Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 79. Harapan dan Tidak Adanya Harapan


__ADS_3

Eve masuk ke dalam kamar dan melakukan rutinitas yang harus dilakukannya untuk menjaga kulitnya lalu setelah itu Eve duduk di samping Tala yang tertidur.


Dengan menekuk kakinya dan memandang wajah Tala yang damai saat tidur. “Apa karena aku? Kenapa kamu melakukan hal ini?” Tanya Eve sembari menatap wajah seputih susu milik Tala.


Lalu Eve bangkit kembali dan mengambil rutinitas miliknya untuk melakukan perawatan kepada wajah Tala. “Ini adalah pertama kali aku melakukannya dan mungkin ini adalah terakhir kalinya.” Ujar Eve membersihkan wajah Tala dengan produk yang digunakannya.


“Aku harap kamu akan bahagia selamanya dan menjalani hidupmu bebas sesuai dengan kata hati dan pikiranmu. Jangan menyakiti dirimu dan jangan membuat ibu, ayah dan kak Adya sedih.” Setelah mengatakan itu Eve mengecup kening Tala.


Sedangkan pemilik kening yang dikecup tidak bereaksi sama sekali. “Apa kamu tau aku terkadang sangat merindukan masa-masa itu.” Ucap Eve bercerita dengan lirih.


“Apa kamu terkadang merindukannya juga. Sepertinya aku masih terjebak dengan kenangan itu termasuk dengan perasaan ini mungkin selamanya perasaan ini dan hati ini hanya untukmu kalau tidak terbagi dengan anak.” Ucap Eve dengan miris lalu menghapuskan air matanya yang jatuh.


“Kalau dia mash hidup mungkin sekarang dia sudah memanggil mu ayah dan aku bunda atau ibu ya dan dia akan memanggil kak Adya dengan mama. Ibu, ayah akan menjadi nenek dan kakek.” Ucap Eve sembari menatap kosong dan menatap wajah Tala karena saat ini Eve tidur menyamping ke arah Tala.


Tanpa sadar Eve yang terus bercerita dengan Tala yang tertidur juga ikut tertidur. Di tengah malamnya Tala terbangun dan mengerjapkan matanya lalu bangkit dari tempat tidur dan menatap orang yang sedang tertidur di sebelahnya.


Tenggorokannya sangat kering mata Tala menatap segelas air yang ditutup lalu dengan cepat Tala meneguknya dan kembali tidur. Entah sadar atau tidak karena suhu ruangan cukup dingin karena keduanya sangat menyukai suhu yang dingin membuat Tala memeluk Eve dan menjadikan Eve yang tertidur sebagai bantal guling.


Keesokan harinya Eve terbangun terlebih dahulu dan melihat bahwa saat ini dia sudah berada di dalam pelukan Tala.


Dengan pelan Eve melepaskan pelukan itu lalu membersihkan diri. Entah kenapa pagi ini Eve merasa sangat merindukan Adya dan ingin ke rumah sakit. Namun melihat masih ada tanda yang diberikan Tala kepadanya membuat bahu Eve lemas memikirkannya.


Namun kasihan dengan ibu dan ayah yang sudah menua untuk menjaga Adya di rumah sakit. Batin Eve bertolak belakang untuk datang ke rumah sakit atau tidak.


Eve merasa bahwa sekarang dirinya tidak profesional sering kali dirinya mengambil cuti baik dari dirinya maupun bukan dirinya seperti saat ini.


“Padahal sisa dua bulan lagi aku akan menjadi dokter.” Gumam Eve dengan lirih sembari menunggu roti yang dipanggangnya.


Pengawal Bee yang melihat bahwa Nona mudanya sedang melamun segera menegurnya. “Apa yang sedang Nona pikirkan jangan melamun pagi-pagi.” Ingat pengawal Bee tersenyum membuat Eve juga membalas senyumannya.


“Aku hanya merindukan kak Adya, ibu dan ayah mereka pasti merasa kesepian dan lelah.” Ujar Eve tersenyum ke arah pengawal Bee.


“Aku dengan dari pengawal mereka baik-baik saja pengawal ditambah oleh Tuan muda dan juga ruang di sebelah Nona muda Adya memang diperuntukkan oleh keluarga besar. Jadi, Nona muda jangan khawatir.”


“Oh ya pesan dari Nyonya besar Nona muda nikmati saja waktu bersama Tuan muda untuk fokus membuat cucu.” Ucap pengawal Bee membuat Eve menegakkan tubuhnya menjadi tegang.


“Apakah karena sambungan telepon kemarin membuat ibu berpikir bahwa aku dan kak Tala sedang membuat bayi.” Gumam Eve di dalam hatinya.

__ADS_1


Pengawal Bee tersenyum melihat Eve tegang lalu mengundurkan diri saat pengawal Bee melihat bahwa Tala sudah turun dan melihat dirinya dan Eve.


Tala berdehem membuat Eve menghentikan pikirannya mendengar perkataan dari pengawal Bee itu.


Eve segera menyiapkan sarapan buat Tala, lalu ada keheningan di antara keduanya karena keduanya fokus dengan sarapan mereka masing-masing.


Pengawal Bee yang melihat interaksi keduanya dari jauh yang tidak ada suara menggeleng tidak mengerti dengan romansa keduanya.


“Apakah mereka malu menunjukkannya jika ada orang di sekitar mereka?” Tanya pengawal Bee yang terdiam.


“Aku ingin pergi ke rumah sakit.” Ucap Eve memecah keheningan setelah melihat bahwa Tala sudah selesai dengan sarapannya.


Tala menatap ke arah Eve, “aku sanga merindukan kak Adya, ibu dan ayah. Lagipula kasihan dengan ibu dan ayah jika terus menjaga kak Adya mereka memerlukan istirahat yang cukup.” Jelas Eve.


“Tidak untuk bekerja.” Ucap Tala kepada Eve membuat Eve tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Tala.


“Tidak bisa begitu kamu tidak berhak mengatur apakah aku bekerja atau tidak sesuai dengan apa yang telah disepakati.” Ujar Eve dengan cepat ke Tala.


Pengawal Bee yang mendengar keduanya segera mengundurkan diri keluar karena melihat bahwa Tuan muda dan Nona muda itu sedang memulai perdebatan.


“Kak Tala aku mohon tolong izinkan aku untuk bekerja, aku juga tidak akan mencampuri urusan mu termasuk mengadukan mu kepada ibu dan ayah apa yang kak Tala lakukan semalam.” Ujar Eve membuat Tala membalikkan badannya dan menatap ke arah Eve yang juga sedang menatapnya.


Sekarang yang dilihat Tala tidak ada mata keraguan di manik mata Eve ketika berbicara atau meminta sesuatu kepadanya.


“Aku mengizinkan mu ke rumah sakit hanya untuk merawat istriku.” Ujar Tala dengan pedas membuat Eve mengepalkan kedua tangannya.


Namun kali ini Eve memilih untuk diam dan dirinya akan melakukan apapun caranya agar dirinya bisa bekerja karena kesempatan yang dimilikinya untuk menjadi dokter tinggal sisa dua bulan lagi sampai hari perceraian mereka tiba.


Eve akan meminta kepada ayah Davka dan ibu Dhara dengan dukungan dari Adya itu adalah rencana Eve.


Kini Eve dan Tala sedang berada di dalam mobil dengan Tala yang menyetir mobil. Setelah perdebatan yang terjadi di antara keduanya mengenai permintaan Eve yang ingin bekerja tidak ada lagi yang membuka suara.


Sesampainya di rumah sakit Eve segera berjalan ke depan meninggalkan Tala yang sedang memberikan kunci mobilnya kepada pengawalnya yang sudah menjaga di depan lobi rumah sakit tersebut.


Orang-orang yang tau bahwa mereka berdua adalah sepasang suami istri tidak merasa aneh dengan keduanya yang berjalan berpisah mengingat bahwa Eve adalah seorang dokter.


Menurut mereka mungkin Eve sudah telat dan dirinya akan hendak bekerja atau melakukan operasi sehingga membuat Eve tanpa sadar meninggalkan Tala yang berjalan santai di belakangnya.

__ADS_1


Namun, apa yang dilihat oleh orang yang melihat Eve dan Tala tidak sama dengan apa yang dilihat oleh dokter Raka apalagi setelah dokter Raka mendengar percakapan keduanya bahwa mereka akan bercerai.


“Sepertinya hubungan keduanya semakin menjauh.” Gumam dokter Raka di dalam hatinya apalagi dokter Raka mendapat tatapan tajam dari Tala yang melewatinya karena dokter Raka melihat ke arah Eve yang melewatinya tanpa menyapanya.


“Apakah dokter Raka mempunyai sedikit pekerjaan sehingga mempunyai waktu untuk memperhatikan orang.” Ucap Tala dengan pedas kepada dokter Raka.


Dokter Raka hanya membalas dengan senyuman saja. Lalu Tala setelah mengatakan itu segera pergi dari hadapan dokter Raka.


Orang-orang melihatnya mengira bahwa dokter Raka dan pewaris rumah sakit yang menjadi tempat mereka bekerja itu sedang bertegur sapa dan mereka mengira bahwa dokter Raka juga berteman dengan Tala.


Karena seperti yang orang rumah sakit ketahui bahwa hubungan akrab antara Eve dan dokter Raka terlihat sangat dekat dan mereka berteman sehingga Tala juga berteman dengan dokter Raka. Padahal kenyataannya apa yang dilihat berbeda kenyataan dari hubungan dokter Raka dan Tala.


Sebenarnya yang menganggap dokter Raka sebagai musuh dari pandangan mata itu adalah Tala sendiri yang memang tidak ramah kepada semua orang sedangkan dokter Raka memang terkenal sangat ramah selain profesinya sebagai seorang dokter. Dokter Raka juga dulunya adalah mantan cassanova yang banyak menggoda para wanita dan sering berkencan namun tidak ada yang membuat dokter Raka sampai serius.


Akan tetapi ketika melihat Eve yang tadinya membuat dokter Raka tidak percaya dengan cinta pada pandangan pertama mempercayainya itu dan orang yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama itu adalah Elakshi Feshika Adwitya. Seorang wanita yang sudah bersuami.


Kenapa cinta pertamanya sangat mengenaskan mungkin ini sumpah serapah dari wanita yang dikencaninya tidak serius itu karena merasa kesal dan marah kepadanya.


Eve sampai di ruang rawat Adya dan tersenyum menatap ke arah Adya yang tadinya menatap ke arah jendela kini sedang tersenyum ke arahnya.


“Kak, maafkan Eve.” Ujar Eve dengan memelas ke arah Adya membuat Adya hanya bisa tersenyum.


Saat ini Adya tidak bisa mempercayai apa yang dikatakan oleh Eve dan Tala jadi Adya hanya bisa mengamati lagipula Adya sudah benar-benar lelah dengan penyakit yang dideritanya dan benar-benar pasrah.


Semangat hidupnya menurun karena berita yang didengarnya dua hari yang lalu dari mulut Eve dan diamnya Tala sendiri.


“Apa kakak kesepian maafkan Eve.” Ucap Eve membuat Adya menganggukkan kepalanya.


“Tidak apa-apa Eve jangan merasa bersalah seperti itu lagipula mulai sekarang kakak harus terbiasa karena pada akhirnya kita hanya sendiri setelah kematian bukan.” Ucap Adya membuat Eve terdiam mendengarnya.


Tala yang baru masuk membeku mendengar perkataan dari Adya dan menatap ke arah Adya dengan sendu. “Kakak tidak boleh berkata seperti itu, kakak harus sembuh.” Ujar Eve sambil mencium tangan Eve untuk menunjukkan kasih sayangnya kepada Adya.


“Aku hanya membicarakan soal fakta. Setelah kita mati kita akan dikubur dan sendiri di alam kubur bukankah memang begitu.” Ujar Adya.


Tala mengepalkan kedua tangannya dirinya tidak ingin terbawa suasana dengan apa yang dikatakan oleh Adya. Rasanya dirinya tidak akan pernah siap jika Adya akan meninggalkannya selama-lamanya.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2