
Asisten Kaivan dan sekretaris Diego akhirnya membawa Tala ke apartemen namun keduanya bingung ketika datang ke apartemen milik Tala mereka melihat di sana ada Eve dan pengawal Bee.
Asisten Kaivan dan sekretaris Diego terdiam ketika Eve sudah melihat ketiganya dengan Tala yang dipapah.
Mau keluar dan membawa Tala pergi sudah dilihat oleh Eve jadi keduanya hanya saling melirik satu sama lain dan menyumpah serapah Tala karena tidak memberitahu bahwa ada Eve di apartemen.
Bukan karena apa mereka berdua sudah bermain cantik dengan tidak ada satu pun yang tau bahwa saat ini Tala sedang mabuk. Bagaimana nanti jika Eve memberitahukan ke ibu Dhara dan ayah Davka.
Bisa-bisa gaji dan liburan keduanya akan dipotong dan tidak ada hari libur yang menenangkan setelah dipusingkan dengan tugas yang terkadang tidak masuk akal dari Tala.
“Apa yang terjadi?” Tanya Eve ketika asisten Kaivan dan sekretaris Diego meletakkan Tala di tempat tidur.
Rencana keduanya tadi mereka akan menginap di apartemen Tala keduanya juga sudah menyiapkan keperluan mereka tadi dan berhenti dulu di apartemen keduanya.
Namun semua rencana yang sudah disusun keduanya untuk membalas Tala dengan menghabiskan makanan yang tersedia di kulkas dan dapur serta mengobrak-abrik apartemen Tala gagal total.
“Ekhm.” Sekretaris Diego berdeham sebentar untuk menetralkan tenggorokannya yang kering. “Mohon maaf Nona muda, Tuan muda sedang dalam keadaan suasana hati yang tidak baik jadi ya seperti ini.” Ujar sekretaris Diego dengan tersenyum canggung.
Mata Eve beralih ke asisten Kaivan yang hanya diam, “jangan khawatir Nona muda, Tuan muda sudah biasa seperti ini. Apa kami yang harus membersihkan Tuan muda atau Nona muda?” Tanya asisten Kaivan untuk mengalihkan pembicaraan agar Eve tidak banyak bertanya dengan apa yang terjadi kepada Tala.
“Kalau mereka yang menggantinya nanti bagaimana keduanya melihat dada Tala.” Eve mengingat kejadian tadi pagi memejamkan matanya dan mukanya memerah karena telah memikirkan pikiran kotor.
“Biarkan saya saja. Kalian berdua jangan pulang terlebih dahulu.” Ujar Eve memberitahu lalu Eve menolehkan kepalanya menatap ke arah pengawal Bee yang berdiam diri di depan pintu kamar. “Bee, tolong kamu jaga mereka supaya mereka tidak keluar dari dalam apartemen.”
Asisten Kaivan dan sekretaris Diego menjadi tegang dan melirik satu sama lain kalau sudah begini nanti bagaimana mereka akan menjawab pertanyaan dari Eve.
Ini semua karena Tala kenapa dari dulu Tala selalu menyusahkan awas saja jika dia sudah sadar. Asisten Kaivan dan sekretaris Diego menatap penuh dendam ke arah Tala sang sahabat yang sedang tidur karena mabuk sampai tidak sadarkan diri.
“Keluarlah apa lagi yang kalian tunggu di sini aku ingin mengganti baju suamiku.” Ujar Eve dengan datar.
Entah kenapa melihat yang terjadi membuat Eve sangat marah dan kesal bukan kepada apa yang dilakukan Tala tapi kepada dirinya karena tidak menjaga baik suaminya sehingga membuat Tala melampiaskannya dengan hal yang tidak baik dengan meminum minuman keras.
Asisten Kaivan dan sekretaris Diego keluar dan duduk di sofa ruang tamu apartemen dengan pengawal Bee yang melihat keduanya. “Kenapa kalian membawa Tuan muda ke sini?” Tanya pengawal Bee datar dengan kesal.
“Kalau kami tau kami tidak akan membawanya ke sini bagaimana ini apa yang harus kita jawab nanti. Ini semua karena Tala yang tidak ada akhlak itu.” Rutuk sekretaris Diego.
__ADS_1
Pengawal Bee memutar bola matanya malas, “kalian berdua juga pasti memilih ke sini karena ingin merusuh untuk membalas dendam kan kepada Tuan muda jadi jangan menyalahkan Tuan muda.” Ujar pengawal Bee tepat kepada orang kepercayaan Tala di kantor itu.
Asisten Kaivan mendecih dan mengusap rambutnya kasar, “kenapa dengan hari ini, semua terasa sangat menyebalkan.” Rutuk asisten Kaivan dengan kesal sembari menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa.
Sementara di dalam kamar Eve dan Tala, Eve sedang membuka baju yang dikenakan oleh Tala. Tala memang memakai baju kasual karena hari ini Tala memutuskan untuk tidak pergi ke kantor.
Eve menghela nafasnya dengan panjang melihat bagian atas tubuh Tala yang juga ada tanda sama seperti yang ada dirinya atas perbuatan keduanya tadi pagi.
Menggelengkan kepalanya untuk menjernihkan pikirannya dan mengelap tubuh Tala dengan handuk yang sudah ia basahi dengan baskom yang diambilnya tadi.
“Seharusnya kamu tidak merusak tubuhmu seperti ini, bagaimana jika ibu, ayah dan kak Adya yang melihat mu seperti ini mereka akan sangat sedih.” Ujar Eve mengomeli Tala yang sedang tidak sadarkan diri itu mungkin sekarang Tala sedang bermimpi.
Eve memandang wajah tampan Tala lalu tangannya menelusuri wajah Tala dari mulai pipi hidung dan alis. Hal yang paling disukai Eve dari diri Tala adalah alis Tala.
Keinginan Eve dulu sewaktu hubungan keduanya masih baik-baik saja dan jodohnya adalah Tala, Eve ingin sekali memainkan kedua alis Tala ketika Tala sedang tidur.
Dan kali ini adalah kesempatan bagi Eve mumpung Tala dalam keadaan tidak sadar. Eve menghela nafasnya lega setelah selesai membersihkan tubuh Tala dan menyemprotkan Tala dengan banyak parfum agar Tala tidak ada bau alkohol.
Eve sangat tidak suka mencium bau alkohol dan rokok hal itu membuat dada Eve sangat sesak.
Eve mengambil ponselnya dan memotret wajah tidur Tala yang terlihat sangat menggemaskan dan polos namun jika Tala membuka matanya maka tatapan tajam dengan rahang tegas itu akan terlihat sangat dingin.
Eve membersihkan dan merapikan barang-barang yang digunakannya tadi untuk membersihkan tubuh Tala.
Langkah kaki Eve setelah keluar dari dalam kamar mandi ke pintu kamar namun berhenti sejenak untuk melihat Tala yang tertidur di atas tempat tidur.
Di ruang tamu asisten Kaivan dan sekretaris Diego menegakkan tubuhnya ketika keduanya mendengar suara derap langkah yang berjalan mendekat. Pengawal Bee yang melihat keduanya juga ikutan.
“Aku kira kalian akan pulang.” Ujar Eve dan duduk di depan keduanya.
Asisten Kaivan dan sekretaris Diego menundukkan pandangannya ke arah Eve semua yang Tala perintahkan terekam di dalam benak keduanya bahwa mereka dilarang untuk melihat wajah Eve terutama matanya Eve.
“Bisa-bisanya aku teringat dan patuh dengan aturan yang telah dibuat oleh Tala tidak ada akhlak itu.” Desis asisten Kaivan, sekretaris Diego yang mendengar desisan asisten Kaivan menyenggolnya.
“Jadi, bisakah tolong jelaskan kepadaku kenapa Tuan muda seperti itu?” Tanya Eve kepada kedua orang kepercayaan suaminya itu.
__ADS_1
“Mohon maafkan kami Nona muda, kami tidak punya hak untuk menjelaskan kepada Nona muda karena yang berhak adalah Tuan muda.” Ujar sekretaris Diego mengambil aman.
Eve tersenyum mendengar jawaban dari sang sekretaris kepercayaan suaminya. “Tidak salah jika dia memilih mu sebagai sekretarisnya.” Sekretaris Diego tidak bisa mengartikan apakah yang dikatakan oleh Eve berupa pujian atau bukan.
Seperti yang mereka berdua ketahui Eve sangatlah cerdas dan sangat pandai bermain kata, pemilihan kata yang digunakannya juga sangat bagus. Eve tau bagaimana dan apa yang harus dikatakannya dalam suatu kondisi yang menurut Eve akan membuat orang itu terdiam karena ucapannya.
“Lalu, bagaimana dengan asisten Kaivan?” Tanya Eve kepada asisten Kaivan yang diam dan mendengarkan.
“Apanya yang bagaimana Nona muda.” Ujar asisten Kaivan membuat sekretaris Diego menyenggol lengan asisten Kaivan karena frustrasi dengan jawaban dari asisten Kaivan.
“Ekhm maksud saya bagaimana saya bisa tau sedangkan saya hanyalah asistennya Tuan muda, Nona muda.” Jawab asisten Kaivan membuat Eve menganggukkan kepalanya.
Menghela nafasnya dengan panjang lalu bangkit dari tempat duduknya membuat asisten Kaivan dan sekretaris Diego merasa lega itu artinya mereka akan selesai diinterogasi.
“Kalian ada orang kepercayaannya bukan selain itu kalian berdua adalah sahabatnya. Aku tidak akan memaksa kalian untuk menjawab pertanyaanku jika kalian merasa tidak nyaman dengan itu.” Ujar Eve.
“Namun, sudah tugas kalian untuk menjaganya. Kalian bertiga sudah dewasa dan sebagai orang dewasa sudah tau mana yang baik dan kurang baik benarkan?” Lanjut Eve dengan berjalan di depan kedua orang yang sedang duduk itu.
“Aku rasa sebagai seorang sahabat harus senantiasa untuk saling menjaga sahabatnya dan mengingatnya. Apalagi kalian berdua adalah orang kepercayaannya.”
“Aku berharap di lain waktu jika dia dalam suasana hati yang tidak baik tolong jaga dan ingatkan dia untuk tidak melakukan hal seperti ini lagi, merokok atau yang kurang baik buat kesehatannya. Jangan biarkan dia terluka hanya itu yang aku minta dari kalian aku harap kalian mengerti. Terimakasih atas semua yang kalian lakukan dan mohon maaf jika aku menyinggung dan semuanya kalian boleh pergi untuk berisitrirahat begitu juga dengan mu Bee.” Ujar Eve lalu pergi meninggalkan ketiganya yang terdiam.
“Oh, satu lagi aku tidak akan memberitahukan ini kepada ibu, ayah dan juga kak Adya kalian jangan khawatir.” Ucap Eve menatap ketiganya yang menoleh dengan cepat ke arahnya dengan tersenyum.
“Perkataannya memang halus dan lembut tapi kenapa dia terlihat menakutkan dari Tala.” Ucap sekretaris Diego pelan yang didengar oleh asisten Kaivan dan pengawal Bee.
“Sudahlah sebaiknya kita pulang aku sangat lelah, akhirnya dengan ketahuannya Nona muda aku bisa beristirahat dengan nyenyak.” Ujar asisten Kaivan melangkahkan kakinya keluar dari apartemen diikuti oleh sekretaris Diego dan pengawal Bee.
“Kalian berdua melakukan kesalahan yang fatal, tidak bisa aku bayangkan apa yang dilakukan Tuan muda kepada kalian besok setelah dia sadar.” Ujar pengawal Bee lalu berlari pergi meninggalkan asisten Kaivan dan sekretaris Diego yang kesal mendengar ucapannya.
“Sudahlah tidak ada semuanya beres jika itu adalah orang di sekitar Nabastala Affandra Werawan.” Ujar asisten Kaivan. Perkataannya seolah itu juga untuk dirinya dan sekretaris Diego.
Memang tidak ada yang beres dan waras terutama kepada pewaris tunggal yang tidak ada akhlak itu.
*Bersambung*
__ADS_1