Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 92. Fakta yang Terungkap


__ADS_3

Tala berjalan pergi dari ruangan Gulzar Adwitya karena tidak mau terjadi apa-apa kepada pria itu. Sungguh rasanya Tala ingin melampiaskan kepada pria yang menjadi kakak dari wanita yang menjahati istrinya Eve.


Sekretaris Diego mengikuti dari belakang sembari tersenyum ke arah sekretaris Wendy yang memasang wajah datarnya. Susah sekali menaklukkan Wendy, sepertinya sekretaris Diego perlu belajar bagaimana cara menaklukkan hati wanita.


Di dalam mobil sekretaris Diego melirik ke arah Tala yang duduk diam di belakang sembari memandang ke arah luar jendela. “Ke markas.” Ucap Tala datar.


Sekretaris Diego memberikan lirikan kepada sang sopir yang duduk di sebelahnya untuk segera menuruti apa yang dikatakan oleh Tala.


Seharusnya yang menemani Tala pergi ke kantor Gulzar bukanlah Diego melainkan asisten Kaivan. Tapi, sahabat satunya itu berpura-pura sedang tidak enak badan dengan alasan bahwa dirinya merasa capek harus mencari semua yang didapatkannya dan tidak tidur selama dua hari karena memikirkannya.


Rasanya sekretaris Diego ingin sekali menendang pantat asisten Kaivan. Tidak tidur selama dua itu sangat tidak mungkin bagi seorang asisten Kaivan dengan tabiatnya yang bisa tidur di mana pun dalam kondisi apa pun itu.


Gerutuan sekretaris Diego semakin menjadi kepada asisten Kaivan tatkala Tala menyuruh sekretaris Diego membawa dokumen yang diberikan asisten Kaivan kepadanya. Padahal hari ini jadwalnya sangat padat terlebih Tala selalu suka seenaknya untuk tidak bertemu dengan klien.


Selama kepergian Eve, Tala tidak pernah lagi ikut bertemu dengan rekan bisnis atau pun klien yang ingin mengajak bekerjasama atau ada hal yang harus didiskusikan selalu saja itu adalah sekretaris Diego yang pastinya ditemani oleh asisten Kaivan jika pria berkulit tan itu tidak ditugaskan yang tidak masuk akal oleh Tala.


Di markas Tala sudah dengan pakaian olahraganya hari ini Tala ingin melakukan olahraga meninju untuk meluapkan emosinya yang ingin sekali menghajar orang.


Berani-beraninya Harsha melakukan hal yang licik dan menyakiti hati istrinya Eve. Terlebih itu berada di dalam kawasannya.


Bayangan wajah Eve yang terlihat sangat sedih akibat keguguran yang dialaminya terlintas.


Buk buk buk buk buk buk


Tala merasa marah dan putus asa rasanya ketika melihat Eve yang murung dirinya tentu saja tidak bisa melihat Eve merasakan sakit dan sedih seperti itu. Dan anehnya Tala mala menghindari dan bersikap dingin kepada Eve kala itu.


Buk buk buk buk buk buk


Tala merasa sangat menyesal melakukannya andai saja dirinya lebih berani untuk memberikan dukungan emosional kepada Eve dan tidak takut serta bisa dikendalikan rasa bersalah yang menggerogoti dalam dirinya.


Banyak kata andai yang ada di dalam benak Tala.


Merasa lemah sebagai laki-laki karena melihat Eve yang menangis dalam diam saat kehilangan bayi mereka. Menyalahkan dirinya, harga dirinya diinjak hingga terkadang Tala melampiaskannya kepada Eve.


Menghindari Eve sangat sulit bagi Tala, tapi berhasil buktinya kesalahpahaman keduanya karena komunikasi yang dilakukan sangat jarang oleh keduanya.


Penyebab segala masalah yang ada adalah Harsha wanita licik yang selalu iri dengan apa yang dimiliki Eve. Awalnya Harsha merasa terganggu dengan kehadiran Eve yang menjadi anak adopsi oleh pamannya.


Namun, secara perlahan semua itu menumpuk semakin besar apalagi melihat Eve yang dikelilingi banyak orang dan disukai banyak orang.

__ADS_1


Perasaan benci semakin menjadi di dalam diri Harsha. Terlebih ketika dirinya mendengar bahwa keluarga Werawan meminta Eve untuk menjadi menantu mereka bukan dirinya.


Terlebih pria yang akan dinikahkan untuk kedua kalinya oleh keluarga Werawan adalah Nabastala Affandra Werawan. Pria yang sudah membuat Harsha jatuh cinta untuk pertama kalinya.


Tentunya semua kejahatan yang dilakukan oleh Harsha itu tidak sendiri ayah dan ibu dari Harsha dan Gulzar adalah dalang dibalik semua yang terjadi.


Yang mengirim pesan teror kepada Eve selama ini adalah Harsha. Geya masih belum tau mengenai apa yang dilakukan oleh Harsha di belakangnya.


Harsha sudah sedari dulu ingin mengincar Tala untuk menjadi suaminya namun Harsha bermain cantik supaya tidak dicurigai.


Harsha juga yang memberitahu kepada seluruh teman Eve di sekolahnya bahwa Eve adalah anak pungut bukan keturunan dari keluarga Adwitya sebenarnya.


Saat itu Harsha merasa kesal dengan Eve yang selalu dimanjakan oleh paman dan bibinya dan diperlakukan layaknya seorang putri kerajaan.


Apalagi dengan segudang prestasi yang dimiliki Eve, dan disukai banyak laki-laki dan perempuan. Harsha merasa bahwa orang-orang meremehkan dan merendahkan dirinya yang juga bagian dari keluarga Adwitya padahal dirinya adalah asli keturunan keluarga Adwitya bukan Eve.


“Ke mana Tala?” Tanya asisten Kaivan ketika melihat kedatangan sekretaris Diego yang merengut masam melihatnya.


“Huh.” Helaan nafas sekretaris Diego keluarkan membuat asisten Kaivan mengangkat alisnya sebelah.


“Bukankah seharusnya kamu senang dan berterimakasih kepada ku karena aku memberimu kesempatan untuk melihat pujaan hatimu tapi kenapa wajah mu sungguh tidak enak dipandang.” Celetku asisten Kaivan melipatkan tangannya di dada.


“Kenapa aku harus selalu direpotkan, bagaimana bisa aku mau mendekati Wendy jika aku selalu sibuk dengan pekerjaan aku.” Ujar sekretaris Diegoi menggerutu.


Asisten Kaivan mendengarnya merasa sangat malas bukanlah hal yang biasa jika tidak ada gerutuan dari sekretaris Diego selama tiga bulan terakhir ini karena Tala yang galau dan menyendiri atas kepergian Eve. Padahal besarnya kepergian Eve adalah Tala sendiri.


Gengsi Tala terlalu tinggi sehingga sang istri memilih pergi. Apa susahnya sih mengatakan cinta apalagi sebelumnya sudah terpisah selama 8 tahun lamanya tanpa ada kata putus di antara keduanya. Dan sekarang lihat kebodohan Tala sepertinya sudah sampai ke akarnya karena memberikan surat cerai kepada Eve yang sudah ditandatangani.


Sudahlah asisten Kaivan pusing memikirkan kisah hidup dan kisah cinta Tala yang tidak ada habisnya.


Geya berjalan dengan langkah kakinya yang tegas, bunyi derap langkah kakinya terdengar jelas.


Tadi Geya bertanya kepada asisten Kaivan di mana Tala apalagi Geya tidak melihat sekretaris Diego di depan. Biasanya jika ada urusan mendadak Tala akan mengajak asisten Kaivan untuk pergi karena sekretaris Diego pasti sangat sibuk.


“Pergi ke perusahaan Adwitya.” Ujar asisten Kaivan menjawab pertanyaan dari Geya sepupu sang sahabat itu.


Geya terus bertanya kepada asisten Kaivan kenapa dan apa yang membuat Tala pergi ke kantor Adwitya dan menemui tunangannya tersebut.


Asisten Kaivan mengirim file ke Geya agar Geya membacanya. Asisten Kaivan malas jika harus menjelaskan kepada perempuan apalagi itu adalah Geya yang mempunyai banyak pertanyaan dengan 5W+1H itu.

__ADS_1


Asisten Kaivan sengaja memberikannya karena melihat perubahan dari Geya selama tiga bulan ini dari bawahannya bahwa Geya sudah menjadi lebih baik dan tidak sombong.


Asisten Kaivan salut dengan perubahan Geya dan salut dengan Gulzar yang mampu mengubah sikap Geya. Karena Gulzar memang menentang pertunangan mereka dan menganggap bahwa Geya tidak ada. Jadi, asisten Kaivan berpikir Geya berubah karena Gulzar padahal tidak sama sekali.


Apalagi asisten Kaivan memberinya melalui file itu karena asisten Kaivan sungguh sangat mengantuk selain melihat perubahan di dalam diri Geya.


“Cinta bisa membuat semua orang melakukan segalanya.” Ujar asisten Kaivan.


Geya setelah melihat dan membaca dokumen yang dikirimkan oleh menangis dengan apa yang dibacanya melalui fakta konkrit yang diberikan oleh asisten Kaivan.


Geya tidak menyangka bahwa Harsha melakukan hal sekejam itu apalagi sampai harus membuat nyawa yang sedang berjuang hidup di dalam rahim seorang ibu meninggal karena rasa iri dan dengkinya. Terlebih dalam aksinya Harsha sudah membunuh tiga orang termasuk bayi yang di dalam kandungan Eve untuk menghilangkan jejaknya.


Wendy yang mendengar suara ketukan sepatu di lantai menatap ke depan dan segera berdiri dari duduknya. “Nona muda Geya, apa ada yang bisa dibantu?”


“Apakah kak Zee ada di dalam?” Tanya Geya dengan datar dengan mata sembabnya karena menangis dan beruntungnya kaca mata hitam selalu dibawa oleh Geya selain untuk bergaya layaknya para sosialitas.


“Tuan Gulzar ada di dalam Nona tapi sedang tidak ingin diganggu oleh siapa pun.” Jawab Wendy tanpa menutupi dan berkata sejujurnya.


Geya yang mendengarnya menghela nafasnya dan langsung membuka pintu ruang kerja Gulzar membuat sekretaris Wendy terkejut. “Bukankah sudah hal yang biasa Wendy kenapa kamu terkejut hanya karena beberapa bulan ini dia tidak melakukannya.” Ujar sekretaris Wendy melihat Geya sudah kembali menutup pintu.


“Aku sudah bilang tidak ingin diganggu.” Ujar Gulzar yang membalikkan kursi kerjanya membelakangi pintu tanpa melihat siapa yang membuka pintu itu.


Keheningan terjadi di antara Gulzar dan Geya. Geya sedang mengumpulkan keberaniannya dan meyakinkan dirinya bahwa ini harus dilakukannya jika tidak akan semakin runyam lagipula memaksakan seseorang itu tidak akan berakhir baik.


“Ada apa?” Tanya Gulzar karena tidak mendengar ada yang bersuara dan berpikir bahwa yang masuk adalah sekretaris Wendy sembari memutar kursinya untuk melihat dan kenapa tidak ada suaranya.


Geya yang melihat kursi itu berputar, “aku akan memutuskan pertunangan kita seperti yang kamu. Jangan khawatir aku akan menjelaskannya kepada pihak keluarga bahwa hubungan ini tidak bisa dilanjutkan.” Lega hal itu lah yang dirasakan oleh Geya lalu segera pergi dari ruang kerja Gulzar setelah mengatakannya.


“Ini yang terbaik Geya.” Ucap Geya menguatkan hatinya walaupun rasanya sangat sakit melepaskan orang yang sangat dicintainya selama ini namun apa boleh buat Geya tidak boleh egois.


Apalagi sepupunya Tala akan sangat menderita jika dirinya akan mengikat hubungan dengan keluarga yang sudah membuat orang-orang yang sangat disayangi dan cintainya itu pergi.


Bukankah nantinya itu akan menjadi sangat rumit jika dirinya dan Gulzar akan menikah. Pasti sangat sakit melihat orang yang telah melakukan kejahatan apalagi sampai membunuh. Geya berpikir akan sangat sakit jika berada di dalam posisi Tala.


Terlebih Gulzar tidak mencintai dirinya hanya dirinya yang mencintai pria itu. Geya tidak ingin memaksakan kehendaknya, Geya tidak ingin egois. Geya pasrah saja dengan hidup yang dijalaninya. Karena tujuan Geya sekarang bukanlah untuk membuat Gulzar jatuh cinta kepadanya melainkan ingin menemukan Eve dan menayatukannya dengan sepupunya Tala.


Sudah cukup kekacauan yang terjadi di dalam keluarganya.


 

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2