Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 139. Basement


__ADS_3

"Sebaiknya Nyonya muda segeralah bersiap ini biarkan bibi saja." Ucap kepala pelayan setelah mereka selesai memasak berbagai macam jenis makanan.


"Apa ibu dan ayah belum kembali dan tidak makan siang di mansion?"


"Entahlah mungkin Tuan dan Nyonya besar lupa dengan menantunya di mansion ini karena saking asyiknya berkunjung ke rumah kakak Nyonya muda." Jawab kepala pelayan yang sudah tau bagaimana kebiasaan kedua majikannya itu.


Eve tertawa mendengarnya kedua mertuanya itu memang sangat tidak terduga terkadang dan sangat serius menginginkan cucu perempuan.


"Anak dari kakak Nyonya muda laki-laki atau perempuan?" Tanya kepala pelayan penasaran.


"Dia perempuan namanya Jean Aurora Abraham. Orion sangat suka sekali membuat Jean menangis." Cerita Eve tertawa dan sangat merindukan keponakannya itu.


Sepertinya sehabis dari rumah asisten Kaivan dia akan mengajak Tala dan Orion untuk berkunjung ke rumah kakaknya.


"Nyonya muda pasti sangat merindukan kakak Nyonya muda."


Eve mengangguk dengan semangat, "bukan hanya kakak tapi kakak ipar dan keponakan ku juga bibi."


"Biasanya di jam segini kami akan mulai bersantai sambil bercerita sembari menemani Jean dan Orion yang sibuk dengan mainan mereka."


...***...


Eve memakai pakaian berwarna hijau mint sangat kontras dengan kulit putihnya.


Rambut yang diikat setengah dengan bawahnya di gerai.


Saat keluar dari mansion Eve melihat mobil yang akan mengantarnya sudah siap di sana Eve bisa melihat pengawal Ai dan pengawal Bee menatapnya tersenyum senang.


"Selamat datang kembali Nyonya muda." Membuat Eve tersenyum menatap kedua pengawal yang begitu dekat dengannya.


"Izinkan kami untuk mengantar dan mengikuti ke mana pun Nyonya pergi keluar dari mansion."


"Kenapa kalian masih terlihat kaku kepadaku bersikaplah seperti biasa dan santai."


Pengawal Ai dan Bee hanya membalas dengan senyuman. "Barang-barang yang sudah disiapkan Nyonya sudah dimasukkan ke dalam."


"Bagaimana kabar kalian?" Tanya Eve saat mobil sudah berjalan keluar dari mansion Werawan.


"Kami sangat baik Nyonya dan kami sangat merindukan Nyonya."


"Aku juga sangat merindukan kalian."


...Percakapan di dalam mobil mengisi keheningan selama perjalanan Eve menuju kantor suaminya itu. Eve merasa sangat senang karena bertemu dengan orang-orang yang tulus ingin dekat dengannya....


......***......


"Di mana Geya?" Saat Tala keluar dari ruangannya tidak melihat keberadaan sepupunya itu.


Mata Tala menatap ke sekitar namun tidak menemukan sepupunya itu.

__ADS_1


Tala merogoh saku celananya dan menelpon Geya.


Sementara Geya yang pergi ke basement untuk mengambil benda yang tertinggal di sana terhambat.


Karena ketiak Geya hendak kembali dirinya ditahan oleh Gulzar.


Geya dengan segera melepaskan tangan Gulzar yang memegang tangannya.


"Bisa kita bicara sebentar." Pinta Gulzar dengan datar tidak ada ekspresi yang Geya lihat.


"Maaf saya tidak bisa Tuan Adwitya karena saya harus segera bekerja."


"Ini sudah jam istirahat." Ujar Gulzar.


Geya merasa resah saat ada Gulzar di dekatnya saat ini Geya merasakan membutuhkan Axel namun sayang Axel bilang kepadanya tadi pagi bahwa dirinya akan pergi keluar kota dan akan kembali nanti malam.


"Mohon maaf Tuan Adwitya saya tetap tidak bisa karena saya harus memanfaatkan waktu istirahat saya sebaik mungkin apalagi Presdir biasanya akan mencari saya. Lagipula kita tidak ada hubungan pekerjaan yang perlu dibahas di antara kita."


Gulzar kembali memegang Geya dan menatap Geya dengan tatapan sendunya.


"Kenapa menjadi begini dan kamu semakin menjauh?" Tanya Gulzar.


Geya menghela nafasnya, "Jangan seperti ini Tuan Adwitya nanti bagaimana jika ada orang yang melihat dan salah paham."


Geya kembali melepaskan pergelangan tangannya yang di pegang oleh Gulzar.


Namun Geya tidak ingin mendengar apa pun dan dia harus menjaga dirinya sebaik mungkin untuk menjaga perasaan tunangannya Axel walaupun Axel tidak ada di sisinya.


"Saya mohon maaf Tuan Adwitya." Geya segera pergi namun kali ini Gulzar memeluk Geya dari belakang sehingga membuat Geya kaget.


"Tolong dengarkan aku..." Ucap Gulzar dengan lirih. Geya berusaha memberontak.


"Tolong lepaskan." Ucap Geya dengan bergetar bagaimana nanti jika ada yang melihat mereka.


"Aku akan lepaskan asal kamu mau mendengarkan aku berbicara." Ujar Gulzar dengan tegas.


Geya menghela nafasnya dengan menghembuskanya secara kasar.


Seharusnya dirinya tidak membiarkan Gulzar menyentuh dirinya seperti ini dan sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi mengenai hubungan mereka semenjak terputusnya tunangan mereka.


"Baiklah saya akan mendengarkan Anda berbicara tapi di sini saja. Jadi, tolong lepaskan saya sudah mempunyai tunangan saya tidak mau nanti dia salah paham."


Geya merasakan pelukan dari Gulzar semakin regang dan dengan cepat Geya melepaskan pelukan itu dan berjalan ke belakang setelah membalikkan badannya untuk memberi jarak kepada Gulzar.


"Jadi, apa yang hendak Anda katakan yang harus saya dengarkan Tuan."


"Jangan menikah dengan Axel." Satu kalimat meluncur dari mulut Adwitya.


Gulzar mendengar dari orang suruhannya bahwa Axel akan menikahi Geya.

__ADS_1


Gulzar masih sangat payah untuk mengungkapkan perasaannya.


"Saya rasa itu bukan kapasitas Anda untuk melarang saya apalagi Anda tidak ada hubungan dengan saya apa pun mengenai keputusan saya."


"Jadi, tolong ingat batasan Anda. Perlu Anda ingat bahwa saya sekarang sudah bertunangan dengan tunangan."


"Hubungan pertunangan itu akan putus sama seperti hubungan pertunangan kita dulu."


Geya tersenyum sinis mendengarnya. "Memang iya kalau dulu tapi sekarang saya sudah merasa yakin dan nyaman dengan tunangan saya."


"Apa kamu mencintainya?" Tanya Gulzar membuat Geya terdiam.


"Kamu tidak mencintainya Geya kamu hanya mencintai aku selamanya jadi batalkan pertunangan mu dengan Axel dan kembali lah kepadaku."


Geya menatap Gulzar dengan datar, "sepertinya Anda sudah benar-benar kelewatan Tuan Adwitya."


"Aku berbicara tentang fakta Geya. Jangan sampai kamu membuat Axel menjadi pelarian mu saja kasihan Axel."


Geya ingin sekali tertawa keras mendengar perkataan Gulzar. "Terus dengan kamu datang untuk masuk dan merusak hubungan kami apakah itu tidak kasihan dengan Axel."


"Apa pun yang Anda katakan kepada saya walaupun Anda mengatakan sudah mencintai saya, saya tidak akan merubah pikiran atau kembali ke orang di masa lalu."


"Masa lalu hanya akan menjadi masa lalu tidak akan menjadi masa sekarang atau pun masa depan. Sampai sini saya harap Anda paham tolong jangan pernah temui saya seperti ini atau jangan muncul lagi di hadapan saya jika tidak berkaitan dengan pekerjaan saya harus menjaga perasaan tunangan saya dan menghargai diri saya. Itu pun jika Anda menghargai diri saya sebagai perempuan."


Geya membalikkan badannya dan hendak melangkah namun langkah kaki Geya terhenti dan membalikkan badannya kembali menghadap ke arah Gulzar.


"Satu lagi mengenai perasaan saya itu bukan urusan Anda. Anda hanyalah orang asing, yang tau cukup saya dan tunangan saya saja yang tau."


Suasana hati Geya menjadi buruk, Geya menyandarkan tubuhnya di dalam lift.


"Berani sekali dia berkata seperti itu apa dia pikir bahwa aku semurah itu." Ucap Geya dengan lirih.


Sepertinya Geya harus menenangkan dirinya Geya berjalan ke tangga darurat di lantai tepatnya bekerja.


Tala yang sedang menelpon sepupunya mendengar suara dering ponsel di atas meja.


Ponsel Geya tertutup di bawah buku dan berkas di atasnya. "Sudahlah ayo sayang kita ke bawah temui bunda dan pergi dengan bunda." Ajak Tala kepada Orion yang sedang ia gendong.


Sementara Eve yang berada di basement melihat semua apa yang terjadi antara Gulzar dan Geya.


Sepertinya sepupu angkatnya itu baru menyadari perasaannya terhadap Geya dan menyesalinya.


Eve tidak mendengar apa pun karena dia berada di dalam mobil untuk menunggu Tala dan Orion masuk ke dalam mobil.


Eve belum mendengar tentang bagaimana Geya dan Axel bertunangan dari sepupu suaminya itu sampai bertemu dan menjalin hubungan pertunangan itu.


Namun, nampaknya tidak baik-baik saja karena ada orang di masa lalu yang datang untuk menggoyahkan hubungan keduanya.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2