Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 83. Tidak Berdaya


__ADS_3

“Seharusnya ibu jangan meninggalkan kak Adya sendirian sampai Eve datang apalagi pengawal di depan tidak ada yang menjaga.” Ujar Tala dengan lirih lalu meninju dinding kamar rawat milik Adya.


Sementara ayah Davka yang mendengar anaknya berbicara seperti itu segera memeluk ibu Dhara yang kini kembali menangis histeris. “Jaga bicara mu Nabastala, ayah dan ibu tidak pernah mengajarkan mu untuk menyalahkan orang lain apalagi itu ibu mu sendiri.” Ingat ayah Davka kepada anaknya dengan dingin.


“Semuanya sudah menjadi kehendak yang di atas.” Tala hanya diam saja mendengarkan perkataan ayahnya yang begitu dingin kepadanya.


Mengepalkan kedua tangannya dengan erat sampai urat-urat tangannya keluar dengan begitu jelas.


Lalu pandangan ketiga orang yang sedang risau itu teralihkan ketika ketiganya mendengar suara pintu terbuka.


Di sana para dokter dan perawat membawa Adya yang sudah tidak sadarkan diri dengan denyut nadinya yang melemah untuk segera di bawa ke ruang operasi.


Tala merasa gusar dengan hal itu dan tanpa banyak bicara ketiganya mengikuti ke mana para dokter dan perawat yang membawa Adya.


Sementara itu dokter Raka merebahkan Eve yang sedang pingsan di ranjang pasien. “Dokter tolong periksa dokter Elakshi. Kata cleaning service dokter Elakshi pingsan di dalam toilet.” Ujar dokter Raka kepada dokter umum itu.


Dokter umum tersebut segera memeriksa keadaan Eve namun dokter umum tersebut terdiam dan menatap ke arah dokter Raka. “Sebaiknya diperiksa saja di ruang privat dokter Raka.” Ujar dokter umum tersebut lalu dokter umum membisikkan sesuatu ke salah satu perawat di dekatnya untuk segera dengan cepat melakukan perintahnya.


Dokter Raka bingung kenapa Eve harus diperiksa di ruang privat, “kalau begitu di lantai paling atas saja dokter bukankah itu khusus untuk keluarga pemilik rumah sakit ini.” Ujar dokter Raka memberi saran dan dokter umum tersebut segera menganggukkan kepalanya.


Di lantai khusus pemeriksaan untuk keluarga pemilik rumah sakit terlihat sangat sepi, ketika melewati ruang rawat Adya dokter Raka menolehkan kepalanya dan melihat tidak ada siapa-siapa di dalam sana.


Dokter Raka merasa bingung ketika melihat dokter kandungan masuk ke dalam dan memeriksa Eve. “Sebaiknya para dokter segera keluar saya akan memeriksa keadaan dokter Elakshi.” Usir dokter kandungan tersebut.


Dokter kandungan tersebut mengerti dengan apa yang telah dilarangkan kepada mereka mengenai mereka tidak boleh memberitahukan kesehatan keluarga pemilik rumah sakit ini kepada sembarang orang.


Sementara dokter Raka pun mengerti dengan larangan tersebut mengerti begitu juga dengan dokter umum.


Dokter Raka bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi kepada Eve jika sudah sampai memanggil dokter kandungan. “Ini tidak boleh bocor dokter.” Ujar dokter Raka kepada dokter umum tersebut lalu dokter umum menganggukkan kepalanya mengerti.


Eve membukakan kedua tangannya dan melihat ada dokter kandungan yang sedang menatap dirinya tersenyum. “Dokter Elakshi sudah terbangun, apakah ada yang membuat dokter Elakshi merasa tidak nyaman?” Tanya dokter kandungan perempuan tersebut dengan lembut.


Eve menggelengkan kepalanya, “apa yang sebenarnya terjadi dokter kenapa dokter yang memeriksa saya?” Tanya Eve menerka-nerka melihat dokter kandungan tersebut.


“Selamat dokter Elakshi sekarang saat ini Anda sedang mengandung dan usia kandungan Anda berusia dua bulan.” Ucapan selamat dari dokter kandungan tersebut membuat Eve terdiam dan tanpa sadar meneteskan air matanya merasa bahagia.


“Saya hamil dokter?” Tanya Eve tidak percaya dengan apa yang didengarnya dan dokter kandungan tersebut menganggukkan kepalanya.


“Iya, dokter yang membuat dokter pingsan karena dokter sedang membawa pewaris keluarga Werawan.” Ujar dokter kandungan tersebut kepada Eve.


Dokter kandungan tersebut pergi keluar dan masuklah dokter Raka yang sedang menatap ke arah Eve yang sedang memandang ke seluruh ruangan. “Selamat Eve kamu mengandung kembali.” Ucap dokter Raka memberikan senyuman walaupun hatinya terasa sangat pedih.


Dokter Raka berpikir bahwa dengan hamilnya Eve maka dirinya akan lama melihat Eve lagi bekerja dan Tala tidak akan menceraikan Eve karena saat ini Eve sedang mengandung anaknya.


Eve hanya tersenyum lalu segera bangkit ke dari tidurnya dan ingin segera keluar dari ruang rawat ini karena saat ini dirinya hanya berdua dengan dokter Raka.


Berdua dengan dokter Raka dalam ruangan membuat Eve merasa tidak nyaman dan khawatir jika ada kesalahpahaman melihat mereka berdua.

__ADS_1


“Sebaiknya kamu istirahat saja Eve.” Ujar dokter Raka sembari membantu Eve untuk berdiri.


Eve melepaskan pegangan tangan dokter Raka darinya. “Maafkan aku.” Ucap dokter Raka yang bisa merasakan bahwa Eve sedang tidak nyaman dengannya.


“Aku harus pergi ke ruang rawat kak Adya nanti ibu menunggu lama dan membuat ibu merasa khawatir.” Ujar Eve kepada dokter Raka.


Dokter Raka hanya diam dan membiarkan Eve keluar dari ruang rawat ini. Eve melihat bahwa ruang rawat Adya kosong sehingga membuat Eve kebingungan.


“Di mana kak Adya dan ibu?” Tanya Eve dengan dirinya sendiri, menurut Eve tidak mungkin jika Adya pergi keluar dari ruang rawatnya apalagi kondisinya semakin memburuk akhir-akhir ini.


Dokter Raka keluar dari ruang rawat tersebut dan melihat wajah Eve yang kebingungan, “di mana kak Adya dan ibu?” Tanya Eve kepada dokter Raka.


Dokter Raka menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari Eve, “tadi juga ketika kamu sedang dibawa ke sini dan diperiksa sudah tidak ada orang di ruangan ini.” Ucap dokter Raka.


Lalu Eve membalikkan badannya ke belakang ketika dirinya dipanggil, “Nona muda dari mana saja saya mencari Nona muda di lantai bawah.” Ujar pengawal Ai dengan nafasnya yang terengah-engah.


“Ai di mana kak Adya apa kamu tau kenapa ruang rawat kak Adya kosong?” Tanya Eve kepada pengawal Ai dengan wajahnya yang khawatir.


“Nona sebaiknya Nona beristirahat terlebih dahulu mengingat tadi saya mendengar dari Tuan muda bahwa Nona muda pingsan dan sedang diperiksa.” Ujar pengawal Ai menyuruh Eve untuk duduk.


Namun Eve tidak mau mendengarkan perkataan dari pengawal Ai, “di mana kak Tala, ibu dan kak Adya. Tidak terjadi apa-apa kan Ai?” Tanya Eve dengan tersenyum.


Pengawal Ai menatap ke arah dokter Raka yang sedang berdiam diri di belakang Eve lalu kembali menatap Eve, “Nona muda jangan memikirkan hal yang lain saat ini Nona Adya baik-baik saja dan diperiksa oleh dokter.” Ujar pengawal Ai.


“Apa yang kamu sembunyikan dariku?” Tanya Eve menuntut.


“Nona muda harus mengikuti saya.” Ujar pengawal Ai yang tetap kekeh tidak menjawab pertanyaan dari Eve.


Namun sayang, Eve ternyata di kunci oleh pengawal Ai atas perintah dari Tala jika sudah bertemu dengan Eve suruh Eve untuk beristirahat jika menolak kunci saja Eve.


Eve menatap ke arah pengawal Ai dengan kebingungan, “Ai apa yang sebenarnya terjadi kenapa aku di kunci tolong buka pintunya.” Ucap Eve sembari mengedor pintunya.


Pengawal Ai menggelengkan kepalanya lalu menyatukan kedua tangannya untuk meminta maaf kepada Eve karena telah mengunci Eve. “Apa yang sedang kamu lakukan kepada dokter Elakshi kenapa kamu menguncinya?” Tanya dokter Raka kepada pengawal Ai.


“Maafkan saya dokter Caraka Arkatama hal ini saya lakukan atas perintah dari Tuan muda Nabastala untuk menyuruh Nona muda beristirahat dan kondisi sekarang tidak kondusif.” Ujar pengawal Ai.


Dokter Raka bingung dengan perkataan kondisi yang tidak kondusif, “apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya dokter Raka kepada pengawal Ai.


“Sekali lagi maafkan saya dokter Caraka bukan kapasitas dokter Caraka untuk mengetahui apa yang terjadi dokter Caraka hanyalah orang luar.” Jawab pengawal Ai mampu membuat dokter Raka bungkam.


Dokter Raka menatap ke arah Eve yang sedang memasang wajahnya memelas meminta untuk dibukakan. Dokter Raka mengatupkan kedua tangannya seolah mengatakan bahwa dirinya tidak bisa berbuat apa-apa saat ini.


Eve di dalamnya hanya pasrah dan Eve duduk di sofa dengan lemas di samping pintu keluar masuk ruang kerjanya.


Saku baju dokter yang dikenakannya bergetar karena ponselnya ada di dalam saku dengan segera Eve membuka dan melihat siapa yang sedang mengirim pesan kepadanya.


“Aku tau selama ini kamu kebingungan terutama akhir-akhir ini mengenai perceraian mu. Bukankah hari ini adalah dua tahun pernikahan mu dengan Nabastala. Aku memudahkan mu untuk bercerai dengan Tala.” Anonim.

__ADS_1


“Oh iya selamat atas kehamilan mu kamu harus ingat bahwa kamu harus segera bercerai dengan Tala cepat atau lambat jika kamu menunda karena kamu hamil maka aku akan membuat bayi di dalam kandungan mu akan berbahaya kamu tidak inginkan kehilangan bayi yang dikandung mu lagi hahah.” Anonim.


“Selamat menikmati pertunjukan ku, aku telah membuat Adya kakak tersayang mu itu kejang-kejang sekarang dia di ujung maut.” Anonim.


Eve melemparkan ponsel di tangannya ketika membaca pesan dari nomor yang diberikannya dengan nama anonim tersebut.


Di dalam pikiran Eve bagaimana bisa anonim ini tau bahwa dirinya sedang hamil dan apa maksud dari pesan yang dikirimkan anonim itu.


Eve menggedor pintu dengan kuat sehingga membuat pengawal Ai menatap ke arah Eve dengan sedih. Bahkan kini Eve sudah menangis melihat pengawal Ai hanya diam dan menatap ke arahnya dalam diam.


Eve tentunya tidak kehabisan akal mumpung pengawal Ai yang melihat ke arahnya dengan segera Eve berakting bahwa dia pingsan.


Pengawal Ai yang melihat bawah Eve pingsan dengan segera membuka kunci pintu yang di kunci pengawal Ai dari luar tersebut dengan panik.


“Nona muda bangun, Nona muda bangun.” Ujar pengawal Ai sembari menepuk pipi Eve dengan pelan.


Eve yang merasa tepukan tersebut segera mendorong pengawal Ai dan keluar dari ruang kerjanya tersebut membuat pengawal Ai terkejut bahwa sekarang dia sedang ditipu oleh Eve.


“Nona muda tolong jangan lari itu akan sangat berbahaya.” Ujar pengawal Ai dokter Raka yang mendengar suara gebrakan pintu segera keluar dari ruangannya dan membantu Eve untuk menghalang pengawal Ai yang hendak mengejarnya.


“Dokter Caraka tolong menyingkirlah.” Ucap pengawal Ai.


“Ouw maafkan saya bagaimana ini tubuh saya terus mengikuti ke mana gerakan Anda.” Ujar dokter Raka dengan wajah tanpa dosanya.


Lalu dokter Raka melihat ada kunci yang tergantung di pintu dengan segera dokter Raka mendorong pengawal Ai agar masuk ke dalam lalu mengunci pengawal Ai di sana.


“Maafkan saya Anda sangat berbahaya untuk keselamatan dua orang.” Ujar dokter Raka dengan lirih tentunya tidak bisa didengar oleh pengawal Ai.


Setelah mengatakan itu dokter Raka berlalu pergi dan menyusul Eve yang sedang berjalan dengan cepat.


“Eve mereka berada di ruang operasi.” Ujar dokter Raka memberitahu membuat Eve terdiam dan menatap ke arah dokter Raka yang kini sudah berdiri di sampingnya. “Tapi, tolong jangan lari saat ini ada nyawa lain di dalam tubuhmu.” Ingat dokter Raka kepada Eve.


Eve pun menurutinya dan berjalan menuju ke ruang operasi di sana hanya Tala seorang diri sedang mengusap air matanya.


Melihat Tala yang menangis kaki Eve terasa lemas beruntungnya ada dokter Raka yang berada di sampingnya yang menolong Eve dan memapah Eve yang berjalan ke arah Tala.


Tala yang mendengar langkah kaki mendekat melihat ke arah Eve dengan pandangan tajamnya. “Kak apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Eve kepada Tala.


“Elakshi Feshika Adwitya mulai hari ini aku akan menceraikan mu.” Ujar Tala membuat dokter Raka terkejut mendengarnya dan menatap ke arah Eve yang hanya diam dengan pandangan kosongnya.


"Seharusnya kamu bersyukur Eve dengan ini kamu tidak bingung lagi." Ucap Eve di dalam benaknya.


"Kamu harus fokus dengan apa yang terjadi kepada kak Adya, Eve sadarlah." Benak Eve berkecamuk membuatnya harus tersadar.


Setelah mengatakan itu Tala pergi dari hadapan Eve tanpa mengatakan sesuatu perihal Adya. Eve melihat seorang perawat yang baru keluar dari ruang operasi segera mencegahnya.


“Suster kamu ikutkan dalam operasinya kak Adya. Apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Eve dengan wajah khawatir.

__ADS_1


 


*Bersambung*


__ADS_2