
Suara di dalam kamar Eve dan Orion yang biasanya tidak ramai di tengah malam menjadi ramai karena Orion terus meminta bermain dengan Tala.
Bahkan Orion terlihat sangat bersemangat dan sudah berkeringat. "Lihat kamu sudah berkeringat hmmm apa kamu tidak merasa lelah?" Tanya Tala kepada anaknya sembari mengelap keringat Orion.
"Aku akan mengambil baju baru untuknya." Ujar Eve dengan sigap mengambil baju untuk Orion.
Kali ini Eve memasangkan Orion piyama berlengan pendek dan celana lengan panjang.
"Jika kamu ingin membersihkan diri bersihkan diri mu di kamar mandi dapur." Ujar Eve.
"Sebaiknya kamu segera bersihkan diri mu biarkan Orion aku yang akan mengurusnya jika sudah malam akan sangat tidak baik nanti malah kamu akan sakit." Ujar Eve yang berbicara kepada Tala sembari memakaikan pakaian untuk putranya yang bergerak-gerak gelisah.
"Apa dia selalu aktif seperti ini jika digantikan pakaian?"
"Anak kecil semua seperti ini bahkan tak jarang dia berlari saat mau di mandikan atau setelah di mandikan." Ujar Eve yang sudah selesai dengan memakaikan piyama ke badan Orion.
"Kamu pasti sangat lelah, maafkan aku." Ucap Tala dengan sedih mendengar ucapan Eve.
Eve menceritakan memang terlihat santai namun Tala merasa bahwa itu sangat melelahkan apalagi selama ini Eve tidak memakai baby sitter.
"Memang lelah namun aku merasa bahagia dan senang melakukannya jadi jangan berlebihan."
"Aku akan mencari baby sitter untuk membantu mu merawat Orion."
Eve memandang Tala dengan tajam lalu menghela nafasnya untuk bersabar.
Eve berpikir bahwa dia tidak kompeten untuk merawat Orion. "Aku masih sanggup merawat anak ku sendiri." Ujar Eve dengan dingin.
Tala bingung apakah ada yang salah dengan apa yang dikatakannya kenapa Eve kembali berkata dingin kepadanya. Padahal tadi Eve sudah mulai berbicara santai malah memberikan perhatian kepadanya.
"Aku tau bahwa kamu mampu merawatnya tapi aku tidak bisa melihat kamu kelelahan nanti bagaimana kalau kamu sakit." Tala mengungkapkan rasa khawatir dan perhatiannya kepada Eve.
Eve, "..."
"Aku tidak mau anak ku diasuh oleh orang lain aku tidak mau anak aku lebih dekat dengan orang lain dibandingkan dengan diriku. Bahkan jika aku mempunyai banyak anak aku masih bisa merawatnya sendiri."
Nada bicara Eve sudah mulai kembali normal sama sekali tidak dingin seperti waktu tadi Tala mengatakan akan mencari baby sitter.
"Jadi, kamu menginginkan banyak anak?" Tanya Tala dengan sumringah mendengar Eve yang berkata tentang banyak anak.
Eve, "..."
__ADS_1
'Bukan itu intinya dia kenapa sih...!'
Eve tidak menjawab pertanyaan Tala karena menurut Eve itu tidak lah penting. "Baiklah Orion ayah akan membuatkan adik untuk mu yang banyak maka dari itu kamu harus mendukung ayah okay!"
Eve, "..."
"Berhentilah berbicara yang tidak-tidak di depan Orion dia mempunyai daya tangkap yang baik apa yang dilihat dan didengarnya terekam di dalam otaknya."
Eve memberikan piyama Tala yang diambil Eve dari koper Tala yang diletakkan di dalam kamarnya.
Sebagai istri tentu saja Eve tidak lupa melaksanakan kewajibannya namun untuk hak suaminya mengenai nafkah batin sepertinya Eve memerlukan waktu.
Eve tau bahwa itu sangat berdosa namun bukankah yang Eve tau bahwa mereka sudah bercerai jika Tala tidak memproses perceraian mereka maka Eve akan menggugatnya.
Entah sejak kapan koper itu tiba-tiba berada di dalam kamarnya...?
"Jadi, kalau tidak ada Orion maka aku bebas berbicara dan melakukan apa yang aku mau kepada mu?" Ucap Tala yang mulai berani sembari mengangkat sebelah alisnya.
Eve, "..."
"Lagipula kita masih suami istri." Eve tidak menggubris sama sekali dan berjalan menghampiri Orion yang sedang berada di dalam pangkuan Tala.
Eve tersenyum melihat Orion yang tertawa dengan apa yang dikatakannya.
Sementara Tala mencium bau badannya dan juga bau ketiaknya namun sama sekali tidak ada bau yang tidak sedap malah masih sangat wangi.
"Tunggu apa lagi segera bersihkan diri mu apa kamu mau aku siram dengan air panas." Ujar Eve dengan pelan saat melihat Tala yang belum juga beranjak.
'Dia terlihat semakin galak namun entah kenapa pesonanya seperti ini berkali-kali lipat apalagi...'
Tala segera berjalan ke kamar mandi untuk menghentikan pikiran kotornya. Tala bukan ke kamar mandi dapur namun ke kamar mandi yang berada di dalam kamar Eve.
Eve, "..."
'Tenang Eve untuk kali ini biarkan saja'
Melihat Orion yang tidak rewel dengan kepergian Tala ke kamar mandi Eve berinisiatif untuk menyusui Orion.
Akan tetapi selama hampir lima belas menit lamanya Orion sama sekali belum memejamkan matanya.
"Kenapa mata lucu nan menggemaskan bunda ini tidak mau terpejam hmmm?" Tanya Eve dengan gemas kepada putranya itu.
__ADS_1
Orion menggigit ujung buah dada miliknya lagi sehingga membuat Eve meringis. Orion malah tertawa mendengar perkataan Eve dan melihat Eve meringis.
"Sayang tidak boleh seperti itu ya." Nasihat Eve dengan lembut sembari tersenyum untuk menasehati putranya itu.
Orion bangkit dari posisi rebahan-nya saat mendengar suara pintu kamar mandi terbuka menampilkan wajah segar Tala dengan setelan piyama tidur bermerek-nya.
Eve segera mengancingkan kembali piyama tidurnya jam sudah menunjuk pukul setengah satu namun sepertinya malam ini akan sangat sulit buat anaknya untuk tidur.
Mata Eve sudah sangat mengantuk apalagi Eve memang punya jadwal tidur yang teratur.
"Jika mengantuk tidurlah aku akan menidurkan Orion." Ucap Tala saat melihat sudah berapa kali Eve menguap.
"Bagaimana bisa kamu menidurkan Orion sementara dia akan selalu menyusu jika di malam hari ke aku." Ujar Eve sembari mengusap air matanya karena menguap.
Tala mengangkat Orion dan menggendongnya lalu menyandarkan kepala Orion di pundaknya sembari menepuk punggung Orion namun sepertinya akan sangat sulit.
Sementara Eve yang memang sudah sangat mengantuk merebahkan tubuhnya yang semulanya bersandar di kepala ranjang.
Tiga puluh menit lamanya akhirnya Tala berhasil menidurkan Orion di gendongannya sembari menepuk punggung putranya itu dengan pelan.
Tidak pernah Tala bayangkan memiliki anak terasa sangat menyenangkan seperti ini walaupun sangat melelahkan karena melihat Orion yang sangat aktif.
Mata Tala melihat ke arah Eve yang sudah tertidur pulas tanpa selimut yang menutupi tubuhnya.
Melihat Eve istrinya itu masih sama seperti dulu jika tidur sangat suka memakai piyama dengan celana lengan panjang dan baju berlengan pendek sangat lucu sekali.
"Pasti kamu sangat lelah mengurusnya seorang diri..." Ujar Tala mengelus lembut rambut Eve yang sedang tertidur lelap.
Seperti sebelumnya Eve tidak akan terbangun jika ada orang yang menyentuhnya. Eve sangat tidak sensitif dengan sentuhan jika sedang sedang tidur sehingga membuat orang yang mengganggunya bisa melakukan apa pun kepadanya termasuk Tala yang saat ini mencium kening, pipi, dan sedikit mengecup bibir Eve.
Tala terkekeh dengan apa yang diperbuatnya pada Eve. Dulu saat mereka tidur atau saat Eve sudah tidur sering sekali Tala mencuri-curi kesempatan di saat Eve tertidur seperti apa yang dilakukannya ini..
Mata Tala menatap ke arah putra mereka yang tertidur lelap di samping Eve setelah Tala meletakkan Orion dengan hati-hati agar tidak terbangun.
Tala menutupi tubuh Eve dengan selimut lalu Tala berjalan ke arah sisi ranjang di mana di samping Orion berada dan tidur sembari memeluk Orion dan menyentuh tangan Eve.
'Sementata waktu seperti ini lebih baik dan lebih dari cukup'
'Mimpi indah ayah mencintai kalian...'
*Bersambung*
__ADS_1