
Tala mengambil nafas dengan sangat dalam dan membuangnya secara perlahan untuk mengurangi rasa sesak di dalam dadanya.
“Apakah kamu sangat membenci ku?” Tanya Tala, Eve menggelengkan kepalanya dan tersenyum ke arah Tala.
“Tidak pernah aku membenci mu atau seseorang yang telah menyakiti atau berbuat jahat kepada ku. Berpikir untuk membenci pun tidak.”
“Aku tau aku sangat salah atas apa yang telah dilakukan oleh ku di masa keegoisan ku, ketidakpedulian ku dan segalanya. Aku sangat menyesal dan meminta maaf kepada mu atas semuanya.” Tala kini sudah berlutut di hadapan Eve sembari menunduk kepalanya agar Eve bisa memaafkan kekhilafannya.
“Tolong jangan seperti ini…” Eve memegang bahu Tala dan menyuruhnya untuk berdiri walaupun sempat ragu untuk menyentuh pria yang ternyata masih menjadi suaminya.
Namun Tala tetap kekeh dengan posisinya saat ini. Eve menghela nafasnya ia tau bahwa ini tidaklah mudah buat keduanya dan juga buat Orion. Tapi Eve adalah orang yang punya pendirian yang kuat apalagi jika Eve sudah berkemauan.
“Aku sudah memaafkan mu dan semua orang di masa lalu yang berbuat tidak baik kepada ku baik di depan mau pun di belakang bahkan sebelum kamu dan mereka meminta maaf.”
"Tuhan juga Maha Pemaaf dan Maha Pengampun bagaimana aku yang hanya manusia biasa tidak memaafkan orang yang berbuat salah sedangkan aku bahkan setiap hari bahkan setiap detik mungkin ada kesalahan yang aku perbuat."
“Lalu kenapa…?” Tanya Tala dengan muka yang sangat sedih dan suram tatapan Tala sangatlah nanar.
Eve tidak tega Jika melihat Tala seperti ini, “karena kita memang sudah tidak bisa untuk hidup bersama.”
“Ini bukan masalah tidak bisa Eve kamu tau konteks itu namun ini masalah kamu tidak mau…aku tau aku sangat bersalah dan aku sangat menyesal tapi tolong ini demi Orion dan apa yang aku katakan bahwa aku masih mencintai mu sedari dulu tidak pernah tergantikan…aku sangat egois dulu maafkan aku.”
“Apakah kamu mencintai orang lain…?” Walaupun berat dan sakit namun Tala tetap menanyakannya dan ingin tau bagaimana perasaan Eve. “Apakah dia begitu spesial…?”
Eve menganggukkan kepalanya Tala yang melihatnya mengepalkan kedua tangannya dengan erat, “ia aku sangat mencintainya dan dia sangat spesial bagiku. Hidup ku adalah untuknya karena dialah yang menjadi penyelamat dan penyemangat dikala aku terpuruk. Aku bahkan bisa merelakan nyawa ku untuknya…tanpa dia mungkin tidak ada Eve yang kuat sekarang tanpa dia mungkin Eve masih terpuruk dengan apa yang terjadi di dalam hidupnya. Dia tidak bisa digantikan dia segalanya bagiku.”
“Apakah masih ada cinta mu untukku di hati mu?” Tanya Tala bahkan kini air mata Tala sudah jatuh menetes di pipinya. Tala sudah tidak peduli jika kini dirinya dianggap lemah sebagai lelaki dan menangis di hadapan Eve kenyataannya memang saat ini Tala sedang lemah dan rapuh terutama hati dan pikirannya.
Eve tidak menjawab pertanyaan Tala dan hanya diam saja karena merasa bingung dengan keadaan.
“Berikan aku alasan kenapa…?”
“Bukan kah sudah jelas aku tidak mencintai mu dan aku tidak ingin mempertahankan pernikahan ini!” Eve bahkan berbicara sembari menatap mata Tala tanpa menghindari sama sekali.
__ADS_1
“Bahkan jika kamu menangis seperti ini hati ku tidak akan sakit aku tidak mencintai mu tidak ada alasan lain. Semua itu, itulah yang aku rasakan.”
Setelah mengatakan itu Eve pergi meninggalkan Tala yang masih berlutut dengan kepalanya tertunduk menghampiri Orion dan juga Jean. Eve memberikan senyum kepada gadis kecil bernama Lily yang seumuran dengan Orion.
“Halo Lily aku adalah bunda-nya Orion dan ini adalah sepupunya Orion namanya Jean. Kami pergi dulu ya.” Pamit Eve kepada Lily.
Eve menggendong Jean dan mengambil tangan Orion, namun mata Orion menatap ke arah Tala yang sedang memandang Orion dengan sedih.
Orion melepaskan genggaman tangan Eve dan berjalan mendekat ke arah Tala lalu memeluk Tala sembari menempelkan kepalanya di dada Tala seolah Orion tau dan memahami bahwa saat ini ayah kandungnya sedang tidak baik-baik saja.
Tala memeluk putranya itu sangat sakit rasanya dia tidak bisa melihat tumbuh kembang anaknya dari mulai dia berada dalam kandungan bahkan sampai berumur hampir dua tahun.
Keegoisannya membuat putranya harus merasakan permasalahan yang dirasakan oleh kedua orangtuanya. Lily juga memeluk Tala, seolah tau bahwa paman yang dipanggilnya sebagai ayah itu saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Sementara Eve memalingkan wajahnya sangat sakit rasanya namun ini semua untuk kebaikan demi putranya Orion.
“Rumah ku terbuka untuk mu jika kamu mau melihat dan bermain dengan Orion aku tidak membatasi hal itu.”
Beruntungnya Jean sama sekali tidak menolak, lalu Eve mengambil Orion dari pelukan Tala, “Orion sayang ayo pulang waktunya kamu harus mengemil sehat dan tidak boleh terlewat.” Ujar Eve sembari mengambil Orion.
Namun, Orion tidak mau melepaskan Tala dan menarik baju Tala. “Aku akan menggendongnya dan mengantar ke rumah…Lily biar aku saja yang gendong juga.” Ujar Tala walaupun hatinya saat ini sangat rapuh dan pikirannya sangat berantakan namun Tala harus kuat dan sudah menjadi risiko yang harus diterimanya.
Penolakan yang didapatkannya tidak akan membuat Tala menyerah dan gentar Tala akan membuat Eve tidak bisa jauh darinya dan Eve tidak bisa lari darinya. Eve harus berada di sampingnya selamanya Eve adalah miliknya bukan orang lain.
Jika Eve benar sudah tidak mencintainya maka Tala akan membuat Eve kembali mencintainya seperti dulu walaupun Eve harus terpaksa di awal sama seperti dulu waktu menerimanya sebagai kekasih.
‘Dari hatiku yang lemah dan bodoh’
Tala memandang rumah yang ditempati oleh Eve selama ini bersama putranya Tala merasa sangat sedih saat dirinya sangat berkecukupan namun istri dan anaknya hidup dalam kesederhanaan.
Semua ini rasa keegoisannya, bukan Eve yang egois seperti yang dia katakan kepada Eve namun dirinya lah yang sangat egois.
“Ini adalah rumah kami, ayo Orion sini sama bunda.” Ucap Eve berusaha mengambil Orion namun Orion tidak mau dan memeluk Tala dengan erat.
__ADS_1
“Ouw itu sahabat saya Tuan Johannes dan putri saya Lily.” Ujar suara dari arah belakang Tala membuat Eve menoleh siapa yang sedang bersama kakaknya.
“Kamu ini ke mana saja aku mencari mu dan kamu membawa putri ku untuk jalan terlalu lama.” Ujar Jackson seperti biasa yang tidak berhenti mengomel.
Daisy mencubit kaki pinggang suaminya agar berhentilah untuk mengomel saat melihat bahwa disitu tatapan Tala kosong. Daisy segera mengambil Lily dari gendongan Tala.
Kini semua orang sedang duduk di depan ruang tamu Eve dengan Orion yang tidak mau lepas dari Tala bahkan Orion kembali menolak Joha ketika Joha ingin mengambilnya. Orion seolah tau bahwa itu adalah ayahnya.
Orion saat ini hanya diam sembari menempelkan kepalanya di dada Tala, Orion seolah nyaman dengan pelukan Tala dan tenang mendengar detak jantung Tala.
Sudah berulang kali Johannes menghela nafas-nya sementara Airen hanya diam saat ini suasana agak canggung.
Joha ingin sekali menghajar Tala apa yang telah dilakukan Tala kepada Eve namun Joha mengetahui apa yang disembunyikan Tala dari Eve yang tidak disadari Eve.
Joha sudah mencari segalanya dan hal itu mudah baginya walaupun Tala mempunyai koneksi yang luas namun koneksi keluarganya juga sangat luas bahkan setara dengan koneksi yang dimiliki oleh Tala.
Sebagai seorang kakak Joha tentunya tidak akan mudah untuk melepaskan adik perempuan satu-satunya apalagi hanya Eve yang dimiliki oleh Joha yang tersisa selain istri dan anaknya sekarang.
Namun, saat melihat Orion yang sangat nyaman berada di dalam pelukan ayah kandungannya sendiri Joha harus bijak walaupun Eve adalah adiknya Joha harus berada di tengah-tengah keduanya dan tidak boleh condong sebelah.
Karena kebahagaiaan, kenyamanan dan ketenangan Orion keponakannya lebih penting Joha tidak ingin Orion merasa bahwa dia berbeda dengan anak lainnya. Perkembangan psikologis Orion perlu diperhatikan bahkan semua tumbuh kembang Orion.
Seperti yang dikatakan oleh istrinya bahwa walaupun dia berusaha menjadi papi untuk Orion namun Orion akan tetap memerlukan ayah kandungnya. Ikatan batin antara ayah dan anak sangat kuat.
Tapi, ketika melihat karakter adiknya yang keras kepala dan berkemauan keras sepertinya tidak akan mudah dan Joha ingin melihat terlebih dahulu bagaimana Tala berjuang untuk membuat Eve luluh agar Joha benar-benar yakin bahwa dirinya akan bisa melepaskan Eve dengan tenang.
Joha tau bahwa ada hal yang dipendam oleh adiknya dan tidak diberitahukan oleh siapa pun termasuk dirinya.
*Bersambung*
__ADS_1