Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 23. Saling Menguatkan dan Mendapatkan Pelajaran


__ADS_3

Eve terdiam membisu mendengar cerita dari Adya dengan kekasihnya. “Kamu mungkin berpikir bahwa aku begitu bodoh dalam mencintai tapi kenyataannya memang aku bodoh. Memberikan segala yang aku punya dan tertipu oleh laki-laki.”


“Aku bersyukur bahwa kamu tidak tertipu sama sekali dan aku tau bahwa kamu adalah orang yang baik.” Ucap Adya misterius namun Eve tidak mengerti maksud dari ucapan Adya.


Adya tau bahwa Eve juga tidak tau bahwa kekasih yang menyuruhnya melakukan aborsi sebanyak tujuh kali. Dan Adya tau bahwa Add tidak memberitahu nama lengkapnya kepada Eve, mungkin Eve hanya tau nama Add sebagai Eddy Ekata tidak lebih dari itu.


“Apakah kamu tau bahwa Nabastala Affandra Werawan jauh di dalam hatinya masih sangat mencintai kekasihnya yang dulu.” Ujar Adya sambil menatap ke dalam mata Eve yang dalam untuk memberitahu kepada Eve bahwa Tala sebenarnya tidak benar-benar membencinya.


Eve terdiam mendengarnya dengan penuh pertanyaan di dalam benaknya apakah Tala mempunyai mantan kekasih selain dirinya dulu.


“Tapi, rasa itu tertutupi oleh rasa egonya.” Lanjut Adya kembali, “aku jadi penasaran siapa gadis cantik itu sampai membuat Tala takluk kepadanya hingga saat ini.”


“Dia memang tampan bukan tapi sangat tampan bukan jadi mungkin mantan pacarnya lebih dari satu atau cuman satu karena Tala hanya menceritakan gadis itu dan aku juga tidak menanyakannya bahwa siapa nama gadis itu.” Ujar Adya berpura-pura padahal sebenarnya dirinya tau bahwa siapa gadis yang snagat dicintai itu.


“Tapi, ketika Tala menceritakan gadis itu mata Tala akan selalu bersinar dan wajahnya akan cerah tentunya aku senang melihatnya tapi itu dulu. Semuanya telah berlalu.”


“Eve.” Panggil Adya dan menggenggam kedua tangan Eve. “Jangan pernah meninggalkan Tala tetaplah di sisinya. Tidak ada wanita mana pun yang pantas dan cocok dengan Tala selain kamu. Berjanjilah kepadaku bahwa kamu tidak akan meninggalkan Tala dan juga ibu dan ayah.”


Eve hanya terdiam karena dirinya tidak tau harus menjawab apa, “kamu tau jika aku bisa kembali ke masa lalu maka aku tidak akan melakukan hal yang terlarang itu dan menghasilkan nyawa di dalam perutku dan aku dengan tidak mensyukuri dan bodohnya membunuhnya.” Ucap Adya dengan sedih. “Dan sebanyak tujuh kali.”


“Tapi, waktu tidak bisa diputar dan kita tidak akan pernah bisa kembali. Jadi, bisakah kamu memberikan kebahagiaan kepada aku, ibu, ayah, dan kakek terutama buat mu sendiri dengan kamu mengandung dan melahirkan anaknya Tala. Aku tau aku sangat egois tapi bukankah akan sangat menyenangkan jika kita bersama-sama merawat dan melihat tumbuh kembangnya. Aku akan dipanggil mama dan kamu akan dipanggil ibu.”


“Aku tidak memaksa atau menekan mu Eve tapi sungguh aku tidak ingin kehilangan kamu termasuk ayah dan ibu. Aku tau bahwa Tala begitu sangat dingin kepada mu dan aku sudah berusaha untuk menyuruhnya bersikap hangat. Dia memang terkadang menyebalkan.” Gerutu Adya.


“Tapi, yang terpenting jangan meninggalkannya dalam segala situasi dan kondisi. Aku tau bahwa kamu adalah wanita yang kuat dan bisa. Bukankah Tuhan memberikan cobaan buat kita karena percaya bahwa kita mampu bukan.”


“Jangan dipikirkan dan jangan tergesa-gesa mungkin Tuhan masih ingin melihat kalian berdua memperbaiki hubungan kalian makanya dedek bayi ditunda dulu.”


“Kamu mau kan Eve?” Tanya Adya dengan penuh harap.


Eve terdiam dan menatap ke arah Adya banyak pikiran berkecamuk di dalam kepalanya. “Aku akan berusaha sebisa dan semampu ku.” Ucap Eve dengan lirih.


“Eve senang mendengar cerita dari kakak dan Eve terharu mungkin jika Eve berada di posisi kakak Eve tidak akan sanggup dan melakukan seperti apa yang dilakukan kakak. Kakak beruntung mempunyai orang-orang baik di sekeliling kakak. Kakak jangan banyak berpikir kakak cukup fokus saja dengan kesehatan kakak. Eve tidak mau kehilangan kakak juga.”

__ADS_1


“Tapi, bukankah kak Tala mencintai kak Adya sekarang bukanlah masa lalunya kak Adya jangan berpikir berlebihan kakak cukup fokuskan kesehatan kakak.”


Adya menggelengkan kepalanya dan tersenyum sambil merebahkan tubuhnya dan menyamankan posisinya. “Dia hanya menganggap aku sebagai kakak tidak lebih dari itu. Gadis di masa lalunya masih bersemayam di dalam lubuk hatinya. Tugas mu adalah membangkitkan rasa cinta Tala kembali.” Tertegun itulah yang Eve rasakan ketika mendengar perkataan Adya.


“Apa maksud kakak?” Tanya Eve yang kebingungan. “Bagaimana aku bisa membuat Tala jatuh cinta kembali setelah di masa lalu menyakitinya dan pergi meninggalkannya.” Ucap Eve di dalam benaknya.


Adya tersenyum menatap ke arah Eve lalu bangkit kembali dengan tergesa-gesa sungguh bar-bar memang Adya ini. “Mari kita melihat aplikasi belanja yang menjual banyak baju dan lainnya.” Eve tidak mengerti apa hubungannya dengan aplikasi belanja.


“Kamu tau sekarang apa pun yang kita butuhkan dengan mudah untuk membelinya di aplikasi orange dan hijau ini.” Ujar Adya dengan tangannya yang berselancar di layar ipad yang ada di genggamannya.


“Lingerie” Ujar Adya dengan senyuman sumringahnya. Eve yang tidak pernah mendengar nama baju itu mengernyitkan dahinya penuh kebingungan namun tidak lama ketika Eve melihat layar yang menampilkan baju kurang bahan itu.


“Sekarang coba aku lihat emmmm semua warna cocok buat kamu kita tambahkan ke keranjang.” Ujar Adya sedangkan Eve yang melihatnya hanya mengerjapkan kedua matanya.


Eve menahan tangan Adya ketika Adya hendak melakukan transaksi itu membuat Adya menolehkan kepalanya ke arah Eve. “Kakak jangan beli, Eve tidak terbiasa memakai baju itu nanti bisa-bisa Eve masuk angin. Lagipula Eve malu.”


Adya menggelengkan kepalanya kepada Eve bahwa permintaan Eve ditolak. “Eve maka dari itu kamu harus terbiasa mulai dari sekarang. Kamu tidak bakalan masuk angin yang ada nanti kamu kepanasan karena ujungnya adalah berolahraga di ranjang. Hilangkan rasa malu mu.”


Eve merasa jiwanya hilang mendengar perkataan Adya. Sungguh Eve sangat cemas, khawatir, takut semua bercampur menjadi satu. “Eve tenanglah semua akan berjalan baik-baik saja jangan khawatir ingat kamu harus fokus dengan tujuanmu bukan tujuan kita bersama. Hanya kamu yang bisa melakukannya.”


“Tapi, kak…”


Apalagi Adya terus bercerita apa hal yang harus dilakukannya. “Kamu tau lelaki tidak bisa melihat wanita dengan pakaian yang woah.” Ujar Adya sambil mengerlingkan kedua matanya. Eve hanya menatap ngeri.


“Apalagi kamu memiliki tubuh yang profesional, kulit putih, cantik dan manis.” Ujar Adya dengan jari tangannya yang mengitari wajah Eve. “Kamu tau bahwa lelaki itu ada yang sensitif jika disentuh oleh pahanya, dadanya dan…”


“Kakak Eve tidak mau mendengarnya.” Pekik Eve dengan menutup telinganya menggunakan kedua tangannya mendengar Adya yang berbicara secara vulgar apalagi sambil berbisik-bisik membuat Eve merinding.


Menurut Eve ini lebih seram dan mengerikan dengan melihat hantu atau menonton film hantu daripada menaklukkan Tala dengan apa yang dikatakan Adya apalagi dengan pakaian seperti itu.


Adya tertawa mendengarnya melihat reaksi Eve. “Hey, bukankah dokter lebih sering melihat seluruh tubuh manusia. Dengar ini lebih mengerikan daripada membedah perut organ dalam orang lain.” Sungguh melihat reaksi Eve membuat Adya sangat senang dan terhibur.


“Karena itu adalah profesi dan juga sudah tanggungjawab dokter.” Ujar Eve dengan pekikannya. Adya tertawa terbahak-bahak sungguh reaksi dan ekspresi Eve sangat menghiburnya.

__ADS_1


Selama satu tahun lebih ini pertama kalinya Adya mendengar dan melihat Eve yang seperti ini jika Eve merasa malu maka seluruh wajahnya akan merah terutama pipinya. “Ini juga adalah profesi dan keharusan sebagai seorang istri untuk melayani dan memuaskan suaminya Eve.” Ucap Adya masih dengan tertawanya.


“Apakah kakak juga begitu dengan kak Tala?” Tanya Eve penasaran hal itu membuat Adya berdeham sebelum menjawabnya dan menatap bola mata Eve dengan dalam.


“Tentu saja tapi sekarang aku tidak melakukannya lagi karena kesehatanku.” Jawab Adya berusaha untuk meyakinkan Eve padahal kenyataannya dirinya dan Tala tidak pernah melakukan hubungan suami istri itu adalah rahasia keduanya.


Tala tidak bisa menyentuh Adya dikarenakan Tala sudah menganggap Adya sebagai kakaknya tidak lebih dari itu dan bagi Tala Adya sangat berharga yang kedua Tala tidak ingin menyentuh Adya karena cintanya pada seorang perempuan di masa lalunya terus yang ketiga karena Adya memiliki trauma akan melakukan hubungan suami istri dan ini adalah rahasia kedua suami istri itu selain tidak melakukan hubungan suami istri.


Tidak bisa Eve bayangkan jika dirinya harus melakukan apa yang dikatakan oleh Adya kepadanya seperti Adya kepada Tala. “Kakak Eve tidak bisa melakukannya.” Ujar Eve memelas.


Adya tersenyum, “Eve kamu bukan tidak bisa tapi kamu tidak mau saja. Wajar kalau kamu menolak karena malu nanti lama-lama kamu akan terbiasa percayalah sama aku. Aku ini sudah berpengalaman. Misi kita adalah membuat hubungan kamu dan Tala membaik dengan membuat anak.”


“Kamu tau Eve semua permasalahan bisa diselesaikan dengan berolahraga di ranjang karena keintiman kalian semakin kuat dan juga membuat hubungan kalian semakin dekat secara perlahan.” Nasihat Adya.


“Sekarang kita sudahi pelajaran malam ini besok kita akan belajar lagi sebaiknya kita beristirahat.”


“Tapi, kak bagaimana dengan kak Tala Eve belum meminta izin.”


“Tenang aku akan mengirimkan pesan kepada suami kita bahwa para istrinya ingin tidur bersama karena slaing merindukan setelah seminggu tidak bertemu.”


“Kesayangan Adya hari ini istri muda mu tidur dengan istri pertama mu jangan mencarinya dan jangan khawatir. Bye-bye kesayangan Adya ditunggu ya akan ada hadiah buat mu nanti.” Pesan terkirim kepada Tala.


“Sudah kan kita juga harus memanfaatkan teknologi yang semakin canggih Eve lagipula pasti suami kita berdua sedang berada di ruang kerjanya.” Ujar Adya.


“Kak Eve juga harus ke kamar Eve untuk mengambil peralatan kesehatan wajah dan juga baju Eve.” Ujar Eve.


“Tenang semuanya sudah tertera di sana.” Tunjuk Adya kepada meja riasnya. Eve melihat bahwa di sana sudah ada peralatan wajah rutinnya. “Untuk baju pakai saja baju punya aku.”


“Tapi, kak…”


“Kenapa lagi? Apakah kamu tidak mau dan tidak suka tidur berdua bersama aku yang sakit-sakitan ini.” Ucap Adya yang memulai dramanya sudah Tala bilang bukan bahwa Adya adalah ratu drama untuk membuat apa yang diinginkan dan direncanakannya berjalan mulus. Tapi, keinginan dan rencana Adya mengarah kepada kebaikan lebih tepatnya kebaikan hubungan Tala dan Eve.


“Tidak kak Eve sangat senang.” Ucap Eve membuat Adya tersenyum senang. Eve memang benar yang dikatakannya bahwa dirinya sangat senang tidur bersama dengan Adya namun jika Adya menceritakan dan menjelaskan sesuatu yang sangat vulgar membuat Eve malu dan tertekan karena Adya berbicara tanpa di filter.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2