Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 161. Regulus Galaksi Werawan


__ADS_3

Tala yang duduk di depan tidak bisa tenang beruntung salah satu pengawal sigap langsung duduk di kursi kemudi mobil jika Tala yang menyetir maka pria yang akan mempunyai anak dua itu tidak bisa konsentrasi dan malah membahayakan karena kecemasan dan kekhawatirannya.


Mendengar suara rintihan Eve membuat Tala berkeringat dingin ada perasaan bersalah karena sudah membuat Eve harus melewati ini. Padahal Eve sudah mengatakan padanya memang sudah kodrat seorang wanita.


"Sayang yang sabar ya. Kenapa pelan sekali jalannya cepatlah." Ucap Tala dengan cemas dan tidak sabar.


"Sebaiknya dia tidak usah ikut saja tadi, buat berisik saja." Gerutu ibu Dhara.


Tala tidak bisa tenang duduk di depan dia ingin sekali berada di samping Eve namun apalah daya ada ibu negara yang sedang berkehendak dan ia percaya bahwa ibunya itu bisa karena sudah berpengalaman.


"Tala cepat telepon ayah mu, suruh dia datang ke rumah sakit." Perintah ibu Dhara ketika mengingat lagi apa yang diperintahkan ya kepada Tala namun Tala tidak melakukannya.


Tala mengambil ponsel di sakunya lalu menelpon ayah Davka.


"Sebentar lagi kamu akan mempunyai dua cucu. Anggota keluarga mu bertambah pasti sangat menyenangkan. Apalagi cucu pertama mu sangat menggemaskan." Ujar sahabat ayah Davka.


Ayah Davka tersenyum tentu saja dia merasa bangga dengan menantunya itu yang memberikan warna kebahagiaan dan keceriaan dalam mansionnya apalagi menantunya tidak masalah jika mempunyai banyak anak.


"Yah begitulah, Dhara bahkan terkadang melupakan ku dan selalu mengomeli Tala karena saking sayangnya kepada menantu ku bukan menantu tapi putriku."


Sahabat ayah Davka tertawa kecil, "bahkan Tala mempunyai dua istri. Kamu kalah bro dengan anak mu." Mendengarnya membuat ayah Davka sama sekali tidak tersinggung dan malah ikut tertawa karena memang faktanya begitu.


"Jika dulu putri ku Lizzy tidak mengalami keguguran mungkin sekarang aku sudah mempunyai tiga cucu." Ingat ayah Davka bahwa Orion bukanlah cucu pertamanya.


"Semua itu sudah berlalu. Tahun itu dan beberapa tahun belakangan kamu sangat terpuruk. Menantu kedua mu keguguran, menantu pertama mu harus berjuang melawan sakitnya begitu juga dengan paman Werawan. Satu persatu Tuhan menguji keluarga mu. Belum selesai satu muncul lagi."


Ayah Davka menganggukkan kepalanya. "Tapi, semua itu sudah berlalu sekarang kamu menikmati masa tua mu bersama dengan istri, anak menantu dan cucu yang menggemaskan."


"Ya begitulah kehidupan. Dulu kita sangat gagah dan mempesona serta digilai banyak gadis tapi sekarang kita sudah tua renta bau tanah." Kedua sahabat tua renta bau tanah tersebut asyik mengobrol satu sama lain.


"Jadi, kalian belum tau jenis kelamin calon cucu kedua?"


"Belum, Lizzy dan Tala sepakat bahwa mereka tidak mau melihat jenis kelamin anak kedua mereka. Katanya ingin surprise. Tapi, laki-laki dan perempuan sama saja asal mereka sehat dan bahagia. Lagipula aku punya cucu perempuan Lily cucumu dan Jean."


Sahabat ayah Davka adalah ayah dari Jackson Harrison. "Ya ya ya, Lily bahkan lebih menempel pada Tala daripada daddy-nya sendiri Jackson."


Drrt drrt


Asisten ayah Davka di belakang mengambil telepon ayah Davka yang ia pegang lalu melihat Id nama panggilan.


Putraku Tala


"Tuan besar, Tuan Tala menelpon." Ayah Davka menolehkan kepalanya ke samping dan menerima ponselnya sehingga obrolan keduanya terhenti.


"Halo Tala ada apa?" Tanya Davka, biasanya Tala tidak akan mengganggunya jika dia sedang bersama dengan sahabatnya Richard Harrison jika bukan suatu hal yang penting.


"Ayah datanglah ke rumah sakit XXX cucu ayah mau lahir." Ucap Tala dengan cepat dan nafas memburu ayah Davka bisa merasakan kecemasan dan kegugupan dari anaknya itu.


Tut Tut

__ADS_1


Sambungan telepon itu terputus, Richard Harrison menatap ke arah ayah Davka. "Aku harus pergi ke rumah sakit Richard, cucuku mau melihat dunia."


Ayah Davka langsung pergi dengan diikuti oleh asistennya meninggalkan Richard yang hendak mau bicara.


"Kenapa dia meninggalkan aku, aku kan ingin ikut juga." Gerutu Richard. "Ah aku jadi merindukan cucuku Lily."


Sesampainya di rumah sakit Tala langsung menggendong Eve untuk ditidurkan di atas brankar tempat tidur yang sudah siap-siap menerima Eve di sana.


Tala menggenggam tangan Eve yang terkadang menggenggam kedua tangannya dengan erat. "Sayang kamu bisa." Ucap Tala dia ingin sekali tidak cemas namun melihat wajah Eve yang kesakitan dan sesekali ringisan kesakitan itu keluar Tala tidak bisa mengontrolnya.


Ibu Dhara menggelengkan kepalanya karena ditinggalkan oleh anak dan menantunya. Ibu Dhara menunggu pengawal untuk membawa peralatan yang sudah disiapkan olehnya dan Eve jauh-jauh hari untuk persalinan.


"Lihatlah dia bahkan meninggal ibunya yang sudah tua renta ini." Ucap ibu Dhara kepada pengawal di sampingnya.


"Tuan muda tidak bermaksud seperti itu Nyonya besar mungkin karena kecemasan dan pertama kalinya jadi Tuan muda tidak sengaja meninggalkan Nyonya besar."


Ibu Dhara hanya mendengus mendengarnya padahal dia hanya mengungkapkan rasa kekesalannya dan pikirannya tapi tidak berharap ucapan balasan dari pengawal.


Para dokter sudah selesai menyiapkan segalanya namun ada masalah karena seharusnya dokter yang menangani Eve saat ini sedang tidak ada di rumah sakit karena ada seminar di luar kota.


"Aku tidak mau jika dokternya laki-laki." Ucap Tala merasa sangat tidak suka dan menatap tajam ke arah dokter laki-laki tersebut dengan tajam.


Dia tidak bisa menerima jika istrinya itu disentuh oleh laki-laki lain walaupun berniat untuk menolong seperti dokter ini. Dia juga tau konsep dan konteksnya bahwa dokter sudah bersumpah dengan profesinya.


Ibu Dhara yang baru sampai mendengar keributan di depan ruang operasi tersebut menghampiri.


"Masih berapa lama lagi menantu saya mau melahirkan dokter?" Tanya ibu Dhara dengan tenang.


"Baiklah telepon dokter yang biasa menangani menantu saya saat pemeriksaan setiap bulannya untuk segera kembali. Jika tidak dia dan kalian semua akan dimutasikan ke daerah terpencil." Ibu Dhara bersikap tenang dengan membawa angin segar namun ujung kalimatnya membuat para dokter dan suster tak percaya. Jadi, rumor mengatakan bahwa benar menantu kedua itu sangat disayangi.


Tala hanya diam mendengarnya dan sibuk menenangkan Eve.


"Ibu jangan begitu." Ingat Eve dengan lembut kepada mertuanya itu. "Aku tidak apa-apa jika dokter yang biasa memeriksa aku tidak bisa datang secepatnya biarkan apa yang ada dulu."


Tala menggelengkan kepalanya. "Sayang ayah akan berusaha agar dokter tersebut cepat kembali."


Dua jam lamanya dan Eve semakin meringis karena rasa sakitnya semakin intens.


Dokter yang ditunggu-tunggu sedari tadi akhirnya muncul juga dengan pakaiannya yang sudah siap dan sudah steril tentunya.


"Tuan mau ikut masuk atau menunggu di luar?" Satu pertanyaan pertama ketika dokter tersebut sampai.


"Sa-saya akan menemaninya di dalam dokter." Ucap Tala dengan gugup.


Lalu dokter tersebut memberikan isyarat kepada perawat untuk memberikan kamera dan dipasangkan di depan jidat Tala.


"Tangkap lah momen dengan kamera tersebut Tuan. Kami biasanya mempersiapkannya agar para orang tua bisa melihatnya dan anaknya kelak melihat bagaimana pengorbanan ibunya."


Tala tidak banyak bicara, ayah Davka yang tentunya sudah datang dari tadi memberikan dukungan kepada putranya itu serta memberikan wejangan bahwa dia tidak boleh cemas, takut atau pingsan nanti di dalam karena Eve pasti akan memerlukannya dan supaya Eve lebih tenang.

__ADS_1


Joha juga berada di rumah sakit dan duduk dengan gelisah. Dia datang seorang diri tidak ada Airen, Jean dan anaknya Kala karena rumah sakit tidak baik untuk bayi.


Tala melihat perjuangan Eve untuk melahirkan anak kedua mereka meneteskan air mata dan sesekali mencium dan mengelap keringat Eve tidak lupa dia memberikan semangat kepada Eve.


Bahkan remasan dan cakaran Eve di tangannya tidak lagi membuat Tala merasa meringis kesakitan karena ia menguatkan hatinya bahwa apa yang dirasakannya tidak seberapa dengan pengorbanan Eve dalam melahirkan bayi kedua mereka.


Oekkk Oooeeekk Oeeekkk


Eve menghempaskan tubuhnya karena merasa lega dan energinya sudah terkuras habis. Nafasnya terengah-engah keringat pastinya membanjirinya.


Tala menangis terharu melihat dan mencium kening Eve dengan dalam.


"Tuan tolong arahkan kameranya anak Tuan dan Nyonya sudah lahir." Namun Tala sama sekali tidak beranjak dari sisi Eve dan mencium kening Eve berulang-ulang ambil mengucapkan terimakasih dan kata-kata sayang kepada Eve.


Perawat dan dokter yang melihatnya tersenyum senang. Biasanya jika para ayah akan sibuk untuk melihat anak mereka yang sudah lahir daripada memberikan dukungan kepada istri mereka yang sudah berjuang keras namun berbeda dengan Tala.


Mereka mengerti dan memahami bahwa sedingin apa pun seorang Nabastala pewaris tunggal kaya raya keluarga Werawan namun bisa bersikap lembut.


Sungguh beruntung Eve dicintai dengan amat tulus oleh Nabastala.


Eve kini sudah dipindahkan di ruang rawatnya setelah menyelesaikan segala urusan terakhir persalinan dan memberikan ASI kepada putra mereka.


Ya anak kedua mereka sama jenis kelaminnya dengan anak pertama mereka.


"Dia sangat tampan dan menggemaskan." Celetuk ibu Dhara yang tidak bisa berhenti untuk tersenyum melihat cucu keduanya yang berjenis kelamin laki-laki.


Eve terbaring lemah dan tersenyum. Joha mendekat ke arah Eve dan mencium kening Eve dengan lembut.


"Kamu wanita yang hebat dan kuat. Kakak sayang kamu selamanya." Ucap Joha dengan bangga kepada adik kandungnya itu.


Rasa bahagia meliputi keluarga Werawan setelah banyak lika-liku kehidupan yang mereka lewati.


"Siapa namanya pangeran kecil ini Tala, Lizzy?" Tanya ayah Davka yang sudah tidak sabar ingin mengetahui nama cucu keduanya itu.


"Tunggu dulu." Suara seorang pria yang baru masuk membuat semua orang menoleh menatapnya.


Dia adalah Richard Harrison sahabat ayah Davka.


"Ini hadiah untuk mu Lizzy. Selamat karena sudah melahirkan dengan sehat semoga kamu selalu sehat dan bahagia." Doa Richard Harrison dengan tulus kepada Lizzy.


Lizzy hanya tersenyum dan mengangguk saja sembari berterimakasih. Ia tau Richard Harrison adalah ayah dari Jackson Harrison sekaligus sahabat ayah Davka. Karena Richard dan ayah Davka sering bersama-sama menemani cucu mereka bermain bersama saat di mansion Werawan dan mansion Harrison.


"Terimakasih paman."


"Nah sekarang kalian boleh memberitahukan namanya kepada kami." Ujar Richard Harrison dengan semangat.


"Namanya Regulus Galaksi Werawan. Regulus artinya adalah pangeran dan Galaksi artinya gugusan bintang. Dia akan menjadi pangeran di antara banyaknya bintang yang bersinar terang di sampingnya yang menyayanginya dan melindunginya. Nama panggilannya Gala."


"Nama yang bagus Galaksi." Ucap Richard Harrison. "Lily pasti senang karena dia mempunyai adik lagi. Tapi lagi-lagi harus laki-laki. Lily ku yang malang mungkin akan kesepian karena hanya ada Jean hahahaha

__ADS_1


" Richard Harrison mulai berdrama ala-ala kakek tua renta bau tanah.


*Bersambung*


__ADS_2