
"Apa Orion sudah pulang sekolah?" Tanya Eve kepada Tala yang sedang duduk memangku Galaksi.
Hari ini Eve sudah diperbolehkan pulang dan Eve sudah bisa berjalan sendiri namun harus pelan-pelan.
"Kata Geya sama mama tadi udah. Mereka yang menjemput."
Tala bergerak dengan hati-hati takut membangunkan Galaksi yang sedang tidur.
Ibu Dhara dan ayah Davka sudah berada di mansion.
"Bagaimana reaksi Orion nanti ya?" Tanya Eve menerawang.
Tala menggenggam tangan Eve yang berada di sandaran kursi mobil. Karena tubuh Galaksi hampir seukuran lengan Tala. Tala harus berhati-hati takut kekuatannya tanpa sadar melukai Galaksi.
"Dia pasti akan senang kalau pun tidak nanti kita akan sama-sama memberikannya perhatian."
Eve menganggukkan kepalanya setuju. Pengawal Ai dan pengawal Bee yang ada di depan hanya menjadi pendengar pasangan di belakangnya.
"Lihat dia bahkan sedikit lebih besar dari lenganku aku takut terkadang menggendongnya saking kecilnya."
"Bagaimana jika tanpa sadar aku menggunakan kekuatanku sehingga melukainya."
Galaksi memiliki berat badan 3.5 kg itu sangatlah besar dengan tinggi 50 cm.
"Dia lebih kecil dari Orion sedikit waktu lahir." Tala belum pernah mendengarkan tentang berapa berat badan dan tinggi badan Orion waktu lahir, dia juga tidak menanyakan dan Eve tidak menceritakan.
"Memangnya Orion dulu berapa?" Tanya Tala dengan penasaran.
"Orion beratnya 3.7 kg tingginya 53cm."
"Apa nanti tinggi bayi baru lahir akan berpengaruh pada tinggi badannya ketika mereka beranjak dewasa."
"Bisa jadi tergantung pertumbuhan masing-masing. Bisa saja Orion lebih tinggi dari Galaksi bisa saja Galaksi lebih tinggi dari Orion."
Mobil sudah memasuki pekarangan luas mansion ayah Davka dan ibu Dhara.
Pengawal Bee dengan sigap membukakan pintu untuk Eve sedangkan pengawal yang berada di luar mobil yang sudah menunggu membuka pintu untuk Tala dan memegang payung agar Tuan muda baru mereka tidak terusik panasnya sinar matahari."
Tala menggenggam tangan Eve dan tangan satunya lagi menggendong Galaksi. Pengawal yang memayungi Tala dan Orion juga ikut berjalan sedikit ke belakang di samping Tala.
"Dia sama sekali tidak terbangun." Ucap Tala dengan tertawa kecil melihat Galaksi yang begitu nyenyak dalam tidurnya.
......***......
Dua jam sebelum Tala dan Eve ke mansion semua orang sibuk dengan urusan mereka masing-masing yang telah dibagikan oleh Yasmin kepada mereka untuk memberikan kejutan kepada Eve dan Galaksi.
"Aduh, kenapa kalian meniup balon menggunakan mulut kan ini ada alatnya." Gerutu Yasmin yang tidak sabaran melihat balon yang ditiup baru ada 5 buah. Sedangkan mereka memerlukan banyak. Belum lagi anak-anak yang diamankan oleh Geya dan Axel di taman bermain nanti kalau kurang bisa jadi bahan rebutan.
Asisten Kaivan, Sekretaris Diego dan Jackson hanya bisa pasrah mendapatkan omelan dari Yasmin. Walaupun mereka sudah biasa namun mereka tidak menyembunyikan wajah kesalnya namun mereka harus menahannya kalau tidak istri-istri mereka akan sibuk menceramahi mereka.
"Yang melahirkan siapa yang repot siapa." Bisik Jackson di telinga sekretaris Diego.
"Ya jangan berbicara padaku. Aku tidak mau disemprot para ibu muda."
Sungguh nyaman sekali menjadi Axel yang hanya menjaga para anak-anak di taman bermain.
Asisten Kaivan hanya melirik kedua orang tersebut tanpa mau bergabung. Lalu menatap ke arah Yasmin yang sedang melihat layar ponselnya.
__ADS_1
Asisten Kaivan, "..."
'Ibu negara'
"Rasanya aku kehabisan nafas...huh...huh." Ujar Jackson rupanya pria yang mempunyai anak satu itu ingin mendengar Omelan dari Yasmin.
Yasmin melirik ke arah sekitar dari lima balon baru bertambah tiga.
"Ya! Sudah aku bilang pakai ala pengisi udara. Kalau kayak gini kapan selesainya. Apa gunanya otot kalian yang kalian manjakan di gym itu." Omel Yasmin.
"Dari tadi kerjaannya cuman mengomel." Bisik Jackson kepada asisten Kaivan.
Asisten Kaivan melototkan matanya mendengar perkataan Jackson dan menjadi tegang di waktu bersamaan.
"Pantas saja balonnya tidak nambah-nambah kalian berdua terlalu banyak bicara." Tuding Yasmin menatap ke arah asisten Kaivan dan Jackson.
Asisten Kaivan menggelengkan kepalanya kenapa dia yang disalahkan padahal semenjak tadi dia tidak mengeluarkan sama sekali yang ada dia mengeluarkan nafasnya untuk mengisi udara di dalam balon.
"Padahal kalian berdua tidak kekurangan alat pengisi udara. Lihat ada tiga, inilah definisi ada yang mudah malah mempersulit."
Juan yang baru datang mendengar suara wanita yang mengomel segera menghampiri lalu menatap ketiga pria yang asyik meniup balon sambil mendengar ocehan Yasmin.
"Memangnya perlu berapa Nyonya Dirgantara. Halo selamat sore." Ucap Juan menyapa.
"Perlu 20 balon tapi ditambah untuk diberikan pada anak-anak. Jadi, sekitar..." Yasmin menjeda kalimatnya untuk mengingat sembari jarinya ikut bergerak untuk menghitung.
"Ditambah 7 jadi ada sekitar 27 balon. Tapi, lihat badan mereka saja yang gede dan kekar meniup balon saja baru dapatnya 8 balon."
"Kalau begitu saya akan membantu para pria untuk meniup balon." Ujar Juan membuat ketiga pria itu dengan sumringah.
Juan mengambil alat peniup balon lalu duduk dengan santai sembari kedua tangan dan kakinya bergerak.
Alasan para pria tidak menggunakan alat peniup balon karena mereka tidak tau cara menggunakannya.
"Woah Juan kamu sangat keren dan hebat. Apa yang tidak bisa kamu lakukan. Pasti calon istrimu nanti akan sangat beruntung. Sayangnya aku sudah menikah jika aku belum menikah maka aku akan jatuh cinta padamu. Kamu Tuan serba bisa." Puji Yasmin.
Sekretaris Diego dan Jackson mencebikkan bibirnya mendengar pujian Yasmin yang berlebihan rasanya telinga mereka panas mendengarnya. Sudah panas mendengar Omelan Yasmin lalu panas lagi ketika Yasmin memuji Juan sedangkan mereka dengan susah payah meniup balon sampai nafas mereka terngah-engah tidak mendapatkan pujian.
Asisten Kaivan menatap Juan dengan nyalang nafasnya memburu dan merasa kesal dengan Juan.
"Hehehehe." Tawa Juan dengan canggung melihat ketiga pria yang sedang menatap tidak suka dan seperti mengajak bertengkar dengannya itu apalagi wajah asisten Kaivan.
Yasmin sudah tidak mempedulikan lagi ketiga pria itu saat ini dia sedang sibuk menghitung jumlah balon yang sudah dibuat oleh Juan dengan sangat banyak.
"Woah jumlah balonnya lebih tiga Juan jadi 30. Tidak apa tiga ini untuk cadangan." Ujar Yasmin dengan antusias.
"Apakah balonnya sudah selesai. Buruan, pengawal bilang bahwa Lizzy dan Tala sebentar lagi mau nyampai." Ucap Daisy heboh dengan berlari tergopoh-gopoh.
"Sudah ini semua berkat Juan." Juan hanya tersenyum sedangkan para pria merenggut masam.
Jackson, "..."
'Apa aku gelap seperti suaminya kenapa kerja keras aku meniup balon tidak terlihat'
Sekretaris Diego, "..."
'Dia lebih menyebalkan dari Axel'
__ADS_1
Asisten Kaivan, "..."
'Berani-beraninya dia merebut pujian istriku untukku.'
...Setelah semuanya sudah siap dan selesai Wendy menyuruh mereka untuk bersiap-siap....
Yang bertugas untuk mengintip adalah Wendy karena suaranya sangat keras tentunya bersamaan dengan Yasmin. Sementara para pria dan anak-anak berbaris setengah melingkar menghadap ke arah pintu untuk menyambut Lizzy Tala dan bayi mereka Galaksi.
Tala menatap ke arah Galaksi yang sedang tertidur nyaman. Apakah anaknya nanti akan terbangun karena menangis mendapatkan kejutan dari sahabatnya yang berisik.
Tala meringis membuat Eve menatap ke arah Tala. "Ada apa?" Tanya Eve kepada Tala mereka sudah diambang pintu tinggal membuka pintu saja.
Tala menggelengkan kepalanya dan tersenyum Eve membuka pintu mansion.
Mata Eve membola saat melihat orang-orang terdekatnya memberi kejutan.
Tidak ada suara sama sekali seperti 'surprise' hal itu membuat Tala merasa lega ternyata mereka bisa mengontrol juga.
Eve masih dengan sisa keterkejutannya, Yasmin dan Wendy mendekat lalu menggandeng tangan Eve untuk dibawa ke ruang keluarga.
Tala melihat ke arah sahabatnya yang memasang wajah masam ke arahnya.
Tala, "..."
'Kenapa melihatku seperti itu?'
"Selamat datang kembali dan selamat melahirkan kamu wanita yang hebat dan kuat. Ini adalah kartu ucapan dari kami semua." Ujar Daisy sembari menyerahkan banyak kartu ucapan yang berbungkus amplop tersebut.
Eve merasa terharu, Eve menatap ke arah Airen dan Airen berjalan mendekat lalu memeluk Eve. "Selamat mempunyai anak dua. Kakak mu akan datang terlambat."
Ucapan melahirkan dan cerita-cerita para ibu muda tidak ada habisnya.
Galaksi saat ini berada di pangkuan Eve dengan Orion yang berada di pangkuan Tala.
Tala melihat Gala mulai terusik dari tidurnya dan tidak lama kemudian Gala menangis.
"Sepertinya dia haus. Aku akan ke kamar dulu." Ucap Eve dan diangguki semua orang dengan mengerti.
Tala juga mengikuti bersama dengan Orion tentunya.
Orion menatap ke arah Galaksi yang sedang meminum susu Eve seperti waktu dia dulu.
Eve tersenyum menatap ke arah Orion yang sedang memperhatikan Galaksi meminum susunya.
"Halo kakak Orion ini didi Galaksi." Didi artinya adalah adik laki-laki. "Salam kenal." Ucap Eve dengan suara anak kecil.
Orion tersenyum lalu menenggelamkan kepalanya di dada bidang Tala.
"Kakak Orion senang?" Tanya Tala dan Orion menganggukkan kepalanya.
"Itu milik Olion." Tunjuk Orion ke arah Eve.
"Iya ini dulu milik kakak Orion, kakak Orion suka meminumnya bukan. Sekarang kakak Orion sudah besar dan sudah mempunyai didi Galaksi." Ujar Eve.
Tala, "..."
'Benda itu adalah hak paten milikku.'
__ADS_1
Orion menyentuh kepala Galaksi dengan hati-hati lalu menggeliatkan badannya saat ia menyentuhnya karena merasakan perasaan geli bercampur senang hal itu membuat Eve dan Tala tertawa melihat reaksi Orion.
*Bersambung*