
Eve hendak keluar dari kamar namun langkah kakinya terhenti tatkala mengingat sesuatu.
"Ada apa...!?" Tanya Tala yang melihat Eve berhenti di ambang pintu kamar.
Eve membalikkan badannya dan memberikan Orion ke Tala. "Bawa Orion sarapan aku sudah menyiapkannya aku ingin membersihkan kamar mandi dulu."
Tala memegang tangan Eve saat Eve hendak melangkah. "Nanti saja sarapan terlebih dahulu." Ujar Tala.
Eve melepaskan pegangan Tala di tangannya. "Harus tidak boleh ditunda kalau tidak nanti lupa."
Tala tidak bisa untuk membujuk Eve apakah Eve menghindari darinya demi tidak sarapan bersama dengannya.
"Apa kamu menghindari sarapan bersama dengan ku...? Tanya Tala dengan wajah sedih dan nadanya yang murung.
Eve membalikkan badannya. "Tidak ada waktu untuk membuat drama telenovela di pagi hari. Orion harus segera sarapan, apa kamu tidak mau menemani Orion sarapan?" Tanya Eve dengan wajah kesalnya.
Sungguh Eve sangat sensitif memang benar dirinya saat ini sedang datang bulan hingga tiba-tiba saja Eve menjadi kesal apalagi bangun kesiangan tadi dan Tala malah membuat drama di pagi hari.
"Cepatlah waktu tidak banyak lagi jam sudah menunjukkan pukul 9 Orion memerlukan waktu kurang dari 20 menit untuk sarapan."
Tala dengan cepat menuruti apa yang dikatakan Eve.
Sepertinya Tala yang terlalu sensitif dan berpikir negatif tentang Eve yang menghindarinya.
Eve sama sekali tidak menghindari Tala dan itu adalah kenyataannya karena menurut Eve buat apa. Eve paham betul bahwa Tala adalah orang keras kepala.
Eve di pagi hari memang cukup sibuk apalagi pagi ini Eve belum mandi.
Eve telah selesai membersihkan kamar mandi dan merasa lega hanya memerlukan waktu dari lima menit untuk membersihkannya.
Eve berjalan ke dapur dan melihat bahwa Tala sedang menyuapi Orion.
Eve menepuk jidatnya. "Biarkan saja Orion makanan sendiri dia sudah bisa makan sendiri dan memang dalam proses belajar."
"Kamu makanlah sarapan mu..."
Eve jadi bertanya-tanya apakah perkataannya tadi bahwa Tala harus menemani Orion tidak didengarkan oleh Tala kenapa jadi sering salah persepsi seperti ini.
Tala hanya diam melihat Eve yang sepertinya dalam suasana hati tidak baik pagi ini.
Orion sedang sibuk dengan sarapan dan racauannya.
Bocah laki-laki itu terlihat sangat ceria seperti biasanya. Bahkan kakinya menendang-nendang.
Mata Orion menatap ke arah makanan yang ada di piring Eve dan ingin memakannya.
Eve segera memberikan buah naga yang menjadi sarapan untuknya.
Eve memang setiap pagi memakan buah-buahan dan telur rebus sedangkan untuk Tala Eve buatkan sandwich dan susu.
__ADS_1
Orion juga sarapan dengan makanan bayi yang telah diberikan oleh Eve.
"Orion hari ini ada periksa gigi apa kamu mau ikut pergi ke klinik?" Tanya Eve.
Tala yang hanya diam menatap ke arah Eve dengan tersenyum. Tala tidak menyangka bahwa Eve mengajaknya dan mulai terbuka dengan dirinya.
"Aku sudah bilang kita akan bekerja sama untuk merawat Orion walaupun kita sudah tidak bersama lagi nanti."
Senyuman di wajah Tala menjadi surut mendengar perkataan Eve.
Namun, Tala hanya diam saja dan menikmati sarapannya.
Eve tidak memedulikannya memang begitu adanya dan sudah menjadi rencana.
Eve bangkit dari tempat duduknya dan membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel di sekitar mulut Orion.
Eve juga mengambil bekas makanan Tala untuk segera dibersihkan.
"Apakah tidak ada pelayan...?" Tanya Tala yang melihat Eve mengambil piring bekas makanan dan gelas susu miliknya yang sudah habis.
"Tidak ada karena aku tidak membutuhkannya." Ujar Eve.
Saat Eve membalikkan badannya Tala melihat ada noda darah yang melekat di celana Eve dan ujung baju Eve.
"Apa kamu sedang terluka?" Tanya Tala
Eve menolehkan kepalanya. "Memangnya kenapa...!? Tanya Eve.
"Oh, tidakkkkk...!!!"
Eve segera berlari ke kamarnya membuat Tala kaget melihat Eve yang terlihat panik sedangkan Orion menatap heran ke arah bundanya itu.
Namun detik berikutnya Eve kembali lagi DNA menepuk bahu Tala dengan keras dan nafasnya yang terngah-engah.
"Jaga Orion ajak dia bermain sembari berjemur di depan. Aku mau mandi membersihkan diri dulu." Ujar Eve lalu berlari lagi ke kamar.
"Hati-hat---" Tala tidak selesai dengan bicaranya karena Eve sudah menghilang dari pandangannya.
"Sepertinya dia masih tetap ceroboh seperti dulu." Ujar Tala lalu pandangannya menatap ke arah Orion lalu melihat bekas sarapan mereka yang masih belum selesai dibersihkan.
"Jagoan ayah duduk tenang dulu ya ayah harus membantu bunda untuk membersihkan ini dulu baru nanti kita bermain." Ujar Tala sembari memberikan mainan untuk Orion yang berada di dekat dapur. Sepertinya mainan itu memang sengaja diletakkan di sana ketika Orion tidak ada yang menjaga sedangkan Eve harus memasak makanan buat mereka.
Tala berpikir apakah dirinya harus memberikan pelayan buat di rumah ini untuk membantu Eve. Namun, mengingat semalam pembicaraan mereka tentang Tala yang ingin mencari baby sitter buat Orion Eve malah terlihat sangat tidak suka.
Mungkin nanti coba Tala tanyakan ke Eve dari hati ke hati.
Sebenarnya memang ada yang membantu Eve yaitu Cici namun saat ini Cici sedang sibuk membersihkan bagian luar rumah ini karena tadi pagi sebelum Tala, Eve dan Orion bangun Cici sudah membersihkan seluruh area dalam rumah kecuali kamar Eve.
Biasanya Cici akan ditemani oleh Orion yang sedang berceloteh atau bermain dengan mainannya.
__ADS_1
Orion memang anak yang aktif namun Orion sangat lah anteng jika Eve sedang sibuk dan Cici sedang sibuk maka Orion hanya diam duduk di kursi makannya atau sibuk dengan mainan yang diberikan.
Namun, berbeda jika ada sepupunya Jean maka sebentar-sebentar suara tangisan akan terdengar karena Orion senang menjahili sepupunya itu.
"Kamu anak yang baik sayang. Apa sepupu mu yang cantik itu tidak datang ke sini hmmm?" Tanya Tala mengajak mengobrol Orion tentu saja Orion belum bisa menjawab pertanyaan Tala layaknya orang dewasa hanya dengan bahasa bayinya.
Tala hanya tersenyum mendengar jawaban berupa bahasa bayi tersebut.
Ternyata sangat menyenangkan mempunyai anak nanti Tala ingin mempunyai banyak anak dan Tala juga menginginkan anak perempuan.
"Sayang nanti cepatlah pandai berbicara ayah akan giat mengajarkan mu berbicara agar kamu bisa membantu ayah untuk membuat mu adik sehingga bunda mu akan selalu bersama dengan ayah dan kita akan hidup bersama layaknya keluarga pada umumnya. Tentu saja nanti bersama dengan adikmu yang on going...!"
Tala terkekeh dengan perkataannya sendiri sedangkan Orion memamerkan giginya yang berjajar rapi.
"Bunda mu menyuruh untuk berjemur sedangkan kamu sudah mandi." Ucap Tala di saat keduanya dengan santai duduk di kursi pantai di depan halaman rumah.
Di sela-sela mereka berjemur Tala memberitahukan kepada Orion mengenai mata, hidung, pipi, dan telinga agar serta hal yang lainnya.
Bahkan Tala bercerita mengenai apa hobinya, makanan kesukaannya, minuman kesukaannya, warna kesukaannya ke Orion.
Terkadang Tala mencium Orion karena merasa gemas dengan tubuh gempal milik Orion.
"Anak ayah wangi sekali ayah gemes deh." Ujar Orion sembari mencubit pelan pipi Orion.
"Kamu terlihat seperti bunda sangat sensitif kulitnya jika dingin dikit sudah memerah, jika merah dikit memerah juga, jika menangis, tertawa, malu, atau marah akan memerah juga. Kamu ini memang anak bunda tapi wajah mu terlihat seperti ayah."
Tak henti-hentinya Tala bercerita dan mengajak Orion mengobrol sampai lupa mengabari ayah Davka dan ibu Dhara bahwa dirinya sudah menemukan cucu dan menantu mereka.
Memang benar apa yang dikatakan sekretaris Diego, asisten Kaivan, dan Jackson bahwa Tala terkadang memang tidak ada akhlak bukan hanya mereka saja.
Dari jauh tepatnya di depan rumah Eve Joha sedang menggunakan teropong untuk melihat aktivitas di dalam rumah Eve hal ini dilakukan Joha karena merasa cemas dengan adiknya dan juga Orion karena ada Tala di rumah.
Airen melarang Joha untuk datang ke rumah Eve karena untuk memberikan waktu bagi Eve dan Tala untuk dekat lagi. Karena bagaimana pun Eve adalah seorang istri dari Tala dan tidak ada yang boleh mencampuri urusan rumah tangga mereka.
Cukup menjaga dan memantau saja itu sudah lebih dari cukup.
Airen tau bagaimana jika ada yang ikut campur dalam urusan rumah tangga karena Airen pernah mengalaminya dengan pernikahannya yang sebelumnya. Itu sangatlah tidak nyaman...
Airen memberikan pengertian ini kepada Joha dengan susah payah tentu saja ada imbalan yang diminta oleh Joha yaitu memberikannya jatah setiap malamnya ke Joha sampai Joha puas walaupun suaminya itu tidak ada puasnya.
*Bersambung*
Lunar sedih deh terkadang kalau liat yang like, komen, hadiah, dan votenya. Namun, Lunar bisa apa!!!!???
Yang ngelike nggak nyampe setengahnya tapi Lunar tetap bersyukur Lunar ingin curhat aja ya gengs jangan diambil hati nggak bermaksud apa-apa.
Cerita Lunar mungkin masih jauh dari kata baik jadi ini sebagai pembelajar buat Lunar sendiri dan ujian buat Lunar.
Akan ada hari di mana Lunar bisa menjadi apa yang dicita-citakan Lunar.
__ADS_1
Terimakasih ya bagi yang sudah support Lunar semoga dibalas dengan kebaikan serta sehat selalu dan dimudahkan urusannya dan dilancarkan rezekinya aamiin.