Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 183. Masa Depan


__ADS_3

"Bagaimana kalau kak Zee tau bahwa ini semua rencana kita?" Celetuk Eve membuat tawa para ibu muda itu terhenti.


"Itu tidak mungkin. Bisa saja jadi mungkin." Ujar Wendy mengingat mantan atasannya dulu walaupun dia diam dan terkesan tidak peduli tapi dia adalah pengamat yang baik.


"Katanya hari ini mereka akan mengadakan konferensi pers. Tapi kenapa belum ada tanda-tanda." Ujar Daisy yang menatap TV di depannya. Padahal di jam-jam segini adalah jam gosipnya selebritis ditayangkan.


Memang ada berita tentang Ayanna Talia yang diberitakan sedang berkencan dengan Gulzar Adwitya namun itu semua belum pasti walaupun bukti untuk manipulasi publik sudah beredar di jejaring media sosial.


"Coba tanya Jackson." Saran ide dari Yasmin dengan semangat dan santai.


"Itu tidak mungkin aku pagi tadi bertengkar dengannya. Biasalah." Ucap Daisy dengan malas.


"Kak Zee tidak akan semudah itu tertipu." Lanjut Eve kembali dan Wendy menganggukkan kepalanya.


"Ini ada berita katanya pihak agensi menunda konferensi pers hari ini dan akan mengadakan konferensi pers sampai waktu yang tidak bisa ditentukan tergantung dari jadwal kedua belah pihak. Ahhhh." Terang Wendy dengan mendesah diakhir kalimatnya.


"Kenapa harus menunda sih bikin penasaran saja? Kenapa harus konferensi pers juga jika bisa konfirmasi langsung bahwa berita itu benar? Lagipula reaksi netizen di negara ini maupun di luar negeri semuanya positif." Ujar Yasmin dengan berapi-api. Begitulah Yasmin jika sudah tidak sabar.


"Kamu lupa kita membuat skenario ini dan juga kita sudah melihat dari foto-foto yang dikirimkan oleh pengawal serta saksi mata dari pengawal walaupun sayup-sayup mendengar obrolan mereka tapi sepertinya mereka bertengkar." Terang Daisy.


"Si Gulzar Adwitya itu mau jadi bujang lapuk atau bagaimana sih heran aku." Ucap Yasmin yang masih dengan emosi.


"Tapi, jika melihat interaksi mereka di foto-foto kemarin kak Zee menunjukkan perhatiannya secara langsung kepada Ayanna ditambah pengawal mengatakan bahwa kak Zee sendiri dengan cepat bertindak saat Ayanna terluka. Dan melihat bagaimana kak Zee tanpa berucap apa pun menyuruh Ayanna masuk ke dalam mobilnya. Bukan kah itu aneh. Semua tindakan kesehariannya kak Zee sedikit berubah ketika bersama Ayanna. Menurut kalian bagaimana?" Daisy, Yasmin dan Eve memikirkan perkataan Wendy.


"Apa itu artinya kak Zee ada ketertarikan pada Ayanna atau kedua-duanya sama tertarik. Apa mereka sedang main tarik ulur?" Ujar Yasmin dengan berbinar dan semangat sembari membenar-benarkan apa yang ada dalam pikirannya.


"Mereka kan hanya bertemu tiga kali. Apa itu mungkin?" Tanya Daisy lagi.

__ADS_1


Wendy menggelengkan kepalanya, "aku rasa melihat sikap Ayanna di foto yang nampak kesal sepertinya tidak tiga kali. Kak Zee juga banyak berbicara di foto. Ini bukan di luar kebiasaan dari kak Zee. Kamu setuju kan Lizzy?" Eve menganggukkan kepalanya.


Sebenarnya Eve merasa sedikit heran kenapa mereka berbuat sampai sejauh ini untuk menyatukan Ayanna dan Gulzar.


"Kita bisa menjadi gila karena mati penasaran. Kenapa jadwal konferensi persnya belum pasti kenapa tidak konfirmasi langsung huh." Yasmin kembali kesal.


"Melihat mu sedang bawel, cerewet dan tidak sabar ini apa mungkin nanti anakmu laki-laki kembali." Celetuk Daisy melihat sahabatnya yang uring-uringan itu. Ini sama persis waktu Yasmin mengandung Kafin. Wanita itu sama seperti mengandung anak keduanya.


Yasmin menatap tajam ke arah Daisy. Sepertinya Daisy salah bicara. "Laki-laki ataupun perempuan tidak menjadi masalah. Namun, jika benar laki-laki maka aku tidak mau hamil lagi. Cukup dua saja." Terang Yasmin. "Kalian hanya melihatku saja bagaimana jika anak kedua kalian sama jenis kelaminnya dengan yang pertama?"


"Kalau aku maunya sampai aku mempunyai anak laki-laki. Tapi, tergantung Jackson kalian tau kan." Ujar Daisy dengan malas.


"Walaupun anakmu terus perempuan sampai ke sebelas gimana?" Tanya Wendy.


"Memangnya kamu mau bentuk mereka sebagai girl group?" Tanya Wendy.


"Tapi kamu suka kan." Ujar Yasmin sembari menekan bahu Daisy dengan telunjuknya. "Buktinya kalian berdua sama-sama bucin."


"Kalau kamu bagaimana Wendy?" Tanya Eve.


"Aku? Kalian tau Diego sangat kompetitif dan ambisius bukan. Jadi, jangan ditanya lagi. Kalau nanti di antara Tala dan Kaivan ada anak perempuan maka dia akan mau mempunyai anak perempuan juga." Terang Wendy.


"Kalau aku. Aku tidak peduli jika Kaivan nanti merengek ingin anak lagi atau anak perempuan jika anak ini benar-benar laki-laki aku tidak mau hamil lagi. Aku akan menyuruh dia yang hamil." Yasmin memang berbeda namun anehnya Kaivan sangat bucin dan menurut perkataan Yasmin.


"Kalau kamu Lizzy bagaimana kamu sudah punya dua anak laki-laki mau nambah lagi?"


"Aku? Aku mau namun Tala tidak mau." Ujar Eve dengan sedih, "katanya dia tidak mau melihat aku kesakitan dan menderita saat aku melahirkan Galaksi. Dia merasa sangat bersalah karena membuat aku kesakitan."

__ADS_1


"Ahhh enaknya seperti kak Airen mempunyai anak yang sudah sepasang." Ujar Yasmin dengan mendesah dan mengusap perutnya itu.


"Kalau anakku perempuan lagi pasti akan jadi rebutan bagi anak-anak kalian nanti." Terang Daisy dan para ibu muda itu menganggukkan kepalanya.


"Siapa ya yang nanti berbesan dengan siapa." Ucap Yasmin sambil memikirkan kira-kira bagaimana anak-anak mereka ke depannya.


"Aku rasa anakku Lily tidak akan berjodoh dengan anak kalian karena di antara anak-anak kita Lily yang paling besar." Ucap Daisy. Pada ibu muda itu memikirkan hal yang belum terjadi dan berimajinasi.


"Jika itu terjadi berarti kita sudah tua." Ujar Yasmin dengan mendesah lalu memasukkan cemilan untuknya.


......***......


Di dalam apartemen Ayanna yang berusaha tidur untuk meredam kekesalannya terhadap berita yang beredar menendang-nendang selimut yang ia gunakan karena tidak bisa tidur.


"Aishhhhhhh." Ucap Ayanna lalu bangkit dan mengacak-acak rambutnya frustrasi. Ini sudah hampir tiga jam ia mau tidur namun tidak bisa. Padahal hari ini ia ada jadwal namun karena berita yang beredar jadwalnya ditunda. Tentu saja atas permintaan dari Ayanna sendiri.


Ayanna keluar dari dalam kamarnya dengan rambut acak-acakan dan wajah kusutnya serta masih memakaikan piyama baju tidur bercelana pendek yang sebatas setengah paha dan lengan pendek.


Ayanna menghentak-hentakkan kakinya sembari berjalan ke dapur sembari memegang perutnya yang terasa lapar ingin makan. Tadi, dia melewatkan sarapannya gara-gara berita itu membuat Ayanna mencak-mencak tidak jelas.


Ayanna tidak menyadari bahwa ada seorang pria yang sedang menatapnya dengan heran.


"Apakah begini keadaan seorang selebritis kelas atas jika berada di apartemen." Ucap pria tersebut menatap ke arah Ayanna dengan laptop yang berada di atas pangkuannya.


Ayanna membalikkan badannya dan membulatkan matanya ke arah pria tersebut yang melihatnya...


"Kau!" Tunjuk Ayanna dengan wajah kesalnya.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2