
Dua hari setelahnya, Tala pergi ke kantor hari ini Tala tampak sibuk karena ada banyak rapat yang mengharuskan harus ada dirinya.
Eve sedang memakaikan dasi untuk suaminya yang manja dan posesif serta tidak mau kalah dari Orion itu, “bunda hari ini ayah agak sibuk karena ada rapat yang harus ayah hadiri. Jadi, bunda jangan merindukan ayah.”
Eve hanya diam saja, “bundaaaaa kenapa sih diam, ayah suka jika bunda aktif berbicara.”
“Sudah selesai.” Eve hendak pergi namun Tala memegang pergelangan tangan Eve membuat Eve mengangkat kedua alisnya.
“Kasih semangat buat ayah dong.” Ucap Tala sembari memajukan bibirnya.
“Tutup mata.” Tala mengernyit kenapa dia harus menutup mata lalu Tala tersenyum pasti Eve menuruti keinginannya itu dengan semangat Tala menutup kedua matanya.
Eve menatap wajah suaminya yang tampan kening dan alis Tala hal yang disukai Eve selain kulit putihnya yang ingin sekali Eve kuliti saking putihnya. Eve meletakkan telapak tangannya di bibir Tala lalu mencium tangannya sendiri sembari tersenyum di dalam hatinya karena mengerjai suaminya.
Dengan cepat Eve pergi setelah mencium suaminya yang mesum secara tidak langsung tersebut sembari menahan tawanya.
Tala mengira saat dirinya merasakan telapak tangan Eve menyentuh bibirnya masih ada kelanjutan lagi dan dirinya masih tetap menutup matanya agar Eve bisa leluasa menciumnya. Karena dia tau istrinya sangatlah pemalu ingatan Tala tentang Eve yang menggodanya dulu karena disuruh Adya terbayang apalagi melihat kulit mulus Eve yang menggunakan lingerie hingga membuat Tala tersenyum sendiri.
Sudah hampir lima menit lamanya Tala menutup mata dan senyum-senyum sendiri sembari mengingat kenangan yang membekas tentang Eve yang menciumnya namun Tala merasakan ada keanehan kenapa belum terjadi keinginannya itu.
Tala membuka matanya dan mengedarkan pandangan ke seluruh kamar tidak terdapat Eve sejauh matanya memandang. “Kemana dia?” Tanya Tala yang syok apakah tadi dia dikibuli oh tidak dia harus memberikan pelajaran kepada istrinya yang mulai nakal ini pasti karena Eve sudah bergaul dengan Yasmin, Wendy, dan Daisy bahkan mereka punya grup sendiri bersama dengan Airen.
Dengan segera Tala keluar menuju ke sebuah kamar di mana sang buah hati mereka Orion tidur. Sekarang Orion mempunyai kamar sendiri, di sana Tala melihat istrinya sedang memakaikan pakaian Orion yang baru saja selesai dimandikan oleh ibu Dhara.
Tala menyandarkan kepalanya di samping pintu dengan tangan yang berlipat dada. “Anak bunda ayo pakai baju permisi ya, angkat tangannya ke atas cilukba.”
“Ayo berdiri sayang sekarang pakai celana ya angkat kaki kanan oke masuk akan kaki kiri good job sayang.”
“Sekarang kita sisir rambut anak tampan bunda, hari ini mau ke mana mau bertemu dengan Jean?” Orion mengangguk dengan selamat.
Eve sangat gemas dengan putranya itu hingga berkali-kali mencium pipi bulatnya itu membuat Orion merasa geli, “emmm anak bunda wangi. Wangi bayi bunda suka deh.”
Sepertinya dirinya harus wangi seperti wangi Orion agar Eve menempel dengannya dan menciumnya seperti Orion, tidak sia-sia dia mengamati interaksi anak dan istrinya di pagi.
“Bunda belum mencium ayah.” Membuat Eve menoleh ke arah sumber suara, Orion memeluk Eve yang sedang menggendongnya.
“Selamat pagi anak ayah pagi-pagi sudah tampan dan wangi seperti ayah.” Ucap Tala sembari menggendong Orion namun Orion tidak mau. “Kenapa nggak mau sih biasanya menempel.”
“Sayang sepertinya Orion harus tidur bersama kita deh nanti dulu belajar tidur sendirinya saat usianya sudah genap 2 tahun kan dia masih menyusui. Sekarang lihat dia mulai jarang aku gendong karena tidak mau.” Ada kesedihan di dalam hati Tala saat melihat penolakan dari Orion.
Eve menangkap ada kehilangan di dalam diri suaminya, “bagaimana dengan ibu?”
“Ibu jangan dijadikan masalah karena kita adalah kedua orangtuanya lagian ibu melakukan ini agar kita leluasa untuk membuatkan adik untuk Orion. Kamu tidak mau kan kalau Orion lepas ASI darimu sebelum usianya genap dua tahun dia masih membutuhkan mu dan aku sangat merindukan Orion yang tidur di atas dadaku setelah aku bangun.”
__ADS_1
“Baiklah.”
“Terimakasih sayang bunda banyak-banyak dan sayang putra ayah banyak-banyak.”
“Pagi-pagi kakak sudah mulai membual.” Ujar Geya sembari menatap malas ke arah sepupunya itu.
“Keponakan onty Geya sini sama onty.” Ucap Geya dan Orion menerimanya dengan senang hati hal itu membuat Tala kesal. Ada apa sih dengan anaknya akhir-akhir ini kenapa menghindar darinya.
Eve yang melihat wajah suaminya kusut, “ayo kota ke bawah untuk sarapan.” Ajak Eve dan Tala mengikutinya sembari memegang tangan Eve dan Eve sama sekali tidak protes.
...…***…...
Siang harinya sehabis makan siang dan menidurkan Orion, Eve meminta izin kepada Airen sebagai kakak iparnya sekaligus meminta tolong untuk menjaga Orion selama dia pergi karena saat ini Eve dan Orion berada di kediaman kakak dan kakak iparnya.
“Kamu mau ke mana Lizzy?” Tanya Airen yang merasa heran.
“Aku ada urusan sebentar kak ini nggak lama kok cuman kurang lebih dua jam.”
“Kamu sudah izin ke Tala?”
“Nanti Lizzy akan meminta izin ke kak Tala di jalan sudah dulu ya kak Lizzy pergi.” Airen merasa penasaran ke mana Eve akan pergi.
Dia tau bagaimana Eve yang tidak mempunyai teman di negara ini apa dia mau bertemu dengan Yasmin, Wendy atau Daisy.
Eve menatap bangunan tersebut dengan gugup beruntung pengawal Ai dan Bee tadi tidak mengantarkannya pergi ke rumah kakaknya sehingga dirinya tidak merasa khawatir karena dirinya pergi ke tempat ini tentu saja tanpa pengetahuan siapa pun termasuk suaminya. Tadi dirinya memang diantar oleh Tala saat ingin pergi ke kediaman kakaknya.
Tala juga tidak menyuruh pengawal Ai dan Bee untuk mengikuti mobilnya dan tidak menyuruh mereka untuk menunggu di mansion kakak iparnya itu karena tau bahwa kakak iparnya juga punya pengawal yang tidak baik darinya.
Eve mungkin saja bisa lolos dari penjagaan Tala dan para pengawalnya namun Eve tidak akan mudah selolos itu dari pengawal kakaknya yang menjaga Eve dari jauh bahkan saat Eve dikawal oleh para pengawal suaminya sendiri. Joha tidak menurunkan kewaspadaannya hanya karena Tala mampu.
Bukan berarti bahwa Joha tidak percaya kepada Tala yang bisa menjaga adiknya namun hanya saja jika tidak dari orang-orangnya maka Joha belum bisa tenang. Joha tidak mau dia lengah hingga nanti dirinya berjauhan lagi dengan adiknya atau ada orang yang ingin mencelakakannya.
Apalagi wajah adiknya sudah dikenali sebagai putri dari keluarga Abraham yang hilang.
Ada banyak musuh tentu saja akan lebih aman jika musuh itu menunjukkan taringnya secara jelas sehingga bisa memprediksi tapi bagaimana kalau ada musuh yang diam-diam mengincar adiknya dan keluarganya tidak akan Joha biarkan.
“Kenapa Nona Lizzy pergi ke kantor polisi.” Ujar pengawal Joha dari jauh.
“Sebaiknya segera hubungan Tuan Johannes.” Sambung salah satu pengawal lainnya.
“Siang Nona ada maksud apa Anda datang ke sini?” Tanya polisi tersebut dengan ramah, semua orang yang berada di sana memandang takjub ke wajah Eve.
“Saya ingin bertemu dengan Tibra Adwitya beserta istri dan anaknya.” Ucap Eve dengan luas.
__ADS_1
“Maaf Anda siapa Nona?” Tanya polisi tersebut sementara kepala polisi yang melihat wajah Eve terasa tidak asing mengingat-ngingat dan segera memberitahu seseorang mengenai Eve dengan cepat saat Eve mengatakan ingin bertemu dengan Tibra Adwitya, istri dan anak yang dipenjara itu.
“Saya adalah keluarganya mereka adalah paman dan bibi saya.” Ucap Eve apa adanya.
“Mohon maaf Nona Anda tidak bisa bertemu dengan mereka karena Tuan Nabastala melarang siapa pun untuk berkunjung melihat mereka kecuali tiga orang Tuan Nabastala sendiri dan asistennya dan putra dari Tuan Tibra Adwitya.”
Bahu Eve rasanya lemas mendengarnya. Padahal dirinya sudah susah payah mencari informasi mengenai paman, bibi dan sepupunya itu, mengatur rencana seapik mungkin namun sepertinya masih ada rintangan yang harus ia hadapi untuk bertemu dengan keluarga angkatnya itu.
“Biarkan dia masuk.” Ucap kepala polisi membuat polisi yang memberitahukan Eve tadi terkejut dan menatap kepala polisi bertanya.
Kepala polisi menganggukkan kepalanya dan polisi tersebut mengerti, “baiklah Nona Anda bisa masuk untuk bertemu dengan mereka namun tidak boleh bertiga harus satu-satu. Waktu untuk bertemu hanya lima belas menit kurang lebih untuk satu orang jadi siapa yang ingin Anda kunjungi pertama kali?”
“Saya ingin bertemu dengan sepupu saya Harsha.” Ucap Eve setelah beberapa saat berpikir.
“Baiklah Anda bisa mengikuti polisi ini.” Eve hanya mengangguk dan mengikuti polisi yang akan membawanya bertemu dengan Harsha.
“Kenapa bapak mengizinkan Nona itu pergi?” Tanya polisi tersebut kepada kepala polisi.
“Kamu lupa menanyakan namanya.” Membuat polisi itu menepuk jidatnya saking terpesona dengan kecantikan yang dimiliki Eve.
“Maafkan saya pak saya lupa habisnya Nona itu sangat cantik hingga akan rugi jika tidak melihatnya.” Cengir polisi tersebut.
“Hati-hati kamu berbicara jika Tuan Nabastala tau maka habislah kamu.” Sergah kepala polisi namun membenarkan di dalam hatinya bahwa Eve sangat cantik.
“Apa hubungan wanita itu dengan Tuan Nabastala?”
“Apa kamu lupa bahwa wanita itu adalah wanita yang kita cari-cari selama ini keberadaannya dia adalah Nona Elakshi Feshika Adwitya istri dari Tuan Nabastala.” Mendengarnya membuat polisi tersebut menatap tidak percaya hilang sudah harapannya untuk meminta nomor Eve tadi jika Eve sudah selesai.
“Kenapa wajahmu kusut seperti itu?”
“Bapak tidak tau saja.”
“Ya kamu harus ingat batasan mu orang yang kamu hadapi adalah Tuan Nabastala penampilan mu tidak akan sebanding dengan Tuan Nabastala apalagi dengan harta dan kekuasaannya. Aku senang kamu cepat menyadari bahwa kamu tidak selevel apalagi mana mungkin Nona Elakshi tertarik dengan mu yang seperti itik buruk rupa dan meninggalkan angsa putih seperti Tuan Nabastala.”
“Pak Komandan. Sangat tidak berperikeperasaan sekali.”
“Bukankah seharusnya bapak menelpon Tuan Nabastala dan memberitahukan bahwa istrinya sudah ditemukan dan berada di kantor polisi?”
Kepala polisi itu menggelengkan kepalanya melihat rekannya itu. “Pencarian Nona Elakshi sudah lama dihentikan apakah kamu mulai pikun. Tadi aku sudah memberitahukan Tuan Nabastala melalui asistennya dan asistennya mengatakan bahwa Nona Elakshi diizinkan untuk bertemu dengan mereka.”
*Bersambung*
__ADS_1