Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 45. Jaga Batasan


__ADS_3

Eve yang mendengar nama lengkapnya dipanggil oleh Tala lengkap dengan nama belakang dari suaminya itu tertegun karena ini adalah pertama kalinya Tala memanggil nama lengkapnya itu.


"Ayo Nona muda kita ke kamar kasihan Nona Adya wajahnya sedikit pucat." Ucap pengawal Eve yang bisa membuat Eve mengalihkan pandangannya menatap ke arah Adya dan bisa membuat Eve begitu dengan mudah mengikutinya untuk mengurangi rasa penasaran Eve yang ingin mendengar cerita dari bibi Tala.


Bibi Tala mengepalkan kedua tangannya dengan kesal menatap punggung Eve dan Adya yang berjalan menjauh. "Bibi harus menjaga batasan bibi." Ujar Tala.


"Aku harus menjaga batasan seharusnya kalian yang harus menjaga batasan. Apakah kamu takut keponakanku Nabastala." Ucap bibi Tala meremehkan.


"Aku sudah tau semuanya bahwa kedua istrimu mengambil peran atas kepergiaan putraku yang jauh dari jangkauan ku."


"Jika aku lihat bahwa istri kedua mu itu tidak tau apa-apa dilihat dari ekspresinya." Ucap bibi Tala yang merasa sudah bangga bisa menemukan kelemahan seorang Nabastala.


Tala hanya diam dan menatap bibinya itu. "Apakah bibi senang dengan informasi yang didapatkan bibi itu. Apakah bibi menganggap bahwa itu adalah kelemahan ku sehingga bibi bisa dengan mudah untuk menelanku?" Tanya Tala tepat membuat bibi Tala memberikan senyum sinisnya.


"Ternyata kamu memang sangat cerdas wajar saja ayah memberikan banyak warisan kepadamu."


"Lain kali jaga batasan bibi dan ingat situasi dan kondisi. Bibi selalu mengakukan bahwa bibi adalah orang yang berpendidikan dan terlahir dari keluarga yang terhormat."


"Dengan sikap yang bibi tunjukkan hari ini itu tidak mencerminkan sekali bahwa bibi adalah orang yang berpendidikan dan berasal dari keluarga terhormat."


"Orang yang berpendidikan dan mengaku berasal dari keluarga terhormat tidak akan menjelekkan dan meributkan orang di depan umum apalagi dengan keadaan seperti ini."


Ucapan Tala yang panjang membuat telak bibi Tala terdiam dan menatap kesal ke arah keponakannya itu.


"Jika bibi berulah maka aku tidak akan segan-segan membuat apa yang bibi banggakan aku tarik kembali. Ingat bibi harus menjaga batasan."


Setelah mengatakan itu Tala langsung pergi dari hadapan bibinya itu.


Sementara bibi Tala menatap kesal dan penuh amarah kepada Tala.


Bibi Tala menatap ke sekelilingnya yang sedang menatap dirinya penuh dengan berbagai emosi. "Pantas saja dia bukanlah menantu kesayangan dari Tuan Arjuna Werawan ternyata sikap dan tingkahnya sungguh buruk." Ujar tamu wanita rekan bisnis dari keluarga Werawan yang datang.


"Dia tidak pantas disandingkan dengan Nyonya Dhara Werawan bahkan seujung kakinya pun." Ucap wanita lainnya.


Bibi Tala menatap penuh kekesalan "dia tidak akan bisa mengalahkan Nyonya Dhara dari berbagai aspek. Menyedihkan sekali."


"Lihat matanya sudah hampir keluar jeng menatap ke arah kita." Bibi Tala langsung pergi meninggalkan tempat di mana keramaian yang mengumpul karena ulahnya tadi.


"Gara-gara Adya dan Eve aku dipermalukan seperti ini. Dasar wanita perusak dan wanita licik." Ucap bibi Tala.


Geya yang dari jauh menatap ke arah ibunya yang sedang kesal. Saat ini Geya tidak bisa mendekat ke arah ibunya yang sedang dalam situasi dan kondisi tidak baik.


"Apakah kakak sepupu Tala sudah jatuh hati kepada Eve?" Tanya Harsha yang merasa kesal apalagi ketika dirinya melihat bahwa Tala begitu membela Eve tadi.


"Ini tidak bisa dibiarkan Geya. Kenapa kamu tidak membela ibumu dan menenangkannya?" Tanya Harsha heran menatap ke arah sahabatnya itu.

__ADS_1


"Geya apakah kamu mendengarkan aku atau tidak sih." Ucap Harsha dengan kesal sambil menepuk bahu Geya dengan keras.


Geya yang sedari tadi melamun menatap ke arah Harsha dengan kesal. "Jaga batasan mu Harsha." Ucap Geya dengan dingin.


Harsha merasa tidak terima diperlakukan buruk oleh Geya. "Kamu ini kenapa sih sedari tadi hanya diam ingat misi kita. Kita harus menghancurkan Eve dan juga Adya."


"Jangan bodoh Harsha kamu ingin masuk ke kandang singa. Apa kamu tidak melihat bagaimana kak Tala yang tanpa segan memberikan peringatan kepada ibuku tadi. Kalau kamu mau kamu sendiri saja jangan mengajakku." Ujar Geya dengan kesal lalu meninggalkan Harsha.


Harsha menatap kesal ke arah Geya dan tidak terima. "Lihat saja jika aku sudah mencapai apa yang aku inginkan maka kamu dengan mudahnya akan aku singkirkan. Sudah cukup selama ini kamu membuatku menjadi bawahan mu." Ucap Harsha menatap penuh dendam ke arah Geya.


"Dari dulu aku sudah menjaga batasan ku tapi nanti kamu yang harus menjaga batasan mu dan menunduk kepadaku." Ucap Harsha.


"Cih, ibu sama anak sama-sama licik dan bodoh." Ujar Harsha sambil menggelengkan kepalanya.


Di dalam kamar yang ditempati oleh Adya dan Eve beserta pengawal keduanya. Eve hanya duduk melamun sambil memikirkan apa maksud dari perkataan bibi Tala tadi setelah dirinya sempat memeriksa kondisi Adya yang wajahnya pucat.


"Nona beristirahatlah kami akan menjaga Nona Eve dan juga Nona Adya." Ujar pengawal Eve tersebut.


Adya sudah jatuh tertidur karena lelah dan juga obat yang barusan diminumnya.


Eve menatap ke arah pengawalnya itu. "Apa kamu tau sesuatu apa yang diucapkan oleh bibi tadi?" Tanya Eve kepada pengawalnya.


Pengawal Eve menatap ke arah Eve. "Saya tidak tau apa maksud Nona." Jawab pengawal Eve


Pengawal Adya hanya memperhatikan interaksi keduanya. "Bibi tadi mengatakan sesuatu kepadaku tadi aku melihat bahwa perkataan itu akan ditujukan kepadaku." Ujar Eve.


"Aku tidak bisa aku ingin di sini aja." Ucap Eve memandang ke arah di depannya.


"Apakah Nona Eve ingin sesuatu?" Tanya pengawal Adya membuat Eve menolehkan kepalanya.


"Apakah kalian akan mengabulkannya?", Tanya Eve balik.


Pengawal Eve dan pengawal Adya menatap ke arah satu sama lain. "Jika kami bisa kami akan membantu Nona, jika kami tidak bisa maka kami akan memberitahukan Tuan muda." Ujar pengawal Adya.


"Jangan." Ucap Eve membuat kedua pengawal itu menatap ke arah Eve. "Jangan memberitahu suamiku tentang permintaan aku ini. Apakah kalian bisa?" Tanya Eve membuat kedua pengawal itu merasa bingung.


Kedua pengawal itu mengangguk saja dan Eve mempercayainya. "Apa kalian bisa mencari tau apa yang hendak dikatakan bibi kepadaku tadi?" Tanya Eve penuh harap.


"Bagaimana apakah kalian bisa?" Tanya Eve sekali lagi dengan penuh harap.


"Nona kami..." Ucap pengawal Eve namun segera dihentikan oleh pengawal Adya.


"Baik Nona kami akan membantu sebisa kami." Ucap pengawal Adya tersebut membuat pengawal Eve menatap pengawal Adya dengan mengernyitkan dahinya.


Eve tersenyum senang. "Terimakasih. Aku akan berisitirahat." Ujar Eve lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur di samping Adya tidur.

__ADS_1


Kedua pengawal itu saling menatap satu sama lain sesekali menolehkan kepala mereka ke belakang untuk melihat Eve apakah sudah tertidur apa belum.


Pengawal Eve mengambil ponsel di sakunya lalu mengirimkan pesan kepada pengawal Adya padahal mereka berdua duduk berdampingan.


"Apa yang sedang kamu?" Ucap pengawal Eve di dalam pesan yang ia kirimkan kepada pengawal Adya.


"Aku hanya menjawab pertanyaan Nona Eve aja lagipula kasihan Nona Eve yang tidak bisa beristirahat kamu lihat sendiri betapa dia sangat senang setelah kita mengiyakan."


Pengawal Eve membaca pesan yang dikirimkan rekan di sampingnya itu. "Jaga batasan mu ingat kita bekerja untuk Tuan muda walaupun kita menjaga Nona muda. Apakah kamu tau apa yang ingin dikatakan Nyonya kepada Nona muda Eve. Itu sangat berbahaya jangan sampai membuat kacau."


Pengawal Adya menatap ke arah pengawal Eve yang sedang memicingkan matanya dengan kesal. "Apakah kamu tau sesuatu?" Tanya pengawal Adya tersebut.


Pengawal Eve hanya mengedikkan bahu untuk menjawab pesan dari rekannya itu. "Melihat dari reaksimu sepertinya kamu menyembunyikan sesuatu."


"Diamlah sekarang kita pikirkan apa yang akan kita jawab jika Nona bertanya nanti." Ucap pesan pengawal Eve dengan kesal kepada rekannya.


"Cepat kasih tau aku apa yang kamu ketahui aku juga sangat penasaran." Pinta pengawal Adya itu.


"Jaga batasan mu kamu tidak lihat sekarang kita berada di mana dan dekat dengan siapa."


Kedua pengawal itu memandang penuh kesinisan satu sama lain setelah membaca pesan yang dikirimkan oleh mereka berdua untuk satu sama lain.


Pengawal Eve memang sangat berhati-hati dan sangat menjaga segala sesuatu hal ini sedikit mencerminkan Eve di dalam pengawal Eve tersebut. Sedangkan pengawal Adya sama seperti Adya suka berbicara seenaknya seperti tadi ketika dengan mudahnya menerima permintaan Eve.


"Ingat jaga batasan mu." Ujar pengawal Eve kepada pengawal Adya.


Di lantai bawah ibu Dhara dan ayah Davka sudah mendengar keributan yang disebabkan oleh bibi Tala kepada kedua menantu mereka.


Ibu Dhara dan ayah Davka hanya bisa menghela nafasnya mereka tau dan sangat memahami kekesalan yang dirasakan oleh bibi Tala dan kerinduan bibi Tala kepada anak mereka. Namun mau bagaimana lagi kesembuhan dan mental kedua menantu mereka itu yang mereka prioritaskan.


Mereka tidak ingin membuat menantu mereka merasa tidak nyaman dan sangat terganggu setelah mengetahui fakta yang ada terutama menantu kedua mereka yang masih tidak tau apa-apa.


Sedangkan menantu pertama mereka kondisi fisiknya sungguh sering sekali tidak stabil.


Mereka tidak ingin karena kepulangan keponakan mereka membuat menantu pertama mereka menjadi semakin tidak baik dan keadaan semakin rumit untuk dikondisikan.


"Sepertinya kita harus memperingatkan mereka lebih keras lagi ayah. Ibu khawatir jika menantu kedua kita mengetahui hal ini apalagi sekarang menantu pertama kita kondisinya tidak baik-baik saja." Ucap ibu Dhara dengan cemas.


"Ibu tenanglah dan percayakan pada anak kita Tala pasti bisa mengatasi ini." Ucap ayah Davka menenangkan.


"Kita harus menjaga ketat Eve dan juga Adya ayah ibu tidak ingin kejadian ini terulang lagi."


"Iya ibu kita akan menambah pengawal buat Eve dan Adya tanpa mereka sadari." Ucap ayah Davka mengiyakan.


"Ibu juga khawatir dengan pernikahan Tala dan juga Eve ayah melihat bagaimana Tala masih begitu dingin dengan Eve apalagi Tala yang menyalahkan Eve karena menyelamatkan ayah, yah." Ucap ibu Dhara.

__ADS_1


"Ibu tenanglah jangan risau kita bisa mengatasi segalanya. Percayakan kepada ayah." Ucap ayah Davka sambil mengelus lengan istrinya itu.


*Bersambung*


__ADS_2