Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 164. Bangga dan Terharu


__ADS_3

Di rumah sakit


“Hey Dhara cucu mu sudah dua.” Ujar Richard Harrison kepada ibu Dhara.


Ibu Dhara menggelengkan kepalanya, “tidak cucuku bukan dua melainkan empat.”


“Empat?” Tanya Joha dengan mengeryit.


“Iya, empat. Sky Orion, Jean Aurora, Kalandra Anugrah, dan Regulus Galaksi.” Semua orang mengangguk dan Joha tersenyum lembut menatap ke arah ibu Dhara begitu juga dengan Eve. Ia tidak menyangka bahwa mempunyai ibu dan ayah mertua yang sangat baik dan menganggap keluarganya juga menjadi keluarga mereka.


“Ouh.” Pekik ibu Dhara, “ups, aku membangunkannya syukurlah dia tidur kembali.”


“Ibu kenapa ibu berteriak, ibu bukan lagi remaja.” Ujar Tala yang merasa heran dengan ibunya itu entah kenapa semakin bertambahnya usia ibunya semakin berisik, cerewet, dan bawel. Ups kamu mengatai ibumu Tala. Jangan sampai nanti kamu dikatain anak Malin Kundang habislah kamu dibuang.


“Maafkan ibu. Aku lupa bahwa sekarang aku punya banyak cucu. Ada Lily, Kafin, dan Ryder (anak Diego dan Wendy) juga. Jadi cucuku sekarang ada 7 wow banyak sekali. Nanti akan banyak ampao yang aku kasih di hari lebaran. Tidak apa-apa suamiku kan kaya begitu juga dengan anakku. Aku tinggal minta saja pada mereka. Bukankah begitu Lizzy?”


Eve hanya tersenyum menganggukkan kepalanya, ternyata pembahasan ibunya tidak jauh dari uang.


“Mereka di mansion sudah diberitahu belum bahwa aku sudah melahirkan?” Tanya Eve kepada siapa.


“Jangan khawatir tadi ibu sudah menghubungi Juan dan menyuruh Juan untuk datang ke mansion memberitahu mereka.”


Eve merasa lega pasti hal itu membuat mereka panik, cemas dan tidak sabar menunggu kabar bahagia dari mereka. Eve tentu tidak mau mengecewakan para ibu muda yang tentunya mendukung dirinya dan mau berteman dengannya. Mereka sangat baik dan tulus.


Eve menggenggam tangan Tala yang berada di sampingnya dengan pandangan lembutnya seolah mengatakan bahwa ia sangat berterimakasih karena sudah memberikan kebahagiaan kepadanya yang dulu tidak pernah ia pikirkan.


Tala membalas genggaman tangan Eve dan tersenyum menatap ke arah Eve. Keduanya saling berpandangan mesra hingga membuat para paruh baya dan Joha merasa bahwa mereka hidup di dunia hanya menumpang.


“Ekhm, Lizzy kakak harus pulang untuk menjemput kakak iparmu, Jean, dan Kala.” Ucap Joha pamit undur diri untuk menghentikan aksi pasangan suami istri yang sedang bermesraan.


Eve menganggukkan kepalanya, “terimakasih kak sudah datang, sampaikan salamku kepada kak Airen dan buat yang lainnya yang masih berada di mansion.” Joha menganggukkan kepalanya dan mencium kening serta kedua pipi Eve.


Tala tentu saja tidak terima dan merasa cemburu tapi Joha adalah kakak iparnya dan merupakan kakak kandung dari istrinya. Jika Gulzar yang melakukannya maka ia akan marah.


Oh tidak sepertinya dia lupa memberitahukan Gulzar bahwa Eve melahirkan hari ini. Bagaimana ini apa sudah ada yang memberitahunya belum. Sebaiknya ia beritahu saja tapi dia tidak tau di mana ponselnya berada.


‘Sepertinya ponselku tertinggal di dalam mobil.’

__ADS_1


“Bunda ayah juga keluar sebentar mau mengambil ponsel di dalam mobil yang tertinggal sekalian mengantar kak Joha.” Eve hanya menganggukkan kepalanya dan memejamkan kedua matanya tatkala Tala mencium keningnya.


“Kalau begitu paman juga mau pulang Eve. Paman merasa lelah karena habis main golf yang belum selesai lalu paman mencari hadiah untukmu di mall. Maklum paman sudah tua hahah.” Eve tersenyum dan mengucapkan terimakasih kepada Richard Harrison.


Kini di dalam ruangan Eve hanya ada Eve ibu Dhara dan ayah Davka. “Ibu ayah sebaiknya kalian beristirahat saja di ruangan sebelah kalian juga pasti lelah. Terimakasih sudah menjagaku dan berada disisiku.”


“Putri ayah ini seperti kami orang lain saja. Tidak apa-apa kami masih kuat tidak seperti Richard hahah. Terimakasih sudah memberikan kami dua cucu. Kami sangat menyayangi mu sayang.” Ucap ayah Davka dengan mengelus rambut menantunya itu.


“Paman, bibi.” Panggil seseorang dengan suara bassnya membuat atensi pasangan paruh baya dan Eve teralihkan ke arah sang pemilik suara bass yaitu Gulzar. “Justru karena kalian sudah mempunyai dua cucu kalian jangan sampai kelelahan untuk menikmati waktu dengan santai bersama dengan cucu dan kalian ingin melihat aku menikah bukan? Beristirahatlah biarkan aku yang menjaga Lizzy di sini untuk sementara waktu.”


“Kak Zee.” Panggil Eve dengan lembut dan tersenyum senang namun di dalam hatinya dia juga merasa sedih pasti Gulzar kesepian karena keluarganya di penjara. Pasangan paruh baya itu mengikuti apa yang dikatakan Gulzar.


“Ini hadiah atas kelahiran mu. Aku letakkan di sini ya.” Eve hanya mengangguk saja dan tersenyum senang. “Pasti sangat sakit dan lelah.” Ujar Gulzar sembari duduk di samping ranjang Eve.


“Tapi aku bisa kan?” Gulzar menganggukkan kepalanya.


“Iya kamu bisa, kamu memang wanita yang kuat sedari dulu.”


“Maafkan aku, pasti kak Zee kesepian.” Ucap Eve dengan sendu.


Gulzar menggelengkan kepalanya dengan cepat dia tidak mau mendengarkan kata maaf dari Eve, “sudahlah aku tidak apa-apa. Yang salah tidak boleh dibenarkan, yang benar tidak boleh disalahkan. Mereka pantas mendapatkan hukuman mereka atas tindakan mereka. Seharusnya aku yang selalu meminta maaf dan berterimakasih kepadamu.”


Gulzar beranjak dari duduknya dan melihat ke ranjang, “baby boy or baby girl?” Tanya Gulzar menatap ke arah bayi yang sedang tidur nyenyak tersebut.


“Baby boy.” Jawab Eve.


“Dia sangat manis. Kulitnya putih seperti bunda dan ayahnya, hidungnya seperti Tala wajahnya juga seperti Tala. Sepertinya kamu tidak kebagian lagi atau aku yang terlalu cepat menerka dia mirip siapa karena masih bayi dan usianya juga belum satu hari.”


Eve tertawa kecil begitu juga dengan Gulzar, “sejak kapan kamu datang ke sini?” Tanya Tala yang masuk ke dalam ruang rawat istrinya itu sudah ada orang yang hendak dia hubungi. “Siapa yang memberitahumu kenapa begitu cepat sekali?”


“Aku mengetahuinya tentu saja dari Juan asistenmu. Sudahlah aku memakluminya kamu kan seorang pria yang sudah punya buntut dua jadi wajar kamu lupa.” Sekarang Gulzar sudah pandai bercanda tidak sekaku dulu.


Di antara Tala, Gulzar, Joha, Kaivan, Diego,  dan Jackson yang paling kaku dan dingin adalah Tala dan Gulzar. Tala sudah mencair jika itu bersama dengan istri dan anaknya serta keluarga dan para sahabat. Sementara Gulzar masih belum dia masih kaku kecuali hanya pada Orion Gulzar bisa tertawa lepas karena melihat tingkah dan aksi Orion apalagi balita yang berumur 3 tahun beberapa bulan lagi itu sudah pandai berbicara walaupun sempat tertinggal dan masih dengan cadelnya.


“Sekarang kamu sudah pandai mengejekku.” Eve tersenyum mendengar Tala dan Gulzar yang tampak akrab.


‘Keponakan aku Orion siapa yang menjaganya aku bisa menjaganya untuk beberapa hari mumpung aku lagi senggang dan aku mengambil cuti.” Ucap Gulzar menawarkan diri untuk menjaga Orion.

__ADS_1


Eve dan Tala memandang satu sama lain, “kakak seharusnya mengambil waktu istirahat atau pergi berlibur.” Ucap Eve, Gulzar semakin gila kerja ia akan senggang waktunya jika berkaitan dengannya dann Orion.


“Tidak. Waktu istirahatku dan liburku selalu aku habiskan bersama dengan Orion itu sudah healing bagi aku.”


“Orion bersama dengan Geya dan Axel.” Ucap Tala


Mendengar nama Geya dan Axel ada perasaan sedih dan sakit hati di dalam dadanya, “ouwh baguslah sekalian bukan mereka harus belajar merawat dan menjaga bayi.” Ucap Gulzar menatap ke arah Galaksi yang sedang tidur untuk menyembunyikan kesedihan dan kesepiannya ditinggal nikah dua kali. Pertama oleh Eve dan kedua oleh Geya.


“Kakak harus mencari perempuan untuk menemani kakak dan berada di samping kakak. Jangan terlalu banyak bekerja.” Ujar Eve.


“Siapa namanya?” Tanya Gulzar mengalihkan pembicaraan agar tidak terlalu fokus pada dirinya. Dia merasa sangat menjadi beban bagi Eve dan Tala karena memikirkannya yang masih patah hati untuk kedua kalinya.


“Namanya Regulus Galaksi Werawan. Nama panggilannya Gala.” Jawab Tala


“Kamu sengaja mencari nama yang sesuai dengan panggilan Kala bukan?” Tebak Gulzar.


Tala merasa kesal karena Gulzar menebak dengan benar salah satu alasannya ia memilih nama Galaksi selain artinya bagus dan istrinya yang sangat menyukai bintang itu karena keponakannya bernama Kalandra.


“Salah satu di antara semua alasan aku memilihnya itu termasuk.”


“Kalian ingin punya anak berapa?” Tanya Gulzar menatap ke arah pasangan suami istri itu.


“Cukup dua saja.” Jawab Tala membuat Eve menatap ke arah Tala dengan kening yang berkerut. “Aku tidak tega melihatmu kesakitan seperti tadi. Bahkan suara rintihan mu menahan sakit terngiang-ngiang. Melihat mu menjerit kesakitan dan mencengkram kuat tanganku aku tidak bisa lagi jika melihatmu seperti itu.”


“Bukankah kamu ingin mempunyai baby girl?” Tanya Eve.


“Tadinya memang iya. Tapi sekarang tidak. Sudah cukup Orion dan Gala saja. Lagipula kita punya princess Jean dan juga Lily yang menjadi anak perempuan kita.”


“Tapi, mereka bukan anak yang aku lahirkan.” Entah kenapa Eve merasa sedih mendengar Tala sekarang mengatakan bahwa cukup dua saja Orion dan Gala. Sama seperti Tala, Eve sangat ingin mempunyai anak perempuan yang lahir dari rahimnya. Bukan berarti dia tidak bersyukur atas kelahiran Gala dan memiliki kedua putra tidak hanya saja Eve ingin mempunyai anak perempuan secantik Lily dan menggemaskan seperti Jean.


Gulzar yang melihat keduanya dan memahami antara keduanya menjadi penengah. “Iya sekarang jangan pikirkan berapa anak yang ingin kalian miliki. Kalian fokus sajalah kepada kedua keponakanku. Lagipula Tuhan yang sudah mengatur segalanya mau kalian mendapatkan anak lagi atau tidak semua ada campur tangan Tuhan. Jangan sampai kalian mengabaikan kedua keponakanku.” Seharusnya dirinya tidak menanyakan hal itu. Gulzar pikir Tala masih kekeh ingin mempunyai banyak anak namun ternyata Tala berubah pikiran.


“Kapan kamu dan Gala akan pulang?” Tanya Gulzar.


“Menurut dokter dua hari lagi.” Jawab Eve.


“Baiklah aku akan ke mansion kalian sekalian ingin memberikan hadiah buat Gala. Aku belum memberinya hadiah dan juga tentunya buat Orion supaya dia tidak cemburu.”

__ADS_1


Tala yang mendengarnya menjadi teringat atas konsultasinya kepada dokter keluarganya kemarin bahwa ia harus berhati-hati dalam bersikap karena sudah ada Galaksi. Dia tidak mau Orion merasa cemburu dan merasa terabaikan karena dirinya mempunyai adik. Sepertinya dia harus berbicara dengan Eve nantinya berdua atau berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.


*Bersambung*


__ADS_2