“Hahahah apa aku jauh berbeda dengan aku yang dulu sampai kak Tala tidak mengingat ku.” Axel memberengutkan bibirnya karena Tala tidak mengenalinya, “ahhh hatiku sangat sakit jika kak Tala tidak mengingat ku.” Ujar Axel.


Tala, “…”


‘Laki-laki dengan drama ini’


“Axel!?” Ucap Tala hal itu membuat Axel tersenyum senang dan memeluk Tala seolah mereka adalah teman lama.


“Akhirnya kak Tala ingat aku. Iya aku Axel yang tergila-gila dengan Geya bahkan sampai sekarang.” Dengan percaya diri dan tidak malunya walaupun sudah beberapa kali ditolak oleh Geya sembari mengedipkan sebelah matanya ke arah Geya membuat Geya terdiam karena bingung.


‘Kamu juga masih sangat mencintai kak Zee selama hampir 6 tahun Geya sama halnya seperti Axel yang masih menaruh rasa untukmu’


“Kita tidak akrab asal kamu tau” Ujar Tala lalu membuka kan pintu mobil penumpang untuk Geya, “masuk.”


“Iya aku tau tapi aku sebentar lagi akan menjadi calon ipar sepupu jadi---“


“Baru calonkan.” Ujar Tala


Axel, “…”


“Lihat saja aku Axel Barata tidak akan menyerah. Aku bahkan sekolah jauh dan tinggi agar kak Tala yakin bahwa aku cocok untuk bersanding dengan Geya. Ingat kak Tala pernah berkata bahwa kak Tala tidak akan lagi melarang aku untuk dekat dengan Geya aku sudah memenuhi apa yang dikatakan kak Tala.” Axel dengan wajah tengil-nya memainkan kedua alisnya naik turun.


“Coba saja kamu bisa merebut hatinya karena ruang hatinya sudah penuh oleh seseorang. Selamat berjuang.” Tepuk Tala di bahu Axel. “Kapan-kapan kita akan bertemu untuk berduel berkuda.” Tala masih ingat saat dirinya kalah dengan Axel waktu pertama kali mereka beradu kuda untuk menghilangkan penat dulu.


“Tentu saja kak Tala akan sama seperti dulu kalah.”


Tala, “…”

__ADS_1


‘Dia masih sangat tengil aku akan menyuruh Kai untuk mencari data selama dia kuliah.’


*Bersambung*


__ADS_2