Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 88. Dia Benar-benar Menghilang


__ADS_3

Setelah kepergian Geya, Tala hanya diam menatap pemandangan taman bunga mawar berbentuk labirin yang dibuatnya semenjak dirinya menikah.


Asal Taman Bunga Mawar Labirin


"Aku ingin membuat taman bunga mawar berbentuk labirin di dalam mansion tepat di depan kamar yang ada ruang kerja ku." Ucap Tala dengan wajah datarnya.


Sementara asisten Kaivan yang mendengarnya menghentikan langkah kakinya menatap punggung sang sahabat sekaligus atasannya itu.


"Dalam dua minggu 200 X 200 meter." Asisten Kaivan menganga tidak percaya mendengar permintaan sahabatnya saja.


"Bukankah Nona muda Adya menyukai bunga tulip lalu mengapa menjadi bunga mawar. apa kesukaan Nona muda berubah Tuan muda." Ujar asisten Kaivan menahan kekesalannya.


"Kamu tidak berhak untuk bertanya tinggal lakukan saja apa yang aku minta. Bunga mawar merah. Setelah pulang dari bulan madu aku harap itu sudah selesai secepat mungkin maksimal dua minggu."


Asisten Kaivan menghela nafasnya panjang mendengarnya selalu suka seenaknya gerutu asisten Kaivan.


"Baiklah Tuan muda Nabastala Affandra Werawan."


Setelah itu asisten Kaivan pergi dengan wajah yang sangat tidak bersahabat membuat sekretaris Diego yang melihat wajah asisten Kaivan bingung sekaligus penasaran dengan apa yang terjadi lebih tepatnya apa yang dimintai oleh Tala.


"Jangan tanya aku kamu cukup diam." Ujar asisten Kaivan berjalan cepat meninggalkan sekretaris Diego yang merasa heran.


"Dia seperti perempuan sedang PMS saja padahal aku belum menanyakan apa pun." Gumam sekretaris Diego melihat kepergian asisten Kaivan.


Tak lama kemudian Tala keluar dari ruang kerjanya, "kenapa kamu menatapku seperti itu. Cepat kita harus ke mansion."


Sekretaris Diego baru saja datang dari urusan rapat dengan para manajer belum saja duduk dan dia disuruh pergi lagi.


"Kenapa dia semakin sensitif sudah punya istri dua padahal, aku aja satu belum dapat. Apakah semalam tidak dapat jatah dari Eve. Bukankah seharusnya dia libur hari ini." Gumam sekretaris Diego.


Sepertinya di sini tepatnya di antara mereka bertiga hanya dirinya yang waras secara emosional.


Tala menghela nafasnya dengan panjang mengingat permintaannya yang memang terkadang tidak masuk akal.


"Aku sengaja membuatnya namun dia tidak pernah berkata apa-apa mengenai labirin taman bunga mawar. Padahal aku mewujudkan keinginannya." Ucap Tala di dalam benaknya.


"Ke mana dia pergi. Dia tidak melakukan hal yang bodoh bukan." Batin Tala berkata.


Diamnya Tala selama ini bukan berarti tidak memperhatikan Eve.


Perhatian yang ditunjukkan Tala selama ini memang tidak terlihat mau mulai darimana.


Dari labirin taman bunga mawar yang dibuat Tala sengaja untuk Eve karena Eve sangat menyukai bunga mawar merah.


Apa dari para pengawal baik laki-laki dan perempuan tidak boleh menatap Eve hanya dalam tiga detik saja.


Atau diam-diam meminta salah satu pengawalnya yang menjaga Eve dari jauh untuk memotret Eve dan dikirimkan kepadanya.


Bahkan galeri foto di ponsel milik Nabastala banyak hampir 90% foto Eve.


Pergi berbulan madu sesuai dengan keinginan Eve yaitu di negara S yang penuh dengan pemandangan hijau yang menghampar.


Semua keinginan Eve yang dikatakan Eve waktu dulu Tala wujudkan.


Namun, semua itu tertutupi oleh rasa egois di dalam diri Tala yang merasa marah akan suatu keadaan yang membuat harga dirinya terluka, orang tersayangnya disakiti di wilayah penjagaannya, kecemburuannya kepada dokter Raka semuanya Tala lampiaskan kepada Eve yang hanya diam menerima.


Tala ingin Eve lebih proaktif kepada dirinya dengan lebih terbuka. Mengajaknya untuk berbicara dan mengejarnya seperti waktu dulu yang dilakukan Tala kepada Eve.


Jika kalian berpikir bahwa Tala membenci Eve maka itu salah Tala hanya ingin membentengi dirinya dari rasa sakit hati yang ditinggalkan Eve kepada dirinya.


Tala ingin Eve merasakan bagaimana dirinya dulu namun semakin jauh Tala semakin tidak puas dan ingin melihat pengorbanan Eve untuk mempertahankan pernikahan ini namun itu semua menjadi kacau setelah Eve yang memilih menjauh dan menghindar darinya.


Marah, benci, frustrasi.


Bohong jika dirinya tidak tergoda waktu ketika Eve memakai baju kurang bahan dan cara Eve menggoda dirinya untuk meminta disentuh.


Namun karena egonya dan harga dirinya Tala memasang wajah andalannya datar dan dingin.


Bahkan dirinya harus pergi ke kamar mandi dan bersolo ria sampai membuat Tala demam karena tidak tahan dengan apa yang dilakukan Eve namun tertahan karena ego.

__ADS_1


Malam itu untuk pertama kalinya dirinya harus mandi setiap dua jam sekali dan tidak bisa tidur namun karena demamnya dirinya mendapat perhatian dari Eve dan bersikap manja dengan Eve.


Tala menutupi tingkah lakunya yang ingin dibelai oleh Eve dan dipeluk Eve serta mengatakan jangan pergi adalah keinginan Tala yang sebenarnya.


Tapi, pintarnya Tala yang menutupi bahwa ketika demam dirinya memang sakit ditambah diperkuat dengan perkataan dari ibunya kala itu kepada Eve bahwa jika sakit dirinya akan bersikap manja.


Eve tentu saja tidak curiga. Eve yang dikenal oleh Tala sama polosnya dengan dulu dan tidak mudah untuk luluh oleh perkataan laki-laki dengan mudah itu yang Tala bisa gambarkan dari Eve selain Eve adalah orang yang tertutup.


Memang benar dirinya sempat sangat membenci Eve namun setelah ayah Davka mengatakan kepadanya bahwa semua sudah menjadi takdirnya dan akan ada alasan kenapa seseorang melakukan sesuatu kita tidak boleh menghakimi. Jika kita menghakimi maka kita lebih rendah dari orang yang kita hakimi itu.


Ayah Davka memang panutan dan teladan buat seorang Nabastala.


Waktu pertama kali dirinya bertemu dengan Eve. Bohong jika Tala tidak senang Tala ingin sekali memeluk Eve kala itu namun melihat ada Adya di sampingnya dan mengingat bagaimana Eve tanpa sengaja menghancurkan hidup orang lain membuat Tala merasa marah sehingga keluar kata-kata yang tidak pantas darinya untuk Eve.


Pertemuan pertama setelah mereka berpisah delapan tahun lamanya. Eve sama seperti dulu cantik bahkan sangat cantik dengan aura kedewasaannya dan keelegannya.


Bahkan keduanya belum ada kata putus karena Tala kala itu selalu menghindar dan mulai jauh dari Eve saat Tala mengetahui bahwa Eve dekat dengan sepupunya Adhikari Ekata Werawan.


Bingung, karena di satu sisi Tala masih sangat mencintai Eve namun Eve terlihat lebih bahagia dengan Adhikari.


Satu sisinya lagi Tala bimbang untuk memberitahukan kepada Adya yang sudah Tala anggap sebagai kakak bahwa Adhikari sudah berpindah ke lain hati.


Tala tidak ingin menyakiti keduanya dengan itu Tala mulai menghindar. Tala mengetahui bahwa Eve sama sekali tidak salah, Eve sudah menjelaskan kepada Tala bahwa Eve sangat menyukai perhatian dan kasih sayang yang orang sekitar berikan kepadanya walaupun Tala memberitahu bahwa mereka tidak tulus dengan Eve. Namun, Eve dengan kepolosannya mungkin atau kemunafikan dan kenaifannya Eve keras kepala.


Sebagai laki-laki yang juga mengalami masa remaja dan pikiran yang belum stabil hati dan harga diri Tala terluka.


Karena Eve merasa belum cukup dengan perhatian dan kasih sayang yang diberikannya tulus kepada Eve ketika mengetahui bahwa Eve sangat dekat dengan Adhikari sepupunya itu.


Ego sebagai laki-laki menutupi segalanya tidak ada wajah Tala yang ceria seperti dulu karena patah hati. Semenjak itu Tala tidak pernah dekat dengan perempuan lain selain Adya dan juga ibu Dhara.


"Tuan muda selamat." Ucap salah satu dokter di rumah sakit. "Anda tidak perlu khawatir lagi bahwa dokter Elakshi eh bukan Nona muda yang terus bekerja. Sekarang Nona muda sudah mengundurkan diri dan berhenti."


Tala saat ini sedang berkunjung ke rumah sakit karena memang ada pertemuan dengan para petinggi di rumah sakit.


Tala yang mendengar ucapan selamat tersebut bingung namun wajah datar Tala perlihatkan.


Tala bahkan tidak mengerti kenapa Eve mengundurkan diri bukankah Eve begitu senang saat Eve bekerja sampai dirinya terkadang melupakan kesehatannya sendiri dan kurang beristirahat.


"Nona muda memang sangat luar biasa selain sangat cantik ternyata Nona muda mempunyai jiwa keibuan yang yang baik." Ujar dokter tersebut yang mengungkapkan kegembiraannya.


"Ikut aku ke ruangan ku." Ujar Tala hal itu membuat dokter tersebut kegirangan bukan main. Sepertinya keberuntungan berpihak kepadanya hari ini.


Penjilat begitulah Tala menyebutnya, berpura-pura baik untuk mencari muka di hadapan dirinya dan kedua orangtuanya.


Tala mengetahui itu, inilah hal yang tidak disukai Tala. Sulit untuk mengetahui orang yang benar-benar tulus kepada kita sekarang.


Mempunyai harta, tahta, dan wajah yang mendukung salah satu hal yang membuat Tala harus memasang wajah datar dan dinginnya.


Tala jijik melihat orang yang bermuka dua dan tidak tulus. Bagi Tala tidak ada yang mengalami ketulusan Eve selain dari Adya dan kedua orangtuanya.


Tunggu kenapa sekarang Tala mengakui ketulusan Eve.


"Semoga Nona muda tidak mengalami keguguran lagi. Anda akan menjadi seorang ayah sebentar lagi tinggal menghitung bulan." Tala terpaku mendengarnya.


"Kami juga sudah memproses pengunduran diri Nona muda dan dalam waktu Nona muda mengantarkan surat itu tiga hari yang lalu satu jam tidak perlu menunggu lama Nona muda sudah tidak bekerja lagi."


"Kami mengingat bahwa Tuan muda sangat ingin Nona muda resign jadi kami dengan semangat memprosesnya karena tidak ada protes dari Nona muda sendiri."


"Saya baru memahami bahwa alasan Tuan muda ingin Nona muda resign karena ingin cepat mempunyai anak dan Anda berhasil Tuan muda. Anda benar-benar hebat, memangnya siapa yang bisa menolak Nona muda. Selain cantik Nona muda baik hati dan sangat cerdas. Anda benar-benar beruntung mendapat Nona muda, Tuan muda."


Raut wajah Tala menjadi suram dan dingin ketika mendengar bahwa dokter tersebut memuji istrinya.


Istri?


Bukankah kalian akan bercerai Nabastala apa kamu lupa!


"Keluar sekarang." Ujar Tala dengan dingin dan dokter tersebut menyadari bahwa raut muka Tala yang tidak enak dipandang.


Dokter tersebut pergi tanpa Tala perintahkan kedua kali setelah pamit kepada Tala.

__ADS_1


"Apa aku salah bicara tadi ya?" Ujar dokter itu penasaran. "Bagaimana ini..." Ucap dokter cemas.


Tala mengepalkan kedua tangannya setelah kepergian dokter tersebut. Hari ini Tala berkunjung ke rumah sakit tanpa ditemani sekretaris dan asistennya itu yang sepertinya sibuk dengan pekerjaan mereka dan mencari keberadaan Eve.


Asisten Kaivan terlihat marah dan cuek dengannya beberapa hari ini Tala bisa merasakannya mereka berteman tidak hanya satu atau dua hari melainkan sudah hampir belasan tahun lamanya.


"Datang ke ruangan ku sekarang dengan membawa file CCTV tiga hari yang lalu mengenai dokter Elakshi yang pingsan aku tunggu dalam 15 menit." Ucap Tala di seberang telepon.


Tiga hari yang lalu apa karena kehamilannya Eve pingsan dan terlihat sangat pucat.


Kenapa Eve tidak memberitahukannya bagaimana jika terjadi sesuatu lagi dengan kehamilannya.


Tala dalam diamnya merasa sangat cemas dan bertekad ingin segera Eve ditemukan keberadaannya.


Bagaimana bisa Eve merahasiakan ini darinya atau memang dia sengaja tidak memberitahu.


"Ketidakterbukaan mu lagi dan lagi." Ucap Tala nanar sembari melihat layar ponselnya yang menampilkan wajah Eve di sana yang sedang tersenyum bersama dengan Ashi.


Waktu Eve mengalami keguguran dalam diam dan dinginnya Tala merasa terpukul dan sangat terluka baik hatinya dan harga dirinya.


Tala merasa bersalah tentu saja kepada Eve dan juga anak mereka yang sudah di atas sana meninggalkannya.


Bahkan hal itu membuat Tala menjadi tidak berani dan trauma mendekat ke arah Eve karena melihat Eve yang kala itu dengan darah yang mengalir di kakinya dan Eve yang meringis kesakitan sampai Eve tidak sadarkan diri.


Karena itulah hal terbesar kenapa Tala tidak menyentuh Eve semenjak Eve mengalami keguguran selain dirinya sebagai suami dan laki-laki harus bersabar dengan masa di mana dirinya tidak boleh menyentuh Eve akibat keguguran karena larangan dokter.


Tala takut jika Eve terluka dan Tala tidak kuat melihat Eve kesakitan apalagi sampai berdarah seperti itu apalagi wajah murung Eve akibat kehilangan bayi mereka.


Tentu saja Tala merasa pusing jika harus menahan hasratnya sebagai laki-laki. Tala adalah laki-laki normal. Mempunyai dua istri yang sama sekali tidak bisa disentuhnya sesuka hati.


Tala takut melihat orang di dekatnya terluka apalagi jika itu adalah Eve.


Tala tidak sadar apa bahwa Tala sudah melukai batin Eve dan membuat Eve tersiksa.


Tidak ada komunikasi, ketakutan, kecemasan, rendah diri membuat keduanya tidak berani untuk melangkah ke depan.


Akhirnya Tala memutuskan untuk pisah ranjang saja dengan Eve dan tidur di ruang kerjanya.


Tala setiap malamnya tentu saja bersolo ria di dalam kamar mandi.


Tanpa Eve ketahui juga setiap malam Tala akan tidur di samping Eve setelah Eve tertidur nyenyak karena Tala tau kebiasaan Eve yang tidak akan mudah terbangun.


Tala akan beranjak dari tempat tidur sebelum Eve bangun.


Walaupun Tala terlihat cuek tapi nyatanya Tala selalu memperhatikan Eve sekecil apa pun itu tidak pernah luput dari mata tajam Tala.


Ego dan harga diri Tala yang tinggi sebagai laki-laki. Ketertutupan kepribadian Eve dan rasa rendah diri Eve.


Membuat keduanya dan pernikahan mereka diambang kehancuran.


Komunikasi dan saling percaya adalah kunci buat mereka berdua.


*Bersambung*


Halo guys Lunar tidak tau apakah akan update lagi atau tidak hari ini karena kesibukan di dunia nyata menyita banget padahal ini hari Minggu ya.


Lunar mahasiswi tingkat akhir tentu saja kewajiban Lunar dari awal kuliah adalah menyelesaikan studi. Jadi, kesibukan Lunar selain menulis menyusun skripsi. Selain itu Lunar ada kesempatan buat riset penelitian bersama dengan dosen dan mahasiswa lainnya.


Lunar juga dikejar target buat sidang di bulan maret. Lunar tidak tau apakah itu bisa atau tidak yang penting Lunar berusaha.


Do'akan Lunar ya guys semoga lancar. Jangan khawatir Lunar akan berusaha update. Lunarnya pengen Update itu 3 bab perhari namun apalah daya Lunar harus pandai memilah mana yang lebih penting dan mencuri-curi waktu di sela kehidupan nyata.


Entah kalian membacanya atau tidak tapi terimakasih. Terimakasih atas segalanya walaupun terkadang jika melihat like, komen, hadiah, vote Lunar merasa sedih.


Tentunya ada up and down dari Lunar sendiri


But it's ok. Everything Will be fine. Everything to a process.


Semoga menikmati salam sehat mental dari Lunar. Semoga rezeki kalian dilancarkan, diberi nikmat sehat, Ketenangan, kedamaian, serta dimudahkan segala urusannya aamiin.

__ADS_1


Maaf jika banyak kekurangan dan salah kata atau semua yang tidak berkenan di hati kalian.


Jangan lupa baca karya Lunar "ANAK GENIUS: HEARTBEAT"


__ADS_2