Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 89. Berkelahi


__ADS_3

Setelah mengetahui bahwa Eve benar-benar mengandung dan usia kandungannya kini sudah dua bulan Tala menelpon asisten Kaivan untuk segera mencari Eve.


Tidak bisa Tala bayangkan jika Eve yang sedang mengandung dan hanya seorang diri.


Tala teringat kata-kata yang Eve luncurkan kepadanya setelah keduanya ketahuan akan bercerai oleh Adya.


Pergi jauh


Tidak mungkin Eve kembali ke mansion Adwitya karena di sana Eve tidak diterima dengan baik.


Kecuali oleh Gulzar Adwitya sepupu angkat Eve yang menaruh hati kepada Eve.


Tala masuk ke ruang kerjanya kini Tala sudah berada di kantor.


Pintu terbuka dan tertutup dengan kasar membuat sekretaris Diego dan asisten Kaivan yang berada di ruang kerja Tala terlonjak kaget.


"Cepat carikan Eve sampai dapat aku tidak mau tau." Ujar Tala dengan tatapan tajamnya.


Asisten Kaivan mendesis dengan senyuman sinisnya melihat raut datar Tala namun tidak bisa ditutupi bahwa Tala saat ini sedang khawatir.


Walaupun mulut berkata tidak tapi hati selalu jujur dan mata yang akan menunjukkan kejujuran itu.


"Buat apa, bukankah kalian akan bercerai. Tinggal menunggu kamu tandatangan saja." Ujar asisten Kaivan bermain-main dengan Tala.


Tala menatap ke arah asisten sekaligus sahabatnya tersebut. "Jadi, kamu sudah tau kenapa tidak memberitahu ku." Ucap Tala sambil mencengkram kerah kemeja asisten Kaivan.


Asisten Kaivan tidak merasa gentar sama sekali malah asisten Kaivan menunjukkan senyum sinisnya. "Aku sudah memperingatkan namun kamu malah tidak dengar. Biarkan saja Eve hidup dengan anaknya. Ternyata kamu cepat juga mengetahuinya." Ucap asisten Kaivan.


Sekretaris Diego hanya menonton keduanya saja menurut sekretaris Diego hal itu menjadi yang biasa terjadi dalam persahabatan.


Bertengkar akan membuat mereka semakin dekat. Sekaligus sekretaris Diego merasa senang melihat keduanya bertengkar apalagi jika harus bertengkar fisik.


Jika keduanya babak belur maka ketampanan keduanya akan berkurang dan itu artinya sekretaris Diego yang paling tampan di antara keduanya.


Walaupun sekretaris Diego merasa bahwa jika keduanya tidak babak belur pun tetap dirinya lah yang paling tampan.


Dengan santainya sekretaris Diego duduk di sofa dengan kaki kanannya bertumpu di atas kaki kirinya sambil menyenderkan punggungnya ke sandaran sofa.


"Bertengkar lah jika ingin bertengkar aku suka melihat kalian bertengkar." Ujar sekretaris Diego.


Tala dan asisten Kaivan menatap ke arah sekretaris Diego yang sedang memamerkan senyum idiotnya menurut Tala dan asisten Kaivan.


Jika Tala memandang tajam ke arah sekretaris Diego karena ucapannya seperti menganggap bahwa dirinya dan asisten Kaivan sedang berkelahi berbeda dengan asisten Kaivan yang memutar bola matanya malas.


"Idiot." Ucap Tala dan asisten Kaivan bersamaan membuat keduanya menatap satu sama lain.


Asisten Kaivan melepaskan kasar tangan Tala yang mencengkram kuat kerah kemejanya lalu merapikannya.


"Kamu kan sebentar lagi menjadi dua dan perceraian kalian akan cepat diproses karena Eve sudah pergi jauh. Jadi, sebaiknya kamu cari wanita baru lagi gampang kan." Ucap asisten Kaivan enteng.


Bugh


Satu bogeman mentah Tala berikan kepada asisten Kaivan. Ujung bibir asisten Kaivan keluar darah.


"Selamanya Eve akan tetap menjadi istriku. Kamu hanya menuruti perintah aku sebagai atasan mu untuk mencari keberadaan Eve dan membawanya kepadaku." Ujar Tala dengan bengis.


Sekretaris Diego masih memasang wajah tersenyumnya. "Bibir menggoda aku berdarah nanti para wanita akan menjerit melihat bibir yang mereka dambakan ini terluka." Ucap asisten Kaivan dengan tertawa bahkan asisten Kaivan sama sekali tidak emosi dengan tindakan Tala.


Sekretaris Diego memutar bola matanya malas. "Dengar Tuan Nabastala Affandra Werawan tanpa kamu suruh pun aku akan mencari keberadaan Eve dan tentunya aku tidak akan memberitahu mu di mana Eve berada jika aku berhasil menemukannya."

__ADS_1


Tala yang mendengar ucapan asisten Kaivan mengepalkan kedua tangannya dan hendak menghajar lagi namun ditahan oleh asisten Kaivan.


"Bukankah ini yang kamu inginkan selama ini lebih baik Eve mencari suami baru misalnya seperti aku. Aku yakin Eve tidak akan menikah ketampanan aku apalagi kulit aku yang eksotis ini. Dan hal itu akan mengubah keturunan." Asisten Kaivan sengaja ingin memancing amarah Tala.


Baik asisten Kaivan dan sekretaris Diego tau bahwa sebenarnya Tala masih sangat mencintai Eve namun tertutup oleh rasa egoisnya sendiri.


Sangat lucu sekali jika mereka mendengar bahwa Tala berkata kepada Eve bahwa Eve sangat egois nyatanya itu adalah Tala sendiri.


Defends mechanisme istilah psikologi untuk mempertahankan dan membela diri.


Mereka juga sudah mengetahui kenapa Eve menghindar dari Tala dan kenapa Eve pergi tanpa pamit dari Tala begitu pun Tala. Namun sayang Tala malah mementingkan egonya sendiri hingga akhirnya untuk kedua kalinya Eve pergi dari Tala.


"Kamu..." Ucap Tala dengan tajam dan marah mendengar perkataan asisten Kaivan.


"Bukankah kecerdasan anak diturunkan dari ibunya. Dan Eve adalah wanita yang tepat untuk menjadi ibu buat anak-anak aku nanti."


Bug


Sekali lagi bogeman mentah mendarah di wajah tampan asisten Kaivan diberikan Tala.


Asisten Kaivan mengusap bibirnya yang semakin berdarah. Sekretaris Diego yang melihatnya meringis.


Siapa suruh bermain-main dengan Tala yang sedang berada di dalam suasana hati yang buruk.


Sekretaris Diego tidak akan membiarkan wajahnya yang sangat tampan paripurna layaknya pangeran dalam Disney untuk menerima bogeman mentah itu.


Apalagi dirinya sudah menambatkan hatinya kepada seorang gadis mungil, cantik, berhati malaikat dan nan menggemaskan. Apalagi suaranya. Memikirkannya saja membuat sekretaris Diego tersenyum-senyum senang saat mengingat wajah gadis yang dirinya tau bernama Wendy itu.


Bagaimana nanti jika Wendy melihat wajahnya yang berkurang tampannya tidak akan sekretaris Diego bayangkan. Dirinya harus mendapatkan gadis bernama Wendy tersebut.


Sebuah pulpen melayang ke wajah sekretaris Diego yang sedang senyum-senyum sendiri. "Kamu bukannya menghentikan malah senyam senyum tidak jelas. Dasar tidak ada akhlak." Ucap asisten Kaivan kesal.


Ingin sekali rasanya Tala menghajar wajah sekretaris Diego yang senyum-senyum tidak jelas itu.


Tala berjalan ke arah sekretaris Diego yang sedang duduk di sofa tangannya sudah mengepal dan tangan satunya sudah menarik kerah kemeja sekretaris Diego.


Asisten Kaivan tentu saja merasa senang melihatnya setidaknya dirinya tidak akan babak belur sendiri. Lagipula nanti jika Tala sudah menghajarnya tiga kali maka barulah asisten Kaivan membalasnya.


Sekretaris Diego tentu saja kaget melihat Tala yang tiba-tiba sudah ada di depannya dengan tangan yang memegang kerahnya.


Blam


Suara pintu terbuka dengan kasar menampilkan wajah dingin dan tatapan tajam dari seorang pria yang terlihat sangat marah.


Asisten Kaivan yang melihatnya mengeluarkan senyuman sinisnya. "Aku tidak perlu memberikan balasan untuk bogeman mentah berdarah ini." Ujar asisten Kaivan menatap ke arah pria yang datang dengan muka sangarnya menatap ke arah Tala.


Sekretaris Diego mengintip sedikit siapa yang sedang membuka pintu dengan kasar tersebut karena dirinya tidak bisa melihat ada Tala di depannya.


"Nabastala." Ucap pria tersebut dengan nafasnya yang naik turun dan suaranya yang tertahan karena amarah memanggil Tala.


Dengan cepat pria tersebut menarik Tala lalu menghajarnya.


"Aku sudah bilang jaga Eve dengan baik-baik." Ucap pria tersebut yang tidak lain adalah Gulzar Adwitya.


"Jika kamu ingin menceraikannya kembalikan kepada ku dengan baik-baik." Ucap Gulzar dengan menghajar Tala yang membabi buta.


Sementara sekretaris Gulzar merasa panik dan cemas melihat bosnya yang menghajar pewaris Werawan tersebut dengan brutal.


Tala juga tidak kalah malah Tala membalas bogeman dari Gulzar.

__ADS_1


Sekretaris Gulzar tersebut menatap ke arah sekretaris Diego dan asisten Kaivan hanya duduk bersantai ria melihat perkelahian yang terjadi di antara Gulzar dan Tala.


"Kalian kenapa tidak menghentikan mereka." Pekik sekretaris Gulzar membuat atensi sekretaris Diego dan asisten Kaivan menatap ke arah sekretaris Gulzar tersebut.


"Santai saja Nona biarkan saja mereka berkelahi nanti mereka capek dan sakit sendiri. Beginilah cara laki-laki menyelesaikan masalah biarkan mereka melampiaskannya kepada satu sama lain." Ujar asisten Kaivan.


Sekretaris Gulzar yang mendengarnya merasa pusing. Bagaimana bisa asisten dan sekretaris Tala terlihat santai dan tidak berakhlak itu.


Sekretaris Diego sudah tidak fokus lagi melihat perkelahian yang terjadi di depannya.


Sekarang atensi sekretaris Diego teralihkan ketika sekretaris Diego melihat wajah sekretaris Gulzar tersebut yang tidak lain adalah Wendy.


"Aku tidak akan menghancurkan mu jika terjadi sesuatu dengan Eve." Ucap Gulzar dengan nafasnya yang terngah-engah keduanya sudah duduk di atas lantai setelah pergulatan yang terjadi di antara keduanya.


"Dia sudah sangat menderita dan kamu malah membuatnya menderita bahkan kini dia tidak tau di mana." Ucap Gulzar yang meneteskan air matanya karena melihat Eve yang tidak tau entah ke mana.


Sekretaris Wendy yang melihat atasannya yang tidak pernah tersenyum tersebut kini menangis mengerjapkan kedua matanya.


Sekretaris Wendy mengira bahwa Gulzar sama sekali tidak memliki emosi layaknya manusia normal saling tidak pernahnya melihat Gulzar menunjukkan ekspresinya selain wajah datar.


Asisten Kaivan dan sekretaris Diego yang melihat Gulzar meneteskan air matanya tertegun. Itu artinya bagi Gulzar Eve sangatlah berarti.


"Aku akan membaut perhitungan dengan mu jika kenapa-napa dengan Eve. Jangan pernah kamu temui dan mendekat lagi dari Eve. Camkan itu" Tunjuk Gulzar yang kini sudah mencengkram kerah kemeja Tala kembali.


Tala mendecih melihat reaksi dan perkataan Gulzar kepadanya.


"Kamu hanyalah keluarga angkatnya dan kamu bukanlah siapa-siapa bagi Eve. Kamu tidak berhak melarang ku untuk bertemu atau pun dekat dengan Eve karena dia masih sah menjadi istriku dan aku tidak akan pernah menceraikannya dan tidak akan menandatangani surat perceraian itu." Ucap Tala tajam menatap ke arah Gulzar.


Gulzar memberikan bogeman mentah lagi lalu segera bangkit. "Jangan pernah bermimpi Nabastala. Aku tidak akan pernah membiarkan mu untuk dekat dengan Eve lagi." Ucap Gulzar.


Setelah mengatakan itu Gulzar pergi dengan diikuti sekretarisnya.


Saat di perjalanan pesawat Gulzar mendengar kabar bahwa Eve menghilang dari sekretaris Wendy.


Bahkan sebelum ke ruang kerja Tala dan menghajarnya Gulzar memarahi Wendy habis-habisan karena telat mengabarinya.


"Ternyata aku masih tetap tampan dari dia yang bodoh." Ucap asisten Kaivan melihat wajah Tala sudah babak belur dan penampilan yang sudah tidak rapi lagi.


Sekretaris Diego mengalihkan pandangannya dari kepergian sekretaris Wendy ke arah Tala.


Wajah Tala penuh dengan memar, rambutnya yang rapi menjadi berantakan, barang-barang juga berserakan akibat pergulatan yang terjadi di antara Tala dan Gulzar.


"Sungguh menyedihkan." Ucap sekretaris Diego menggelengkan kepalanya menatap ke arah Tala.


Lihat dirinya nanti yang akan mengurus kekacauan ini. Ketiganya bersahabat dan sama-sama tidak mempunyai akhlak.


Persahabatan yang sangat aneh di antara ketiganya.


Tala diam mencerna ucapan Gulzar yang mengatakan bahwa dia tidak akan mempertemukan dirinya dengan Eve itu artinya apakah Gulzar sudah tau keberadaan Eve dan tau di mana Eve berada.


"Suruh sepuluh pengawal untuk mengikuti Gulzar Adwitya." Ucap Tala lalu segera pergi ke ruang istirahat di dalam ruang kerjanya.


Sekretaris Diego melirik ke arah asisten Kaivan. "Kamu obati saja dia dulu." Ujar asisten Kaivan lalu segera pergi dari ruang kerja Tala.


Walaupun keduanya tadi berkelahi namun asisten Kaivan sangat tau bagaimana yang dirasakan oleh Tala namun asisten Kaivan memang sengaja melakukannya untuk membuat Tala sadar bahwa dirinya masih sangat mencintai Eve tidak ada wanita lain yang bisa mengganti Eve di hati Tala.


Egonya Tala dan harga dirinya Tala yang tinggi menjadi malapetaka buat dirinya sendiri.


Jika dirinya menemukan Eve pun akan sangat sulit jika Eve menerima kembali Tala.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2