Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 160. Mau Melahirkan


__ADS_3

"Apa kamu datang bersama dengan mama?" Tanya Eve memecah lamunan Geya. Mama yang dimaksud adalah mamanya Axel. Mamanya Axel menyuruh Eve untuk memanggilnya mama juga.


"Iya mama sedang berada di lantai bawah bermain dengan Orion bersama dengan bibi juga." Ucap Geya.


"Orion sudah pulang?" Tanya Eve yang tidak tau lalu melihat jam di dinding ternyata sudah jam segitu jadi wajar Orion sudah pulang sekolah.


Sebenarnya bukan benar-benar sekolah hanya saja Eve dan Tala sepakat memasukkan Orion prasekolah agar Orion bisa beradaptasi dengan baik bersama teman sebayanya.


"Iya ada Lily juga tadi aku sama mama menjemput mereka berdua." Sahut Geya.


"Apa ada Daisy juga?"


"Kak Daisy sedang kemari bersama dengan kak Yasmin dan kak Wendy tentunya dengan para bocilnya mereka."


"Ahhh kapan aku akan hamil ya kak." Lanjut Geya mendesah.


Eve tersenyum untuk menguatkan Geya dengan memegang tangannya. "Mungkin belum waktunya, kalian belum setahun menikah nikmati saja waktu berdua dulu. Kasihan Axel yang sudah menunggu lama hampir 10 tahun eh belasan tahun untuk menikah dengan mu. Mungkin Tuhan ingin agar kamu dan Axel fokus pada hubungan kalian berdua dulu. Lagipula kamu kan bisa menganggap anak kakak menjadi anakmu."


"Jadi, apa aku boleh membawa Orion tinggal di rumah mama atau adik bayi nantinya?" Tanya Geya dengan berbinar.


"Tentu saja kami akan membutuhkan kalian apalagi aku akan segera melahirkan. Ibu sudah pasti akan ikut juga denganku dan merawat ayah juga. Ibu dan ayah sudah tua jadi tenaganya tidak sebanyak kita yang masih muda. Orion tidak boleh ke rumah sakit jika dia sedang tidak sakit banyak virus di rumah sakit."


Geya tentu saja merasa senang dengan hal itu. Orion memang sudah sering tidur bersama dengannya dan Axel namun jika mereka menginap di mansion ini bukan di rumah mama mertuanya.


Dibandingkan hubungannya dengan ibu kandungnya sendiri Geya lebih dekat dengan ibu mertuanya itu.


"Tapi, bagaimana dengan kak Tala..." Tanya Geya yang kembali ragu melihat sikap posesif Tala terhadap Orion.


"Tenang saja dia akan mau walaupun terpaksa lagipula dia harus memilih mau bersama Orion atau menemani aku bersalin. Orion tidak bisa dibawa ke rumah sakit."


"Ini pasti akan menyenangkan aku juga akan sering bertemu dengan Jean dan Kala. Pasti kak Airen kerepotan."


Kalandra Anugrah Abraham adalah anak kedua dari Johannes dan Airen. Usianya baru 3 bulan. Airen dan Johannes sekarang mempunyai anak sepasang.


"Kak Airen kan ada Cici yang membantunya lagipula kak Joha tidak akan membiarkan kak Airen lelah. Kalian bisa membawa Orion dan Jean pergi jalan. Apalagi Orion sudah tidak menyusu lagi padaku. Pasti mama akan senang mendengarnya. Sudahlah kamu turun ke bawah terlebih dahulu dan panggilkan kakak mu aku akan berbicara perihal ini kepadanya."


Geya mengangguk dengan semangat, "jadi, kak Eve tidak akan memaksa kak Tala untuk pergi berbisnis keluar negeri kan?" Eve mengedipkan bahunya. Geya tidak menanyakan lagi lalu keluar dari kamar Eve dan Tala.


Di depan sana Geya melihat Tala menatapnya dengan penuh harap. "Kakak dipanggil kak Eve untuk masuk dan berbicara. Kakak harus menepati janji." Ujar Geya dengan semangat dan ceria.


Tala yang melihatnya merasa sangat senang sepertinya Geya berhasil dengan segera Tala masuk ke dalam kamar dan melihat Eve yang sibuk membereskan barang-barang rajutannya.


"Sayang." Panggil Tala sembari menutup pintu dengan pelan dan berjalan memeluk Eve dari belakang. "Terimakasih." Ucap Tala lalu mengecup tengkuk Eve.


Eve melepaskan pelukan suaminya itu. "Terimakasih buat apa?"


"Karena sudah mau menyuruh ayah masuk ke kamar." Eve hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Aku tidak akan menyuruh kamu untuk pergi berbisnis keluar negeri setelah dipikir-pikir." Ujar Eve membuat Tala merenggut kesal.


"Kenapa panggilannya aku, kamu bunda masih marah sama ayah ya atau bunda masih kesal sama ayah?" Tanya Tala dan Eve menggelengkan kepalanya.


"Apa ayah ingin bunda menyuruh ayah tidur di luar lagi?" Dengan cepat Tala menggelengkan kepalanya lalu memeluk istrinya itu.


"Tidak mau." Dengan tegas Tala menolak, "ayah tidak betah jika berjauhan dengan bunda apalagi dengan dedek bayi." Tala mengusap perut Eve rasanya dia sudah tidak sabar ingin melihat bayi boho-bohonya. Tala memang memanggil bayi di dalam perut Eve dengan bayi Boho-boho karena menurut Tala itu sangat lucu dan tentunya tidak ada yang tau termasuk Eve.


Eve kembali duduk dan Tala mengikutinya. "Ayah mau menemani bunda bersalin?" Tanya Eve dan Tala dengan semangat serta yakin menganggukkan kepalanya.


"Setiap suami atau pria pasti sangat menantikan momen seperti ini."


"Tapi tidak dengan kak Ad'


Jika Tala mengingat perbuatan Adhikari rasanya ingin sekali dia menghajar wajah sepupunya itu yang dia sembunyikan dari dunia luar.


"Kalau begitu Orion akan bersama siapa?" Tanya Eve.


"Tentu saja bersama dengan kita memangnya bersama siapa lagi." Ujar Tala dengan bingung.


"Orion tidak boleh ke rumah sakit karena rumah sakit banyak virusnya."


Tala baru mengingat hal itu. "Kalau begitu kita bisa menyuruh para dokter dan perawat untuk datang ke mansion ayah akan menyuruh mereka untuk membawa peralatannya atau kita bisa membelinya." Sudah Eve duga tidak akan mudah.


"Dengarkan bunda, ayah harus memilih menemani bunda bersalin atau menemani Orion."


"Kenapa ayah harus memilih jika bisa dua-duanya?"


"Ayah bisa melihat kak Joha yang kerepotan lalu kak Joha menitipkan Jean kepada kita dan Geya saat kak Airen melahirkan Kala."


"Tapi,...."


Eve menggelengkan kepalanya, "bagaimana kalau Orion kita titip sementara ke Geya dan Axel serta mama. Lagipula ibu pasti akan ikut bunda dan ayah juga seperti waktu kak Airen melahirkan. Hanya Geya dan Axel yang bisa kita minta tolong daripada harus menyewa orang untuk menjaganya."


"Orion juga perlu sekolah dan sedang aktif-aktirnya agar terapinya berjalan lancar dan Orion bisa pandai berbicara. Lagipula nanti ada Jean dan Kalandra serta kak Airen, kak Joha dan Cici yang membantu."


"Bagaimana ayah setuju kan?" Tanya Eve.


Tala memandang ke arah Eve dengan dalam untuk berpikir mana langkah yang harus ia ambil. Eve memang benar mungkin dia akan kelimpungan dan akan mengabaikan Orion saat Eve melahirkan dan pastinya dia tidak mau itu terjadi.


"Apa mereka akan menginap di mansion ini?"


"Tidak mereka akan tinggal di rumahnya mereka. Lagipula ayah juga tidak bisa menemui dan menjaga Orion bukan jika Orion berada di mansion. Mereka akan membawa Orion untuk bertemu dengan ayah di luar rumah sakit atau di parkiran jika ayah merindukan Orion."


"Apa ayah tidak percaya dengan Axel Geya dan mama?"


Tala menggelengkan kepalanya, "bukan tidak percaya tapi ayah merasa cemburu jika nantinya setelah itu Orion lebih dekat dengan mereka dibandingkan dengan ayah."

__ADS_1


Eve mengerti dan memahami Tala dengan sangat baik bahwa masalah yang ada pada Tala salah sikap cemburu dan posesifnya. Bahkan sama Orion sendiri yang notaben anak kandungnya sering pria berusia kepala tiga ini cemburu. Tidak bis Eve banyangkan jika nantinya anak di dalam perutnya ini perempuan.


Mereka Tala dan Eve sepakat tidak ingin mengetahui jenis kelamin anak mereka dan mereka ingin ini sebagai kejutan.


"Baiklah ayah setuju hanya untuk berapa hari...?"


"Selama bunda bersalin dan dokter mengatakan bahwa sudah boleh pulang."


Tala memeluk Eve dengan erat, "baiklah ayah setuju. Bunda tau kan ayah sangat berat jika berjauhan dengan Orion." Eve menganggukkan kepalanya setuju. Itulah kenapa suaminya itu menolak jika ada perjalanan bisnis keluar kota dan keluar negeri karena tidak bisa jauh dari Orion dan dirinya.


Lagipula Tala juga berpikir bahwa ini sebagai bukti janji dari ucapannya kepada Geya yang telah membantunya apa pun mengenai permintaan Geya. Pasti Geya sudah dari cukup membawa Orion tinggal bersamanya di rumah mertuanya itu


"Sebaiknya kita turun ke bawah dan memberitahukan ini kepada mama dan Geya mereka pasti akan sangat senang mendengarnya."


Tala terus menggenggam tangan Eve membuat Geya dan ibu Dhara jengah melihatnya. "Iya, iya kami tau sudah baikan tapi jangan bermesraan juga di depan kami para wanita yang tidak ada suami di dekat kami." Ujar Geya membuat mama Axel tertawa mendengarnya.


"Mama aku dan Tala ingin meminta tolong kepada mama." Ujar Eve memulai.


Geya mengulum bibirnya menahan senyuman dan Tala memicingkan matanya menatap ke arah sepupunya itu. Ibu Dhara juga penasaran dan diam untuk mendengarkan pertolongan apa yang dimintai oleh Eve kepada mertuanya Geya.


"Karena Eve akan melahirkan dan kak Tala juga sibuk nantinya dengan Eve bersama ibu dan ayah juga kami sepakat untuk menitipkan Orion sementara waktu bersama dengan mama, Geya dan Axel. Mama tidak merasa keberatan dan tidak terganggu kan?" Tanya Eve dengan hati-hati walaupun dia tau bahwa mama mertua Geya pasti akan sangat senang.


"Eve kamu ini seperti mama orang asing saja. Jangan sungkan mama malah sangat senang karena rumah mama pasti akan ramai apalagi ini adalah pertama kalinya Orion menginap di rumah mama. Orion sudah mama anggap sebagai cucu mama sendiri." Ujar mama Axel dengan semangat.


Suasana menjadi kembali riuh karena Lily dan Orion berebut untuk berada di samping Tala apalagi ada Yasmin, Wendy, dan Daisy bersama anak mereka.


Eve senang melihatnya namun sedari tadi tidak ada yang tau bahwa sebenarnya sudah tadi malam dirinya merasa nyeri di bagian bawah perutnya dan dia diam saja sembari merajut untuk menahan rasa sakit yang tiba-tiba datang dan tiba-tiba hilang namun kali ini sepertinya sudah semakin sering kontraksi yang ia lakukan.


Eve merasa ragu untuk memberitahu Tala dan ibu Dhara melihat suasana yang ramai. Apalagi ada anak-anak dan tidak mau membuat kegaduhan hanya karenanya. Apalagi mengingat suaminya itu yang pasti jelas heboh.


Ibu Dhara menatap ke arah menantunya itu yang sedang menahan sakit.


"Geya, Yasmin, Wendy, Daisy dan Jeng Nara ayo kita pergi ke taman dan bermain di sana. Tapi, kalian pergilah dulu karena aku mau memberitahukan kepada para pelayan untuk menyiapkan makanan dan minuman di sana agar kita leluasa bermain dan bercanda."


Semuanya mengangguk setuju, Eve bernafas dengan lega. "Terimakasih ibu." Ujar Eve.


"Tala gendong istrimu bawa ke mobil kita akan pergi ke rumah sakit dan jangan banyak tanya cukup lakukan perintah ibu. Tunggu ibu, ibu akan mengambil perlengkapan melahirkannya di kamar Orion.


"Kepala pelayan kamu bisa tolong siapkan makanan dan minuman buat pra tamu di taman belakang dan beritahukan nanti bahwa kami pergi ke rumah sakit karena Eve akan melahirkan. Sampaikan permintaan maaf karena aku tidak memberitahukan mereka agar tidak panik apalagi ada anak-anak. Kamu tau sendiri bagaiman dengan Tala yang heboh."


Tala tidak banyak tanya dan langsung menggendong Eve ke dalam mobil. Eve sudah melihat wajah panik Tala.


"Jangan panik aku baik-baik saja." Ujar Eve sembari meringis.


"Bagaimana baik-baik saja jika kamu sekalian begini maafkan aku kamu harus merasakan sakit seperti ini." Mata suaminya sudah berkaca-kaca.


"Hey memang seperti ini jika ibu-ibu mau melahirkan aku sangat menikmati peran ku sebagai ibu jadi jangan merasa bersalah hmmm. Lihat sakitnya tidak ada lagi." Tala mengelus perut Eve.

__ADS_1


"Tala kamu duduk di depan biarkan ibu di samping Eve dan telepon ayah mu untuk langsung pergi ke rumah sakit." Tala hanya menurut saja. Ayah Davka memang berada di luar sedang bermain golf bersama dengan rekan bisnisnya sekaligus sahabatnya yang juga sudah pensiun seperti dirinya.


*Bersambung*


__ADS_2