Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 154. Tertekan


__ADS_3

Tala berjalan malas keluar dari kamarnya saat tadi kepala pelayan memberitahukan bahwa kedatangan asisten Kaivan.


Kalau tidak disuruh dan diancam oleh Eve Tala tidak akan mau menemui asisten Kaivan.


Jika dulu sekretaris Diego yang melihat wajahnya dan berada dekat dengannya akan muntah atau mengalami mual-mual maka sekarang Tala merasakannya.


Bukan hanya ke sekretaris Diego bersama dengan asisten Kaivan saja Tala tidak sanggup berada dekat dengan kedua pria itu yang menjadi sahabatnya.


"Jangan dekat-dekat." Ujar Tala ketika sampai di ruang kerjanya.


Baru saja asisten Kaivan ingin berucap saat melihat wajah kusut Tala yang sama sekali tidak enak dipandang itu.


Memutar bola matanya malas dan mendengus. "Jika bukan karena memerlukan tanda tangan mu maka aku tidak akan mau pergi ke sini hanya untuk menemui mu." Terang asisten Kaivan kesal.


Sementara seseorang yang bersama asisten Kaivan hanya diam saja yang tidak lain adalah sekretaris baru.


Asisten Kaivan memang tidak datang sendiri ada asisten sekretaris atau sekretaris dua yang menemaninya untuk belajar banyak mengenai perusahaan dan bagaimana seorang Nabastala selama sekretaris Diego tidak ada dan akan menjadi sekretaris utama nantinya jika sekretaris Diego memutuskan untuk membantu perusahaan keluarga.


"Namanya Juan Manuel dia yang akan nantinya menjadi asisten mu. Aku sudah mencari hal yang terkecil dalam hidupnya sampai hal yang terbesar." Ujar asisten Kaivan menjelaskan.


Sementara seseorang di sebelahnya menatap ngeri sembari menganggukkan kepalanya apa dirinya dulu juga seperti itu waktu dipersiapkan menjadi sekretaris dicari seluk beluknya.


Tala hanya menganggukkan kepalanya mengerti karena jika sudah asisten Kaivan rekomendasikan dan beri nama serta proposal ya berarti sahabatnya itu sudah mencari keseluruhan.


"Ternyata dia juga sama hitamnya dengan mu." Komentar Tala melihat profil Juan Manuel.


Asisten Kaivan mendengus mendengarnya dan menatap sekretaris baru itu hanya diam saja.


"Kevin O'Leary kenapa kamu hanya diam saja." Ujar asisten Kaivan.


"Saya harus berbicara apa memangnya?" Ujar Kevin O'Leary.


"Dan dia sebelas dua belas persis seperti Diego." Terang asisten Kaivan.


"Kamu lihat itu." Tunjuk asisten Kaivan kepada Kevin O'Leary. "Dia yang akan menemani mu dalam keadaan suka duka selama kamu bekerja bersama dengan Tala."


Kevin O'Leary mengangguk mengerti dan mengamati wajah Juan Manuel yang akan menjadi partnernya.


"Kevin apakah kamu mempunyai pacar?" Tanya Tala membuat asisten Kaivan juga merasa penasaran.


"Tidak Tuan Nabastala." Asisten Kaivan dan Tala mengangguk mengerti.

__ADS_1


"Jangan menatap istriku Eve lebih dari tiga detik. Kamu tidak boleh memanggil namanya Eve tapi sebagai Lizzy. Istriku tercinta sangat suka jika orang memanggilnya dengan Lizzy."


Sementara asisten Kaivan hanya mendengarnya malas melihat kebucinan pria itu padahal dirinya tidak sadar diri bahwa dirinya juga sangat bucin pada Yasmin.


"Jadi, saya tidak perlu memanggil dengan embelan Nyonya, Tuan?" Tanya Kevin O'Leary.


Perkataan Kevin membuat Tala berdecak, "yah dia memang seperti Diego. Huh, kamu boleh memanggilnya dengan hormat karena dia juga lebih tua dari usia mu jika istriku tidak merasa nyaman jika ada embelan Nyonya maka kamu harus menuruti apa perkataannya."


Tala menatap kembali ke arah asisten Kaivan dan asisten Kaivan mengerti. "Juan Manuel tentunya dan sudah pasti beberapa beladiri dia kuasai tapi ada yang menarik dari calon asisten mu nanti."


Tala dengan sabar menunggu apa yang hendak dikatakan oleh asisten Kaivan. "Dia sangat menguasai penanganan pertama jika terjadi hal yang tidak diinginkan serta dia jago dalam mengemudi dan itu sudah berlisensi."


"Bagaimana?" Tanya asisten Kaivan sembari mengangkat alisnya sebelah dengan tangan yang berlipat di depan dada.


Tala mengerti maksud dari sikap asisten Kaivan bahwa dia ingin dipuji atas hasil kerja kerasnya. "Bolehlah, bolehlah." Ujar Tala malas membuat asisten Kaivan mendengus.


Suara ketukan pintu membuat atensi ketiga pria itu teralihkan ke arah pintu.


Ternyata yang mengetuk adalah sang Nyonya yang membuat sang Tuan menjadi bucin.


"Sayang kenapa kamu repot-repot membawakannya nanti bagaimana dengan kandungan mu. Jangan sampai kelelahan." Ujar Tala sembari berjalan mengambil nampan yang berisi cemilan dan tiga jus minuman untuk ketiga pria yang ada di dalam ruang kerja itu.


"Mata dan hati mu harus terbiasa melihat seperti ini." Bisik asisten Kaivan di telinga Kevin O'Leary.


"Ouw! Apa ini asisten yang dimaksud ayah tadi?" Tanya Eve dengan berbinar menatap ke arah Kevin O'Leary.


Tala yang melihat mata Eve berbinar senang merasa tidak suka. "Jangan menatapnya seperti itu ayah akan sangat cemburu.", Ujar Tala sembari memegang kedua pipi Eve untuk menghadap ke arahnya.


"Selalu saja berlebihan." Ujar asisten Kaivan dengan lirih lalu menyenggol tangan Kevin O'Leary. "Dan seperti ini." Bisik asisten Kaivan.


Eve melepaskan kedua tangan Tala di pipinya. "Siapa nama mu apa kamu yang akan menjadi asisten?" Tanya Eve menatap ke arah Kevin O'Leary.


Sementara menatap tajam ke arah Kevin O'Leary hal itu membuat Kevin O'Leary bingung harus bagaimana.


"Dia adalah sekretaris pengganti sekretaris Diego nantinya." Yang menjawab adalah asisten Kaivan.


"Asisten Kaivan apakah aku bertanya kepadamu!" Ucapan Eve sembari tersenyum terpaksa membuat asisten Kaivan bungkam dan menggerutu dalam hatinya.


"Saya Kevin O'Leary Nyonya dan saya bukan asisten Tuan nantinya." Jelas Kevin O'Leary.


"Ouw! Apa itu yang nantinya akan menjadi asisten kamu sayang? Dia seperti asisten Kaivan mempunyai warna kulit yang agak gelap."

__ADS_1


Sementara asisten Kaivan yang mendengar bagaimana suami istri itu dengan kompak mengatai kulitnya yang hitam. Bedanya jika sang suami tidak ada akhlak dan sang istri secara halus namun sama saja intinya.


'Dulu dia sama sekali tidak seperti ini. Apa memang begini adanya atau karena dia terlalu banyak bergaul dengan Yasmin dan Daisy?'


"Namanya bagus Juan Manuel. Coba jelaskan kepadaku bagaimana dia."


Tala menjadi kesal melihat ketertarikan istrinya itu. "Sayang biarkan ayah nanti yang akan menjelaskannya sebaiknya bunda harus beristirahat. Sebentar lagi ayah akan selesai." Ujar Tala.


"Tidak mau. Bunda bosan di kamar terus apalagi Orion sedang dibawa ibu dan ayah ke rumah Jean." Tala meringis mendengarnya apalagi saat melihat bibir istrinya itu yang sedang maju berapa Senti sangat terlihat jelas bahwa istrinya itu bosan dan kesal dengan segala sikap posesifnya tapi bagi Tala itu terlihat sangat menggemaskan.


"Baiklah tapi kalau mau sesuatu bilang ya dan kalau sudah merasa lelah." Eve dengan cepat menganggukkan kepalanya dengan riang.


Tala dan asisten Kaivan sedang berbicara hal yang serius sementara Eve menatap ke arah Kevin O'Leary membuat sekretaris pengganti Diego tersebut menjadi canggung.


"Kenapa Nyonya menatap saya apa ada yang ingin Nyonya tanyakan atau ada yang ingin Nyonya butuhkan?" Tanya Kevin O'Leary.


Mendengar perkataan Kevin membuat Eve semakin berbinar, "Kevin jangan memanggil aku Nyonya tapi panggilkan aku kakak. Okay kakak." Melihat Eve yang senang membuat Tala menatap ke arah Eve sembari mengernyit lalu menatap ke arah Kevin dengan tidak suka.


"Karena kamu menawarkan aku dan bayi di dalam perut ku ini ingin memakan es kelapa muda." Kevin mengangguk mengerti ini berarti bahwa sang Nyonya sedang mengidam.


Tala yang merasa cemburu mengeluarkan protesnya, "sayang kenapa tidak meminta kepada ayah dan mengatakannya langsung ke ayah." Ujar Tala dengan lembut walaupun dalam hatinya dongkol kepada Kevin O'Leary.


"Ouw ayah juga mau menurutinya?" Tanya Eve dengan semangat dan asisten Kaivan memicing melihat Eve yang tampak semangat.


"Tentu saja apa pun keinginan bunda ayah akan menurutinya selagi itu tidak menyuruh ayah untuk berjauhan dengan bunda." Ucap Tala mengangguk.


"Kalau kamu asisten Kaivan bagaimana?" Tanya Eve membuat asisten Kaivan berpikir sejenak untuk memilih kata yang pas buat ibu hamil muda itu.


"Ekhm, bukankah sudah ada dua orang yang akan menuruti keinginan mu jadi jika aku ikut itu akan mubadzir orang dan aku akan menemani mu menunggu mereka saja yang mewujudkan keinginan mu dan bayi mu.", Menurut asisten Kaivan perkataannya itu sudah aman terutama untuk dirinya.


Eve mengangguk mengerti, "baiklah jika kalian ingin menuruti keinginan ku dan bayi di dalam perut aku ini." Asisten Kaivan merasa was-was dan hanya diam saja agar tidak salah langkah dalam bersikap maupun berucap.


"Aku ingin minum es kelapa muda tapi ayah dan sekretaris Kevin memanjat pohon kelapa dan mengambil kelapa mudanya langsung. Karena kalian berdua jadi aku ingin dua."


Benar saja bukan bahwa permintaan Eve pasti akan ada-ada saja sesuai dengan pengalaman dan kecurigaannya ketika Yasmin hamil putra mereka.


Tala dan Kevin menganga tidak percaya mendengar permintaan Eve.


"Sa-sayang ayah tidak bisa memanjat pohon." Celetuk Tala dan sudah mendapatkan tatapan yang mengerikan bagi Tala yaitu mata berkaca-kaca dan wajah memelas dari Eve. "Baiklah ayah akan berusaha." Ujar Tala penuh dengan rasa tertekan namun tetap menampilkan senyumnya.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2