
Eve dan Tala tiba di mansion Abraham dengan segera Eve keluar dari dalam mobil tanpa menunggu Tala. Tala dengan cepat mengejar Eve yang berjalan di depan lalu menggenggam tangan Eve sembari memberikan senyuman-nya ke Eve ketika Eve melihatnya.
Semakin mereka dekat mereka mendengar suara tangisan Orion hal itu membuat Tala sangat panik dan bertanya-tanya ada dengan putranya itu.
Sedangkan Eve biasa saja bisa jadi Orion menangis kali ini dikarenakan Jean berhasil membuat Orion menangis.
“Orion kenapa ya bunda?” Tanya Tala ke Eve yang terlihat tenang.
“Mana aku tau, apa kau tidak lihat bahwa aku masih di sini berjalan bersama mu.” Jawab Eve.
Tala tersenyum mendengar perkataan Eve dengan cepat Tala berhenti lalu memegang kedua pipi Eve dan mengecup bibir Eve sebanyak empat kali karena Eve membuat kesalahan dengan memanggil dirinya aku, kau, kamu. Untuk kecupan terakhir kali Tala sedikit melu*atan-nya.
“Bunda membuat kesalahan sebanyak 4 kali.” Ujar Tala dengan tersenyum puas. Padahal tadi Tala terlihat sangat panik mendengar suara Orion namun bisa-bisanya dia mengingat bahwa Eve harus dihukum jika kedapatan salah memanggilnya selain kata ayah.
Eve, “…”
Jari jemari tangan Tala mengusap bibir Eve yang basah karena ulahnya sementara para pengawal yang berada di sekitar luar mansion membalikkan badannya melihat adegan dari Nona muda mereka dengan Tuan muda.
Eve segera mendorong Tala ke samping karena Tala menghalangi jalannya lalu di depan Eve melihat bahwa ada kakaknya Joha yang sedang berdiri menatap tajam ke arah Tala sembari bersedekap dada.
Eve tidak mempedulikan tatapan kakaknya dan Tala yang menciumnya karena Eve harus segera sampai menemui Orion untuk menenangkan putranya.
“Dasar tidak tau tempat dan waktu.” Ujar Joha saat Tala melewati dirinya dan tersenyum canggung ke arahnya. “Apa kamu tidak mendengar bahwa Orion sedang menangis dengan keras dan kamu malah…sepertinya aku harus mencari adik ipar yang baru.” Ujar Joha.
“Kamu harus diperiksa ke dokter THT siapa tau telinga mu itu bermasalah.” Ucap Joha lalu melangkah pergi meninggalkan Tala yang terdiam karena merasa canggung dan malu.
Tala, “…”
__ADS_1
‘Apakah itu bentuk perhatian atau ejekan?’
Sebenarnya Joha sama saja dengan Tala tidak tahu tempat juga namun bedanya Joha belum pernah kepergok apalagi saat ini Joha masih kesal dengan Tala. Perlu waktu untuk meyakinkan Joha bahwa Tala adalah pria yang cocok buat adiknya Lizzy.
***
Saat ini Eve berusaha untuk menenangkan putranya itu yang masih saja menangis setelah tadi sempat Eve tenangkan dan Orion berhenti.
Orion ternyata demam dan berada di dalam pelukan Eve membuat Orion merasa aman dan nyaman apalagi Orion sudah menangis selama dua jam itu artinya setelah mereka pergi ke rumah sakit.
Sedangkan Tala baru selesai mandi dan segera memakaikan pakaiannya dan menghampiri Eve yang terlihat kesusahan menenangkan Orion.
“Berikan pada ayah bunda.” Ujar Tala dan Orion langsung mengarahkan tangannya ke arah Tala dan Eve memberikan Orion ke Tala.
Saat ini Eve memakai piyama dan untuk menurunkan demam Orion Eve membuka kancing piyamanya, “tutup mata.” Ujar Eve kali ini Eve tidak membuat kesalahan.
Tala menutup matanya dan Eve memberikan Orion segera ke Tala. “Angkat Orion sedikit jangan menempel ke badan.” Ujar Eve.
Tala sungguh rasanya sangat gemas ingin mendengar Eve memanggilnya ayah dan di satu sisi berharap bahwa Eve membuat kesalahan sehingga Tala punya alasan buat mencium Eve. “Kenapa tersenyum cepat angkat badan Orion sedikit.” Sepertinya dirinya harus membuat peraturan baru ke Eve agar berbicara lebih sopan kepadanya dan memudahkannya untuk membuat Eve terbuka dengannya.
Eve membuka satu persatu kancing piyama tidur yang dikenakan oleh Tala padahal tumben sekali Tala langsung memakai baju tidur biasanya Tala hanya mengenakan celananya saja dan bertelanjang dada. Apa Tala sengaja melakukan itu agar Eve membuka kancing baju tidurnya.
Tala membawa tubuhnya menari ke kanan dan kiri untuk menenangkan Orion yang sudah berhenti menangis dan bersandar nyaman di dadanya yang telanjang.
Sementara Eve sudah selesai memompa ASI miliknya dan memasukkannya ke dalam botol. Tentu saja Eve menyuruh Tala untuk tidak melihatnya yang sedang memompa ASI. Tala lagi-lagi harus mengalah karena Orion saat ini sedang demam.
Memangnya kenapa sih dia tidak boleh melihatnya sebelum Orion dia sudah dulu memegang dan merasakannya walaupun saat itu belum ada ASI. Lihatlah otaknya sudah ke mana-mana.
__ADS_1
Heol usianya saat ini sudah kepala tiga dan dalam sisi psikologis pria di usia sepertinya sedang sangat berhasrat hormon testosteron membuatnya sangat bersemangat ingin minta dituntaskan apalagi setelah sekian lama dan dia juga sudah bertemu dengan Eve istrinya.
...***...
Tala berjalan keluar kamar ketika mendapatkan telepon dari ibu Dhara melihat hal itu membuat Tala meringis rasanya karena sudah hampir kurang lebih dua minggu lebih dia tidak mengabari ibunya itu.
Sepertinya dia akan mendapatkan ceramah panjang kali lebar seperti rumus matematika persegi panjang apalagi ibunya pasti sudah tau dan sudah sangat menanti telepon darinya karena dirinya sudah menemukan Eve.
Sebelum keluar Tala memberikan bahasa isyarat ke Eve yang sedang rebahan di samping Orion yang sudah tertidur bahwa ibu Dhara sedang menelpon dirinya dan dia harus keluar. Namun Eve malah menatap bahwa Tala sangat aneh karena harus meminta izin kepadanya hanya menerima telepon padahal dulu waktu mereka menikah sama sekali tidak pernah.
Ingatan Eve yang menikah dengan Tala dan bagaimana dulu Tala memperlakukannya itu membekas namun ingatan saat dirinya waktu masih sekolah Eve sama sekali tidak mengingatnya karena banyak kenangan buruk di dalamnya.
Eve juga tidak tau ada apa dengan dirinya saat ini jika Eve memaksa untuk mengingat itu maka kepala Eve akan terasa pusing.
“Kenapa kamu tidak menelpon ibu? Apa kamu tau ibu sudah sangat menantikan telepon dari mu? Apa kamu tidak tau bahwa ibu dan ayah merasa khawatir? Apa kamu tau bahwa ibu dan ayah ingin sekali melihat putri ibu yang nanti akan bercerai dengan mu dan ingin melihat cucu ibu juga! Kamu jangan memaksakan putri ibu dan ayah untuk menerima mu kembali!”
Tala dengan segera menjauhkan ponsel-nya dari telinganya ketika mendengar suara pekikan dan omelan dari ibunya yang protes karena dirinya tidak mengabari ibunya dan ayahnya itu.
Untuk itu Tala akui bahwa dia sangat salah karena tidak memberikan kabar kepada kedua orangtuanya itu namun bertemu dengan Eve dan Orion membuat Tala tidak mau kehilangan kesempatan untuk bersama dengan mereka.
Tadi dia sudah diomeli oleh Joha karena dia mencium Eve di depan halaman mansion sementara Orion menangis dengan keras dan sekarang malam ini dia harus menerima kultum panjang dari ibu Dhara.
“Ibu tenanglah jangan marah-marah nanti hipertensi ibu naik dan keriput ibu muncul.” Ujar Tala dengan pelan.
*Bersambung*
__ADS_1