Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 71. Berbicara Bertiga


__ADS_3

Tala berjalan keluar setelah meredamkan emosinya yang memuncak. Tala sungguh kesal melihat Eve yang semakin berani kepadanya.


“Kakak.” Panggil Eve dengan lirih, Eve bisa melihat tatapan nanar dan kecewanya Adya ketika melihat ke arahnya.


Pengawal Eve bingung harus melakukan apa melihat situasi yang tidak terduga. Di belakang Eve muncul wajah Tala yang tidak kalah kagetnya dengan Eve tadi saat melihatnya.


Adya berusaha menekan perasaan kecewanya terhadap dua orang yang sangat disayanginya dan sudah dirinya anggap sebagai adik tersebut.


Baru kemarin ketika dirinya sadar meminta Tala untuk berjanji kepadanya agar jangan menceraikan Eve namun sekarang kini giliran Eve yang mengatakan itu ke Tala dan mengingatnya.


“Apakah tidak ada harapan?” Tanya Adya memecahkan keheningan di antara ketiganya. Kini mereka berada di ruang kerja Eve.


Eve menundukkan kepalanya karena merasa bersalah melihat wajah kecewa dan nanar yang ditunjukkan Adya.


“Maafkan aku.” Ujar Adya membuat Eve mengangkat kepalanya kenapa Adya yang meminta maaf seharusnya mereka.


“Aku yang sudah bersikeras membuat agar kalian menikah. Seharusnya aku tau memaksakan sesuatu itu tidak baik.” Ujar Adya.


Tala dan Eve hanya diam mendengarkan keadaan yang tercipta di antara ketiganya sangat tidak nyaman.


Adya tidak mau menatap dua orang yang ada di depannya dan memandang meja di depannya. “Huh, padahal aku berharap besar bahwa kalian akan bersama setelah aku meninggal nanti.” Eve yang mendengar perkataan Adya menegakkan tubuhnya sementara Tala hendak berbicara namun ditahan oleh Adya dengan isyarat tangan.


“Memang benar berharap sama manusia itu tidak baik di sini Tuhan ingin aku hanya berharap kepada-Nya. termasuk kesembuhan aku ini. Sekarang aku tidak punya banyak permintaan sampai waktu malaikat akan menjemput.”


“Jangan berbicara seperti itu.” Ujar Tala tidak terima dengan perkataan Adya yang seolah-olah akan meninggalkannya.


Adya tersenyum miris, “memangnya apa yang diharapkan oleh wanita sakit-sakitan yang harus menerima sebagai pelebur dosanya dengan penyakit ganas ini.”


Mata Adya berkaca-kaca sekarang namun Adya berusaha menguatkan hatinya agar jangan menangis.


Eve tidak tau harus berbicara apa kekecewaan Adya dapat dirasakan oleh Eve apalagi helaan nafasnya sangat berat.


Semua terlihat baik-baik saja tadi bahkan Eve dan Adya masih baik-baik saja saling bercanda memberikan kasih sayang.


“Jika ibu dan ayah tau bagaimana?” Tanya Adya sedih dan air matanya sudah menetes mengingat ibu Dhara dan ayah Davka.


Adya tau bahwa ibu Dhara dan ayah Davka sangat menyayangi Eve bahkan Eve sudah dianggapnya sebagai putri mereka sendiri.


“Apakah permintaan aku kemarin dianggap angin lalu?” Tanya Adya yang menatap ke arah Tala yang terdiam.


“Kenapa hanya diam jika tau kenyataan begini aku tidak ingin bangun lagi dari koma.” Tala yang mendengarnya mendekat ke arah Adya dengan berlutut sembari memegang kedua tangan Adya.


Menggeleng-gelengkan kepala agar Adya jangan mengatakan seperti itu. Adya melepaskan kedua tangannya yang di genggam Tala.

__ADS_1


Tala tercengang mendapat penolakan dari Adya dan menatap Adya dengan cemas. “Kenapa harus menunggu dua bulan lagi sekarang aku udah tau kalian bisa bercerai.” Ucap Adya dengan dingin.


“Kami tidak akan bercerai.” Ucap Tala dengan tegas ke Adya membuat Eve kaget dengan apa yang dikatakan oleh Tala.


Adya melihat ke arah Eve yang terlihat terkejut. “Tidak bisa kita akan tetap bercerai.” Kali ini Eve lebih tegas dan jujur.


Adya yang mendengarnya memalingkan wajahnya sementara Tala menatap ke arah Eve pandangan keduanya bertemu.


Eve tau bahwa Tala melakukan pernikahan ini demi Adya dan mempertahankannya pun demi Adya. Sakit rasanya bagi Eve karena merasa tidak dianggap namun bukan itu alasan Eve memilih untuk tetap bercerai. Eve tidak ingin menyakiti banyak orang yang disayanginya.


Jika saja Tala memiliki rasa seperti dirinya yang memiliki rasa ke Tala pun Eve akan tetap memilih bercerai sesuai dengan kesepakatan yang telah mereka buat di awal pernikahan.


“Bisakah kamu tidak egois.” Ucap Tala dengan dingin ke Eve membuat Adya yang menatap nanar ke Tala mendengar Tala yang berbicara sedingin itu ke Eve.


Mata Eve berkaca-kaca, “bahkan setelah semua pengorbanan ini aku tetap menjadi orang egois.” Adya menggelengkan kepalanya melihat ke arah Eve.


“Maafkan aku kak yang telah memutuskan harapan kakak, ibu dan ayah,” ujar Eve lalu mengambil nafas yang panjang, “aku tetap memutuskan akan bercerai.” Lalu Eve beranjak berdiri membuat Adya merasa panik.


“Jika satu langkah lagi kamu melangkah maka aku akan benar-benar menceraikanmu dan akan membuatmu tidak dapat menerima pekerjaan di mana pun di negara ini.” Ancam Tala ke Eve.


Eve terdiam mendengar ancaman yang Tala lontarkan kepadanya. Eve membalikkan badannya dan menghadap ke arah Tala yang sedang memandangnya dalam.


Eve bisa menangkap bahwa Tala bernafas dengan lega ketika melihatnya berbalik. “Jika itu membuat semua orang bahagia tidak apa-apa lagipula penderitaan aku adalah kebahagiaan semua orang.” Ujar Eve dengan tersenyum namun tatapannya kosong ke Tala.


Eve membalikkan badannya ke belakang dan menghapus air matanya, “keluargamu akan menerima akibatnya.” Ujar Tala kembali.


Adya ingin sekali menggetok kepala Tala dengan menggunakan palu agar otaknya bisa kembali berpikir dan menurunkan egonya.


Adya tau bahwa Tala masih sangat mencintai Eve begitu pun sebaliknya terbukti beberapa kali Adya melihat bahwa Tala cemburu jika Eve berdekatan dengan laki-laki lain terutama dokter Raka.


Adya juga tau bahwa Tala melarang semua pengawal atau pekerja menatap Eve terlalu lama kenapa Tala terlalu gengsi untuk mengatakan perasaannya ke Eve.


Eve menggigit bibir dalamnya, “aku adalah anak pungut yang diangkat oleh keluarga Adwitya.” Ucap Eve dengan bibirnya yang bergetar kedua tangannya mengepal erat di sisi kanannya.


“Asal usul ku tidak jelas dan seperti yang kamu bilang bahwa aku menjijikkan memang benar karena aku adalah anak pungut. Mungkin aku anak dari hasil hubungan terlarang atau pemerkosaan sehingga aku dibuang atau aku adalah anak yang tidak diinginkan.” Cerita Eve tanpa membalikkan badannya dan nggak mau melihat ke arah Tala dan Adya.


Baik Adya maupun Tala tidak ada yang bersuara keadaan menjadi semakin kacau sekarang. “Jika aku bertahan lama maka aku akan membuat malu keluarga mu bukankah nama keluarga dijaga baik oleh orang seperti kalian.”


“Kehadiran aku selalu membuat masalah buat mu kan jadi sekarang kak Adya sudah tau tidak ada alasan lagi untuk mempertahankan.”


“Sesuai isi perjanjian bahwa aku tidak akan mendapatkan apa pun jika aku melanggar apa yang ada di dalam surat perjanjian itu dan aku akan pergi jauh.”


“Jika menceraikan aku sekarang tidak apa-apa atau jika kamu tidak mau mengurusnya biarkan aku saja yang mengurusnya.”

__ADS_1


“Tapi, jika masih diberi kesempatan sampai sisa dua tahun pernikahan izinkan aku untuk tetap tinggal di mansion. Aku ingin mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang tulus dari ibu dan ayah.” Air mata Eve terus saja menetes sakit rasanya meninggalkan orang yang disayangnya namun dirinya adalah duri bagi kehidupan semua orang.


“Namun, jika tidak bisa maka aku langsung pergi dan mengundurkan diri dari rumah sakit ini dan tidak akan pernah muncul lagi. Aku lelah dengan semua yang telah terjadi dan aku pasrah saja jika orang mau membunuh ku atau tidak setelah ini.”


Setelah mengatakan itu Eve pergi dari ruangannya dan mengambil tas kerja miliknya tanpa melihat dua orang yang sangat disayanginya itu.


Eve mengusap air matanya yang jatuh sembari berjalan, “jangan ikuti aku lagi karena aku bukanlah Nona muda kalian mulai dari sekarang.” Ujar Eve lalu membalikkan badannya dan menunduk memberi hormat ke pengawalnya. “Terimakasih senang bekerjasama dengan mu.” Ucap Eve dengan bibir bergetar.


“Nona, Nona mau ke mana?” Tanya pengawal Ai ke Eve, sementara pengawal Adya hanya diam sembari menunduk.


Eve meremas tasnya menggunakan kedua tangannya. Dengan segera Eve mengusap air matanya yang tidak berhenti keluar itu sehingga membuat Eve menggunakan kaca mata hitam yang ada di dalam tasnya beserta masker hitam.


Orang yang melihat Eve merasa kagum dengan penampilan Eve sekarang namun mereka tidak tau bahwa Eve sedang menangis agar orang-orang tidak merasa curiga dengannya.


Eve pergi ke luar pagar rumah sakit dan menghentikan taksi dari jauh dokter Raka yang melihat ada yang tidak beres dengan Eve segera menyusul Eve yang sedang menggunakan taksi.


Sementara di dalam ruang kerja Eve, Adya dan Tala terdiam mendengar penuturan Eve kepada mereka. “Kenapa menjadi rumit begini.” Gumam Adya.


Tala terduduk dengan pikiran kosongnya, “apakah kamu ingin kehilangannya untuk kedua kalinya?” Tanya Adya ke Tala.


“Itu sudah menjadi pilihannya.” Ujar Tala dengan dingin dan tetap keras kepala.


Adya menghela nafasnya melihat Tala yang keras kepala lalu mendorong kursi rodanya meninggalkan Tala karena rasanya Adya sangat lelah.


“Pengawal…tolong antar aku ke ruangku…” Ucap Adya lemah, pengawal Adya dengan sigap menuruti permintaan dari Nona mudanya itu.


Tidak lupa pengawal Eve yang berada di depan ruang Eve segera memberitahu dokter agar segera ke ruang rawat Adya ketika pengawal Eve tersebut melihat Adya yang sedang tidak baik-baik saja.


Di dalam taksi Eve menangis tersedu-sedu bahkan masker yang dikenakannya sudah basah. Sopir taksi merasa bingung harus bagaimana ketika melihat seorang wanita muda yang menangis dan bingung mau menginterupsi untuk menanyai tujuan pelanggannya itu.


Eve melepaskan kacamatanya beserta masker yang digunakannya, “keliling saja pak terserah nanti saya bayar.” Ucap Eve dan sopir taksi tersebut menganggukkan kepalanya.


Sementara di belakang Eve, dokter Raka merasa bingung ketika sopir taksi yang ditumpangi Eve sudah memutar kota beberapa kali tersebut.


“Ada apa dengan Eve kenapa dia sampai menyuruh taksi memutar pusat kota?” Tanya dokter Raka yang mengikuti taksi Eve.


 


*Bersambung*


Lunar buat bab ini itu nangis-nangis😅🥺bahkan sampai hidung Lunar tersumbat😅 karena merasa sedih banget tapi nggak tau kalau kalian yang baca. Bukan hanya bab ini aja sih pas bab diawal-awal tuh nangis juga🤣.


Selamat menikmati karya cerita dari Lunar yang tidak seberapa ini. Terkadang sedih lihat like, komen, hadiah, dan favoritnya. But it's ok because everything is a process. Terimakasih juga bagi yang sudah memberikan komen dan likenya🙏😊

__ADS_1


__ADS_2